Kamis, 22 Agustus 2013

She Is Mine [ One Shoot ]


SHINee Choi Minho | F(X) Choi Sulli

Author : Dhecy Chyminh

Genre : 
 
Sad, Bestfriend, Family, Romance
 
Length : One Shoot
 
Rating : PG-13
 
Summary : 

Warna-warni hadir mu, tak menyurutkan langkahku
 Untuk terus berada dalam payung bening dua mata indah itu
 Di batas lelah yang menghampiri raga ku, ku telan segalanya dengan mu
 Tawa, sedih, bahagia, dan luka...
 Jadi bunga wangi dengan rekah bahagia kita bersama...

Choi minho adalah seorang pelajar menengah atas dari “ANYANG ART HIGH SCHOOL”, sekolah ini sangat terkenal di korea selatan, karena merupakan sekolah seni ternama dan pertama yang ada di district gyeonggo. Ia merupakan putra tunggal dari choi yun gyeom seorang pengusaha sukses pemilik perusahaan “HYUNDAI MOTOR” yang merupakan produsen mobil terbesar ke lima di dunia, dan pertama di korea.
 Minho ibarat magnet, siap menarik perhatian siapa saja yang memandangnya. tak hanya yeoja tapi juga namja. Pesona nya membuat semua orang lupa diri, khususnya kalangan para wanita.

 Namun satu hal yang mencurigakan dari sosoknya, minho belum pernah sekali pun berpacaran, bahkan sampai detik ini. dia memang dekat dengan seorang yeoja, yeoja itu bernama choi sulli. tapi semua orang juga tau bahwa sulli bukan kekasih minho. Mereka hanya bersahabat. lagi pula jika sampai minho dan sulli berpacaran, itu bisa menyebabkan situasi sekolah dan luar sekolah menjadi horor, para yeoja fangirl minho akan dengan cepat membuly sulli atau bahkan membunuhnya, catat ya MEMBUNUH.

 Jika minho di bicarakan karena ketampanan dan kekayaan nya, maka sulli di bicarakan karena dia adalah wanita yang paling dekat dengan Minho. Mereka telah bersahabat sejak kecil, hanya bersahabat bukan pacaran. Bahkan gosip2 miring sempat menyebar, yang mengatakan kalau Minho tidak pernah berpacaran karena dia punya kelainan

Sulli dan Minho memang bersahabat sejak masih balita, eomma minho dan eomma sulli juga merupakan teman baik, begitu juga dengan kedua ayah mereka. Jadi sejak kecil Minsul sudah sering bersama, berangkat sekolah sama2, main apa lagi. Kebetulan rumah mereka jarak nya sangat dekat. Jika ada anak2 jahil yang mengganggu sulli, minho akan dengan jantanya melabrak anak2 itu. Kalau sulli sampai dibuatnya menangis, maka bukan minho namanya jika tak membuat anak2 itu meraung ketakutan.

Selama duduk di bangku sekolah dasar, mereka selalu satu lokal. Walau tidak satu bangku, itu pun di karenakan satu bangku hanya muat untuk satu orang. Tapi mereka tetap duduk berdekatan. Banyak orang yang mengira sulli adalah yeodongsaeng minho karena hubungan mereka yang sangat dekat.

 Mereka selalu di antar kesekolah ber sama2. Kadang sulli menumpang di mobil appa minho, kadang minho yang ikut menumpang di mobil appa sulli.
 Minho telah menganggap orang tua sulli sebagai orang tua keduanya, begitu juga sebaliknya sulli menganggap orang tua minho sebagai orang tua keduanya. Rumah sulli adalah rumah minho juga, demikian pula sulli menganggap rumah minho. mereka di ibaratkan bunga dengan tangkai, bagaikan tinta dengan pena, bagaikan surat dan perangko, selalu bersama. Tapi ingat, mereka tidak pacaran.
 Sewaktu masuk kelas 1 junior high school mereka pernah di buat tidak selokal. sulli protes, minho juga. Tak tanggung2, Berdua mereka menghadap kepala yayasan. Memohon agar di jadikan satu lokal.

Bahkan mereka mengancam untuk tidak akan mau sekolah lagi jika kelas mereka dipisahkan. Padahal niat sang kepala yayasan memerintah kepala sekolah untuk membuat lokal mereka terpisah hanya demi 1 tujuan, agar minho dan sulli bisa bergaul dengan anak2 lainya, tidak hanya berdua terus menerus. Tapi 2 anak ini tetep keukeh tidak terima, dan hasil akhirnya sang kepala yayasan menyerah hingga memutuskan mereka kembali selokal. Bagaimana bisa minho dan sulli yang masih sangat muda seberani itu menghadap kepala yayasan pemilik “ANYANG ART HIGH SCHOOL” tingkat SMP ? Tentu saja karena kepala yayasan itu adalah ayah dari choi sulli. 

Ya, sulli adalah putri tunggal dari Choi Siwon pemilik “ANYANG ART HIGH SCHOOL” yang memang di bangun dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga UNIVERSITAS. Itulah sebabnya kedua anak ini selalu selokal selama mereka menjadi pelajar TK, SD, SMP, dan SMA. Namun tidak ada seorang pun dari teman2 sulli yang mengetahui bahwa ia adalah putri seorang konglomerat pemilik sekolah elit tersebut. Semua itu atas permintaanya, ia tak mau di beda2 kan, atau di segani hanya karena status ayah nya sang pemilik sekolah.

Sekarang keduanya telah duduk di bangku akhir senior high school atau SMA. 1 tahun lagi akan melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih menjurus.
Memasuki usia dewasa, sulli dan minho mulai merasakan hal2 yang biasanya selalu dirasakan manusia normal. Perasaan yang tidak mereka temui saat masih bocah, sekarang muncul. Rasa ketertarikan dengan lawan jenis yang dulunya tidak mereka rasakan, sekarang hadir.

 Hingga pada Suatu hari, ketika sekolah sudah usai, minho mengajak sulli ke MAKAWANISY RESTAU , rumah makan mewah bernuansa jepang yang merupakan tempat favorit mereka untuk sekedar ngobrol sambil melepas dahaga, kebetulan tidak terlalu jauh dari sekolah. Ada sesuatu yang ingin minho tanyakan pada sulli, menanyakan sebuah hal yang mungkin saja membuat jarak diantara mereka.

“sulli-ah. Apakah tidak ada namja yang kau sukai sampai saat ini, di sekolah ataupun di luar sekolah?” tanpa basa basi minho langsung menanyakan poin penting nya, itu memang gaya mereka. tidak ada basa basi. Sulli hanya tersenyum mendengar pertanyaan namja di hadapanya itu.

“memangnya kenapa minho?”

 “ckk... kau tidak sopan, angka line ku lebih tua 1 angka dari angka line mu. jadi panggil aku oppa, kenapa sekarang kau suka memanggil ku dengan nama ” ucap minho dengan ekspresi sebal, sementara sulli terkekeh melihatnya. mereka memang beda line, namun tetap 1 angkatan disekolah. Karena dulu minho tidak mau sekolah sebelum sulli masuk sekolah, sementara saat itu usia sulli belum mencukupi umur untuk menginjak masa pendidikan pertamanya, karena ke kekeuhan minho akhirnya kedua orang tua namja choi tersebut menuruti untuk memasukan putra tunggalnya sekolah jika sulli juga sudah bisa masuk sekolah. Line minho adalah 92, dan line sulli 93. namun hanya beda beberapa bulan saja, minho lahir dibulan desember 1992 sedangkan sulli lahir di bulan maret 1993 *anggap aja line mereka segitu yak O_O*

“baiklah, memangnya kenapa oppa bertanya seperti itu” ucap sulli kemudian

“kita kan sudah besar, apa kau tak ingin pacaran? Aku hanya cemas saja, kita kan sudah lama bersahabat, jangan2 nanti ada seorang namja yang suka dengan mu, tapi karena kau terus bersama ku namja itu tak berani mendekati mu” minho memberi penjelasan.

“oppa sendiri bagaimana? Apa ada yeoja yang sedang oppa sukai saat ini? jujur saja, aku siap kok untuk sedikit menjauh agar tidak terlalu berada di dekatmu”
 Mendengar ucapan sulli, minho bingung harus menjawab apa, bukan itu yang ingin ia dengar. Karena sulli malah membalikan pertanyaan itu kepadanya nya lagi.

“sudahlah oppa saja dulu yang jujur. Wah... jangan2 oppa memang sedang jatuh cinta YA? Dengan siapa oppa?” sulli terus menggoda minho dengan pertanyaan2 konyolnya. Dengan cepat minho menggeleng.

“tidak... tidak ada yang ku suka. Lagi pula, aku tidak ada niat untuk pacaran. Apalagi kalau itu nanti membuat kita tidak ada waktu buat main dan jalan bersama. Untuk apa aku menghadirkan orang ketiga kalau akan membuat persahabatn kita hancur” minho tidak yakin, apakah jawaban yang diberikanya itu jujur atau tidak. Tapi dia memang tidak mau kalau gara2 pacaran hubungan mereka akan renggang. Bagi minho persahabatan mereka jauh lebih utama. Sulli tersenyum begitu bangga dengan keputusan minho.

“memang betul oppa, apa sih gunanya pacaran? Buang2 energi, buang2 biaya untuk kencan, kalau memang jodoh pasti takan lari kemana” itulah untuk pertama kalinya sulli berbohong kepada minho. Sebenarnya sulli ingin mengatakan kalau dia mau saja berpacaran, tapi harus dengan minho. Namun tak mungkin sulli mengakui kalau ia sangat mencintai dan menyukai namja yang menyandang status sebagai sahabatnya tersebut. Ia berfikir namja itu pasti takan menerima.

Berdua mereka lalui hari2 di sekolah dengan keriangan, layaknya remaja lainya. Bahkan saat ini banyak yeoja yang secara terang2 an menyatakan cintanya pada minho, tapi dengan sangat bijak minho menolak.

“YAA... minho. Kau sangat jual mahal. Memangnya apa kurang ku hah?” suatu hari jung krystal melabrak minho, karena tak terima cintanya di tolak. Dia merasa sangat malu, apalagi dirinya adalah model yang tengah naik daun. Masa sih seorang choi minho menolaknya mentah2.

“mianne krystal-shii, tapi aku belum mau pacaran. Aku akui kau sangat cantik, cantikkk sekali. Tapi maaf aku tidak bisa menerima cintamu”

“apa kau tidak merasa risih jalan dengan wanita tinggi dan putih pucat bernama choi sulli itu eoh? kau tidak malu? Sudahlah lebih baik kau pilih aku saja, kau jalan dengan ku saja” mendengar ucapan wanita di depannya itu minho langsung naik darah, ia akan terpancing emosinya jika mendengar sulli diperolok.

“HEH... SULLI ITU BUAT KU JAUH LEBIH BERHARGA DARI PADA KAUU” umpat minho dengan nada tinggi.
 “kau itu tampan, tapi buta. Tidak bisa membedakan mana yang layak dan tidak layak” krystal langsung meninggalkan minho pergi, namja itu hanya mengepal kuat tanganya menahan amarah.

 Ditempat lain sulli yang sejak awal melihat, dan mendengar pertengkaran itu dari agak jauh, mulai mendekat. Sulli merasa sangat tersanjung saat tadi minho mengatkan kalau dirinya lebih berharga dari pada si bintang sekolah jung krystal.

“oppa... kenapa menolak krystal? Kan dia cantik”

“oh sulli-ah kau mendengarnya? Aku tidak akan mau berpacaran dengan yeoja yang mulutnya tidak terkontrol seperti wanita itu tadi” dari nada suaranya, bisa di dengar minho masih marah. Marah karena krystal telah menghina sulli.

= >SKIPP

just give me a reason, just a litle bits enough
 Just second, we’re not broken
 Just bent, we can learn to LOVE again

Lirik lagu pink feat nate ruess, JUST GIVE ME A REASON itu terlantun indah dari iphone putih minho yang ia letakan di samping bantal tempat kepalanya tertidur lelap. Padahal saat itu waktu menunjukan pukul 00:00 KST. Dengan malas minho meraih benda kecil yang fungsinya sangat canggih tersebut. Ia menatap layar iphone dengan mata yang masih sedikit terpejam.

 Dalam hatinya sudah menebak, bahwa panggilan itu berasalkan dari sulli yang memang terbiasa menelpon tengah malam, hal itu akan terus terjadi jika wanita cantik bermarga choi tersebut tidak bisa tidur.

“mmmm...yeobseyo? waeyo sulli-ah??” suara beratnya masih terdengar parau, bahkan sangat parau.
 “oppa kau lagi tidur ya??”
 “ani... aku sedang memasak. tentu saja ia, tapi sekarang aku terbangun karena kebiasaan mu yang suka menelepon di jam tidur orang” omel minho dengan mata terpejam. Sementara di sebrang panggilan sana seorang yeoja tengah terlihat mengerucutkan bibir.

“kenapa diam?? Kau tidak bisa tidur?? ” tanya minho karna merasa tak ada jawaban dari si penelepon
 “oppa... ada yang ingin ku bicarakan”

“jinjah... tentu saja memang harus ada yang kau bicarakan. Kalau tidak untuk apa kau menelepon ku gadis kecil” malam itu minho merasa nada suara sulli berbeda dari cara pengucapan ia biasanya . Kali ini sulli terlihat ingin menyampaikan sesuatu yang serius. Padahal yeoja cantik itu bisa di bilang tidak pernah seserius itu.

“aku serius” lanjut sulli dengan nada tegas
 “baiklah... ada apa sulli-ya?” tanya minho jadi ikut ketularan nada serius sulli
 “besok seusai sekolah kita bertemu di makawanisy restau. Ada yang ingin ku bicarakan pada oppa”

 “memangnya ada apa??” minho semakin heran karena tak biasanya sulli seperti ini. kalau ada sesuatu, wanita bermarga choi itu akan segera memberi tau walau melaui media telepon. Namun tidak untuk kali ini....

“besok saja oppa, aku akan memberi tau mu. ah aku rasa ini sudah sangat malam, maaf telah mengganggu tidur mu. kau boleh melanjutkan nya lagi. jaljine namja frog” tuttt sulli mematikan panggilanya. 1 kata yang membuat minho semakin bingung.
di ucapan terakhir tadi sulli mengatakan kata “maaf menganggu tidur mu”, ia bahkan berfikir bahwa saat itu sulli tengah menggigau. Berbagai macam pertanyaan muncul di benak minho. Sulli yang jika menelepon selalu dengan suara riang, tertawa cekikikan, memberi lelucon konyol, tak pernah serius sangat berberda dengan malam ini.

“apakah ada masalah? Apakah masalah itu benar2 berat?” namja itu bertanya tanya tak sabar menunggu hari esok, bahkan kantuknya hilang seketika.

‪#‎SKIPP

 Esok harinya, MAKAWANISY restau terlihat sepi. Di tempat itu hanya ada sulli dan minho yang tengah duduk manis berhadap hadapan. Sesekali mereka menyerut jus jeruk di gelas masing2. Suasana kali ini memang lain, sudah 15 menit mereka berada di tempat itu, namun keduanya masih sama2 diam. Sulli tak mengeluarkan sepatah kata pun kepada minho. Hal itu juga membuat minho tak tau harus bilang apa. Karena yeoja di hadapanya tersebut terlihat tak seperti biasanya...

 “oppa...” 1 kata yang membuat suasana sedikit sejuk karena sulli mulai membuka suara.

 “ne... ada apa?” uh... minho benci suasana seperti ini. karena benar2 tak sama seperti biasanya.

“mungkin sebentar lagi kita tidak akan bisa seperti dulu” suara sulli datar, tak berani menatap minho. Berbicara sambil menunduk.
 “maksudnya??”

 “aku.... aku....” minho tak sabar mendengar pengakuan sahabatnya itu yang di ucapkan ter putus2

“aku akan bertunangan, ternyata dari dulu eomma dan appa telah menjodohkan ku dengan teman dekatnya” DAMNNNNNN.... kursi tempat minho duduk seakan runtuh, bumi seolah berhenti berputar. Sulli akan bertunangan?? Hatinya ingin menjerit
“TIDAK. sulli milik ku tidak boleh jadi milik orang lain. dia boleh bertunangan... tapi harus dengan ku. dia milik ku. sulli milik ku. SHE IS MINE” itu lah segenap kata yang ingin minho ungkapkan dengan sekeras keras nya, namun tetap tertahan. Hatinya cukup terkejut sehingga mengucapkan kata “A” saja ia tak mampu.

“eomma...appa .... sudah menetapkan pilihanya. Aku tidak bisa menolak. Dia masih ada hubungan saudara jauh dengan eomma... minggu depan dia akan pulang dari LA. Untuk bekerja disini, dan pertunangan itu akan segera di langsungkan begitu ia sampai. sudah pasti sejak saat itu ia yang akan mengantar jemputku kesekolah” sulli kembali melanjutkan kalimat2 nya. Dengan tatapan kosong ke pada minho. Sungguh sakit, itu yang minho rasakan. Bahkan matanya mulai buram menahan air mata, namun sekuat mungkin ia menahan agar cairan itu tidak tumpah di hadapan sulli.

“aku ucapkan selamat kalau begitu” itu lah kata2 yang akhirnya berhasil lolos dari mulut minho.
 Ia tak ingin sulli mengetahui apa yang tengah dirasakanya saat itu. Memang selama ini minho tak pernah mengakui perasaan nya kepada sulli, takut jika yeoja itu menolak dan membat persahabatan mereka merenggang. Sementara wanita bernama lengkap choi sulli tersebut semakin menunduk mendengar jawaban dari sahabat baiknya. Lama mereka kembali terdiam. Hingga pada akhirnya keduanya meutuskan untuk pulang dalam keadaan diam.

“sulli ku akan bertunangan dengan orang lain” teriak minho frustasi dalam hati di tengah guyuran hujan deras, tidak ada yang tau jika namja tampan tersebut tengah menangis menumpahkan air matanya bersamaan dengan hujan yang mengguyur tubuh mereka berdua.

Minho tidak menyadari, sulli juga kecewa saat itu. Ia juga menangis. Menangis dan kecewa karena ternyata minho memberikan ucapan selamat. Berarti minho merestui??
“apakah kau benar2 tidak mencintaiku” batin yeoja itu dalam hati.
 “geundae... tunggu oppa, ini belum selesai, akan ada kejadian baru yang menyusul nanti” batinya lagi. entah apa yang saat itu tengah ia pikirkan.

#SKIPP

 Tergopoh gopoh, seorang wanita paruh baya dengan paras cantik terlihat berlari mendekati seorang namja yang tak lain adalah putra tunggalnya. Wanita itu adalah eomma minho... sementara sang anak masih asik menatap layar televisi di hadapanya.

“MINHO-YA... MINHO-YA” merasa dipanggil minho menoleh dan menatap eomma nya heran, wajah wanita paruh baya itu tengah mengeluarkan air mata. Dan beberapa saat kemudian kepala eomma namja choi tersebut jatuh kebahu minho, tangisnya pun semakin menjadi sambil memeluk putra kesayanganya tersebut.

“eomma wae? Apa yang terjadi?”
 “minho ...” wanita itu masih sesenggukan. Mencoba menghapus air matanya dan menatap mata minho.

 “sulli.... sulli...” lanjutnya lagi.

 “eomma...wae... ada apa dengan sulli??” tanya minho yang semakin peansaran dan ikut panik
 Namun tak ada jawaban, perempuan itu segera menarik lengan minho keluar rumah, kemudian menyuruhnya menyetir mobil kerumah sulli yang jaraknya tidak jauh dari rumah mereka. Walau bingung minho tetap menurut...

Firasat minho mulai tak enak ketika memasuki halaman rumah sulli yang sangattttt ramai. Ia segera turun dari mobil dan berlari menerobos kerumunan itu.
 Di ruang tengah eomma sulli dan appa nya tengah sesenggukan menatap sosok gadis cantik pucat pasi dan kaku di hadapan mereka.

“SULLIIIIIIIII.....” minho menjerit tak percaya, meraung sambil berlari memeluk tubuh gadis cantik tersebut yang siap di masukan kedalam peti mati.
 “sulli-ah... sulli ireona... sulli...” minho mengguncang guncang tubuh tak berdaya sulli
 “sulli-ah... kenapa kau tinggalkan aku. Yaa... ireona.... jebal ireona.... sulli-ah... aku mohon bangunlah... tolong .... bangun lah.... aku mohon... aku... aku mencintai mu....” air mata minho sudah berhamburan membasahi pipi mulusnya. Hatinya sangat sesak saat itu....

Lama minho memeluk tubuh ramping sulli dengan sesenggukan, hingga akhirnya eomma sulli menyerahkan sebuah amplop biru kepadanya.

“minho-ya... di dalam surat ini mungkin ada jawaban mengapa sulli mengakhiri hidupnya”

Mengakhiri hidupnya?? Berarti sulli bunuh diri. Tidak minho tidak percaya, hatinya semakin sakit menerima surat itu, atau mungkinkah sulli tak percaya dengan pertunangan yang akan ia langsungkan sehingga membuat gadis tersebut mengakhiri hidupnya dengan cara seperti ini. tempo hari saat sulli mengatakan berita pertunangan itu ia memang terlihat tak bahagia, ya sulli tak setuju dengan pertunangan itu. Tapi dirinya malah mengucapkan selamat. Minho merasa bodoh karena tidak menghalangi pertunangan tersebut. Ia menyesal membiarkan sulli menghadapi pertunangan yang tak ia ingin kan.

“choi...ajjhuma? siapakan calon tunangan sulli itu?” tanya minho dengan suara serak. Eomma sulli menggeleng sambil menghapus air matanya.

“calon tunangan?? Ajjhuma tidak mengerti...”
 “bukan kah sulli akan di tunangkan??”

Eomma sulli kembali menggeleng sama sekali tak mengerti dengan ucapan minho. Karena hati yang bertanya tanya dengan cepat minho merobek amlop biru tersebut, berharap ada jawaban yang akan membuat hatinya tak lagi bertanya tanya. Air matanya masih terus berlinang...

*Dear oppa...
 Dear namja frog ku... ^^
 Saat kau baca surat ini,mungkin aku sudah tidak ada lagi.
 Oppa... maafkan aku melakukan hal bodoh seperti ini, sampaikan juga maafku pada eomma, pada appa, pada ke 2 orang tua mu, dan pada semua orang yang hadir di tempat ini.

Oppa... terimakasih karena telah menjadi orang yang sangattttttt baik dalam hidupku, terimakasih atas semua perhatian mu. selalu memperhatikan ku, menyelesaikan semua masalah ku, melindungi ku dari teman2 nakal. Bisa Mengenal mu itu adalah anugrah terindah dari tuhan untuk ku...

 Oppa... dulu saat kau tanyakan apakah aku tak ingin pacaran?? Aku sebenarnya ingin mengatakan MAU tapi DENGANMU. Namun aku malu mengakuinya. Aku takut kau tak punya perasaan yang sama.

 Oppa... kemarin saar kubilang aku mau tunangan, itu hanya cerita bohong. Harapan ku saat itu kau akan menolak, menyatakan pertunangan tersebut tidak boleh terjadi. Aku berharap kau mengatakan aku adalah milik mu. tapi ternyata kau mengatakan selamat T_T , kau setuju :’(. saat itu keyakinan ku semakin kuat bahwa kau tak ada perasaan yang sama dengan perasaan ku pada mu.

 Oppa... jaga diri mu NE ... semoga kau menemukan jodoh yang baik.
 Cintaku biarlah ku bawa mati. Toh cerita seperti ini tidak hanya terjadi dalam novel bukan??

 Di kehidupan nyata pun banyak orang yang mengalami hal serupa dengan apa yang terjadi saat ini.
 SARANGAE... namja frog ku....

~yang mencintaimu~
 ....SULLI....

Kertas yang berisi tulisan tangan sulli itu tinta nya mulai memudar terkena air mata minho yang semakin deras mengalir. Minho tak tau harus mengatakan apa, karena semua telah terlambat untuknya. Ia meremas kertas biru itu.... di satukan nya ke dada bidang yang terasa semakin sesak. Minho menangis sejadi jadinya....

 “na do sarangae sulli, na do saranghae.....” bisik nya pelan karena tubuhnya sudah lemas menerima bencana hati seperti ini

 “NA DO SARANGHAE.... NA DO SARANGHAE...” ia berteriak sekuat mungkin meluapkan rasa sedih yang luar biasa sebelum pada akhirnya namja tampan tersebut roboh tak sadarkan diri, ya minho pingsan karena belum bisa menerima kenyataan jika sulli telah meninggal...

pada saat yang sama, gadis berkulit putih dengan rambut lurus sebahu, benama lengkap choi sulli tersebut terbangun dari tidur nya yang lumayan panjang. Semua orang yang hadir tersenyum bahagia. Bahagia telah ikut menjadi bagian dari momen yang sangat romantis itu.

 “mian nae oppa... sandiwara ini harus ku lakukan. Untuk membuktikan cintamu... setelah kau bangun nanti... semua akan menjadi lebih indah” ucapnya tersenyum lega karena mendapatkan jawaban cinta dari hati minho sahabat kecil, sekaligus lelaki yang sangat ia cintai.

~END~


Nb : Buahahaha, mimin yakin semua ketepu yak ama Ssul. Haha. rasakan kau Choi Minho. :p ini buatan Author Dhecy, kalo yang ngerasa cerita nya ngegantung (author sih ngerasanya gitu XD), langsung aja hubungi fb author nya tuh. Tagih, minta squel (soalnya mimin minta gak pernah di kasih. :D ) . #sesat untuk Mirrors, mimin lagi coba buat posternya dulu oke. Ditunggu ya readerdeul. Oia satu lagi, ngasih tau aja sih sebenernya, itu kenapa restoran Jepang dengan nama MAKAWANISY di kasih huruf kapital gede2 gaban gitu, karena sebenernya author Dhecy punya juga FF Chapter dengan judul itu, blom sempet mimin masukin ke sini, soalnya copiannya ada di leptop author yang kebetulan lagi rusak. XD penasaraaan yaaa . .?? Langsung todong author nya aja gih. Oke sekian cuap2nya yak. Selamat menunggu Mirrors ^^

7 komentar:

  1. minta sequelnya dari fb mba dhecy yak? '-')/

    BalasHapus
  2. daebak.. :D
    saranghae maknae :*
    sequel-nye buruan :p

    BalasHapus
  3. Uwaaaa rameee :'( sulliiiiiiiiii heeeuu greget dikira bener mati -_- wkwk sampe bnyk orang yg sandiwara wkwk. Daebak ini thor! :D

    BalasHapus
  4. ĥǻ =Dĥǻ =Dĥǻ =Dĥǻ ĥǻ=D ĥǻ dasar sulli ada 2 aj ​ɪ̣̝̇ÿ̲̣̣̣̥Ω̶̣̣̥̇̊ .

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template