Jumat, 08 November 2013

SHE IS MINE (series) -chapter 3-





SHE IS MINE (series) -chapter 3-

Author: dhecy chyminh
main cast: -choi sulli
                  -choi minho
                  -krystal jung
                  -kim jong in
                  -etc
genre: sad, romance, comedy
PG      : temukan sendiri
title: she is mine (series) chapter 3

-summary-
Jika memang pada akhirnya aku harus membunuh perasaan ini, izinkan aku untuk tetap mengenang dan terus berada didekatmu. Tidak juga karena apa? Sebab cinta sejati tak bisa dibunuh dengan apapun termasuk bunuh diri. Dia akan tetap mengalir ditengah alunan kasih sayang yang membentang luas sejagad maya. Izinkanlah aku untuk tetap mencintaimu walau hanya dalam diam, dalam kebisuan. Hingga suratan takdir membukakan rahasia kalamnya, mungkin. Ya mungkin dengan cara itu aku bisa tetap menjaga perasaan ku mencintaimu. Walau terpendam dan tak nyata juga akhirnya...

-author POV-
Krystal masih tak percaya atas bayagan apa yang diterima matanya kini. Seseorang yang telah mengembalikan detak jantungnya kemuara percintaan. Ini kali pertama ia benar2 bersyukur menjadi bintang terkenal. Perasaan senang, grogi  berpadu menjadi 1 kesatuan. Minho tersenyum... senyum yang pertama ia lihat sejak sebelumnya pertemuan awal mereka bermula dari kecelakaan kecil dikorean university. Namun pada saat bersamaan, tameng deru cinta itu mendadak ciut, ketika mata menangkap bayangan lain disebelah namja tampan tersebut. Bayangan seorang wanita yang seperti mempunyai hubungan dekat dengan sosok tampan dimatanya.

“anyeong haseyo... senang bekerja sama denganmu” ucap minho dengan wibawanya, krystal telah kembali kealam sadar ia tersenyum dan membungkukan badan.

“anyeong...” sautnya dengan grogi.

-krystal POV-
Kenapa dia terlihat biasa saja?? Apa ia tidak mengenalku? Apakah ia tidak tau aku ini bintang yang tengah naik daun?? Apakah ia lupa dengan insiden kemarin?? Kurasa 2 hari itu bukan waktu yang lama. Baiklah jika ia lupa aku yang akan mengingatkan, dia tambah sempurna saja dimataku. Aku tau jelas seperti apa putra tunggal pemilik hyundai motor itu, ini kah sosoknya?? Diakah  pemilik nama choiminho itu??. Karya tuhan yang paling smpurna. lalu wanita ini?? siapa dia? Tunangan minho kah? Atau istrinya? Jika memang ya, hati ini harus dipersiapkan untuk detik berikutnya.

“bersiaplah... syuting akan dimulai” sebuah suara dilayangkan sutradara. awal yang baik, Aku harus memberi penampilan sempurna. Aku harus menarik perhatian pasar dunia dengan iklan ini. setidaknya dengan begitu hyundai motor akan memperpanjang kontrak kerja dengan ku.

-author POV-
Prosesi pembuatan iklan itu mulai berjalan, sungguh konsep yang luar biasa.minho dan sulli menyaksikan dengan teliti setiap sorotan kamera mengambil titik objek dengan sempurna. Tak jarang namja bermarga choi tersebut turun langkah meyumbangkan idenya sebagai pelengkap  kesan menarik pada promosi kelas tinggi itu. Dan putaran pertama selesai... sepasang namja dan yeoja bermarga choi tadi bersanding manis di sebuah kursi yang memang telah disediakan. tak lama berselang, wanita bernama jung krystal si bintang terkenal  datang menghampiri keduanya dengan kostum glamour yang masih melekat. Minho dan sulli berdiri setengah membungkuk badan.

“anyeong....” krystal membuka suara

“anyeong” jawab sulli dengan nada ramah sementara minho tetap berekspresi tenang

Mereka pun duduk kembali dengan sikap sopan yang terjaga.

“hai... aku jung krystal” gadis berpostur sexy itu mengulurkan tangan kearah minho.

“choi minho” namja tampan dihadapanya menyambut dengan nada ramah, jabat tangan itu cukup lama. Krystal seolah tersihir dengan tatapan tajam namja choi didepanya

“ehem, aku sulli... choi sulli”  ucap wanita yang sejak tadi merasa tak ditanya, ada rasa janggal dihatinya. Saat Melihat bahasa tubuh krystal terhadap minho

“jung krystal” yeoja itu membalas uluran tangan sulli dengan senyum singkat

“mmm... apakah kau tidak mengenalku” krystal kembali menatap minho

“hah? Sepertinya aku baru pertama melihatmu, maaf aku memang jarang memutar siaran tv”

“kau benar2 tidak mengenalku??” krystal tak percaya dan sedikit kecewa dengan jawaban minho. Mendengar pertanyaan susulan tersebut namja tampan tadi mengkerutkan kening sambil menggeleng mantap.

“apa kau ingat gadis yang pergelangan kakinya terkilir 2 hari lalu”  krystal berusaha mengingatkan

“ya aku ingat. Wae?”
“bukankah gadis yang kau tabrak dan kakinya terkilir itu adalah aku?”
“benarkah? Ah ya aku baru menyadarinya” jawab minho lagi tanpa ekspresi terkejut sama sekali. Mendapat perlakuan seperti itu rasa penasaran pada diri krystal semakin membuncah.

“ senang bertemu kembali, dan aku tak menyangka kau adalah putra orang nomor 1 dikorea” ia kembali memuji minho dengan bahasa2 halusnya. Minho hanya mengangguk sembari tersenyum simpul, sementara itu Sulli yang sejak tadi hanya menjadi pendengar diantara mereka mulai merasa risih, kepekaanya sebagai seorang psikolog mulai mencium bau kasmaran pada sosok wanita yang tengah berbincang bersama sahabatnya itu.

“oppa... bolehkah aku pulang duluan” Pandangan namja dan yeoja yang tengah berbincang tadi tertuju pada dirinya.

“pulang duluan? tidak, aku akan mengantarmu. Tunggulah sebentar lagi”  minho menjawab tegas, krystal dapat melihat nada perhatian pada diri minho ke sulli.

“kalian sangat serasi, apakah kalian sepasang kekasih” pertanyaan wanita bermarga jung itu sontak membuat keduanya terkejut. Dengan reflek minho menggeleng cepat, ia akan sangat grogi jika mendengar pernyataan2 seperti itu.

“tidak... kami hanya sahabat dekat” ucapnya berusaha tenang

“oh begitukah” dalam hati krystal tersenyum senang rasa kagumnya terhadap minho semakin terlihat jelas. Mereka tidak tau ada hati yang tersakiti ditempat itu, ya sulli . ia hanya tersenyum getir menutupi kecewa dengan topeng keceriaan.

“kenapa aku sedih? Bukankah ucapan minho oppa benar” batinya sesak...

Beberapa saat kemudian krystal kembali mengajak minho berbincang, minho menanggapi dengan ramah pula. Sulli bisa melihat ini kali pertama sahabatnya itu masuk dalam perbincangan wanita lain dengan  durasi yang lama. Ya krystal memang terlihat dewasa, cara berbicaranya juga dewasa, ia bisa menyesuaikan diri terhadap orang yang baru ia kenal. Sulli tak ikut dalam pembicaraan itu, sedari tadi dirinya hanya diam dalam fikiran yang berkecamuk.

#Skipp
1 jam telah berlalu, sepasang sahabt tadi kini telah berada dalam perjalanan menuju tujuan selanjutnya. Lihatlah, gadis manis dengan paras imut yang begitu kental tampak lesu tak bersemangat. Kontras dengan keadaan ketika mereka menuju perjalanan kehyundai motor.

“kenapa diam saja? Kau tidak berniat untuk  menculiku?” minho memecah keheningan
“untuk apa” sulli menjawab singkat
“untuk membalas dendam” saut minho lagi, namun sulli tetap diam dengan tampang datar
“ada apa? Kau marah dengan ku?”

“tidak..”
“lalu kenapa diam saja??” minho mulai tak sabar
“perempuan tadi cantik ya?” sulli mengalihkan pembicaraan dengan senyuman palsu yang di buat2

“model bernama jung krystal itu maksudmu?” sulli mengangguk

“ya... dia memang cantik dan lumayan asik, aku rasa ia wanita cerdas. Gaya bahasa nya tadi benar2 terarah dan berkualitas” ungkap minho jujur dengan nada memuji, sulli menatapnya sebentar namun detik berikutnya ia tersenyum, lagi2 senyum yang dibuat buat

“jadi kalian sudah bertemu sebelumnya” pertanyaan yang 1 ini hanya dijawab anggukan oleh minho.

“dia cocok untukmu oppa”

“ kenapa kau bisa berkata seperti itu?” namja bermarga choi tersebut tampak tidak senang. Ia menatap sengit wanita disebelahnya yang tengah melihat lurus kedepan.

“karena kita sudah dewasa...”

“maksudmu??” minho belum mengerti

sekarang kau boleh sedikit memberi jarak dariku. Kau berhak menentukan jalan hidupmu. Jika kita terus bersama seperti ini bagaimana jodoh akan datang, oppa harus mulai berani bergaul dengan wanita lain selain aku. begitu juga aku nanti” ucap sulli lembut, sementara minho diam tak berkutik. Sepatah katapun tak terucap , karena apa? Karena ini adalah topik pembicaraan yang sangat ia benci.

“baiklah jika itu memang mau mu” sautnya singkat tanpa menoleh. Perlakuan yang semakin membuat hati sulli terasa sakit, Dirinya juga tidak tau kekalutan apa yang sedang menimpa hatinya kini. Cemburukah? Pantaskah perasaan seperti itu tercipta? Apakah ini tidak terlalu berlebihan?

~minho POV~
Seharusnya kau tau sulli, sejak dulu aku enggan menjauh darimu dan membuka pergaulan bersama wanita lain hanya karena 1 impian. Aku ingin mengubah takdir persahabatan ini menjadi takdir perjodohan. Apakah aku harus jujur? Sekarang bahkan kau yang terlihat bosan berada didekatku.  Lalu aku harus bagaimana, ini adalah situasi yang sangat ku benci dan tidak kuinginkan hadirnya. Tak bisakah kau peka terhadap perhatianku yang berlebihan terhadapmu? Ini bukan lagi perhatian seorang sahabat. Ini adalah perhatian namja kepada yeojanya. sekarang kau malah meminta untuk memberi jarak antara aku dan dirimu. Apakah keputusan ini memang berasal dari hatimu? Baiklah kalau begitu. Sepertinya benar... takdir hanya menyatukan kita sebagai teman dekat saja.

~author POV~
Sesaat setelah perbicangan itu keduanya diam tanpa kata, sibuk dengan fikiran masing2.  tak sadar prinsip yang selama ini mereka pegang dan jaga itu telah menyiksa diri mereka sendiri. Jalanan tampak lancar saat itu, dan kini mobil sport putih yang tengah dikendarai namja tampan tadi telah memasuki wilayah korean university.

“jam berapa mata kuliah mu selesai?” pertanyaan pertama minho keluar memecah keheningan ia telah memarkirkan mobilnya

“jam 4:00 pm, wae??”

“ku tunggu, kita pulang bersama, aku akan mengajakmu  kesuatu tempat”

“kemana??” ungkap sulli penasaran

“ikuti saja apa kataku, nanti kau juga tau sendiri. sekarang pergilah. Aku ingin menemui kyu saem hari ini” minho mulai melepas sabuk pengamanya. Sulli berdecak kecil, dalam hati ia kesal sekali menjalani perbincangan datar seperti ini. dengan cepat ia membuka pintu mobil dan berjalan lebih dulu meninggalkan minho.

“ menyebalkan, memaangnya aku salah apa dicueki seperti itu?” omelnya dalam hati dengan hentakan langkah yang sedikit keras. Bibirnya dipoutkan sepanjang jalan. ini adalah situasi yang sangat ia benci, berseteru dengan sahabat sekaligus lelaki yang begitu dicintainya

“nunaaaaaaa....” sebuah suara imut terekam jelas dipanca indra pendengaran sulli. ia masih mengingatnya, suara yang dengan lucu  mengadu tentang permohonan konyol.

“yong bin-ah” sulli tersenyum kearah sumber suara itu, anak lelaki tersebut berlari dengan cepat menju kerahnya. Wajah bulat dengan mata belo yang sangat lucu tersebut membuat siapa saja tersenyum menyaksikan tingkahnya.

“yong bin-ah, kenapa kau ada disini hm?” sulli mensejajarkan tingginya dengan berlutut
“aku ingin memberikan ini....” sebuah permen lolipop
“aigooo kau baik sekali, gomawo ne” yeoja itu mengusap halus permukaan kepala yong bin

“sudah kewajiban ku memberi sesuatu kepacarnya, nuna suka. Apakah aku sudah romantis?” tanya nya inoncent yang membuat tawa sulli pecah seketika.

“hahah ne... yong bin sangat romantis, nuna jadi semakin menyukai mu”

“jinjayo...??” sulli mengangguk mantap sambil tersenyum menahan tawanya.

“YAAAA.... kau disini rupanya”  seseorang datang menghampiri mereka. Lelaki itu juga familiar dimata sulli, dan ia mulai mengingat bahwa namja tersebut merupakan saudara lelaki anak kecil bernama yong bin ini.

“nuna tolong aku” selorohnya sambil mengumpat kebelakang tubuh sulli.

“anyeongg...” sulli menyapa ramah namja yang  terpaut usia sama denganya tersebut

“oh anyeong... senang bertemu kembali” jawabnya ramah. sulli membungkukan badan 90 derajat. Detik berikutnya mata namja yang dikenal dengan nama kai tersebut mulai melirik tajam pada anak lelaki yang berada tepat di belakang tubuh sulli.

“heh... aku bisa melihatmu” ucapnya dengan nada tegas

“nuna sembunyikan aku, jangan biarkan mahluk kulit hitam itu membawaku. Jebalyo” yongbin mulai merengek, sulli terkekeh  sementara kai hanya bisa menahan kesal dengan berdecak.

“yong bin ah jika kau terus seperti ini hyeongi akan menghukumu. Ayo cepat kembali, kau harus pulang ini adalah jam nya anak kecil tidur siang. dong sin ajjhusi telah menunggu”

“aniya... aku tidak akan pulang, jangan paksa aku. aku sudah dewasa” lawan anak kecil itu lagi. kai semakin menggeratakan giginya.

“pulang atau aku yang akan menggeretmu, cepat”

“bukan seperti itu cara memerintah anak kecil” sulli membuka suara dengan nada tenang. Detik berikutnya ia berbalik menghadap yong bin yang masih bersembunyi dibalik tubuh ramping miliknya.

“nuna.. sembunyikan aku dari mahluk hitam itu” rengeknya pada sulli, yeoja bermarga choi tersebut tersenyum hangat sambil mengusap halus puncak kepala yong bin.

“tidak boleh begitu, kau harus menuruti apa kata hyeong mu ne. lagian ini memang bukan jam anak kecil keluyuran... kenapa kau ada disini?”

“aku ingin menyerahkan lolipop itu” ia menunjuk permen yang ada ditangan sulli.

“ah kau baik sekali, sekarang permenya sudah sampai ketangan nuna kan. Jadi pulanglah, nanti lain waktu nuna akan mengajak mu main bersama. Bagaimana?”

“jinja...??? nuna janji?” sulli mengangguk mantap

“ Baiklah aku pulang sekarang. Tapi ada 1 syarat... nuna harus mengantarku  kemobil. aku tidak mau diantar dia” yongbin melirik sinis kai yang tampak takjub dengan kelembutan sulli menangani anak bandel seperti keponakanya itu.

“mmmm geurae, nuna masih punya waktu 10 menit lagi. kajjah” ia menarik ulur tangan yong bin yang langsung dibalas genggaman erat olehnya

“ayo hitam... tunjukan jalan keparkiran, bawa aku dan pacarku kemobil” perintah anak kecil tersebut kepada kai yang sejak tadi hanya diam 1000 bahasa. Kai menggeleng pelan, sambil melangkah menuju mobil jemputan yong bin.

“sekali lagi kau kabur ketempat ini, aku akan menghukumu” gumam namja bermarga kim tersebut kesal. Yong bin menetapnya remeh, bibir kecil itu telah mengeluarkan seringai setan kini.

#skipp
“terimakasih telah membantu ku menangani anak nakal itu” ucap kai. Ia dan sulli tengah jalan bersama memasuki koridor kampus. Sulli tersenyum manis kearahnya dengan ekspresi bersahabat.

“dia anak yang lucu, aku suka”

“ck... kau orang pertama yang mengatakan itu” kai masih terlihat kesal

“apakah dia adik kandungmu??”

“mwo?? adik?? bukan, dia adalah keponakanku. Dia anak dari nunaku”

“kenapa dia memanggilmu hyeongi??” sulli masih penasaran

“anak itu memang tidak sopan, ia beralasan dirinya adalah pria dewasa yang hanya terpaut tidak jauh dariku. Jadi kubiarkan saja ia memanggilku hyeongi, itu juga menguntungkan. Setidaknya wajahku ini belum pantas menjadi seorang ajjhusi” sulli terkekeh mendengarnya, sebuah perbandingan yang jelas terlihat. Walaupun berwajah cool kai suka mengeluarkan lelucon konyol, lain halnya dengan minho. Lelaki berahang tegas tersebut  lebih dominan pada keseriuasan. Hingga orang2 yang belum mengenalnya dekat akan beranggapan ia namja yang penuh mistery.

“bolehkah aku meminta no handphone mu?” tanya kai kemudian. sulli tampak berfikir sebentar namun detik berikutnya dirinya mengangguk, ia percaya kai adalah golongan namja baik-baik.

“tentu...” sulli mulai merangkai nomor handphonenya yang biasa hanya ia berikan kepada orang2 terdekat  saja.

“terimakasih... kuharap kita berteman sekarang” ucap kai dengan senyum manis
“baiklah... ini sudah waktunya jam kuliahku dimulai. Aku harus segera masuk” yeoja itu berpamitan sambil membungkan badan 90 dearajat.
“ne anyeong” kai mengakhiri perbincangan mereka.

#SKIPP
Senja mulai bermetamorfosis memasuki malam, tampak seorang lelaki tinggi menyenderkan tubuhnya kemobil sporrt putih yang terparkir manis ditempat tersebut. Karisma yang melekat jelas sukses membuat  kaum hawa menelan ludah dengan debar jantung tak beraturan, siapa lagi kalau bukan choi minho. yang saat ini tengah menunggu sosok penting dalam hidupnya.

“apakah aku lama??” sosok yang ditunggu itu tiba. Mereka masih berbicara dengan nada datar.

“tidak  aku juga baru sampai” jawab minho berbohong padahal dirinya telah menunggu 1 jam ditempat itu.

“kita akan kemana??”

“bukanya sudah kubilang nanti kau tau sendiri” namja itu masih menyaut dingin sambil masuk kemobil lebih dulu tanpa memperdulikan ekspresi sulli

Keduanya telah berada diperjalanan kini, minho tampak fokus pada kendaraanya melihat kondisi jalan yang cukup ramai dan rawan. Tak ada suara yang tecipta diruangan kecil tersebut. Hanya deru pendingin mobil yang mereka rasakan.

“aku benci” sulli berucap singkat dengan nada bergetar, mendengar ucapan itu minho menatap bingung.

“siapa yang kau maksud” ia masih saja berkata dengan nada datar meskipun ada
kekhawatiran dalam hatinya tatkala melihat mata sulli berkaca kaca.

“ya aku benci, aku benci situasi seperti ini. kau sejak tadi bersikap cuek kepadaku. Aku tidak suka” gadis cantik tersebut mulai menumpahkan sumber kesalnya tanpa mengucap sekali pun kata “oppa”,  itu merupakan pertanda dirinya benar2 kesal

“lebih baik antar aku pulang sekarang jika kau hanya bersikap datar dihadapan ku. aku  benci itu. Kau bilang kita sahabat, kenapa sekarang kau seperti ini?? jika aku memang melakukan kesalahan katakan saja. Jangan mendiamiku” ungkap sulli lagi dengan nada suara bergetar. Minho menelan ludahnya, ia merasa terkutuk terlahir sebagai lelaki dingin didunia ini. sesaat kemudian namja tampan tersebut  memberhentikan mobilnya keluar jalan. Sulli tak berkutik, tetap diam seribu bahasa. Air matanya sudah menggenang kini.

“mian nae...” minho menghadap kearah sulli. memepersempit jarak diantara mereka
“maaf kan aku” ulangnya lagi  sambil mengusap jejak air  mata di wajah cantik wanita yang telah mengalihkan dunianya tersebut.

“kau boleh menghukumku dengan hukuman apapun karena telah bersikap cuek. Sekarang jangan menangis ne” .

ayolah jangan merengut seperti itu juga, aku benar2 takut menciumu nanti” kali ini minho bekata dengan nada menggoda sambil meangkupkan tangan dipipi sulli. Detik beriktnya sulli tertawa sambil menyelentik pelan kening lelaki yang berada didepan wajahnya itu.

“baiklah... aku akan benar2 memafkan jika oppa mengajak ku makan”

“tentu... kau boleh makan sepuasnya nanti. Namun setelah itu.... kau harus ikut denganku kesuatu tempat ne” mendengar ucapan minho sulli  pura2 berfikir, detik berikutnya ia mengangacungkan jempol setuju. Minho tertawa renyah melhat tingkah lucu sahabat baiknya itu. Ia kembali dalam posisi menyetir, suasana kini tampak lebih hangat  dari sebelumnya.

#skipp
“untuk apa kita ketempat ini?” sulli bertanya dengan ekspresi bingung. Mereka telah berada diwilayah keberadaan namsan tower. minho tak menjawab, ia hanya menarik sulli menuju sebuah lift untuk membawa mereka kepuncak menara.

“aku ingin melihat bintang dari jarak dekat” gumam namja tampan tersebut, sulli mengerenyit bingung namun ia tetap menurut.
Akhirnya keduanya memasuki lift dengan pemandangan visual digital untuk sampai keatas. sulli mengaku dalam hati baru beberapa kali saja ketempat ini dulu diusia yang masih sangat belia. Itu juga tidak sampai kepuncak menara. Tak lama kemudian lift berhenti, sedari tadi mereka tak melepaskan genggaman tangan, dan minho kembali menarik sulli kebalkon menara. Seoul telah gelap. panaroma malam begitu tampak jelas indahnya melalui rangkaian  lampu yang menyala hebat dengan ragam kilau dinegri gingseng tersebut.

“uwaa...” sulli memandang takjub pemandangan di depan matanya kini

“seperti bintang kan?? Aku sudah beberapa kali ketempat ini, dan sekarang aku senang bisa datang bersama mu”

“napeunnn,,,, kenapa tak membawa ku ketempat ini dari dulu eoh??” wanita itu pura2 merajuk.

“kau saja yang tak mau tau tentang korea. Apa kau senang??”

“mmm... ini sangat cantik, lampu2 itu benar2 seperti bintang”  sulli membentangkan tanganya keudara, tak sadar jika sepasang mata bulat tengah menangumi parasnya di tempat itu. Hingga sesaat kemudian minho merogoh sesuatu dari jaket denimnya

“ini ambilah” ia menyerahkan sebuah gembok love kepada sulli,

“ ini apa?? Dan untuk apa??”

“banyak orang mempercayai jika kita memasang gembok yang telah di isi nama seseorang. Setelah itu mengaitkanya pada pagar menara, Dan meleparkan kuncinya dari atas puncak namsan, maka seseroang itu akan menjadi cinta abadinya” minho memeberi penjelasan kepada sulli yang dengan seksama mendengar

“sekarang... tuliskan harapanmu, aku juga akan menuliskan harapanku. Nanti kita kaitkan gembok ini di pagar itu dan membuang kuncinya bersama”
“oppa percaya dengan cerita seperti itu”

“kenapa tidak?? ayo tuliskan harapan mu. kau tidak boleh memperlihatkan tulisan itu, begitu juga dengan tulisan ku” meskipun bingung sulli tetap menurut. Ia membelakangi minho, dan minho membelakangi sulli. keduanya sibuk menulis harapan di gembok masing masing
Sejenak kemudian pikiran mereka mulai bermain dengan perasaan. Tak sadar jika harapan yang mereka tulis itu sama makna dan lambangnya

“menikahi sahabatku” 
~by: minho~

“menikahi sahabatku”
~by: sulli~

“sudah belum???” minho telah berbalik keposisi semula
“sudah ini” sulli menunjukan gembok lovenya. Namja bermarga choi tadi tampak melangkah kesuatu tempat yang tak lain adalah pagar menara, ia mengakaitkan  gembok itu di salah 1 jerujinya. Tindakan minho tersebut di ikuti sulli.

“sekarang ayo kita buang kuncinya sejauhh mungkin” minho menarik pergelangan tangan sulli kebalkon utama.

“pejamkan matamu sambil menggantung harapan itu. selanjutnya lempar kuci tadi sejauh mungkin” sulli menuruti apa kata sahabatnya tersebut, ia mulai khusyuk dalam doa nya tentang perasaan yang begitu melekat jelas dan tak urung musnah sampai detik ini.

Hana....

Dul...

Set....

Keduanya melempar jauh kuci gembok yang telah dikaitkan tadi. minho tersenyum manis, begitu juga dengan sulli. mereka memandang 1 sama lain.
“kau boleh melihat tulisanku, saat kau benar2 telah menemukan cinta sejatimu” ucap minho sambil mengusap halus puncak kepala wanita dihadapanya.

“jika memang cinta sejati itu ada, aku ingin orang tersebut adalah sahabat ku sendiri. Saranghae choi minho, jeongmal saranghae” gumam sulli dalam hati, ia tak tau apa yang akan terjadi setelah ini, mungkinkah takdir memihak bahagia padanya atau bahkan takdir pula yang menghancurkan hatinya...

~TBC to chap 4~
gajekah?? Masih mau lanjut??? Ayo kumpulkan komenya :D

32 komentar:

  1. ampun gw esmossi, knapa ngak ngaku aja sih, jadi galau sendiri kn itu?
    LOL
    next saeng

    BalasHapus
  2. Lanjut eon tmbh seru , jngn lama" ya eon ngepostnya
    I miss you dong eon d lanjuti :)

    BalasHapus
  3. visit ke choiminsulcouple.blogspot.com yuk itu ff minsul juga loh yg pasti bukan yadong..
    maaf promosi

    BalasHapus
  4. Lanjuuut... lanjuuut... lanjuuut..

    BalasHapus
  5. Yupzz...daebak..^^
    Tambah galau.ditunggu next seriesny ...

    BalasHapus
  6. Daebak.Lanjut thor,,,jangan lama ne :D.

    BalasHapus
  7. Lanjut unnie , minho oppa ama sulli unjie canggung bgt untuk ngakui perasaan nya aja wkwk , fighting eon.

    BalasHapus
  8. daebak!! asli keren thor ceritanya
    penasaran sama apa yang bakal terjadi antara minsul
    kayanya masih lama ya mereka tau perasaan masing2?
    lanjut thor.. jangan lama2 yaa ^^ fighting!

    BalasHapus
  9. Romantisanya...
    So sweet deh...
    Next secepatnya ya... :)
    Ma'af bacanya kemarin tapi komennya sekarang

    BalasHapus
  10. Waahh..... Romantisnya... ^^
    Gak sabar nunggu kelanjutannya
    jangan lama-lama ya Thorr...
    HWAITINGG :)

    BalasHapus
  11. waahh.daebaak,,mdh2an kenytaan do'a sulli,,heheee
    lnjuut min,,dtggu ea??

    BalasHapus
  12. "Menikahi Sahabatku. ."

    Jleeeeeeb . . ><

    Lanjuuut magnae. . Sweet banget daaah .

    BalasHapus
  13. eonni, akhirnya pasti minsul kan? ceritanya bkin pnsran, ditnggu lanjtannya....................

    BalasHapus
  14. Lanjut minnn....
    jgn lama2 ne.. hehe

    BalasHapus
  15. opppa minho kereennnnnn, next eoni

    BalasHapus
  16. Buat semuanya makasi udah bca dan meninggalkan coment, :)
    .
    -chyminh-

    BalasHapus
  17. Buat semuanya makasi udah bca dan meninggalkan coment, :)
    .
    -chyminh-

    BalasHapus
  18. maap coment nya telat,,, :)
    ff nya bagus,,
    keep writing ya,,

    BalasHapus
  19. Uwaaaaaa.... lanjut lanjut lanjut thor! :D. Minhoo kenapa ga jujur sii? Seenggaknya udh berusaha, mengakui perasaannya ke sulli, di terima apa engganya kan urusan nanti! Heuu jadi greget sendiri-_-kekeke , lanjut ya thor jangan lama2 :D fighting!

    BalasHapus
  20. jempol jempol jempol (y)
    sejauh ini masih adem, masalahnya belum serius, jadi adem juga bacanya :) minsul Jjang !!
    mimin, next ..

    BalasHapus
  21. waaahhh ada krystal nih!!!! bahaya tingkat dewaa
    jg same minsul terpisahkan *ANDWEE

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template