Rabu, 16 April 2014

A Letter From Heaven (Chap.7)




Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli, Lee Taemin,  Jung Yunho

Author : Dina Matahari
Genre :  Romance,Misteri
 
Length : Chapter
  Rating : General  


Foreword:

What if we realize that we are already in love with someone who turns out was a ghost.  
Do ghosts exist? 
Do ghosts can communicate with humans?
What if we are elected by the ghost to realize their last wishes before they are die?



Selama dirawat di Rumah sakit Sulli bertemu dengan seorang dokter yang menarik hatinya, sehingga ia jatuh hati kepada dokter tersebut. Sesaat sebelum meninggalkan rumah sakit baru ia mengetahui bahwa dokter yang dicintainya sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu akibat kecelakaan lalu lintas.

Setelah kembali ke rumah, ia berjumpa dengan seorang sahabat kakaknya yang nama dan wajahnya sama persis seperti dokter tersebut.

Apakah itu hantu dokter yang mengikutinya ?

Apakah itu manusia yang wajah dan namanya mirip sekali dengan dokter tersebut ?

Banyak hal yang dialami oleh Sulli, yang mendorongnya untuk membuka sebuah surat yang diberikan dokter tersebut , sehari sebelum ia meninggalkan rumah sakit.


SEBUAH SURAT DARI SURGA
( A letter from Heaven)




“ 1….2…..3…..” kata Minho
Kotak terbuka seketika.
Mata Sulli terbelalak.
Minho terdiam, tak bisa berkata apa-apa.
“Tak mungkin….” Kata Sulli pelan, lebih mirip dengan bisikan.
Choi Minho yang terdiam, perlahan  melihat ke arah Sulli dengan tatapan bertanya-tanya. Apanya yang tidak mungkin ? Ia hanya melihat sebuah surat berwarna pink dengan setangkai mawar merah yang masih segar. Ia tadi sejenak  berpikir dan merasa aneh, kenapa pamannya memberikan surat dengan sampul pink… apakah itu surat cinta ?
“ Sulli ??” Choi Minho bergerak cepat ke dekat Sulli ketika melihatnya pucat dan limbung. Hatinya semakin cemas ketika keringat mengintip di atas dahi Sulli, dan ia merasakan jemari tangan Sulli menjadi dingin…sangat dingin !!
“ Sulli !!” Minho mulai panik ,” Omona…Sulli, bangunlah !!”
Sulli benar-benar tak menjawab, badannya terkulai lemas. Matanya terkatup…dia pingsan .
Minho melihat ke sekeliling, ia kemudian memanggil  seorang pelayan.
“ Dimanakah rumah sakit terdekat dari sini ?”
“Choi General Hospital terletak satu kilometer dari sini..”
“Bisakah anda membantu saya , membukakan pintu mobil ?”
Choi Minho membopong tubuh Sulli, membawanya ke tempat mobilnya terparkir. Dengan susah payah ia mendudukkan Sulli di kursi penumpang.
“Terimakasih !” katanya kepada pelayan yang tadi membantunya, “Tetapi ke arah mana aku harus menuju ?”
Pelayan tersebut memberikan petunjuk kepada Minho tentang jalan menuju rumah sakit yang dimaksud. Choi Minho tergesa masuk ke dalam mobil, ketika ia sedang menghidupkan mesin seorang pelayan yang lain datang dengan kotak dan tas hello kitty di tangannya.
“Ini milik gadis itu, ketinggalan!”
Minho menerimanya dan mengucapkan terima kasih sekali lagi.

Choi General Hospital 
“ Ini nona Choi Sulli !! Hubungi dokter Yunho !!”
Choi Minho melihat kesibukan perawat UGD yang bergerak sangat cepat.
“ Sebaiknya anda tunggu di luar ruangan. Biar kami memberikan tindakan. ” kata seorang perawat.
Choi Minho berjalan ke luar ruangan, berdiri terpaku di pintu kaca yang menjadi pembatas ruangan. Matanya dengan gelisah melihat tubuh Sulli yang sedang diperiksa. Ada rasa ketakutan yang mencengkram dadanya. Semua terjadi begitu tiba-tiba. 
Tiba-tiba Taemin dan ibunya datang berlarian, Minho terkejut melihatnya karena ia merasa tak mengabari mereka. Bagaimana mereka bisa tahu Sulli ada di sini ?
“ Minho, apa yang terjadi ?” kata Taemin dengan wajah cemas, “Sullinya mana ?”
"Di UGD sedang ditangani dokter. “
“Apa yang terjadi Minho ?” kini ibunya Sulli yang bertanya.
“Maaf…Sulli pingsan di tengah perjalanan. Aku membawanya ke rumah sakit terdekat. “
“Apakah dia terjatuh ? Apakah dia mimisan ?”
“ Tidak ahjumma.”
“ Eomma, tenanglah….” Kata Taemin dengan suara yang menyejukkan, ”Sulli sudah ditangani dengan baik. Sekarang aku antar Eomma ke tempat appa, nae ?! Biarlah nanti Minho dan aku yang menunggui Sulli.”
“ Tapi aku ingin melihat Sulli-ku…” kata ibunya Taemin.
“Ya, aku mengerti. Tetapi itu kurang baik buat eomma, lebih baik eomma menunggu di sana supaya bisa sambil istirahat. Di sini  juga tidak akan membantu apa-apa. Ya !!”
Akhirnya ibunya Taemin mengangguk setelah sebelumnya menitipkan Sulli kepada Minho.



Sulli membuka matanya perlahan, ia kemudian terkejut ketika melihat wajah dr. Yunho yang berdiri di sampingnya.
Di manakah dirinya ? Mengapa ada dokter Yunho di sampingnya ? Apakah ia ada di rumah sakit lagi? Apa yang terjadi padanya ?
Sulli berusaha mengingat-ingat apa yang telah terjadi. Waktu terakhir diingatnya, ia berada di sebuah kafe dan makan eskrim. Waktu itu ia melihat kotak yang berisi surat dan setangkai mawar yang telah diberikan oleh dokter Minho. Tetapi ia tidak sendirian…ada choi Minho, sahabat kakaknya, di situ. Tetapi…dimanakah dia sekarang ?
“Minho oppa……….” Katanya sambil matanya mencari.
Tiba-tiba seseorang yang sejak tadi duduk, berdiri mendekatinya. Wajahnya terlihat antara cemas dan bahagia.
“Ya, Sulli…. oppa ada di sini.”
“Jangan tinggalkan aku sendirian di sini…. aku takut…”
“ Ne Sulli, aku akan ada di sini menemanimu. Sekarang apa yang kau rasakan ?” suaranya terdengar lembut, tangannya yang kokoh menggenggam jemari Sulli yang masih lemah.
Sulli menggeleng sambil tersenyum. Mata keduanya saling memandang dan bicara.
“Ehm..ehm !!”
Keduanya tersentak kemudian melihat ke arah dokter muda yang sejak tadi berdiri menikmati adegan “mesra” Choi Minho dan Sulli.
“Sulli, kau sekarang sudah sadar. Kata Taemin kau lupa memakan obatmu pagi ini. “
“Ne.” Jawab Sulli, ia memang terlupa memakan obat karena terburu-buru pergi bersama Choi Minho. Biasanya setiap sarapan Taemin oppa yang selalu menyiapkan obat untuknya di dekat gelas minumnya, tetapi pagi tadi Taemin tidak ada di rumah. Jadi, tak ada yang menyiapkan dan mengingatkannya untuk makan obat. Ah…ceroboh sekali dirinya.
“Sekarang, kau istirahat saja dulu. Saya mau memberi tahu ayahmu tentang perkembanganmu.”
“ Dokter…apakah saya boleh pulang sekarang ? Saya benar-benar merasa sehat.”
Dokter Yunho tersenyum,”Tidak dulu, sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Mungkin kau harus menginap di sini malam ini. Hanya untuk malam ini, nae ??!”
“ Tapi…..” wajah Suli memucat, ia merasa takut membayangkan kalau-kalau ia harus bertemu dengan dokter Minho.
“ Waeya ? Bukankah ada dia yang akan menemanimu di sini, hmh ?” dokter Yunho menggoda.
Sulli wajahnya memerah, mungkin dokter Yunho berpendapat bahwa Choi Minho adalah pacarnya.
“ Baiklah, istirahatlah. Dan Minho, kalau ada apa-apa kau bisa memberi tahu perawat yang jaga.”
“ Ya, terimakasih dokter.” Jawab Minho sambil mengangguk.

Setelah kepergian dokter Yunho, Minho duduk di sisi ranjang, tangannya masih terus menggenggam jemari Sulli.
“ Kau membuatku khawatir, Sulli. Kau tiba-tiba saja pingsan di depanku.”
“ Mian oppa. Tetapi mengapa oppa membawaku ke rumah sakit ini ?”
“ Kebetulan. Ternyata rumah sakit ini adalah rumah sakit terdekat dari kafe tempat kita berhenti . Aku sama sekali tidak tahu kalau ternyata ini adalah rumah sakit ayahmu. Begitu sampai ke sini para perawat langsung mengenalimu. Awalnya aku heran karena mereka seperti itu. Kemudian Taemin dan ibumu datang walaupun aku belum sempat menelepon mereka.”
“Eomma dan Taemin oppa ada di sini ?”
“ Nee. Tetapi sekarang mereka sedang berada di ruangan ayahmu. Benarkah kau tidak merasa kesakitan ? Atau pusing ??”
“ Tidak, oppa. Jangan memasang wajah khawatir seperti itu..” Sulli menggodanya.
“Waeyo…apakah aku tidak boleh mengkhawatirkanmu ?  Aku menyayangimu Sulli, rasanya aku ingin meninju mukaku sendiri karena telah membuatmu masuk rumah sakit.” Minho berkata cepat, dan ia baru menyadari apa yang dikatakannya ketika Sulli menoleh dan menatapnya tak percaya.
“ Apa ??” katanya dengan suara yang tersendat.
“ Kau menyayangiku ?”
“Huh ??”
“ Tadi kau bilang, kau menyayangiku. Benarkah ??”
“ Ah…itu tidak penting karena…”
“Tapi itu sangat penting bagiku….apakah kau sungguh-sungguh ?” potong Sulli cepat
Minho wajahnya memerah sebelum akhirnya mengakui perasaannya selama ini, ”Na, sejak pertama melihatmu  aku sudah tertarik kepadamu. Semakin kita dekat aku semakin yakin bahwa…apa yang kurasakan ini lebih dari sekedar perasaan seorang sahabat…aku minta maaf, Sulli. Tetapi perasaan ini tidak bisa kulawan….”
“ Aku menyukaimu.” Kata Sulli tiba-tiba, membuat Minho ingin melompat-lompat saat mendengarnya, ”Bahkan, aku merasakan itu jauh sebelum aku bertemu denganmu, Minho oppa.”
Sulli melanjutkan kalimatnya.
Dirinya berkata jujur, ia menyukai Choi Minho jauh sebelum bertemu dengannya. Ia kini berpikir bahwa pertemuannya dengan dr. Minho merupakan awal dari rasa tertariknya kepada sosok Choi Minho. Choi Minho dan dokter Choi Minho memiliki tampilan fifik yang serupa. Mereka berbeda tetapi sama…mereka sama tetapi berbeda….awalnya ia bingung untuk membedakan keduanya, tetapi pada akhirnya hatinya sendiri yang memutuskan untuk tidak memilah dua sosok itu. Minho atau dr. Minho adalah lelaki yang membuat hatinya tergetar. Yang membuat tidurnya terganggu, yang membuat pikirannya selalu gelisah.
“ Kau menyukaiku…atau pamanku ?” Choi Minho bertanya lagi.
“ Kedua-duanya.” Kata Sulli menggoda.
“Haist....” Minho menjawab dengan perasaan tidak nyaman, ”Kau tidak adil  kepadaku kalau begitu. Kau tidak boleh serakah.”
“huu...huu...ada yang  cemburu di sini !!!” Sulli makin senang menggoda Minho yang terlihat agak cemberut.
“ Sulli-ah...!”  Minho mulai menyadari kalau Sulli menggodanya.
Tangan Minho tiba-tiba memegang kaki Sulli, tangannya yang sebelah lagi mulai menggelitik telapak kaki Sulli sehingga Sulli tertawa kegelian.
“Ampun, oppa ! Hua ha ha ha...ampun !!” kata Sulli di tengah-tengah tawanya.
“Tidak !! Karena kau sudah berani menggodaku !” Minho terus menggelitiknya, ia senang melihat Sulli bisa tertawa seperti itu dan melupakan penyakitnya.
Sulli berusaha membebaskan kakinya, tetapi pegangan Minho cukup kuat. Akhirnya ia bangun dan memegang tangan Minho untuk membuatnya berhenti menggelitik
“Arasseo ! Arasseo !!” kata Sulli cepat, dan itu berhasil menghentikan aksi  Minho.
“ Apa ?? “ Minho bertanya, tangannya terangkat seolah ingin menggelitiknya lagi
“Arsseo oppa...aku pada awalnya menyukai pamanmu. Ya, aku memang mencintai dr.Choi Minho. Tetapi kurasa....aku lebih mencintaimu !”
“Serius ?” Minho menurunkan tangannya, ia tersenyum bahagia mendengar pengakuan Sulli.
“Serius oppa.”
“Kalau begitu...aku lebih-lebih mencintaimu.”
“ Tidak aku yang lebih lebih lebih  mencintaimu !” kata Sulli tak mau kalah.
“Aku yang lebih !”
“Aku !!”
Keduanya saling berpandangan, kemudian tertawa bersama-sama.

“Hey !! Ada apa kalian tertawa-tawa ? Kelihatannya sedang bahagia .”
Minho melepaskan tangannya dari Sulli, dan mukanya memerah ketika melihat Taemin berdiri di ambang pintu. Ia segera turun dari ranjang Sulli, dan berdiri terpaku. Ia benar-benar  merasa malu karena dipergoki tengah memegang Sulli oleh kakaknya, Taemin.
“ Bagaimana keadaanmu Ssul baby ?” tanya Taemin sambil mendekat, ia pura-pura tidak melihat kalau wajah sahabatnya telah berubah seperti tomat matang.
“Baik oppa. Mana eomma ??”
“Sedang ngobrol dengan dr. Yunho di ruangan Appa.” Taemin seperti biasa mengacak rambut Sulli.
“Minho, terimakasih telah bertindak cepat dengan membawa adikku ke rumah sakit. Dan terimakasih telah menungguinya selama dia tidak sadarkan diri.”
“.......” Minho tidak bisa menjawab, ia hanya tersenyum sebagai jawaban.
“Ssull, kata dokter Yunho kau harus menginap di sini semalam sampai hasil lab keluar. Tapi kau jangan takut, aku akan menemanimu di sini. Eomma juga akan menemanimu.” Kata Taemin.
“Oh ya Minho, ini ada makanan dari eomma. Kau pasti belum makan sejak tadi, kan ?”
Sulli melihat ke arah Minho yang tiba-tiba berubah menjadi bisu. Ia terkejut mendengar perkataan kakaknya kalau Minho telah menungguinya sepanjang hari. Ada kebahagiaan menyusupi hatinya, menyadari kalau ternyata perhatian Choi Minho kepadanya ternyata didasari rasa sayang dan cintanya kepadanya.
“Minho oppa, ayolah makan dulu. Aku tidak mau nanti kau jatuh sakit gara-gara aku.”
“ Ah tidak, aku belum lapar.”
“Hah ? Bagaimana bisa ? Oppa makan terakhir ketika sarapan di rumah kami,kan ? Dan sekarang sudah hampir malam.” Kata Sulli polos.
Akhirnya Minho mengalah dan menerima kotak yang diberikan Taemin. Setelah itu ia berjalan menuju kursi sofa yang ada di dalam ruangan.

“Well, Ssull...apa yang kau rasakan sekarang ? Masih terasa pusing ??”
“Aku sehat, Oppa. Aku belum pernah merasa sesehat hari ini.”
“ Hemm... aku tahu sebabnya.” Taemin tersenyum sambil mencondongkan tubuhnya ke arah adiknya,” Karena yang menemanimu sekarang bukan hantu dr. Choi Minho lagi tetapi benar-benar Choi Minho yang masih hidup...”
“ Oppaa...!!” Sulli memelototkan matanya, ia tak mau diingatkan kembali pada pengalaman yang mengerikan itu.
‘Ara..ara...maafkan. Oppa hanya bercanda.” Kata Taemin.
Matanya menatap Sulli dengan lembut, tak terasa adiknya yang lucu dan kolokan ternyata sudah besar. Ya, Sulli telah tumbuh jadi seorang gadis yang cantik...pantas saja sahabatnya jatuh cinta kepadanya. Taemin tersenyum sendiri, mengingat kejadian yang baru saja dilihatnya. Bagaimana wajah Minho berubah merah ketika ia datang. Tanpa harus bertanya, ia tahu bahwa antara adiknya dan sahabatnya telah tumbuh bentuk perasaan yang lain.
“ Rupanya si kodok itu sudah membuatmu lebih sehat, ya ?” Taemin berkata setengah berbisik.
“ Mwoya...? Siapa si kodok ? Dokter Yunho ??”
“Aish Ssull.....Minho ! Kau tidak tahu ya, kalau teman-temanmu menjulukinya kodok ??”
“Oppa, Minho oppa tidak seperti kodok !! Apanya yang kayak kodok ?” kata Sulli tidak senang.
“Matanya yang kayak kodok....matanya besar !!”
“Aish oppa, kau jahat !!”
“Kalian sudah jadian,ya ?” goda Taemin, membuat wajah adiknya langsung merah.
“Aniya...”
“Ani ?? Lalu mengapa wajahmu jadi merah ?”
“Aniyo !!” Sulli meraba pipinya yang memanas.
“Haist...adikku, tak akan ada yang bisa kau sembunyikan dari oppa. Minho laki-laki yang baik...oppa senang kalau kalian nanti bersama.”
“ Oppa...gomawo.” bisik Sulli malu-malu.
“Oppa akan memintanya menemani oppa malam ini di rumah sakit. Hmh ??” Taemin menggerakkan alisnya dengan jenaka.
Melihat kakaknya seperti itu, Sulli semakin merah wajahnya. Tetapi di dalam hatinya ia bahagia karena ternyata kakaknya tidak marah malah mendukung hubungannya dengan Choi Minho.

Malam Hari, Choi General Hospital
Hari semakin larut. Keramaian di rumah sakit berganti dengan kesunyian. Sulli duduk di sofa sambil membaca majalah yang dibelikan kakaknya. Suara televisi menjadi penghangat ruangan tempatnya dirawat. Jam baru menunjukkan pukul 09.00 malam. Masih terlalu siang untuk tidur.
“Taemin mana, Ssul ?”
Sulli melihat ibunya yang  sudah bersiap untuk pulang. Rencananya ibunya akan menginap di rumah sakit untuk menemaninya, tetapi karena Taemin dan Choi Minho menyatakan siap untuk menemani Sulli, akhirnya ia memutuskan pulang bersama suaminya.
“Taemin oppa pergi ke kantin dengan Minho oppa, katanya mereka mau membeli minuman.”
“ Kau jangan tidur terlalu malam, Ssul. Eomma sudah menitipkanmu pada dokter Yunho. Besok siang kau baru bisa pulang. Bagaimana perasaanmu sekarang ?
“Sehat dan segar !!” Sulli menjawab dengan tersenyum.
“Hai sweety, bagaimana keadaanmu ??”
Sulli tersenyum dan meletakkan majalahnya ketika dilihatnya ayahnya muncul.
“Appa...! Sulli ingin pulang...”
“Besok, setelah hasil lab keluar.” Jawab ayahnya sambil mengusap rambut anak kesayangannya.
“ Hasil lab kan tidak harus ditunggu di rumah sakit. Lagipula sulli benar-benar merasa sehat.”
“ Tidak sweety, kalau sudah sampai ke rumah kau tak akan mau mendengar kata oemma. Hanya satu malam, nae ? Lagi pula Taemin dan temannya Minho akan menunggui kau di sini.”
Sulli cemberut, merasa sedih karena harus tetap menginap di sana.
“Ya sudah ! Cepatlah kalian pulang !!” katanya dengan nada kesal dan sedih.
Melihat itu ayahnya tertawa, “Kau ini Sulli, sudah dewasa tetapi masih manja. “
“Baiklah, Ssul...eomma dan appa pulang dulu. Istirahat yang benar, jangan membantah perkataan oppamu.”
“Nae eomma.”
Setelah memberikan ciuman di pipi anaknya, kedua orang tua Sulli meninggalkan kamar VIP yang ditempati Sulli.
Tidak lama berselang, Choi Minho masuk dengan langkah halus.
“ Oppa ??!” Sulli tersenyum senang,” Mana Taemin oppa ??”
“Masih di kantin. Bagaimana perasaanmu sekarang ?”
“ Aish...kenapa setiap orang yang masuk ke ruangan ini selalu menanyakan hal yang sama. Bagaimana kabarmu ? Bagaimana perasaanmu ? Apakah kau sehat ??” omel Sulli, “Apakah mereka tidak melihat aku baik-baik saja ?”
Choi Minho nyengir dan tak berkomentar. Ia duduk di sisi Suli, matanya sekilas melihat majalah yang tergeletak di meja.
“Apakah kau sudah membaca suratnya ?” tiba-tiba dia melemparkan pertanyaan yang mengejutkan Sulli.
Sulli matanya melihat Minho,” Omo, kenapa tiba-tiba pertanyaan oppa aneh ?”
Minho tertawa, “ Bukankah kau ingin ada orang lain yang menanyakan hal berbeda ?”
“Ya, tapi jangan pertanyaan seperti itu juga oppa !!” katanya kesal, pertanyaan itu mengingatkannya kembali pada pertemuannya dengan dr.Minho di rumah sakit ini.
“ Kau masih belum mau membacanya ?”
“ Oppa saja yang baca. Aku kan sudah mau membuangnya. Kalau siang tadi kita tidak membukanya, mungkin aku sekarang tidak akan ada di sini. Mungkin kita sudah akan menemui nenekmu.”
Minho tidak menjawab, matanya tiba-tiba menyiratkan kesedihan yang mendalam. Melihat itu, diam-diam Sulli merasa sedih.
“Mian oppa, kalau kata-kataku membuatmu sedih. Tetapi aku tidak bermaksud seperti itu.”
“Bukan kata-katamu, tiba-tiba saja aku teringat eomma. Aku ingin melihatnya, ingin menjumpainya...rasanya sudah begitu lama.”
Ada satu kerinduan yang besar dalam nada bicaranya, Sulli mencoba tertawa ceria untuk mengalihkan pikiran Minho.
“ Aish oppa, kau lebih parah dariku. Kau melankolis sekali...masa tidak bertemu ibumu satu hari saja seperti sudah terpisah selama bertahun-tahun !!”
Minho tidak menjawab,” Apakah kau masih merasakan pusing-pusing ?”
“ Lagi ??” Sulli  memutar bola matanya,” Pertanyaan yang sama. Dan jawabannya pun sama...TIDAK !”
“ Lalu kenapa kau sampai pingsan tadi siang ?”
“ Aku tidak tahu. Begitu melihat kotak itu terbuka,aku merasa kaget. Kau tahu kenapa ? Karena bunga mawar yang diberikan dr.Minho masih tetap segar. Aku melihat setiap kuntumnya masih seperti baru dipetik dari pohonnya. Padahal bunga itu kan sudah diberikan tiga bulan yang lalu...coba saja oppa fikirkan...ajaib, bukan ?”
“ Tentu saja Sulli karena bunga itu diambil dari tempat yang tak akan bisa kau bayangkan.”
Sulli menatap Minho dengan tatapan skeptis,” Maksud oppa ?”
“Eh...bukankah kau mengatakan dr.Minho mengatakan hal tersebut ketika memberikan bunga itu padamu ?”
“ Benarkah aku menceritakan itu sama oppa ? Koq, aku tak ingat,  ya ??”
“ Dan bunga itu akan layu setelah sampai ke tujuannya.” Minho menambahkan.
“ Apa maksudnya ? Aku jadi bingung, ah !! Jangan-jangan oppa membual lagi...mau membohongiku lagi,ya ?!”
“ Terserah pendapatmu. Eh, Oppa pernah baca buku untuk mengurangi rasa pusing di kepala. Caranya dengan relaksasi. Mau mencobanya ?? Siapa tahu ini bisa menyembuhkanmu.”
Sulli menatap Minho penuh kecurigaan,  kenapa dia terlihat aneh ? Kenapa perasaannya mengatakan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan darinya ? Apakah Choi Minho mengetahui sesuatu tentang surat dan bunga itu ? Apakah dia sudah membacanya selama dirinya pingsan ?
“Sulli, mau atau tidak ??”
“ Boleh, asal oppa menceritakan sesuatu kepadaku.”
“Menceritakan apa ?”
“ Rahasia...tentang surat itu. Oppa sudah membacanya di belakangku kan ?”
Minho tersenyum,”Baiklah, selama aku membuatmu relaks...kau boleh bertanya apapun.”
“ Ara...aku harus bagaimana ?”
“ Berbaring di ranjang !”
“Eh...kau tak akan berbuat macam-macam padaku,kan ??”
“Aigo Sulli, ini rumah sakit. Kalau aku macam-macam kau tinggal berteriak.”
“Baiklah.”
Sulli bergerak ke ranjangnya, kemudian berbaring. Minho tersenyum dan menyelimutinya sampai ke perut. Melihat senyumnya yang lembut, Sulli merasakan kehangatan dan ketentraman memasuki dadanya.
“Kau jangan kaget kalau merasakan sedikit sakit. Tetapi yakinlah bahwa ini akan membuatmu lebih sehat dan nyaman.”
Sulli terkesiap ketika merasakan tangan Minho yang dingin bergerak di telapak kakinya. Tanpa sadar ia menarik kakinya.’
“ Tanganmu dingin sekali, oppa !!”
“ Aku kan baru dari luar, Sulli. Mau dicoba tidak ?”
“ Arasseo....”
Sulli kembali meluruskan kakinya. Dan ia terdiam merasakan kembali tangan dingin itu bergerak di antara jemari kakinya. Mengapa tangan itu seperti es ?? Apakah udara di luar memang dingin ? Bukankah sekarang sedang musim semi...walaupun masih awal...tetapi udara tentunya tidak sedingin itu.
“Ough !!” Sulli menjerit tertahan ketika jempol kakinya dipijit dengan keras.
“Tahan sweety...” gumam Minho
Sweety ?? Sejak kapan Minho oppa memanggilnya dengan sebutan itu ? Apakah karena pembicaraan mereka tadi sore ? Tetapi...mengapa harus sweety ?  Panggilan itu rasanya aneh karena selama ini dia hanya mendengarnya dari mulut ayahnya.
“ Ouch !! Ini sakit sekali !!” kata Sulli, saking sakitnya ia tak bisa menahan air matanya keluar.
Keinginannya untuk bertanya macam-macam terlupakan sudah.
“Tentu. Sakit tetapi baik untukmu. Masih ada dua titik dan itu sudah oppa coba untuk melancarkannya. Mudah-mudahan ini bisa bekerja dengan baik. Selesai !!”
‘Sudah ?” tanya Sulli lega karena bisa terbebas dari rasa sakit,” Tapi apa yang barusan oppa katakan ? Dua titik ??”
Minho tertawa, “Ya. Dua titik sumbatan, itu tidak bisa disembuhkan dengan terapi yang pernah kau lakukan dulu. Sekarang sudah terbuka. Kau pasti akan merasa lebih sehat.”
“Sehat apanya ? Aku malah sakit !!” omelnya.
“ Baiklah oppa akan mencuci tangan dulu.”
“ Eit tunggu !! Oppa sudah janji akan menceritakan rahasia surat itu.”
“Ya. Nanti kita baca sama-sama isinya. Sekarang oppa ke kamar mandi dulu untuk cuci tangan.”
“Yaah !! Oppa licik !!” seru Sulli.
Minho tidak menjawab, dengan cara yang kocak ia membungkuk 90 derajat di hadapannya. Kemudian tegak dan berbalik meninggalkan Sulli menuju kamar mandi. Ia tidak melihat Sulli terduduk di kasur dengan mata terbeliak. 

Kaget...

Ketakutan....terlihat jelas dalam sorot matanya.

BERSAMBUNG
 

Nb : O. .o. . Siapa tuh yang  relaksasiin Sulli? Choi Minho atau dr. Minho ?? Jangan dibaca malem-malem kalo bisa readerdeul atau kalian akan menanggung resikonya sendiri. Hahahaha. Mimin lebay. Okeh seperti biasa, Authornya mau komentar kalian tuh. Gomawo. #bow

25 komentar:

  1. apa yg d liat sulli?
    apa mgkin minho yg dtng itu dr.choi minho?
    lanjut dina eonnie :)

    BalasHapus
  2. Sulli knpa kok kaget gtu ? Minho oppa pasgi msih sma taemin d kantin , trus yng dateng itu dr.choi minho ?
    Next ne eon penasaran

    BalasHapus
  3. Aaarrrggg..
    Daebak daebak daebak..
    Lagiii ceritanya.. seruuuuu.. sukaaaa..
    Aku sempet pikir yg relaksasii kemungkinan dokter minho.. tp kayaknya itu mah si mata kodok yg ngerjain sulli deh.. haahaa

    Ahh senengnya mereka saling suka dan udah saling mengungkapkan isi hati..
    Lanjut lg ahh.. cepeeeettt yaaaa.. hiihii
    Bagus pokoknya.. ;)

    BalasHapus
  4. tdi malam ku ud baca eon mau komen jaringan lelet!!! ku rasa tu pasti hantunya dr minho...tp klu hantunya ganteng kyk gtu mau donk di gentayangi hehehe lanjutnya jgn lam2 eon

    BalasHapus
  5. Ayeee .. akhirnya minho oppa sama sulli jadian .. \=D/
    Omo ... perasaan gak enak .. kayaknya itu dr. Choi deh yang dateng .. bukan minho oppa .. cz kan minho oppa sama taemin oppa lagi dikantin .. n pas sulli bilang kalo gak buka osi kotak itu mungkin udh sampe dirumah nenek .. trus minho oppa jawab, aku merindukan eomma .. dah jelas tu .. kalo yang datengin sulli kayanya arwahnya dr. Choi .. bukti lain pas lagi terapiin sulli tangannya minho oppa dingin kaya es .. hihihi ...

    Pas minho oppa ninggalin sulli terus berbalik kayaknya ada yang sulli liat deh cz mukanya tiba-tiba langsung jadi picat gitu .. mungkinkah tai lalat yang ada dilehernya dr. Choi ??

    Huaaaa.. penasaran banget sama kelanjutannya ... ditungga kelanjutannya eon .. ceritanya daebak .. ak ngebayanginnya udh kaya nntn drama aja .. haha ..
    Fighting !! :*

    BalasHapus
  6. haha minho oppa keceplosan tentang prasaannya, dan itu yang bikin minsul jadian
    tapi sepertinya yang relax sulli eon itu dr minho deh
    daebak thor, next chap
    ditunggu ya

    BalasHapus
  7. Jangan itu dr.minho lagi ih ga serem hehe
    Makin penasaran next thornya yuuuu :D

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Wahh jangan jangan itu dr. Minho? Aull buka kek surat nya. Waduh beneran sangat penasaraaannnnn. Lanjut ya thoor :)

    BalasHapus
  10. ceritanya tambah seru,
    jadi penasaran ama isi surat nya..
    lanjut ya...

    BalasHapus
  11. Ih seremmmm knpa pamanya minho dtengin sulli yah.
    Ada apa yah

    BalasHapus
  12. akhirnya ngepost juga... itu paling dr. minho yang nemui sulli eonni.. serrem, menegangkan tapi aku suka karna ming n sulli eonni udh jdian, pas bca scenenya senyum2 sendiri.... daebak dh thor... (Y)

    BalasHapus
  13. Omo omo dokter minho kembali,,, sulli psti udah ngrsa tuh klu itu dokter minho,, mukanya aja kget gtu waktu dr minho bungkukin bdan.....
    d tggu lnjutanta ne...

    BalasHapus
  14. Sebenernya siapa tuh yg relaksasiin ssul?
    Kok serem amat yaa, mau k toilet tapi ng bungkuk 90° dulu sm ssul, kaya org bner" formal bgt. Ikutan merinding saya bacanyaa :& ngomong" minho udh baca surat dari dr minho itu blm yaa? Penasaran min, next yaa (y)

    BalasHapus
  15. Wah itu minho apa pamannya? Penasaran bgt thor
    Lanjut ya lanjut :3

    BalasHapus
  16. Wahhhh, kayanya yang tadi dr. Minho tuh. Ngeri juga ya kalau jadi sulli. Walaupun hantunya ganteng ya ttep aja hantu.
    Lanjut miiinnn~

    BalasHapus
  17. waahh.. makin horor nih ff.. kmaren cinta"an skarang beginian.. hmm taakut juga bacanya,

    sull kasian

    BalasHapus
  18. wah ..horor... kayaknya dr minho muncul lagi tuh....
    penasaran sama isi suratnya...kira kira apa ya???
    lanjut thor...

    BalasHapus
  19. Daebak Daebak...ne pasti rohnya dr.minho ming,kan tngannya dngin??? ea kan,ea kan min? ngaku dech..hiiiiiiiiiiiii...sreeemm,,lnjut next chap min,,

    BalasHapus
  20. Aku lupa ƲϑӑƗƚ komen apa blm di ff ini .. Hehehe kyk nya sich udh ..
    Aku suka banget sama ceritanya jadi aku baca ℓåƍi .. Lanjut min isi suratnya penasaran banget ini .. Yg dtengin sulli itu pasti dokter minho .. Kenapa dokter minho selalu datengin sulli yaa apa karna minho oppa tpi kan mereka ketemu seblm sulli kenal dgn minho oppa ..

    BalasHapus
  21. nahlo jgn2 itu si dr minho ya min?? huu penasaran nih, penasarn bgt sama misterinya
    tp aku seneng minsul udah pacaran hahaha
    ayoo thor aku tunggu lanjutannya hhehe

    BalasHapus
  22. horor nih horor..
    itu yg merelaksasi sulli pasti si dr.minho deh, bukan si minho ya?

    tuh kan tuh kan, maksudnya apaan sih?
    kok muncul lagi itu si hantu?
    bikin bingung aja deh.. -_-
    dan minho kemana coba?

    BalasHapus
  23. Sul eonni nda nyadar apa low itu hantu nya dr. Minho...
    Penasaran sm kelanjutan nya

    BalasHapus
  24. aisss knpa minho tiba2 dingin . . . . ada ap ini gak seperti biassanya . . . wah pzti itu dokter choi . . .hahaha lanjut min . .

    BalasHapus
  25. sepertinya itu bukan minho, tp dr minho...
    horor horor banget

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template