Minggu, 20 Oktober 2013

White Love Part 3/6



Author : taE_Nda

Choi Sulli | Choi Minho | Lee yong dae | Kang Jiyoung | Park Chanyeol | Kim Jonghyun | Park Jiyeon

Author POV
“Miane ,, miane” suara berat memulai minta maaf walaupun terbukti yang salah itu adalah sulli.

Sulli tidak menjawab ia seketika terdiam seribu bahasa saat melihat siapa yang sedang ada di hadapannya.

Pemilik tangan yang sedang menopang bobot tubuh sulli pun ikut terdiam, bahkan mereka mengacuhkan namja paruh baya yang sudah sulli tabrak, karena merasa di acuhkan akhirnya ajushi itu meninggalkan keduanya dengan wajah keheranan melihat sepasang manusia (?) itu.



1

2

3

4

5

Diantara mereka masih tidak ada yang bergerak , hingga detik ke 6 sulli tersadar dan bangkit lalu menjauh dari namja yang telah menolongnya itu. “sulli ah” gumam namja itu pelan, tapi sulli langsung mengalihkan pandangannya dan berlari masuk kedalam mobil yong dae, tiba-tiba matanya memanas, tanganya bergetar hebat. “minho oppa” lirih sulli, dengan tangan yang masih gemetaran ia meraih i-phonenya dan menelpon yong dae

“yeoboseyo, chagiya?” ujar yong dae sesaat setelah mengangkat telpon dari sulli.

“oppa,,, opp,, oppa” suara sulli pun ikut gemataran, sulli sudah mencoba mengontrol dirinya tapi tidak bisa, pikiran , hati dan tubuhnya menolak untuk bersikap biasa saja.

“hey, kau kenapa ssull,,,, dimana kau sekarang,, kau baik-baik saja?” yong dae mulai khawatir dengan keadaan sulli, sangat jelas terdengar kalau sulli dalam keadaan yang sedang tidak baik, tergambar dari suaranya .

“oppa, aku dimobil, bisa kita pulang saja sekarang?” ujar sulli,, air matanya sudah membasahi kedua pipinya.

“baiklah, tunggu aku disana” yong da memutuskan sambungan telponnya dan bergegas menuju mobilnya. Saat ia berjalan menuju pintu ia melihat seorang namja tengah berdiri mematung disana, wajahnya sangat familiar tapi karena hanya terlihat bagian samping wajahnya, yong dae tidak bisa memastikan siapa namja tersebut. Tapi yong dae tidak begitu mempermasalahkan karena baginya menyusuk sulli lebih penting dari pada memastikan siapa namja tersebut.

“chgaiya?” ujar yong dae setelah duduk di bangku pengemudi.

“oppa?”

“kau kenapa?, kau menangis,, ?” tanya yong dae cemas.

“aniya,, aku hanya tidak enak badan, jebal aku ingin pulang” sulli meremas lengan yong dae, untuk saat ini sulli tak bisa menceritakan siapa yang baru ia temui, saat ini yang sulli butuhkan hanyalah kesendirian.

“ne,, kita pulang” yong dae menuruti apa yang sulli inginkan , sesekali sulli melirik kaca spion dan tampak lah minho masih diam mematung disana. Sulli menutup mulutnya, netah kenapa sakit sekali di bagian dadanya, sulli tau kalau ia masih sangat mencintai dan merindukan minho tapi itu tidak mungkin, minho sudah menyia-nyiakan dirinya lagi pula sekarang sudah ada yong dae yang selalu berada disisinya.

Minho pov
Aku terdiam dan hanya berdiri seperti orang bodoh saat melihat sulli yang berlari menjauhiku. Ingin aku mengejarnya , menariknya dalam pelukkan dan bersujud meminta maaf padanya. Tapi apakah aku masih pantas untuk bertemu dan berbicara padanya?. Aku rasa tidak , namja yang brengsek seperti ku tidak pantas untuk berada disisinya , mungkin keputusannya untuk berlari menjauh dari ku itu yang terbaik, ya,,, ini yang terbaik. Aku menatap tangaku , setidaknya tangan ini masih berguna untuk menolongnya tadi. Melihat wajahnya sedekat itu membuat hatiku berdetak tak karuan, sudah 4 tahun aku tidak melihat wajah cantiknya dan sudah 4 tahun aku ingin mati karena tidak bisa memeluknya. Tapi ini yang terbaik,,,

“tuhan, tolong jangan siksaku dengan perasaan ini. engkau boleh memberikan hukum karma padaku tapi aku mohon jangan seperti ini, ini lebih sakit tuhan. Lebih baik aku tak berjumpa dengannya dari pada berjumpa dengannya tapi aku tak bisa menyetuhnya “

--
“oppa, aku ingin tidur saja,,,, “ ucap sulli pada yong dae saat mereka sudah samapi rumah sulli.

“kau terlihat pucat sulli ya,, ada apa?” yong dae meraih kedua pipi sulli dengan lembut

“aku baik-baik saja oppa” sulli dengan lembut menurunkan kedua tangan yong dae dari kedua pipinya.

“baiklah tidurlah, oppa akan kemari lagi nanti malam , ne” sulli megangguk dan tersenyum, yong dae pun mengecup pipi kanan dan kiri sulli penuh kasih sayang. “paiii,, paii,,,”yong dae mengacak rambut sulli pelan setelah itu baru dia pulang.

Saat yong dae menghilang dari balik pintu rumahnya.

“brukk”

Kaki sulli tak mampu menopang berat tubuhnya, hingga ia jatuh terduduk di lantai . perlahan butiran air mata jatuh dari matanya yang indah. “hiksss” sulli menutup mulutnya saat isakan tangis begitu saja keluar dari mulutnya.

“annyeong,, bibi,, sulli yaaa, aku dat,,,, “ jiyoung terdiam di depan pintu saat melihat keadaan sulli yang sangat menyedihkan.

“ya tuhan,, kau kenapa sulli yaa” jiyoung segera mendekat dan memeluk sulli.

“jiyoung ya, kenapa sulit sekali,, kenapa?”. Akhirnya sulli benar-benar menagis dalam pelukan jiyoung.

“apa maksudmu, sulli ah... “

“aku bertemu dengannya” isakan tangis sulli membuat suara sulli tak terdengar terlalu jelas, tapi jiyoung masih bisa mendengarnya dan mengerti siapa yang dimaksud oleh sulli.

“itu tidak sulit, chagi. hadapi saja jangan menghindar. Ikuti saja apa kata hatimu”

Sulli menatap jiyoung dengan mata sembabnya. “aku tidak bisa jiyoung, kata hatiku,, aku,, aku masih mencintainya,,, hiksss,, hiksss” sakit hati sulli untuk menolak kenyataannya, tapi bagaimana lagi sulli sangat mengerti dirinya,,, sangat mengerti kalau dirinya masih sangat mencintai minho. Sekuat apapun ia melupakan minho dan mencoba mencintai yong dae, percuma saja. Posisi minho tidak bisa tergantikan oleh siapapun. Sulli yang malang.

--

Yong dae membanting setirnya kepinggir jalan. “AAAAAAAAAAAH” teriaknya sambil memukul setir mobilnya.

“aisssssh,, “ yong dae mengacak rambutnya frustasi. Kata-kata sulli kembali terngiang di telinganya. Ya yong dae mendengar percakapan sulli dan jiyoung . memang saat itu dia ingin pulang tapi ada sesuatu yang ingin ia katakan pada sepupunya , jiyoung. yang berpapasan dengannya . saat ia masuk ia mendengar sulli yang menangis tersedu-sedu, tapi niatnya terhalang ia lebih memilih untuk mengintip dari cela pintu yang sedikit terbuka karena jiyoung tidak sepenuhnya menutup pintunya. Alhasil percakapan antara sulli dan jiyoung pun terdengar jelas oleh yong dae. Hati yong dae saat itu benar-benar terbakar api cemburu, sakit hati? Tentu saja , siapa yang tidak akan sakit saat mendengar wanitanya masih sangat mencintai namja lain , terutama namja itu pernah menjadi bagian terpenting bagi yeojanya.

“sulli yaa,, jeballl, jeballl” lirih yong dae, air matanya mengalir. “apakah tidak bisa ?, apakah tidak bisa aku yang ada di hatimu?” . seorang namja menangisi cintanya, memang terdengar sangat aneh dan bodoh. tapi lihat lah dari sisi perasaannya, namja juga punya hati dan perasaan, seorang namja akan menagis kalau hatinya sudah benar-benar tersakiti, dan yong dae salah satu namja yang benar-benar tersakiti karena sudah lebih dari 5 tahun, cintanya masih belum terbalas oleh sulli, yeoja yang sangat ia cintai lebih dari apapun didunia ini.

“haruskah aku pergi sulli?” gumamnya sambil memandangi fotonya dan sulli yang terpajang manis di layar i-phonenya.

TBC

14 komentar:

  1. gomawo, lanjut eonn................

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh . . Kok gomawo. . Kita yg terima kasih, blog nya udah di kunjungi. Makasih yaaa. . Nanti di lanjut. Authornya lagi bikin FF baru. Jadi mimin yg share disini. Hehe

      Hapus
  2. Yah,thor kok pendek :(......tapi lanjut ya thor :).Semoga sulli dan minho bersatu kembali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyakaaah ??? Nanti dilanjut ama mimin yak.authornya lagi sibuk bikin ff baru. Keke

      Hapus
  3. Balasan
    1. Iyaaa. . Mimin lanjut nanti. Sabar yaaa. .

      Hapus
  4. fighting bwt KKN ny,
    fighting jg nulis ff-ny,
    ditunggu lanjutanny......^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti mimin bilangin authornya, sukses KKN nya. Makasih doanya yaaa. . ^^

      Hapus
  5. Thor pnjang dkit npa#plak protez mulu

    Lanjut thor!!

    BalasHapus
  6. aahhh ciiieee... ketemu lagi MINSUL nihhhh.. ku trsentuh bgt.. sama cinta mereka

    BalasHapus
  7. Kasian ​ɪ̣̝̇ÿ̲̣̣̣̥Ω̶̣̣̥̇̊ yong dae, minsul forever

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template