Minggu, 20 April 2014

THE SOUL CONTROLLER (Chap 5)

 
 
Title : THE SOUL CONTROLLER
cast : CHOI SULLI (f(x))  |  CHOI MINHO  (SHINee)  |  others

author : Devina Sandy

 length : Chaptered
 
rating : PG-17 ;D 
Genre : Fantasy, supranatural, comedy, romantice


Chap sebelumnya :

“Tanpanya kau akan mati.”
::
“Ada beberapa hal yang belum kuberi tahu padamu. Mmm, aku tak bisa kembali jika aku belum mendapatkan sesuatu yang kubutuhkan. Itu adalah energi yang kudapat setiap aku menyentuhmu... tidak akan ada dampak buruk terhadapmu. Dampaknya terjadi pada tubuhku. Saat aku terbangun, aku takkan pernah mengingat moment ini. Moment saat aku menjadi roh, itu semua terhapus begitu saja dari kepalaku. Mungkin itu akan terasa seperti mimpi. Aku harap aku dapat mengingatnya walau sedikit...”
 ::
“Tak ada yang percaya padaku bahkan seorang malaikapun tidak.  Mereka yakin aku takkan pernah membiarkanmu kembali pada tubuhmu. Tapi kau harus percaya padaku. Aku pasti dapat melakukannya. Kau percaya padaku kan?”   


  


Chap 5 : Her secret


Minho memandang pantulan dirinya sendiri di hadapan Cermin. jidatnya mengernyit dan ia mendesah, memutar tubuhnya berkali-kali di hadapan kaca yang memantulkan setengah bagian tubuhnya. Sulli yang melihat tingkah aneh Minho hanya menggeleng kecil heran. Idolanya itu semakin hari semakin terlihat aneh.

“Yak... Oppa... apa yang sedang kau lakukan?” tanya Sulli Heran.
Minho yang merasa  ‘Oppa’ adalah panggilan untuk dirinya lalu memalingkan wajah dari cermin dan memasang wajah suram pada Sulli “Setelah kuperhatikan berkali-kali, ketampananku berkurang setiap harinya. Apa karena baju rumah sakit ini? sudah kubilang baju ini tidak compitable untuk wajahku tampanku.”

Sulli hampir jatuh dari kursi saat mendengar penjelasan dari Minho. “Sejak kapan sesuatu yang seseorang pakai  dapat membuat ketampanan atau kecantikannya berkurang? Kau aneh...”

“Kau tidak percaya? Lihatlah dirimu. Kau cantik tapi memakai kostum yang aneh. Membuat kecantikanmu berkurang.”
Sulli terhenyak “Aku cantik?”

“Ne....”

“Jinjaaa?!! Ommoo... Namja yang kucintai mengatakan bahwa aku ini cantik. Ommo-Ommo-Ommo... Gomawo opaaa~~~” Pekik Sulli seraya menutup wajah dengan sepasang telapak tangannya. Sikap berlebihan itu mmbuat Minho menyesal telah berkata jujur.

“Aisshh... berlebihan.” Minho kembali menatap cermin. Dalam hatinya ia ingin terlihat lebih tampan dari apa yang ia lihat pada cermin. “Andai aku bisa mengganti baju ini.”

“Bisa....”

Minho kembali menoleh pada Sulli memasang mimik wajah ‘WHAT’ Miliknya. “Can I do it?”

Sulli mengangguk. “Ne... Jika kau memiliki baju yang diberikan orang lain kepadamu. Karena  Arwah bisa memakai baju pemberian orang lain.”

“Yak! Kenapa kau tak mengatakannya sejak awal? Aku bisa pulang sebentar ke rumah dan mengganti pakaian. Pakaian pemberian eomma-ku sangat banyak...”

“Kalau begitu pergilah palli... ingatlah untuk kembali, kau harus lebih sering menyentuhku. Arachi?” Ujar Sulli seraya menaikkan sebelah alisnya menggoda Minho.

Minho yang melihat tatapan menggoda itu bergidik ngeri dan segera berlari keluar rumah. Membuat Sulli terbahak-bahak melihat ekspresi berlebihan Minho. “Ahaha. Dia lucu sekali... ini tidak adil jika hanya dia yang menjadi tampan... apa aku juga harus melakukan make over?”

*****

Minho menatap jalanan raya melalui kaca jendela bus. Ia tersenyum bangga pada dirinya sendiri. Kini ia mulai lebih mandiri dan tak bergantung untuk segalanya pada Sulli. Membuat Sulli kelelahan mengayuh sepeda kesana-kemari untuk menemaninya. Kini Minho mulai menikmati dunianya, dunia arwah. Menumpang gratis, menyebrang tanpa harus melalui zebra-cross, dan masih banyak keuntungan lainnya. Hanya satu yang membuatnya heran... mengapa ia tak pernah bertemu arwah lain? Apa karena ia masih setengah arwah dan setengah manusia?

Minho menghela nafas, tujuan ke rumahnya semakin dekat. Ia harus cepat kembali ke rumah Sulli. Walaupun ia merindukan keluarga dan sahabatnya, ia tidak boleh lengah. Ia tetap harus pada tujuan utamanya, kembali ke tubuh fisiknya. Selain itu, ia takkan pernah membiarkan Sulli kabur. Kabur? Minho tahu, Sulli telah berjanji takkan melakukan itu. Tapi siapa tahu? Siapa tahu Sulli semakin cinta padanya dan tak bisa membiarkan Minho kembali begitu saja ke tubuhnya dan  melupakan Sulli... ini tidak adil, Minho menyadarinya, sungguh tidak adil. Tapi apa boleh buat, demi keselamatan nyawanya, ia bahkan harus tega berbuat tidak adil pada Sulli...


****

Minho sudah kembali dari rumahnya setelah memilih pakaian yang terlihat simpel serta tak lupa menengok keadaan appa dan ammanya. Minho dapat bernafas lega setelah melihat keadaan eomma dan appanya yang  baik-baik saja. itu dapat membuatnya kembali ke tangan Sulli dengan lebih tenang.

Minho melangkahkan kakinya perlahan di halaman kecil Rumah Sulli... ia sangat yakin, mata Sulli akan terasa lebih segar saat melihatnya dalam balutan knit hitam putih dan jeans biru malam pemberian ibunya. Ia sempat berpikir, kenapa ia harus terlihat tampan bahkan satu-satunya orang yang dapat melihat dirinya hanyalah Sulli? Entahlah, Minho hanya risih melihat dirinya sendiri mengenakan baju rumah sakit. Jika mengenakan baju kuno itu, Ia merasa seolah ia... sakit-sakitan.

Minho memutar knop pintu yang tak terkunci. Kebiasaan membuatnya menganggap rumah Sulli sudah menjadi rumahnya sendiri. Minho tak menemukan Sulli di dalam rumah kecilnya. “Sulli-yaaa....” panggil Minho, namun tak ada sahutan dari Sulli. Minho mulai khawatir. Minho melangkah keluar rumah mencoba memanggil pemilik nama Sulli itu sekali lagi “Sulli-yaaa...”. percuma, tak ada jawaban. Minho mulai gelisah, kemana sulli pergi? Ini tidak biasanya Sulli berpergian tanpa mengatakan pada Minho terlebih 
dahulu.

“Kemana dia pergi?” Minho mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian halaman dan rumah namun mata bulatnya tak juga menemukan sosok Sulli dimanapun. “Apa dia pergi?” lanjut Minho masih dengan kebingungan menyelimuti pikirannya.  Minho terduduk di anak tangga beranda rumah dan bertopang dagu seraya menatap halaman kosong dan gang yang sunyi tanpa ada satupun orang yang lalu lalang.

“Pergi? dia pergi? pastikan ia pergi hanya sementara... ia harus pulang. bagaimana jika ia tak pernah pulang? Aniya, aku tidak boleh berpikir seolah ia tidak menepati janjinya. Aku yakin dia tidak begitu. tapi apa ada cinta yang seperti itu? Ia dengan lapang dada membiarkan aku pergi sementara ia sangat-sangat menginginkanku? Apa ada?’

Bayangan hitam yang perlahan berubah menjadi sosok nyata seorang gadis menutupi pandangan Minho. Ia sadar dari Lamunannya dan memandang gadis jangkung yang berdiri tepat di hadapannya. Rambut hitam legam sebahu, Kulit yang bersinar, senyumnya juga indah, serta sepasang mata kecil yang ikut tersenyum. Minho merasa ia mengenal gadis ini.

“Sulli?”

Gadis itu tersenyum lebih manis dari sebelumnya. Kali ini ia menutup senyum itu dengan tangannya, karena perlahan senyum itu berubah menjadi tawa yang tertahan “Waeyo oppa? kau terlihat bingung.”

“Dimana kacamatamu? Juga Rambut kuncir dua itu pergi kemana?” tanya Minho seraya menunjuk-nunjuk daerah mata serta rambut Sulli.

“Ini musim panas, Aku memotongnya. aku punya cukup uang, aku membeli contact lens.”

“Simple reason.” Jawab Minho menaikkan sebelah alisnya. Sulli melakukan make over! Dan alasannya hanyalah se-simple itu? Minho juga melakukan make over dan ia pun bingung alasan apa yang membuatnya ingin terlihat lebih tampan di depan Sulli. Dan sekarang hasilnya jauh dari harapan, bukannya membuat Sulli terpana akan ketampanannya, ia malah membuat dirinya sendiri terpana akan kecantikan Sulli. Oh, Tuhan... Minho bingung bagaimana mengungkapkan kata-kata yang tepat setelah melihat Sulli. Kecantikan alaminya setara dengan artis papan atas di Korsel “Hmm, itu bagus. Membuatmu jauh terlihat lebih segar.”

“Kau juga sedikit terlihat tampan dari sebelumnya.” Ujar Sulli berjalan melalui Minho yang putus asa saat mendengar kata ‘sedikit’.

“Hanya Sedikit?” protes Minho.
Sulli menengok ke belakang , ke arah minho yang menatapnya dengan wajah masam “Ne, karena sebelumnya kau sudah sangat-sangat tampan. Hanya mengganti baju membuatmu sedikit jauh lebih tampan. Baju tidak mempengaruhi ketampananmu.”

Minho merasa bunga sakura jatuh di sekitarnya. Ayolah, ini bukan kali pertamanya Sulli memuji ketampanannya, tapi setiap Sulli memuji dirinya tampan, di saat itu juga bunga Sakura berjatuhan disekitarnya. Wait... bukannya ini moment yang tepat untuk mereka berdua?

“Hei, Choi Sulli! Karena aku sedikit lebih tampan dan kau sekarang terlihat jauh lebih segar, Sore ini Ayo berkencan sambil berpegangan tangan!” teriak Minho tanpa rasa malu.

“Nee!! Lagipula kau perlu mengisi energimu.”
Minho mengepal jemarinya puas dan seulas senyum kemenangan terpatri melalui bibirnya. Ia pikir ini akan menjadi hari yang menyenangkan bagi Sulli atau... untuk dirinya juga?

*****

Sore hari pun tiba, saat dimana matahari tak lagi menggantung tinggi, namun belum pula terbenam. Suhu udara yang menurun tapi tidak terlalu dingin, serta angin segar yang bertiup lembut. It is a perfect time to perfect dating right?

Minho bertopang dagu di beranda rumah Sulli. Ia lupa sejak kapan ini menjadi kegiatan rutinnya selama tinggal bersama Sulli. Pria tampan itu sedang menunggu sang gadis yang sedang berdandan. Ia tidak tahu kenapa semua wanita selalu menghabiskan waktu lama untuk berdandan. Padahal mereka hanya akan berjalan-jalan di taman atau melalui deretan toko-toko kecil yang penuh dengan boneka ataupun pernak-pernik dan aksesoris wanita. Tapi Minho yakin Sulli akan memilih berjalan-jalan di taman, karena ia yakin Sulli lebih menikmati menghabiskan waktu berdua dengan santai.

“Oppa, aku sudah selesai. Kajja.”

Minho menoleh pada sumber suara. Sulli dengan tampilan barunya itu kini berbalut dress putih simple yang membuatnya terlihat lebih bercahaya. Minho berusaha tak tertegun, ia hanya mendengus. Kenapa Sulli semakin hari semakin kurang ajar cantiknya.

Tangan putih Sulli terulur pelan, Minho menatap lama telapak tangan yang terbuka untuknya. Sampai kapan Sulli akan terus begini? Selalu mengulurkan tangannya untuk Minho. hal ini hanya akan membuat Minho berpikir seribu kali untuk menyakiti Sulli dengan meninggalkannya begitu saja jika saatnya telah tiba.

“hei...” Ujar Sulli seraya melambaikan tangannya di hadapan wajah Minho. 

“Ada apa denganmu? Kita berangkat kajja.”

Minho meraih tangan kecil itu, memberinya sediit bantuan untuk bangkit berdiri. Jantungnya berdegup kencang, pertanda energi dari Sulli sedang mengalir dalam tubuhnya. Ditatapnya wajah cantik Sulli dan mulai tersenyum manis. “Ne, kajja.”


****

Sulli dan Minho pergi ke sebuah Taman yang cukup luas di komplek perumahan elit di dekat komplek perumahan Sulli. Taman yang berjarak tak jauh dari rumah Sulli itu di kunjungi beberapa keluarga kecil dan pasangan yang menikamati semilir angin segar di sore hari. Bahkan di taman ini terdapat grup pertunjukkan musik yang sedang berlatih dan menguji skill. Alunan gitar klasik yang bersenandung ceria membuat suasana di taman itu semakin pas untuk menghabiskan waktu bagi pasangan-pasangan yang sedang jatuh cinta.

Sulli dan Minho berjalan di pinggiran taman dengan irama langkah kaki yang sama. Minho menggenggam erat tangan Sulli, menyelipkan jemarinya di sela-sela jemari kecil dan putih milik Sulli, seolah tak membiarkan genggaman itu terlepas dengan mudahnya. Sulli bahkan tahu itu, Minho tak ingin melepaskannya bahkan hanya sebentar. Sulli yakin itu semua karena Minho ingin mendapatkan energi yang lebih banyak hari ini. Sulli menghembuskan nafas pelan, walau begitu ia tak peduli, ia tetap menikmati setiap detik yang ia lewati bersama Minho.

“Kau ingin kita kesana?” tunjuk Minho ke salah satu bangku kosong di tepi kolam kecil di sisi lain taman. Sulli mengangguk kecil. “Baiklah, kau tunggu disana aku akan membelikan minuman untuk kita berdua.”

Dengan cepat Sulli menarik ujung lengan pakaian Minho sebelum Minho benar-benar pergi. “Kau lupa? Kau tidak terlihat oppa.”

Minho kehilangan kata-kata. Sejak sejam lalu ia sudah lupa bahwa ia hanyalah jiwa tanpa fisik. Berada di sisi Sulli membuatnya benar-benar hidup seperti manusia normal. “Aigoo... kenapa aku bisa lupa begini. Mianhae... kau pasti haus.”

Sulli menggeleng dengan cepat, “aniya oppa. gwenchana, aku tidak haus sama sekali.” Ujar Sulli seraya kembali berjalan menuju bangku kosong yang mereka pilih. Minho berjalan mengikuti Sulli dari belakang dengan rasa bersalahnya. Sulli melihat ekspresi kecewa Minho terhadap dirinya sendiri mebuat Sulli terkekeh kecil “Yaak... wae? Why so serious?” senggol Sulli membuat Minho hanya tersenyum pasrah mengingat keadaannya sekarang.

“Aku lupa ini hanyalah kencan antara manusia dan hantu.” Jawab Minho seraya mendudukkan dirinya lemah di salah satu sisi bangku kosong di hadapan mereka.

“Hey... hey... ada apa dengan pria tua ini. bukannya tadi ia masih terlihat baik-baik saja.”

“Aku hampir terbiasa dengan keadaanku sekarang, tapi di saat yang sama aku bosan menjadi seperti ini. aku ingin normal seperti dulu. Melakukan aktivitas manusia normal. Aku tidak sabar bisa kembali pada tubuhku.”

Jawaban Minho secara tidak sengaja melukai perasaan Sulli. Kini Sulli membanyangkan bagaimana semua kembali ke awal. Minho tak lagi berbincang-bincang dengannya. ia hanyalah kutu buku, gadis miskin, dan gadis culun yang dianggap maniak oleh seorang pria tampan, populer, dan kaya bernama Choi Minho. kembali lagi ke awal... ia bahkan tak yakin ia dapat mengejar Minho lagi seperti dulu. Itu menyakitkan, terlalu menyakitkan dengan perasaan yang sudah semakin mencintai Minho untuk sekarang ini. diabaikan bahkan kemungkinan besar dihina oleh Minho lagi seperti dulu, ia tidak sanggup, benar-benar tidak sanggup.

Sebenarnya ini cukup mudah bagi Sulli menjadikan Minho sebaga miliknya. Tinggalkan Minho untuk sementara, Maka pria malang itu tak akan pernah dapat kembali ke tubuh fisiknya lagi. Tidak ada yang dilupakan dan melupakan. Semuanya berjalan sesuai keinginannya. Tapi sebentar, ini bukan tentang keinginannya, ini tentang keinginan Minho untuk kembali ke tubuhnya. Lalu untuk apa Sulli disini? Alat bantu untuk mencapai keinginan Minho? itu benar, dan Sulli akan menjadi apapun agar dirinya berguna di mata Minho.

Pandangan Sulli kosong, angin berhembus dan membuat matanya berair. Rasa sakit bahkan tidak hanya dirasakan di dadanya, tapi menjalar ke seluruh tubuhnya... dengan satu kedipan, air mata Sulli sukses mengalir membasahi pipi putih mulusnya. Sebuah tangan mengusap lembut pipinya, menghapus jejak air mata yang membekas di pipi Sulli.ia tersentak menyadari bahwa Minho sedang menatapnya aneh.

“Wae? Kenapa menangis?” tanya pria tak peka itu.

“A-Aniy... Angin berhembus membuat mataku berair.”

“aish, aku kira kau menangis karena menyesal jalan-jalan ke taman dengan roh sepertiku.”

Sulli tersenyum kecil “Kenapa harus menyesal? Ini menyenangkan jalan-jalan tanpa mengeluarkan biaya.”

“Kau bercanda? Itu Semakin membuatku terdengar tidak berguna. Saat aku kembali ke tubuhku, aku akan mentraktirmu.”

“Oppa... Apa kau lupa?”

“Hmm? Mwo?”

“Kau akan melupakanku saat kau sudah normal kembali...”

“.....”

Keduanya terdiam sejenak, bergelut pada pikiran mereka masing-masing. Setega apa seorang pria yang melupakan kebaikan gadis yang mencintainya dengan tulus? Sekuat apa gadis yang sekian lama mencintai seorang pria idamannya kini dipertemukan dan akan dipisah kembali? Kenapa hidup mereka begitu rumit? Diperhadapkan pada pilihan yang sama sekali tak mereka inginkan.

“Kau harus mengingatkanku. Kau harus membuatku mengingat moment ini.” suara bariton Minho menyeruak rendah memecahkan keheningan diantara keduanya.

Sulli membuang nafas “Itu tidak akan mudah. Ingatanmu selama menjadi roh akan dihapus. Itu seperti coretan pensil yang dihapus dari atas kertas, benar-benar hilang.”

Minho menelan ludah gugup “Setidaknya, bekas coretan selalu ada.”

“Oppa benar. Selalu ada yang tersisa, dan kau akan mengingatnya sebagai mimpi. Itu terasa seperti mimpi kecil yang tak berarti. Bertemu Choi Sulli dalam mimpi... bagaimana menurutmu oppa? dengan ingatan fisik yang kau punya kau akan berpikir bahwa itu semua adalah mimpi buruk. Benarkan?”

“Sulli-ya... jangan bicara seperti itu jeball. Itu terdengar seolah-olah aku sangat membencimu. Sebenarnya tidak seperti itu. lagipula... aku pasti mengingat siapa yang terakhir kali kulihat saat kecelakaan itu terjadi kan? kau dan Taemin. Aku mengingatnya, dan aku pasti akan menemuimu. Disaat itu mungkin kita akan menjalin pertemanan. Kita harus berpikir positif, semua kemungkinan bisa saja terjadi.” Jelas Minho panjang lebar

Sulli memejamkan kedua mata kecilnya “Entahlah. Yang aku tahu, semuanya akan terasa seperti mimpi.”

Minho mendengus kesal, ucapan-ucapan Sulli membuatnya semakin bingung dengan jalan hidupnya sendiri yang semakin rumit “Kau bicara seolah kau pernah ada dalam posisiku sekarang.”

Mata Sulli yang awalnya terpejam kemudian terbuka dan menatap serius Pria yang ia cintai “Menurutmu aku tidak pernah merasakannya?”

“Apa maksudmu?”

“Aigoo... kelihatannya aku harus membuka rahasia kecil ini.”

“Rahasia macam apa yang kau sembunyikan?” Minho mulai penasaran pada ucapan Sulli yang semakin membingungkan.

“Ne... akan kujelaskan.” Sulli bangkit berdiri tepat di hadapan minho. dress putih itu sesekali tertiup angin, membuat Sulli terlihat  seperti malaikat yang siap menyampaikan kabar baik pada Minho. kabar baik? Benarkah?

“Lihat wajahku baik-baik. Sekarang aku tak mengenakan kaca mata besar lagi. Apa kau mengingatku?”

Minho dibuat terheran-heran oleh Sulli. pertanyaan macam apa itu? “Ya, kau maniak yang mengejarku sejak aku kelas 2 SMA. Lalu apa hubungannya?”

“A-aniyaaa~~ Kita pernah bertemu sebelumnya. Kau pernah melakukan sesuatu padaku.”

“Jinja? Apa yang telah kulakukan padamu?”

“Cari tahu sendiri.” jawab Sulli dengan nada manja membuat Minho semakin penasaran.

“Give me a clue.” Pinta Minho. Sulli pun terlihat berpikir dan tiba-tiba seringai aneh yang untuk pertama kalinya muncul di wajah innocent gadis itu. Minho menautkan kedua alis saat melihat ekspressi aneh Sulli. “Wae?”

“Oppa! jangan bergerak! ada sesuatu di jidatmu!” tunjuk Sulli tepat ke arah jidat Minho. Minho kaget bukan main, seperti terhipnotis, ia diam tak bergeming layaknya patung keramik. Sulli bergerak perlahan, tangannya sudah mengambil ancang-ancang seolah siap menampar jidat Minho. Minho menutup matanya, memejamkannya erat. ia tidak yakin apa yang sedang melekat di jidatnya. Ia hanya mengikuti intruksi Sulli untuk diam dan tak bergerak.

Minho merasakan Sulli mendekat, dan ia yakin dalam hitungan detik tangan Sulli akan mendarat keras di jidat mulusnya. Sulli semakin dekat, bayangan hitamnya menutupi sinar matahari yang menerpa wajahnya. Semakin dekat, dan terasa begitu dekat hingga Minho dapat menghirup nafas harum milik Sulli.

Chu~~

Benda lembut nan empuk menempel singkat di bibir Minho. Minho dengan cepat membuka kedua matanya yang terpejam dan mendapati Sulli tengah menjauh dari hadapannya. gadis itu terkekeh malu dengan wajah yang merah padam. Minho dengan sejuta kebingungan masih bertanya-tanya, itu tadi benar sebuah kecupan?

“Choi Sulli kau menipuku... dasar maniak...”

“Kkkk~~ aku tidak menipumu. Itu benar-benar pernah terjadi. Kau pernah melakukannya padaku, bahkan lebih lama dari yang tadi.”

“M-mwo? apa kau salah ingat orang? Aku tak pernah melakukan itu padamu.”

“Kau pernah. Itu kau yang melakukannya padaku.” Jawab Sulli serius. Minho tahu ekspresi macam apa itu, tidak ada penipuan, Sulli bersungguh-sungguh. Tapi bagaimana bisa? “Kau cukup mengingatnya, kau pasti ingat.” Ujar Sulli seraya melangkah mundur perlahan menjauh dari Minho yang masih dibuat bingung oleh perilaku ‘flirt’ Sulli.

“Jeongmal...?” desah Minho heran.

Sulli terkekeh melihat ekspresi kebingungan Minho “Aku membuang poinku untuk kecupan tadi. Bahkan aku berhutang poin. Aku bermain jujur!” Teriak Sulli dan kemudian pergi meninggalkan Minho sendirian duduk di bangku taman itu. 

Minho terus memperhatikan Sulli yang semakin menjauh, Gadis manis itu masih menyempatkan dirinya berbalik dan mendapati Minho masih menatapnya. Sulli melambaikan tangan, memberikan love sign pada Minho. Minho menggeleng kecil, heran dengan prilaku kekanakan Sulli. “Apa dia sungguh berumur 20 tahun? Dasar maniak.” Desis minho pelan. 

Minho menatap langit yang mulai beralih berganti warna, dari biru cerah menjadi kekuningan. Senja akan tiba, pilihan Sulli untuk kembali lebih dahulu adalah piihan tepat, ia harus menutup jendela dan melakukan tugas lainnya sebelum malam menyelimuti daerah mereka. Kini Minho tengah berpikir memutar otak mengingat apakah benar ia pernah mencium Sulli sebelumnya.

“Apa aku pernah mabuk dan kemudian menciuminya?” Minho membayangkan ia menyerang Sulli dengan ganas saat ia mabuk. Minho menggeleng cepat, menghilangkan pikiran kotor di kepalanya.

“Sulli bilang kami saat itu bertemu sebelum aku mengenalnya sebagai sasaeng fan. Itu berarti... aku menciumnya padahal aku belum mengenalnya?? aigoo... apa tubuhku bergerak sendiri? Aku benar-benar tak mengingatnya.”  Minho mengubah posisi duduknya, membuat dirinya duduk senyaman mungkin dan mulai berpikir lebih keras.

Kira-kira kapan ia pernah mencium gadis yang tak ia kenal sebelumnya? Minho pun baru mengingatnya, ia pernah memberikan nafas buatan pada seorang gadis kecil. Sebentar...

Tubuh Minho tiba-tiba membeku, pandangannya kosong. Jika semua yang di dalam pikirannya benar, maka Sulli...

Minho bangkit berdiri, melangkahkan kaki panjangnya dengan tempo cepat. Ia berlari sekuat tenaga, berlari sangat kencang menuju rumah Sulli, sekelebat memori itu berputar memenuhi pikirannya. Ini tidak mungkin! Terlalu kebetulan! Jalanan kecil yang ia susuri semakin terasa jauh, kaki-kakinya melemah. Tapi Minho terus berlari, ia harus memastikan ingatan buram masa lalunya.

Beruntung, rumah kecil Sulli mulai terlihat. Minho dengan tenaganya yang tersisa berusaha menggapai kenop pintu dan membuka secara kasar. 

“Hosh... hosh...” suara nafas terengah Minho terdengar nyaring di telinganya sendiri. Matanya mencari-cari posisi Sulli dan tidak butuh waktu lama, ia menangkap sosok Sulli. gadis yang ia cari tengah duduk rapi di atas ranjang kecilnya, menatap Minho dengan seulas senyum tipis. Minho menghampiri Sulli dan terduduk lemah di lantai, membiarkan posisi Sulli duduk lebih tinggi darinya. 

“Waeyo? Apa sekarang Kau mengingatku?”

“Bodoh. Kenapa kau tidak pernah memberi tahuku? Jadi ini alasanmu menjadi sasaeng fanku?”

Tanpa Minho duga, Sulli merundukan badannya dan mendekap Minho lembut. Jantung Minho kembali berdegup kencang, lebih kencang dari biasanya. Energi itu mengalir, namun ada bumbu lain yang membuat debaran itu terasa berbeda.

“Thank you, my soul controller. Kau tak pernah berhutang nyawa padaku. Semuanya lunas, gomawo jeongmal gomawo.” Ucap Sulli serak. Ia dapat merasakan Minho tengah membenamkan wajah di bahunya. Minho balas memeluk erat gadis mengenaskan itu. Ia ingat segalanya. Tragedi 6 tahun lalu.



MINHO’S FLASHBACK



Minho dan Taemin berjalan beriringan di salah satu jalanan ramai kota Seoul. Keduanya baru saja pulang dari berlatih futsal. Mereka tengah bercanda satu sama lain, sesekali Taemin terlihat meninju kecil perut Minho, Candaan wajar para lelaki...

BRAAAAKKK


Perhatian keduanya segera teralih, bunyi nyaring dari sebuah sumber yang bertubrukan membuat mereka mau tak mau harus menemukan sumber suara itu. 

Betapa mengejutkannya, saat mereka menemukan sebuah mobil dan truk yang tak lagi berbentuk. Taemin dengan cekatan segera berlari memeriksa kursi kemudi truk. sedang Minho bergerak cepat memeriksa penumpang dalam mobil lainnya yang kini tengah dalam keadaan terbalik, asap hitam yang mengepul, pecahan kaca ada dimana-mana, bahkan aliran darah merembes di aspal. Jantung Minho berdegup kencang, tangannya sedikit bergetar, ia hanya tak sanggup jika menemukan suatu tubuh tanpa bentuk dalam mobil yang sudah setengah hancur itu.
 
Orang-orang  mulai berdatangan. Minho dapat mendengar salah satu dari kerumunan orang memanggil ambulans, dan yang lain sibuk memperhatikan dan tak henti-hentinya mendesah ketakutan. Minho merunduk, memperhatikan isi dari mobil mengenaskan itu. Seorang pria tua ikut membantu Minho, Dengan gerakan cepat namun hati-hati keduanya mengeluarkan satu-persatu penumpang, seluruhnya berjumlah 3 orang. Dengan menyesal, pria tua itu menyatakan kedua penumpang mobil telah kehilangan nyawanya. Kini tersisa gadis kecil dalam dekapan Minho. 

Minho memeriksa denyut nadinya yang semakin melemah. Minho gugup setengah mati saat menemukan gadis itu berhenti bernafas. 

“Apa ada dokter disini?! Perawat atau bidan?! Tolong anak ini! Dia kehilangan nafasnya!” Teriak Minho meminta bantuan. Permintaan Minho disambut dengan langkahan mundur dari banyak orang yang mengerumuni mereka. Sial atau apa namanya, dari puluhan orang ini tak ada yang dapat membantu gadis dalam dekapannya.

“Berikan nafas buatan. Paling aman melalui mulut. jika melewati tekanan pada dada, ada kemungkinan besar salah satu rusuknya patah setelah kecelakaan ini.” Sebuah saran meluncur dari mulut pria tua di sisinya. 

“God please help me.”  Ujar Minho serak, ia tak sanggup jika gadis ini mati dalam pelukannya, menunggu ambulans datang sama halnya ia menunggu maut menjemput gadis manis itu. Perlahan Ia rebahkan gadis pucat itu di permukaan aspal. Ia pernah mempelajari ini, cara memberi nafas buatan melalui mulut ke mulut,ia harap ia tak salah langkah.

Minho menyelipkan tangannya di tengkuk gadis kecil itu, tangan lainnya ia pakai untuk menutup hidung sang gadis kecil dan membuat kepalanya sedikit mengadah agar akses udara dapat masuk dengan mudah ke tenggorokannya.
Minho menarik nafas dalam-dalam, menundukkan kepalanya, membuat kedua mulut mereka yang tengah terbuka menyatu sempurna. Minho mengalirkan udara yang ia hirup ke dalam mulut si gadis. Berkali-kali. Hingga Minho merasa ia kehilangan kepercayaan dirinya untuk menyelamatkan gadis itu.
Gadis kecil itu tak kunjung bangun, Minho mendesah putus asa. Tubuhnya melemah, seakan seluruh energinya telah hilang menguap.

“Once again... bangunlah jeball. Kau harus bangun, harus! Kumohon.” Minho sekali lagi memberikan nafasnya. Kali ini berbeda, Minho menempelkan mulutnya lebih lama. Ditengah aktivitasnya, ia berdoa untuk gadis itu. Minho memejamkan matanya dengan keras, berharap saat ia membuka mata, sepasang mata kecil milik gadis itu juga ikut membuka.

Minho membuka matanya, dan menemukan mata gadis itu tengah membuka perlahan. Kerumunan orang disana ikut takjub, mereka mengucap syukur sekaligus memuji kegigihan Minho. Tidak hanya gigih, kini Tuhan berpihak kepadanya, usahanya tidak sia-sia. 

Mata gadis itu membuka setengah, seolah tak memilki tenaga lebih untuk membukanya lebih lebar lagi. Minho tak kuasa menahan senyumnya yang mengembang saat gadis dalam dekapannya kini mulai sadar. 

“Dia sudah sadar...” ujar minho setengah berbisik girang.


NGIIIIIIIIIIUUUUU NGIIIIUUUUUUU (*bunyi apa nih thor?* /abaikan/)

Pertolongan yang sedari tadi ditunggu-tunggu akhirnya datang menyelamatkan. Entah mengapa, Minho yang tak sabaran atau petugas ambulans yang bergerak terlalu lamban hingga Minho mengangkat tubuh kecil gadis itu dengan kedua tangannya dan mengantarnya sendiri ke dalam mobil ambulans. Saat petugas lain menyambut tubuh kecil itu, Minho merasakan sesuatu menarik helaian bajunya. Minho terkejut, gadis itu mencengkaram baju jersey bola putih yang dikenakannya. Menyisakan sebercak noda merah darah yang melekat manis di bajunya.

Gadis itu masih menatapnya, ia juga masih menatap gadis itu lekat. Hingga pintu mobil ambulans tertutup memutuskan pandangan masing-masing insan itu. Mobil ambulans menjauh dari pandangan Minho, Minho masih menatap kepergian ambulans hingga benar-benar menghilang dari pandangannya. 



MINHO’S FLASHBACK END



Sulli melepaskan perlahan pelukannya dari tubuh Minho. Menatap mata bulat pria itu yang terlihat sedikit berair. Sulli mengerti betapa merasa bersalahnya Minho yang pernah merutuki kehadiran Sulli dalam hidupnya. Sedangkan Minho sendiri lah yang telah membiarkan Sulli hidup bahkan berusaha agar Sulli tetap hidup.

“Aku koma selama 3 bulan. Saat aku terbangun, yang pertama kali ku ingat adalah wajahmu. Itu sebabnya aku menggilaimu. Aku benar-benar tak bisa melupakanmu. Mimpi-mimpiku selama aku koma, terasa begitu nyata. Mimpi-mimpiku yang selalu mengikutimu kemanapun kau pergi. Maafkan aku jika harus membuatmu merasa risih, aku hanya melanjutkan hidup dengan cara di dalam mimpi saat aku koma, mengikutimu.”

Sakit. Minho rasa ia terserang sesak nafas setelah mendengar pengakuan Sulli. “Lalu kenapa baru sekarang mengatakannya? Kenapa tidak sejak dulu, saat pertama kali kau sembuh? Kenapa tidak datang padaku? Kau membuat segala usahamu itu sia-sia. Kau gadis paling bodoh yang pernah kutemui. Bodoh sekali, kau benar-benar tidak punya otak.”

Sulli tersenyum saat rutukan minho bertubi-tubi menghampirinya. 

“Bagaimana aku punya kepercayaan diri setelah harta benda orang tuaku hilang begitu saja. Kecelakaan itu direncanakan dengan sangat sempurna, mereka mencuri semua milik keluargaku dengan cara cerdas. Aku tak punya siapa-siapa. Aku hilang, Choi Sulli dari keluarga kaya itu hilang. Aku sempat mengalami depresi. Itu tidak mudah, semuanya hilang. Yang tersisa hanya kau. Bahkan mataku rusak sejak kecelakaan itu.” Jelas Sulli panjang lebar, sesekali suaranya menghilang dan berubah menjadi sebuah bisikan serak.

Minho tidak bisa berkata-kata lagi. Matanya tak lepas menatap sepasang manik kecil hitam milik Sulli yang sudah basah karena air mata. Satu dari banyak rahasia Sulli terungkap sekarang, setelah 6 tahun Minho baru mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Sulli berbeda, ia tidak menggilai ketempanannya, kekayaannya, atau kepopulerannya. Ia jatuh cinta pada orang yang menyelamatkan dirinya. Itu Choi Minho.

“Berarti aku tidak berhutang padamu. Kita lunas. Kau hanya berhutang point karena telah mencuri kecupan dariku.” Canda Minho membuat Sulli menarik sudut-sudut bibirnya membentuk sebuah ulasan senyum kecil dan rona merah di pipinya.

“Jadi, intinya... aku ingin memberitahumu, saat tubuhmu koma, dan rohmu berkeliaran seperti sekarang, saat kau bangun, semua itu terasa seperti mimpi. Nenek cenayang itu memberi tahuku. Dia tahu semua tentangku.” 

“Hm, kau jangan khawatir. Aku sendiri yang akan mencari tahu cara agar kita dapat saling mengingat satu-sama lain.”

“Tidak perlu. Aku yang akan mengingatkanmu lagi.”

“Aniy, aku tidak percaya padamu. Aku yang akan melakukannya.”

“....” Sulli terpaku, Minho tak percaya padanya? 

Minho tersenyum lembut “Aku yang akan mencari cara agar aku tetap dapat mengingatmu.”

Sulli menghembuskan nafasnya pelan. Ia tidak dapat mengganggu gugat misi pria dihadapannya. Ia sedikit merasa bersalah telah membeberkan rahasianya, dan kini ia merasa telah memberatkan perasaan Minho untuk tidak melupakannya.

Di lain  tempat, di beranda kecil halaman rumah Sulli, seorang pria dengan setelan putih dan poni panjang yang menutupi setengah wajahnya tengah duduk santai sambil melepas satu-persatu kelopak bunga mawar merah dalam genggamannya. Salah satu sudut bibirnya terangkat menampilkan senyum yang sedikit mengerikan untuk penampilan seorang malaikat. Kim Heechul bangkit dari posisi duduknya, “Semakin hari semakin menarik. Choi Sulli mulai memberi tahu rahasia kecilnya. Aku tidak sabar, mendengarnya memberi tahu sendiri rahasia terbesarnya.”

TO BE CONTINUED


Hualllooooooooooooooo readerdeul masih ingat saya? *dirajam batu* maaf ya ini very-very-very-super-duper-late update. Author dhev sempat mengalami gangguan kejiwaan(?) dan mulai hiatus juga karena tugas dan laporan praktikum yang menumpuk setiap harinya. Jadi setiap liat MS word itu, author udah mual dengan sendirinya (MS word Phobia). Maaf yeee. Dan dan dan, author ga bosan ngingatin readerdeul untuk tinggalin komennya.  Untuk TSC, kemungkin 4 chap lagi, udah tamat. Maksimal 10 chap lah untuk TSC (udah direncanain) jadi steycun (apaan) yaaa...

oke, akhir kata author dhev mengucapkan minal aidin (EH@!@) akhir kata, author dhev mengucapkan maaf kalo ff ini gaje dan tidak indah, tidak menarik dan tidak berbobot. Tapi hargai author dnegan meninggalkan komen. Akhir kata, tengkyu yang udah baca, dan... HIDUP MINSULIANS!!!!
 

  




60 komentar:

  1. Akhirnya ni ff balik ℓåƍi setelah sekian lama .. Minsul makin hari makin so sweet ajaa ni .. Makin penasaran sama cerita selanjutnya dan makin penasaran sama rahasia terbesar sulli itu apa yaa ..

    BalasHapus
  2. aaahhh so sweet banget thor MinSulnya :) ternyata 6 tahun yang lalu Minho pernah ketemu Sulli.... penasaran sama rahasia terbesarnya Sulli Next chap thor :)

    BalasHapus
  3. iya lama bgt thor, sampe lupa sma ini ff xD
    msh blm mengerti tentang ssul, siapa dia?lol
    msh menarik & penasaran..d lanjut thor

    BalasHapus
  4. Eon ngomong gtu sih crta yg eon krg bgus bget, semangt bt lnjutinya!

    BalasHapus
  5. Wooow ternyata minsul dah saling kenak toh,,, trus kira2 rahasia besar sulli apa yah,,,
    d tggu lnjutanya ne

    BalasHapus
  6. Aku belum ngerti deh tentang sulli. asal usulnya belum terungkap semuanya sih, jadi masih agak bingung.
    tapi bagus kok eon ceritanya :) bikin penasaran pula :D
    next ya eonni ~

    BalasHapus
  7. thor ini, suka banget bikin orang penasaran..hua keren lanjut

    BalasHapus
  8. Wah makin penasaran ternyata minsul udah saling kenal :)
    Next thor yuuuu :)

    BalasHapus
  9. jadi karna itu ssul jadi ngejar2 ming, dan itu baru rahasia kecil dari ssul?? penasaran dengan rahasia besar ssul yg lainnya! skrg aku tau knpa taemin juga knal mah ssul, coz dia juga melihat kecelakaannya ssul!!
    saeng jangan lama2 yah!! ditunggu ^^

    BalasHapus
  10. Jadi udh 6 thun sulli eonnie suka sma minho dan ternyata minho telah buat sulli hidup dengan nafas buatannya daebak eon , keren bngt jempol dua buat eonni keke
    Rahasia terbesar sulli ? Sulli siapa sih eon ? Malaikat bukan ?
    Next ne eon :)

    BalasHapus
  11. Ohh ternyata itu sebabnya sull suka banget sama minho. Tapi sull kenapa rahasianya banyak banget yaa?wkw. Trus yg dibilang heechul tntang apa yaa??aduh thorr penasran banget. Lanjut ne, fighting:)

    BalasHapus
  12. Rahasia apakah sulli? Ni ff bikin penasaran aja. Next jgn lama lama ya min

    BalasHapus
  13. Mmmm bgaimna yh comentnya hihihii
    Daebak, ternyata sulli eonni prnah kecelakaan jga? dan yg mnelongnya itu minho?
    Wuuah cocok* jodoh emang gk kmana #eeeh nyeset deh hihiihi
    Keren story nya ;) Akhirnya si ming sadar jga dngan persasaan nya ama sulli hihi #sosweet {}
    Fighting! minsul :) dan hutang mereka udah impas? ok! tpi tenang ajah giant baby, ming bakal cari cara kok biar gk lupain kamu :D
    Pasti dapet kok, oia sulli udah mulai terbuka amah sih ming, soalnya Rahasia bsarnya udah dia ceritain gitu, tpi apa hubungannya dngan hechul dn cenayang itu? Serius sangat membingunkan_-
    kasihan jga sma nasib sulli dan keluarganya, tega banget tuh orang lakuin itu. penasaran ama orangnya :) siapa yah? Molla_-
    Ok! sukses buat FF nya :) chap selanjutnya d tunggu ( ingat gk boleh lama* hihi )
    Paipaiii :)


    BalasHapus
  14. satu persatu rahasia suli terbuka,, tapi masih penasaran banget sama rahasia terbesarnya :D
    ternyata minho masih inget sulli waktu minho nolongin sulli dari kecelakaan maut itu :)
    semoga setelah Minho sadar, dia masih inget sama sulli sebagai mimpi nyatanya :)

    lanjutttttt ne eonni :)

    BalasHapus
  15. Waaa daebak (y)
    Maksudnya heechul bilang kalo ssul ud ngungkapin rahasia kecil ny, kapan dia ngungkapin rahasia trbesarnya? Saya aja shock pas tau trnyata kalo 6 thn lalu minho pernah nylamatin ssul, itu rahasia kecil. Gmn sama rahasia besar nya?? Jd penasara x_x
    Oya iya, itu bahasa beneran bikin ngakak :D ssul makin lama cantik nya makin kurang ajar =D wkakwkkwakwka daebak min! (Y) next yaa :D

    BalasHapus
  16. Ane yg komen pertama??? #percayagagpercaya
    Yeyelalalala...akhirnya bini ke 3 nongol,
    Saya senang sekali ep ep ini di lanjut,
    Dan si ming ttp jadi arwah narsis gag ketulungan, ciyeh ssul make over si ming jadi tersepona tu,
    Ciyeh kencan, udh second kiss ciye, jadi itu alesan ssul jd stalker ming, dia mencintai org yg menyelamatkannya,
    Pnasaran apa yg di mksd heechul dgn rahasia terbesarnya >_<

    Lanjuuuttt madu 3 ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perasaan yg pertama deh #matajerengkaliya >_<

      Hapus
  17. eonni apaan. matanya udah mulai redup kali ya, efek bacan tengah malam ni pasti. makasih buat komennya onew's first bini. xD

    BalasHapus
  18. SUKA!!! >_< Baru lihat karya author yg ini,huehehe^^v keren ternyata._. untungnya aku belum terlambat>_< jd masih bisa ikutin ceritanya mskipun baca di tengah2;;) Lanjut Author! {} Aku menunggu untuk lanjutan critanya~~

    BalasHapus
  19. Kenapa Sulli semakin hari semakin kurang ajar cantiknya. huahahhaaaaa, lucu banget yang ini... kira kira apa rahasia terbesar sulli yah.. penasaran min.. next

    BalasHapus
  20. Ini keren bangeeeeettt..
    Kebayang kalo dibikin film.. aku bakal puter ratusan kali..
    Huaaaa.. aku juga bacanya dah nangis bgini.. apa lagi klo film lebih menghayati.. bercucuran air mata..

    Pliss jgn suka lama2.. aku nunggu nya gak sabar bgt..
    Pgn baca terus..

    BalasHapus
  21. Itu masih rahasia kecilnya, gimana rahasia besarnya ya•_•
    Waduh ff ini skinshipnya daebak, bikin merinding masa xD
    Mirrors II nya juga dilanjutin dong ;u; next thor next! ffnya keren kok ;w;
    Thanks for updating ♡

    BalasHapus
  22. next donk,, jngan lama2 lanjutannya

    BalasHapus
  23. Akhirnya di puplish juga
    Daebak thor, penasaran nih sama rahasianya sulli eon
    Semoga happy ending minsulnya ya thor

    BalasHapus
  24. seru ceritanya, gak yangka sulli ngelakuin ke minho kerna minho dulu perna nolongin sulli, ya ampun akhirnya minho tahu kalau sulli, korban yang ditolong. gak yangka. ya ampun minho udsah mulai suka ni ma sulli, tapi gimn kalau minho udah kembali apa minho bakalan inget ma sulli. aku tunggu ya chapter selanjutnya.

    BalasHapus
  25. kampret, rahasia terbesar masa
    oi author horor, kapan lanjutnya ni ?
    hahhaha heechul? malaikat?

    BalasHapus
  26. keren thor , nex nya jangan lama-lama yah , semangat buat author , oh ya true love in makanawasiy chapter 26 nya segera dong di post ,udah gak sabar nih .

    BalasHapus
  27. Rahasia terbesarnya apaa?
    Penasarann ^.^
    Cieilah ssul kasih kecupan nih ke minho!
    Next chapt eon ! :)

    BalasHapus
  28. thor, aku netesin air mata lo baca part ini, part sulli nyeritain rhasia kecilnya ke minho :"
    aku menggila karena ff ini, minho akhirnya mulai suka sama sulli :') tp itu cuma rohnya :(
    aku penasaran nih sama kata2 heechul tentang rhsia terbesar choi sulli :o
    thor tolong jgn lama2 lanjutin ff ini yaa dan buat adminnya tlg jgn lama2 ngepost ff ini yaa, aku udah penasaran tingkat dewa nih :'(

    BalasHapus
  29. Apa rahasia terbesar ssul ? Min jgn lama" yak next nya. Aku sdh penasaran banget

    BalasHapus
  30. oh my god.... ceritanya makin seru nih penasaran sama rahasia sulli yang paling besar... kagum banget sama ceritanya yang engga bisa ditebak.
    jangan telat lagi yang postingnya cape nih nunggu lama bangettttttttttttt....

    BalasHapus
  31. adduuuhhh. . udah telat baca ternyata. banyak banget nih yang komen, itu tandanya ff ni bagus author. . :)

    ternyata mereka udah pernah ketemu toh?? huhuhu aku terharu. makin interesting aja nih cerita. pokoknya lanjut next chapter ya authornim. . :)
    d tunggu banget

    BalasHapus
  32. Rahasia terbesarnya yg bikin penasaran :3 apalagi heechulnya nakutin
    Penasaran,next chapnya ditunggu ya thor jngn lama2 ;)

    BalasHapus
  33. kerennnnn, lanjut.a jangan lama yah thor ;)

    BalasHapus
  34. Rahasia terbesar sulli?jangan2 sulli jg pernah jd arwah seperti minho dan melupakan orang yg dicintainya atau pembunuh orangtuanya berhubungan dengan minho?makasihhh akhirnya update jg. God luck

    BalasHapus
  35. Anyong aku pendatang baru . "̮hϱ²hϱ²hϱ²hϱ²"̮ bagus banget certax lanjtin Ƴ̥̩̩̩̩̥̊α̩̩̩̩̥α̇̇̇.n jgn klamaan post crtax bikin penasaran.salam knal smwx.yanti :)

    BalasHapus
  36. Oya min certax Ɣªήԍ i miss u KƠ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡k ƍǻªªªǻƙ ampek akhir ama my husband is gumoho tuch.di lanjut donk.pazti bgus bangeet. Maaf Ƴ̥̩̩̩̩̥̊α̩̩̩̩̥α̇̇̇ terlalu cerewet ĶÄĿ@ǚǚǚǚǚ. Udah ngomongin korea.

    BalasHapus
  37. kerens..makin penasaran...
    ditunggu next chapny...

    BalasHapus
  38. kerens..makin penasaran...
    ditunggu next chapny...

    BalasHapus
  39. Daebakkkkkkkkkkkkkk ..
    sulli eonni punya rahasia besar , ....
    apakah ituuuuuuuuuuuuuuuuuu !???

    ^&^

    BalasHapus
  40. daebak thor...
    lanjut...
    fighting!!!!

    BalasHapus
  41. Aaaaaa ya'ampun thor thankisss sdh dipost :* ini udh ditunggu2 berabad2 lamanya wkwkw 'alay dikit thor hheh
    Deabak thor smakin seru semakin wah semakin membahana semakin cetar semakin bokeh smakin cinta semakin buat gk sabar nunngu next chaptnya :*
    Fight thor buat ffnya smpai finish hhe

    BalasHapus
  42. Aaaaaa ya'ampun thor thankisss sdh dipost :* ini udh ditunggu2 berabad2 lamanya wkwkw 'alay dikit thor hheh
    Deabak thor smakin seru semakin wah semakin membahana semakin cetar semakin bokeh smakin cinta semakin buat gk sabar nunngu next chaptnya :*
    Fight thor buat ffnya smpai finish hhe

    BalasHapus
  43. Aaaaaa ya'ampun thor thankisss sdh dipost :* ini udh ditunggu2 berabad2 lamanya wkwkw 'alay dikit thor hheh
    Deabak thor smakin seru semakin wah semakin membahana semakin cetar semakin bokeh smakin cinta semakin buat gk sabar nunngu next chaptnya :*
    Fight thor buat ffnya smpai finish hhe

    BalasHapus
  44. jd dimasa lalu sulli pernah mengalami kejadian yang sama dangan minho.. trus berarti sulli jd saseng fans nya minho karena minho udah nyelamatin dia dulu...
    wah daebak thor kerennn..

    BalasHapus
  45. Yaaa... Ternyata Ming sama sull pernah dipertemukan sebelumnya ini menarik.. Tapi sedih kalo ginger ketika Ming sadar maka akan kehilangan ingatannya saat ia jadi roh.. Dan sull apa rahasia besar sull.. Awhh.. Ini bener2 bikin penasaran Thor..

    BalasHapus
  46. OMOO setelah aku udah lama ga buka blog ini ternyata aku ketinggalan beberapa part. poor me :| fix bgt sulli eonni kasian bgt. gakuat dah klo nanti minho bener2 lupa-_- aaaa aku penasaran bgt sama next part. seru banget iniii penasaran sm rahasia besarnya sulli eonni yg dibilang heechul oppa :(

    BalasHapus
  47. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  48. Kalau minho kembali ke raganya dan jadi manusia lagi ia gak bisa inget tentang sulli
    Ya ampun kasihan banget sih sulli
    Ff keren good job authornim and keep fighting

    BalasHapus
  49. minho balik ke tubuh asalnya dia baka lupa sama sulli TT sedihnya

    BalasHapus
  50. apa mungkin minho saka sama sulli? itumah pasti

    BalasHapus
  51. Banyak rahasia
    Wahh jadi tambah penasaran :D

    BalasHapus
  52. ooh, ternyata Minho pernah cium Sulli alias ngasik nafas buatan? dan karena itu Sulli mengidolakan Minho? wah, daebak. tapi cuma tanya, itu salah nulis atau emang gimana ya? kan kalo ambulans bunyinya biasanya 'wiuuuuu wiuuuu' tapi gak papa kok, aku suka ff ini....^^

    BalasHapus
  53. Rahasia besar ???
    Mwoo ?? Wewww hebatttttt rrahaasia aapa ???
    Aahh sullo bener" tuulus cinta sm minho

    BalasHapus
  54. Ternyata sulli sudah pernah ketemu sama minho tapi kok minho kok bisa lupa yaa
    Hahaha dasar roh yang kecentilan bilang ajj nda mau keliatan jelek didepan sulli

    BalasHapus
  55. Uwah minho oppa mulai tertarik dan menerima sull..
    jangan" yang bikin pertama kali jantung minho oppa berdetak itu baby sull waktu pertama kali bertemu saat sulli kecelakaa??
    dan rahasia sulli itu apa??

    BalasHapus
  56. Waahh ternyata minho adalah org yg pernah menyelamatkan sulli,makanya sulli menggilainya..

    Minho sangat yakin dan akan berusaha agar nanti saat ia kembalk ketubuhnya ia akan mengingat sulli..
    Semoga dia berhasil..

    Mungkin kelopak bunga mawar yg dipegang heechul itu adalah hitungan waktu minho ??
    apakah heechul malaikat maut ??
    sebenarnya apa rahasia terbesar sulli ??? Aah penasaraaaann

    BalasHapus
  57. Waah aku sampai nangis loh baca part ini......
    Ternyata mereka emang pernah ketemu,tpi Minho nya aja yang nggak inget....
    Jdi penasaran rahasia terbesar Sulli...
    Dan kalau Minho sdar dia aab berusaha ngingat Sulli....
    Semoga berhasil..
    Semangat ya eonni....

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template