Kamis, 31 Oktober 2013

Minho, Phabo !!!

Tittle : Minho, Phabo !!
Author : Iswarii23 a.k.a Mimin
Choi Minho | Choi Sulli | Kim Jonghyun | Victoria Song | Kim Young Min |


Catatan : Hehe, kembali author memainkan imajinasi liar author untuk membuat ff ini. Semoga reader semua bisa menikmati. Banyangin nya aja sebenernya mah udah bikin mewek ( author gaje, bikin sendiri, mewek sendiri). Dan, ff ini nantinya akan ada sekuelnya. Tapi dari author tae_nda. Otak mimin ama otak author tae_nda emang kadang nyatu kalo soal MinSul. #NahLohMalahCurhat . Lanjut ajalah. Cekidooooot.

"yeoboseyo. ."

"changi-ya. ."

"Iya oppa, wae ?"

"Ani, kau sedang apa?"

"tiduran di kamar oppa."

"umm, sudah makan?"

"sudah oppa."

"Oh, baiklah, lanjutkan istirahatmu, saranghae."

"nado oppa. . "
Tut tut tut . .
Jjong yang sedang duduk di samping Minho, mengernyitkan dahinya bingung.
"Tumben cepat, ada apa?" Jjong bertanya.

"Apanya yg ada apa hyung?" Minho bingung.

"Phabo, barusan kau menghubungi Sulli kan?"

Minho mengangguk.

"Kau sadar, ini adalah waktu tercepat mu berkomunikasi dengannya, apa kau tak menyadarinya hah?? Aissshhhh."

 "Mungkin ia lelah hyeong. Tadi ia bilang, ia sedang di kamar." Jawab Minho .

 "Mungkin ?? Di kamar ?? Ini kan jam dimana seharusnya ia latihan ?? Minho phabo. Dimana otakmu?" Jjong gemas.

 "Ma. . Maksudmu hyeong?? Kau jangan membuat ku hyeong."

Jjong mendesah frustasi. Sambil mengacak sedikit rambutnya.

"Bisakah kau sedikit aktif? Tidak kah kau sadar, jika selama ini hanya Sulli yang aktif terhadapmu? Jika Sulli tidak cerewet seperti biasanya, seharusnya kau sadar kalau ada yg tidak beres dengannya. Pikirkan perkataan ku barusan." Jjong beranjak pergi meninggalkan Minho yg tengah merenung.

••••••••••••••••••••••••••••
" Ini . .." Victoria memberi Sulli segelas gingseng hangat untuk diminum.

" Gomawo eomma . ."

" Kau sudah memberi tahu namja mu ?"

Sulli menggeleng.

"Wae ?"

"Aku tak mau membuatnya tambah susah jika ia tau aku sakit. Jadwalnya sudah sangat padat tanpa mengunjungi ku ."

Victoria menjitak pelan kepala Sulli.

" Bocah ini. . Apa dia belum menelpon mu hari ini?"

" Sudah . ." Sulli mengangguk. 

"Lantas, apa dia tidak menyadari kalau suara mu sedang tidak baik ?" Victoria bertanya dengan nada jengkel.

"Aku bilang aku sedang dikamar. Mungkin ia berfikir aku baru bangun tidur."

"Mungkin ?? Astagah, anak itu. Apa dia tau, kalau kau tidak hanya tidak enak badan, tapi juga tidak enak hati hah. .??"

"Eommaaaaa . . Kapan aku bisa istirahat jika kau terus saja mengoceh."

"Aissssh . . Baiklah baiklah . . Aku keluar. Kau harus meninggalkan segala aktifitas mu. Kau harus sembuh. Banyak kegiatan menunggumu besok. Arra ??" Sulli mengangguk patuh.
Victoria menutup kamar Sulli. "Dasar Choi Minho Phabo." umpat Victoria kesal. Bingung, apakah ia harus memberi tau Minho atau tidak tentang keadaan Sulli.
••••••••••••••••••••••••••••
 
Minho setelah Prencon drama MTT.

 
"Hyeong, pinjam ipad." Minho meminta kepada managernya.

"Batteray nya habis Minho-ya."

"Huh, tadi aku lihat masih terisi full."

"Itukan tadi."

"Coba aku lihat?"

"Yaa . . Mengapa kau tidak percaya padaku."

Minho menyipitkan mata. Tau jika managernya sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

"Mau kau beri atau ku rebut paksa ?"

"Aishhhh . . Igooo . ." Akhirnya manager memberi nya ipad. Sambil menghela nafas panjang.

"Wae . . Ada apa ? Mengapa kau menghela nafas hyeong ? Ada yg salah ?" Lanjut Minho sambil menyalakan ipad yg managernya tadi matikan.

"Kau keterlaluan hyeong. Ini masih terisi full, mengapa kau matikan??" Minho masih cerewet bertanya. Tanpa sedikit pun tau, perubahan wajah yg terjadi pada managernya.

Tangannya sibuk menelusuri layar besar ipad. Lalu berhenti di icon bola dunia. Browser. Minho menyentuh tanda itu. Sudah seminggu ini ia tidak update dunia maya.

Minggu ini memang sangat menyita waktu dan tenaganya. Drama, reality show, pemotretan. Maka ketika ada kesempatan langka seperti ini, jelas Minho memanfaatkannya.

Mungkin hanya satu yang selalu ia update, Sulli. Sebisa mungkin ia menyempatkan waktu untuk sekedar menelpon atau mengirimi yeoja nya kabar.

Kini, Minho sedang menyentuh opsi recend update. Laman memproses. Menunggu jaringan yg tersedia. Sedangkan di samping nya, sang manager berdoa, semoga tiba-tiba jaringan mendadak hilang.

Proses selesai. Dihadapan Minho kini terpampang sebuah artikel. Matanya dengan cepat membaca artikel tersebut. Dan. .

"Hyeong . . Kapan artikel ini tayang ?? Inikah yang kau sembunyikan dari ku ?? Kenapa hyeong ?? Kau ingin membiarkan ku menjadi orang yg paling terakhir tau tentang kondisi yeojaku hah?" Minho bertanya dengan nada suara di tinggikan.

Manager nya menghela nafas. Barusan, Minho tengah membaca artikel buatan netizen yg habis-habisan mengkritik Sulli, yeoja Minho.

Ada yg sepakat dengan apa yg artikel itu sebutkan. Tapi, banyak juga yg membela Sulli.
Yang mengejutkan, adalah, ada beberapa komentar yg menyebutkan bahwa, alasan netizen mengkritik gerakan Sulli kala itu adalah karena ia sakit. Dan Minho tidak tau itu.
Tidak tau tentang sakitnya Sulli. Dan ia juga tidak tau tentang kritikan pedas netizen tersebut untuk yeojanya.

"Berita ini muncul tadi malam. Maaf aku tak memberi tahu mu. Aku. . ."

Minho menyenderkan kepala di bangku penumpangnya. Tidak ia dengarkan lagi berbagai alasan yg di sebutkan sang manager.
Kepalanya berdenyut. Tiba-tiba Minho teringat percakapannya dengan Sulli pagi tadi, yg terkesan buru-buru. Dan ia ingat, Sulli memang tidak banyak bertanya seperti biasanya. Apa karena ini semua ??

"Choi Minho, Phabo." erangnya sambil mengeluarkan senyum kecut.
 
••••••••••••••••••••••••••••
 
"Aku ingin melihat Sulli."

"Tapi . .

"Atau kau harus melupakan pemotretan ku nanti sore hyeong."

Minho mengancam sang manager. Cukup. Sudah seminggu lebih sang manager menutup seluruh akses untuk bertemu Sulli. Jangankan bertemu, untuk tau dunia luar pun, Minho di larang oleh sang manager. Managernya bilang, jadwalnya bulan ini sangat padat. Untuk itu, jika ada waktu luang, Minho disarankan untuk mengistirahatkan badannya.

Namun jika sudah seperti ini keadaanya, bagaimana ia bisa beristirahat dengan tenang. Badannya mungkin fit, tapi tidak dengan batinnya. Ia harus melihat yeoja nya. Karena yeoja nya lah sang pemberi semangat.

"Baiklah. Kita menuju dorm f(x)."
 
 
 
15 menit kemudian.

 
Teeeeeeet.
JEGLEEEEK.
"Minho-ssi. .

"Noona, anneyeong." Minho memberi hormat kepada victoria.

Victoria kaget, Minho sudah berada di depan matanya, sebelum sempat ia telepon. Kemudian ia melihat kantung besar di bawah mata Minho. "Sulli benar, anak ini tengah berjuang untuk hubungan mereka." batin victoria.

"Masuklaah . ."

Victoria memimpin Minho masuk ke dalam dorm.

"Dia sedang beristirahat, kau hanya boleh melihat. Jangan ganggu tidurnya. Arra ??"
Victoria melanjutkan.

"Aku mengerti. Umm, Noona, apakah aku bodoh?" Minho bertanya sambil menatap tajam Victoria.

 Victoria balik menatapnya.

"Kau hanya kurang peka, Minho-ssi."

"Bukankah sama saja. . "

Victoria tersenyum. "Ummm. . Sedikit. Haha. Jangan kau pikir, karena Sulli di kelilingi oleh banyak orang yang sayang dan menjaganya, lantas kau malah kurang peka terhadapnya."

"Jangan menunggunya untuk mengungkapkan sesuatu yang sulit untuk ia ungkapkan. Apalagi dalam kondisi kalian yg seperti ini."

"Gomawo noona."

"Masuklah ke kamarnya, dan ingat pesanku tadi."

Minho mengangguk cepat.
CEKLEEEEK.
Minho pelan membuka pintu kamar Sulli. Ah, yeojanya sedang tertidur. Damai. Membuat kekhawatiran di wajah Minho sedikit berkurang.

"Malaikatku . ." bisiknya pelan. Ia berjalan menuju kasur Sulli. Kemudian ia mendudukkan badannya pelan di atas kasur empuk yeojanya.
Meski sudah berjanji kepada Victoria agar ia tidak membangunkan Sulli, namun ternyata tangannya berkehendak lain. Kini, tangan kekar itu sedang membelai lembut pipi yeojanya yg sedang tertidur.

"Maaf . . Maafkan aku Choi Jinri. Maafkan aku.
"
Tesss
Setetes air mata jatuh bebas mendarat di pipi mulus Sulli. Ya, Minho menangis, menangisi kebodohannya yang kurang peka terhadap Sulli.

Sadar bahwa air matanya jatuh bebas di atas pipi lembut Sulli, membuat Minho lekas menghapus genangan lain di sudut matanya.
"Maaf tak bisa berlama-lama disini, aku ingin sekali menghabiskan waktu lebih lama denganmu." Minho menghela nafas.

"Jika, Kim Sajangnim tau keberadaanku disini, aku tidak tau apa yang akan terjadi dengan kita selanjutnya. Kau tau kan resiko hubungan kita ini sangat besar changiya." Minho belum mau melepas tangannya dari pipi Sulli.

"Tentang diriku yang kurang peka kepadamu, sepertinya aku masih harus belajar banyak kepada Jonghyun hyeong tentang cinta. Hampir 1 tahun hubungan kita berjalan, tetap saja aku bodoh. Aku terlalu sibuk mengubah diriku menjadi type idealmu, tanpa memikirkan yg lainnya."

Sulli tampaknya benar-benar tidur nyenyak. Bahkan ketika Minho berbicara panjang lebar seperti tadi pun, ia tak terjaga dari tidurnya.
 
"Terimakasih untuk tetap ada di samping ku." Minho mencium lembut kening Sulli. Lalu turun ke hidung. Dan terakhir, bibir yeojanya. Singkat, namun dalam.

Sulli menggeliat pelan dari tidurnya. Dan...
"Oppa . .Kau kah itu ??"

"Bwooo. . Mengapa kau terbangun changiya ??"

"Yaaa, kau tidak senang bertemu denganku huh?"

"Stttttt. . Kau jangan berteriak. Bisa habis aku di marahi Vic Noona karna telah membangunkanmu." Tangan Minho reflex memegang dahi Sulli, memeriksa apakah demam Sulli sudah menurun.

"Aku tidak papa. Sungguh Oppa." elak Sulli sambil menghindari tangan Minho. Minho mendengus pelan.

"Mendekatlah."

"Ini sudah dekat Oppa."

"Ani, sedikit lagi."

Sulli menurut. "Kau tau, badanmu ini masih sedikit demam. Aku akan memberikan obat ampuh menghilangkannya."

Minho menangkup kepala Sulli dengan kedua tangan kekarnya. Mempersempit jarak antara wajahnya dengan wajah Sulli. Dan, dalam hitungan detik, seorang Choi Minho tengah mendaratkan bibirnya kepada Choi Sulli dengan lembut.

 
Ditempat lain

 
Pria itu menyerahkan beberapa lembar photo di atas meja kerja Kim Young Min.

"Lihat . . Katanya sambil mengeluarkan senyum licik. "Berapa bayaran yang pas untuk ku dengan photo-photo ini Sajangnim

Kim Sajangnim mengambil photo tersebut. Itu Minho, terlihat tergesa gesa menuju sebuah bangunan yang ia tau adalah . . Dorm f(x). Amarah tak bisa ia sembunyikan dari wajahnya. Ini sudah kesekian kalinya ada orang yg berhasil menangkap pergerakan Minho untuk Sulli.

"Kapan foto ini kau ambil ??"

"Setengah jam yang lalu. Bagaimana ?? Seperti biasa, atau, mungkin akan ada yg berani menawar lebih tinggi lagi tentang berita ini." Kembali pria itu mengeluarkan senyum liciknya.

"Kau mau menjual kepada siapa berita tak jelas seperti ini hum?? Kau mau beri tagline apa?? "Minho yang tertangkap basah tengah pergi ke dorm f(x)?" Aku bisa saja berkelit, jika aku yg menyuruhnya kesana. Tidak ada bukti kuat jika Minho dan Sulli bersama."

"Sajangnim, kau memang telah mengambil mentahan asli beberapa photo ku dengan bayaran yg menggiurkan. Seperti ketika Minho mencium kening Sulli sebulan lalu. Dan ah, Shanghai. Kau membayar photo photo mereka berdua dengan sangat besar. Tapi apa kau tidak takut kalau ternyata aku telah mencetak photo tersebut lebih banyak dari yg kau kira?"

"KAU . . Amarah Kim Young Min memuncak. Bisa-bisa nya ia di tipu mentah2 oleh paparazi kacangan seperti ini. Ia mengeram kesal. Sampai photo ditangannya sudah tak berbentuk akibat amarahnya.

"Kau menang. Jangan main-main dengan ku kalau kau tidak ingin mendapatkan masalah brengsek. Cepat kau berikan mentahan photo-photo ini, ambil bagianmu. Dan kau bisa pergi dari sini."

"Satu lagi, aku pastikan ini yang terakhir kau menangkap photo tentang Minho dan Sulli, karena selanjutnya, kau tak akan berhasil memerasku lewat mereka."

Pria tadi tersenyum puas. Membungkuk lalu meninggalkan ruang dingin itu.

"Choi Minho Phabo. Aku harus benar-benar melakukan sesuatu untuk kalian berdua rupanya." erang Kim Young Min kesal.
••••••••••••••••••••••••••••
Kim young min melempar photo hasil jebretan paparazi tadi di hadapan Minho dan Sulli. Mereka lalu tertunduk lemas. Tak tau lagi harus membela diri seperti apa, karena foto itu benar adanya.

"Sajangnim, salahkan bila aku melihat kondisi pacarku sendiri yg sedang sakit?" Minho berusaha membela diri. Tapi rupanya, pembelaan diri nya, hanya diberi senyuman sinis dari sang CEO.

"Aku tak ingin banyak bicara lagi. Aku akan berbuat sesuatu untuk kalian, agar publik  percaya bahwa kalian tidak sedang menjalin kasih. Untuk Minho, aku akan memberi tambahan iklan, dan reality show, dan untuk mu Sulli, aku akan membuatkan skandal untuk mu."

Minho dan Sulli kompak menegakkan muka mereka ke arah sang CEO.

"Skandal? Maksudmu Sajangnim?" Minho bertanya. Apalagi ini. Masih hangat insiden kemarin tentang Sulli, sekarang malah akan ditambah lagi dengan skandal.

"Jadi begini. . Bla bla bla.

"Bagaimana? Aku tidak ingin ada penolakan. Sulli, mulai besok kau harus menjalankan rencana ini. Pikirkan baik-baik keuntungan untuk kalian berdua. Demi kenyamanan bersama. Sekarang kalian boleh keluar."

"Tapi sajangnim, tidak bisakah skandal itu kau berikan kepadaku?"

"Kau gila Choi Minho. Kau aset berharga perusahaan. Mana mungkin aku membiarkanmu melakukan itu. Biarkan Sulli yang melakukan nya . Tenaganya tak sebanding denganmu. Sebaiknya kalian segera meninggalkan ruanganku. Aku akan ada rapat dengan petinggi lain."

Minho mengepalkan tangannya geram. Sulli yang tau itu, segera menggenggam erat tangan sang namja.

"Oppa. . Kajja. Sajangnim, kami pamit." Sulli membungkuk. Tidak dengan Minho yang langsung menyeretnya keluar.

"Oppa, aku tidak apa-apa. Percayalah padaku. Anggap saja ini sebuah ujian di hubungan kita. Pasti maksud Sajangnim tadi adalah untuk melindungi kita. Jika nantinya skandal ini berhasil dan masyarakat percaya, bukankah itu lebih baik untuk kita Oppa. Kau harus percaya padaku.  Ndee?" Sulli menyakinkan Minho lagi.

"Oppa. . Kita akan baik2 saja. Aku percaya. Kau dengar aku? Sungguh aku tidak apa-apa Oppa. Ini lebih baik daripda kita dipisahkan dan tak bisa bertemu lagi."

"Changiya, maafkan aku yang bodoh ini. .

"Sttttttttt. . Oppa. . Mana senyummu? Kita hadapi ini dengan senyuman Ndee?"

Minho memeluk Sulli.

"Gomawo."

"Untuk apa Oppa?"

"Untuk menerima orang bodoh ini disisimu, Untuk semua yang kau lakukan untuk mengubah ku. Untuk skandal ini. Bahkan kau rela membuat namamu jelek hanya untuk ku. Gomawo."

Sulli melepaskan pelukan Minho. Ia tau namjanya menangis. Sulli tersenyum. Lalu dengan lembut menghapus air mata di pipi Minho.

"Kita hadapi ini bersama sama ne? Kita tidak hanya berdua Oppa. Kita masih punya banyak orang yang mendukung kita. Oppa. Jebal. Tersenyumlah untukku."

Minho tersenyum. Betapa beruntungnya ia memiliki Sulli.

"Saranghae."

"Nado Saranghaeyo Oppa."

END
Oke, mimin jelasin maksutnya yak, jadi skandal disini itu, skandal sulli ama choiza. Kekeke. Abis ini, kalo sempet, insya Allah, bakal mimin share, apa yg author tae_nda tulis. Lanjutan yg ini kali yaaa. Hhehe. Jadi,stay in this blog. Gomaeo udah mampir. #Bow 

21 komentar:

  1. uwooooooooo...
    daebak hyeong :*
    ditunggu sequel-nya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang baru aja yak. Besok terbit kayaknya. Momen kemaren yg bikin ente mewek tuh. Wakakaka

      Hapus
  2. huaaaa..... awal2nya emang bikin senyum2 sendiri,, tapi makin bawah malah nyesek.. *mewek* T_T

    kereeeeennn... dtunggu sequelnya.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa, , kalo ane lagi gak males yak. kekekeke, makasih udah komen. :D

      Hapus
  3. wahh daebbak ceritanya,.. T,T minsul hwaiting..!!
    aku tunggu sekuel.y nii..!! ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaaaah, makasih yaa udah suka. #malu

      ditunggu kalo udah gak males yaaa, , :D

      Hapus
  4. waaa... hahaha..
    minho phaboo.. :D

    Seru min, dtnggun skuelx ya. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. jiaaaaaaaah, seneng bener kayaknya nih mino jadi orang oneng. kekeke

      Hapus
  5. setujuuu!keren ffny...
    ditunggu sekuelny...^^

    BalasHapus
  6. kerenn!!!!
    yuk visit juga ke choiminsulcouple.blogspot.com maaf ya promosi

    BalasHapus
  7. Omo cobaan hubungan mereka..
    Kira2 aslinya gini ga yaaa??

    BalasHapus
  8. ciee... mino jadi phabo gara" sull aja deh... MINSUL ku iri sama kalian.
    #semoga ini terjadi bneran

    BalasHapus
  9. huhu ceritanya sedihin yaa menjalin hubungan dengan artis satu manajemen terlalu berat, semoga kenyataannya mereka bersama juga :'(

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template