Senin, 16 Desember 2013

MIRRORS II chap 1


Title : MIRRORS II chap 1 : who is Choi Jinri?

cast : CHOI JINRI (f(x))  |  CHOI MINHO  (f(x))  |  others

author : Devina Sandy

length : Chaptered

rating : PG-17 ;D

Genre : Fantasy, Romance, sad, hurt, crime

 


CHAP I : 
WHO IS CHOI JINRI?

Aku membolak-balik halaman demi halaman majalah fashion yang sedang kubaca. Memperhatikan dengan kagum betapa cantik dan tampannya pasangan yang berbalut gaun dan jas pengantin di dalam foto yang terpampang pada majalah yang sedang ku pegang erat. aku benar-benar tertarik dengan sebuah foto seorang mempelai  wanita yang tertawa riang, menunjukkan betapa bahagianya ia yang sedang mengenakan gaun pengantin putih yang indah itu. Aku ikut tersenyum, sedikit mendengus. Orang yang lalu lalang di depan meja kerjaku dan melihat ekspesi ini pasti tahu, ini bukan senyum bahagia.


“Jinri-ya!” aku kaget, suara yang tak asing itu berasal dari seorang yeoja yang tiba-tiba berdiri di hadapan meja. Kudongakkan wajah  mencoba mencari tahu, Oh dia Victoria oenni.  Dengan segera kututup majalah dengan foto-foto pernikahan tadi dan menyembunyikan dari jangkauan penglihatan vic Oenni. 


“wa-waeyo oenni?” bodoh, aku malah tergagap.

“Ini sudah jam istirahat, kita makan siang bersama kajja!”

“Mmm, kau tak makan siang bersama changmin oppa?”

“Kurasa dia makan bersama koleganya. Aish, ahjussi itu! Semakin mendekati tanggal pernikahan kami, ia malah semakin sibuk. Benar-benar!”


Sial, dia mengungkit perihal pernikahannya. “Kau harus mengerti keadaannya oenni. Dia bekerja keras untuk pernikahan kalian. Oo’,kurasa aku tak bisa makan siang bersamamu, Minho oppa berjanji untuk makan siang bersamaku hari ini.”

“Kau yakin?”

Hei! Pertanyaan macam apa itu? “I’m Sure oenni.” Kata-kata yang keluar dari mulutku tak pernah sesuai dengan apa yang kupikirkan.

“Ah, bagus jika minho benar-benar menepati janjinya kan?”

“Ne oenni.” Ku remas kuat majalah fashion wedding special edition yang kusembunyikan darinya. “semoga dia datang.”



Aku jinri, lengkapnya Choi Jin Ri 20 tahun. Aku adalah kepala editor di perusahaan penerbit majalah fashion korea. Semua akan bertanya mengapa di umurku yang semuda ini, aku dapat menduduki posisi sebagai kepala editor. Dulunya itu perbincangan hangat, aniya! Bukan perbincangan hangat tapi perbincangan kotor. 


Aku dipandang rendah, gosip menyebar jika aku meniduri direktur untuk mendapat posisi ini. Semua iri, semua membenciku. Sedangkan gadis bernama victoria tadi adalah satu-satunya yeoja yang ingin berteman denganku. Ia jujur, terbuka, baik dan dewasa. Ia juga yang membersihkan gosip murahan di kantor ini dengan kenyataan bahwa aku adalah keponakan dari direktur utama. Wow. nepotisme memang. Tapi jangan salah,  Aku besar di lingkungan fashion. Aku lahir di jepang dan menempuh pendidikan di sekolah yang menjunjung tinggi keberadaan fashion, dan yang terakhir... ibu ku mantan direktur perusahaan ini. Biodata singkat , Selesai.


Aku duduk diam menyeruput apple juice-ku dengan sedotan. Sesekali melirik pintu restaurant yang terbuat dari kaca tebal, seharusnya namjachingu ku sudah datang. Ia sudah berjanji, dan ini sudah lewat 15 menit! dan jam istrirahatku akan segera selesai. Dimana dia? Kumohon, kali ini saja jangan batalkan janjimu oppa.  


Drrrtt... drrrt... Drrrt

i-phone ku bergetar di atas meja. Sudah kuduga, Minho oppa menelepon. 3 detik dan aku hanya menatap layarnya saja. Foto Minho oppa terpampang disana. Sekarang aku sedang bermain tebak-tebakkan. Jika aku mengabaikan telepon dan ia tak mengulang panggilan lagi, maka ia akan datang. Tapi, jika aku mengabaikan panggilan itu dan ia menelepon sekali lagi, berarti ia tidak datang. Hanphone itu berhenti bergetar, panggilan pertama selesai. Aku harap ia tak menelepon lagi.


Drrrrtt... Drrrt... Drrrtt.

Aku tebak, ia akan memberitahuku bahwa ia takkan datang untuk menemuiku lagi. Ya lagi.

“Yoboseyo oppa.” Sapaku dengan nada lembut. Dasar muka dua, di dalam hati aku bahkan ingin berteriak saat menjawab telepon ini.

“Yoboseyo chagiya. Kau sudah ada dimana?”

“Aku masih di kantorku oppa. Apa kau sedang menungguku di restaurant?” ah, lagi-lagi menipu diri sendiri dan juga orang lain.

“Jinja? Ah, syukurlah kalau kau masih di kantor.”

“Waeyo oppa?”

“Mianne chagiya, aku tidak bisa datang. Jeongmal mianne. Kita akan makan siang bersama lain kali.”

“...” aku terdiam, mencoba mencerna kata-kata yang bahkan sangat sering kudengar belakangan ini dari mulut Minho oppa. tebakkanku... benar.

“yoboseyo? Kau masih disana chagiya? Gwenchana?”

“Ah, ne oppa. Gwenchanayo... tapi kuharap kau makan dengan baik. Jangan lupa untuk minum vitamin-mu, minum air putih yang banyak, dan jika mengantuk isirahatlah sebentar,  lalu...”

“araso, aku mengerti. Aku masih sibuk,lain kali aku akan menghubungimu. Bye.”


Klik. Panggilan terputus. 
Aku menghembuskan nafas melalui mulut, mengatur nafas dengan sebaik-baiknya. Aku dapat merasakan bibirku bergetar, mungkin karena aku terlalu kuat menahan sakit yang kurasakan didadaku sedari tadi.


 Aku selalu melakukan sugesti pada diri sendiri, bahwa aku tidak boleh menangis. Menangis hanya membuatku semakin lemah. Aku masih menempelkan handphone di sisi daun telingaku. Seolah-olah Minho oppa masih ada di seberang sana. “lalu oppa, malam ini pulanglah ke apartemen kita. Aku akan memasak sphagetti untukmu. Aku mencintaimu. Bye.”


Kumasukan handphone ke dalam tas brand lovcat pink milikku, bersiap untuk beranjak pergi dari tempat ini. jika berlama-lama disini, kemungkinan besar aku akan menangisi Minho oppa yang selalu ingkar janji. Menangisinya dengan berteriak melengking seperti orang gila.


Tiba-tiba Mataku bertemu dengan tatapan seseorang . Ternyata seorang  pelanggan di restaurant disini tengah memperhatikanku. Aish! Ingin kucolok kedua matanya dengan sedotan! Tapi raut wajahnya menunujukkan ekspresi kekecewaan. Ah, aku yakin karena ia mendengar kata “Apartemen kita” dan “aku mencintaimu” yang keluar dari mulutku tadi.  Aku tersenyum pahit, menerima kenyataan bahwa aku tinggal satu atap bersama seorang pria bernama Choi Minho dan kami belum memiliki ikatan pernikahan.


Drrt...Drrt...Drrt...

Handphoneku bergetar lagi, Kim Heechul calling.

“What’s happen?”

“Aigoo... kau tak mengucapkan salam? Seperti yoboseyooo.”  Ujar Heechul oppa sambil menirukan suaraku, seraya mengayun-ayunkan lembut bunyi ‘yoboseyo’-nya.

“Ige Bwoya? kau adalah jenis orang yang tak pantas diberi salam.”

“Yak!! Akan kupustukan panggilan ini!”

Aku menaikan sebelah alisku  “do it.”

“....” hening tak ada suara.

“Oppa, jangan mengecohku kau masih disana. Katakanlah ada apa maksudmu menghubungiku...” 


“Phhhft” aku mendengar suara hembusan panjang di seberang panggilan. Ini kebiasaan heechul oppa saat ia sedang khawatir. “Aku tak bisa menemuimu untuk bicara, maka dengarkan perkataanku, dengan baik.” Aku hanya meneguk liur, tiba-tiba kerongkonganku menjadi kering. “Jin Ri-ya, apa belakangan ini tak ada orang yang mencurigakan mendekatimu? Atau tindakan-tindakan yang menyakitimu? Tidak adakan?”

“aniya oppa. Waeyo? Ada masalah lagi dalam gengmu?”

“Mmm, begini. Yesung membuat masalah dengan geng lain. Ia memperkosa (Author: mianneeee elf!)   seorang yeoja yang ternyata adik dari bos musuh kami.”

Deg! 


Aku terhenyak, kerongkonganku benar-benar kering sekarang. Itu adalah hal terbodoh yang pernah yesung oppa lakukan. Menyakiti salah satu orang terkasih mafia adalah bunuh diri massal. Kau menyakiti satu orang, maka mafia itu akan membunuh semua orang yang dekat dengan anggota gengmu.


“Jin Ri-ya? Are u still there?”

Apa maksud Hecchul Oppa bertanya padaku tentang ini? Apa aku masuk dalam incaran musuhnya? Apa itu berarti Minho Oppa juga terancam? Bunuh aku, jangan Minho.

“Damn! Kalau begini kau membahayakan aku dan Minho!” seluruh restaurant menoleh padaku, aku tak peduli.

“Bukan salahku jin ri-ya. Tapi jika mengingat sampai sekarang tak ada satupun tindakan mereka, kurasa mereka tidak tahu kalau kau mantan kekasihku. Jadi kuharap semua akan baik-baik saja. Seperti biasa, kau harus tenang dan menutup mulutmu jika kau mengenal seseorang bernama Kim Heechul.”

Kepalaku tiba-tiba pusing, dan rasanya aku akan segera memuntahkan jus apel yang sudah kuminum. Aku akan pingsan. “whatever. Lagipula itu sudah dua tahun lalu, siapa yang akan mengingat hubungan kita.”

“Ne, kuharap begitu. Hubungi aku jika ada hal mencurigakan terjadi. Jaga dirimu.”


Klik, aku memutus panggilan.


Apa yang harus aku lakukan? Cukup satu kali aku membahayakan nyawaku dulu, saat aku ditikam seseorang dari belakang dengan belati saat pulang bekerja, hanya karena aku adalah kekasih sang sang anggota mafia,Kim Heechul. Tanganku gemetar, mulut dan kerongkonganku kering. Otthokae?  Minho oppa! aku harus memberitahunya! Akupun langsung menghubungi nomor ponsel Minho Oppa yang sengaja kuhapal diluar kepala.

“Yoboseyo oppa? Are u okay?”

“ige bwoya? Aku baik-baik saja. Aku sedang sibuk chagi-ya.”

“Mianne oppa. Aku hanya khawatir, kau harus segera pulang ke appartemen kita malam ini, ada hal penting yang ingin kubicarakan. Jaga dirimu dengan baik, berhati-hatilah. Arachi?”

“Araso chagi-ya. Bye.” Klik, ia memutuskan panggilan terlebih dahulu.

Aku bangkit berdiri dari posisiku,aku sempat melihat wajahku sendiri di kaca  yang terpampang sepanjang dinding restaurant, pucat.  aku harus izin kerja hari ini. 


*****

Aku sedang berada di rumah, tepatnya apartemen yang Minho belikan untuk kami berdua. Aku lebih senang tinggal disini, dimana aku terus dapat melihat Choi Minho walau hanya sekilas, walau hanya melihat dirinya yang sedang tertidur pulas, dan walau hanya menghirup aroma badannya di selimut tebal milik kami berdua. Aku mencintai rumah ini.


Kututup wajahku dengan bantal yang sering Minho pakai untuk meletakkan kepalanya. Harum. Aku menghirupnya dalam-dalam, menghilangkan semua stress dan beban yang kuterima hari ini. Setidaknya aroma ini sedikit mmbuatku rileks. Kemudian kupeluk erat-erat bantal Minho, sambil membenamkan wajahku di permukaannya yang lembut.


“Aku tidak boleh menangis.” Sugestiku pada diri sendiri. Kasur yang nyaman dan Suasana sepi di rumah ini membuatku sedikit mengantuk, tapi aku tidak boleh tidur, karena aku akan memasak sphagetti untuk Minho. Bisakah kau memasak sphagetti setelah diberi tahu seseorang  mantan kekasih yang notabennya seorang mafia, bahwa kau dalam bahaya? Mungkin aku akan akan ditikam (lagi), diracuni, dibunuh saat tidur, di tabrak saat menyebrang... Aku tidak tahu. Yang kupikirkan sekarang hanya bagaimana agar Minho tidak terlibat. 


Aku mendongakkan wajah, menatap foto gembiraku bersama Minho oppa di sebuah sungai dangkal yang pemandangannya indah. Aku ingin kami sebahagia itu untuk selamanya. Bisakah?


Aku dan Minho oppa bertemu dua tahun lalu. Di cafe favoritnya, adore cafe. Kurasa itu adalah pertama kalinya Minho oppa melihatku. Tapi aku sudah mengincar dirinya sejak lama. Aku dan Vic oenni bertaruh, jika aku pasti bisa membuat namja ini bertekuk lutut. Aku meminta izin pada kekasihku, Kim Heechul. Ia mengizinkanku untuk mempermainkan seseorang yang berasal dari Gender yang sama dengan dirinya, itulah kesalahan terbesar seorang Kim Heechul yang selalu membiarkanku bertingkah semauku. 


Aku terus-terusan berusaha membuat Minho oppa jatuh cinta, sangat sulit. Karena ia masih mencintai kekasihnya yang telah meninggal. Dan pada akhirnya akulah yang bertekuk lutut di bawah kaki Choi Minho. Ironis. Tapi usahaku tidak sia-sia, aku sekarang ada disisinya, memilikinya. Menggantikan posisi kekasihnya yang 2 setengah tahun lalu telah pergi jauh. Walaupun aku tidak benar-benar memiliki dirinya, karena kami belum meresmikan hubungan kami dalam suatu ikatan bernama per-ni-ka-han.


Aku mengakui pada Heechul oppa, bahwa aku mencintai Minho. Andai kurekam ekspresi wajahnya saat itu. Ia marah dan mengamuk, aku ikut marah dan mengamuk dan ia malah bingung melihatku. Aku ingat sekali saat aku berteriak dihadapannya “AKU INGIN HIDUP NORMAL! AKU TIDAK MAU DITIKAM LAGI DENGAN BELATI DARI BELAKANG! AKU TIDAK MAU MENJADI KEKASIH SEORANG MAFIA LAGI!!” dengan relanya ia menyerahkanku untuk Minho. Hingga sekarang, ia tak memiliki kekasih. Ia lucu, baik, dan tulus. Ia tak cocok jadi anggota mafia. Kuharap suatu hari ia sadar, dan pergi jauh dari pekerjaannya. tapi aku salah, sahabatnya malah membawa masalah lagi.


****

“Taraaaa!” aroma pasta cheese bolognese dengan cincangan daging sapi korea memenuhi dapur apartemen. Kusajikan sphagetti dengan dengan pasta diatas dua buah piring yang menghiasi meja makan. Kusiapkan juga dua cangkir gelas piala dan sebotol anggur favorit kami. Aku harus melihat rekaman cctv di dapur ini, pasti wajahku sekarang cerah lebih cerah dari lantera, karena aku tak dapat berhenti tersenyum sejak tadi.


Aku melirik jam dinding yang ada di dapur, “Oo’ sudah lewat 10 menit dari jam biasanya. Seharusnya ia sudah ada dirumah.” Gumamku pelan. Aku akan menunggunya pulang. Aku duduk diam di hadapan sphageetti buatanku sendiri. Kelihatannya aku mulai lapar, boleh aku menikung sebentar? Aniya! Aku harus setia! Akan makan, jika Minho oppa makan dihadapanku!


1 jam...

2 jam...

3 dan 4 jam...

5 jam berlalu.


Tak ada satupun tanda kedatangan Minho oppa. Ini sudah tengah malam dan aku tertidur di atas meja makan! Apa yang aku pikirkan! Aku segera bangkit dari kursi dan mencari ponsel untuk menghubungi Minho oppa. Langkahku gontai, karena masih mengantuk, khawatir dan lapar. Aku takut sesuatu terjadi padanya, sesuatu yang telah diperingatkan heechul oppa padaku.


5  kali!! Aku menghubungi Minho dan 5 kali ia tak menjawab teleponku! Aku semakin khawatir, “Come on, oppa... angkat handphonemu, come on...” suaraku bergetar, kurasa aku akan menangis, “jangan menangis, jangan menangis, jangan menangis.” Sugesti lagi, mtaku sudah panas, dan hatiku berdebar kencang, aku tak bisa membayangkan jika suatu hal buruk terjadi padanya. “Oppa, otthokae?” suaraku mulai serak, air mataku keluar, dadaku sakit sekali, nafasku mulai tak beraturan. “Oppa-ku... oppa-ku... oppa-ku dimana? Jinri bodoh, jinri bodoh, jinri bodoh.” Gugup,aku menyalahkan diriku sendiri karena tertidur selama 5 jam tanpa menanyakan kabar kekasihku. Aku terus mencoba menghubunginya. 


Tring! Suara bel, pintu rumah terbuka.


Aku kaget dan menjatuhkan ponsel mahalku. Mataku membelalak “OPPA!!!” aku berjalan dengan cepat kearahnya dan memeluknya sangat erat. “Oppa... aku sangat menghawatirkanmu! Kukira sesuatu telah terjadi.” Aku mengerjap-ngerapkan mataku di tengah pelukan kami, mencoba memperjelas penglihatanku yang kabur karena dipenuhi air mata yang menggenang.


“Oppa, kau bau... alkohol.”

 BRUUKKK

“arrgghhh!” aku mengerang kesakitan. Kami berdua jatuh dan terhempas ke permukaan lantai keramik, Minho oppa kehilangan keseimbangannya dan jatuh menimpaku. Sakit sekali, badan berototnya membuat dirinya sangat berat. Badanku serasa berdegum saat terhempas, dada dan perutku sangat sakit.


“Ugh, oppa.” Kudorong badannya yang menimpaku dengan sekuat tenaga, walau sikut ku terasa sakit sehabis terhempas tadi. Ia berguling ke sampingku, aku duduk dan  kutatap wajahnya yang merah, sudah kuduga ia mabuk.

“O-oppa... kenapa kau mabuk? Aku bilang kau seharusnya segera pulang saat selesai bekerja. Bukan minum-minum sesuka hatimu!” Celotehku yang kuyakini tak akan digubris olehnya. Diluar dugaan ia malah menarik tengkuk leherku dengan tangannya, mendekatkan wajahku dengan wajahnya, aku kehilangan keseimabangan dan sekarang aku yang atuh di atas dada bidangnya.

“Kau keberatan?” ucapnya dengan nada baritonnya yang menggoda. Bau alkohol menyeruak dari mulutnya.

“Ya! Aku keberatan. Aku sudah bilang bahwa ada hal penting yang ingin ku bicara Eummmphh!”


Perkataanku terputus, Bibir minho kini menyumpal mulutku. Ia memberi kecupan dan diselingi dengan lumatan yang hangat, aku tak tahan! Aku ikut memejamkan mata menikmati permainannya. Aku tidak keberatan jika kami akan melakukannya sekarang di lantai dingin ini. Lalu dengan seenaknya ia melepaskan bibirnya dan menatapku dengan lembut dengan kedua matanya yang bulat dan besar , tiba-tiba jantungku berdebar.

“Ada yang ingin kukatakan padamu....”

“A-apa itu oppa?” ia mengeratkan pelukannya di pinggulku.

“Aku mencintaimu, Menikahlah denganku... Choi Sulli.”

DEG!

Duniaku serasa runtuh, aku terjatuh lagi di dada bidangnya. Ia tak tahu betapa bahagianya aku saat mendengar kalimat ‘aku mencintaimu, menikahlah denganku’, dan dengan sekejap ia membuat badanku gemetar hanya karena mengucapkan nama itu ‘LAGI’. Aku menagis terisak sambil memeluknya. Sakit sekali. 


“Sulli-ya, wae? Kenapa menagis? Hentikan jebal..” ia mengangkat wajahku dan mengusap air mataku dengan jemarinya. Ia mengelus lembut rambut pendekku.

“Gwenchana Oppa... oppa apa kau benar benar mencintai Sulli?”

“Mmmh, tentu saja...” terdengar sedikit meracau, tapi aku dapat mendengarnya dengan jelas. Air mataku menetes lagi. Dan segara kuusap dengan punggung tanganku.

“Bagaiamana dengan Choi JinRi? Apa kau mencintainya?” tanyaku sekali lagi.

“.....”

“Oppa, jawablah...” 


Percuma, ia tak menjawab. terlambat, ia telah tertidur pulas. Aku menatap wajahnya yang sudah terlelap. Hidung mancungnya, matanya, bibirnya... kukira ini semua sudah menjadi milikku. Tidak pernah terlintas dipikiranku, bahwa orang yang sudah lama meninggal dapat merebutnya dariku. Air mataku menetes lagi, gigiku bergemeletuk menahan tangisanku agar tidak pecah.


“Oppa... aku tak peduli jika kau mencintaiku karena aku mirip Sulli, aku tak peduli jika kau masih mencintainya. Yang terpenting adalah aku selalu ada disisimu, menjagamu. Aku benar2 tidk peduli jika sampai mati aku takkan pernah bisa menikahimu, aku tak peduli jika semua orang menganggap Sulli lebih baik dariku. Semua yang kulakukan sekarang hanya karena aku mencintaimu.” Kukecup singkat bibirnya dan kupeluk tubuh hangatnya yang masih berbalut jas hitam. Nampaknya aku dan Minho oppa tak akan masuk kerja besok. Karena tubuh kami  akan pegal-pegal, dan flu karena tertidur di lantai keramik yang dingin ini. Aku tak peduli, aku akan melakukan apapun untuk seorang Choi Minho.




“The way i met you like this, why my heart keep trembling?

You make me feels warmm when the wind blows coldly

Just like this, you and me together

My love... you and me together.”


Aku menarik nafas panjang, aroma tubuh Minho oppa masuk dalam saluran pernafasan dan memenuhi rongga dadaku. Aku menyukai aroma ini, walau seharian bekerja ia tetap harum. Aku membuka mataku yang sempat menutup karena mengantuk. “Oppa, ini masih  menjadi kebingunganku, kenapa belakangan ini kau berubah? Apa ada hubungannya dengan Choi Sulli?” yang kudapat hanya bunyi dengkuran sebagai jawabannya. Aku tersenyum, itu manis sekali.


Kenapa aku dipertemukan dengan namja yang dulunya mencintai yeoja yang mirip denganku? sebenarnya siapa Choi Sulli itu kenapa ia mirip sekali denganku? Yak! Aku akan mencari tahu lebih dalam tentangmu, Choi Sulli!



TO BE CONTINUED

annyeong reader-deul^^ lama banget sejak mirrors aku ga nulis, sekarang aku nulis ff yang ke 2, dan masih ada project ff onstal menanti (pamer, digebukin reader). mianne kalo alur cerita susah dimengerti, untuk chapter I masih pengenalan karakter baru kaya JINRI yang jadi pemeran utama, Victoria dan heechul juga. jalan cerita juga lebih dewasa, karena image jinri emang beda ama Sulli yang innocent. anggap aja Jinri kaya yang ada di poster. kayaknya untuk Mirrors II ada 7 chap lah... semoga reader suka ya, dan mianne, chap 1 udah ada kisseu. wkwkwk. oke, mohon komen nya yee... demi perbaikan ke depannya juga. annyeong^^

75 komentar:

  1. Haha. . Ngakak pas bagian pengenalan Heechul adalah seorang Mafia. . Tapi ujung cerita nya ituuuu . . Aiiiishhhh . . Meweeeek . . Kasian Jinri. . Minho juga kasian tapi masih inget Sulli . . Gak tau siapa yg paling tersakiti. . Hiks. . Changtoria ada nyempil dikit. Hehehe. . 7 Chap dev ?? Tumben dikit. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mian oenni kalo jelek ^^"
      7 chap masih dlm rencana oen,kayanya bakal lebih. Keke~~ gomawo udah baca oenni^^

      Hapus
  2. ciaaaaaaaaaaaaa devina yaaa saranghaeeeee LOL
    wow tinggal serumah , parah ni author, ngotorin otak gw :P
    soal caracternya sulli, hmm agak gmana ya, belum kebayang masa', cwe metropolis gtu ya? Tapi gpp lah. gw kirain pas bagian jinri ngerebut minho, ternyata dah pas mereka jadian, yg sabar ya eonni, salah lo sih , knapa muka mirip sulli, marga sama lagi next
    #civok10x

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh gw tupo, jinri maksudny
      tambahan jeball, gan ada yg mati lagi ntar,
      7 capt , pendek amat, oh ya, masih ada hubungannya ma tuh cermin ajaib kgak ni ff, soalnya judulnya masi mirror,
      masoh boleh manggil author horor donk :P

      Hapus
    2. Typo mulu dimana mana. . Wakakakaka. . :D

      Hapus
    3. typo...typo... midd typoooo mehrong :-p

      Hapus
    4. Otak harus cerdas kalo baca tulisan idha,typo udah kaya jumlah pasir banyaknye xD.

      Masih ada hubungannya dha.
      gomawo udah baca idha^^ #civok

      Hapus
    5. maksih atas pujiannya, saya terhura :P
      #lemparTabungGas
      tuh yg lee min joo NGAKU2 istri onew jumma jojo atw ajumma vevy?

      Hapus
    6. onew itu yeobonya ital dhaaa... lo gimana sih :3 (digebukin jojo oenni) xD

      Hapus
    7. Idha_mnurut lo ane capa

      devina -_- #aarrrgggghhttt

      Hapus
    8. hahhaha gw setuu onew yeobonya kristal
      huahhaha aumma jojo itu lee min jo NGAKU2 istri onew :P

      Hapus
    9. hahhaha gwe beberrr
      ONSTAL OH ONSTAL :P

      Hapus
  3. aq g bsa brkomentar~
    in trlalu menyakitkan. :'(
    aq msh blum bs mnrma knytaan bhwa sulli udh g ad.. hikss :'(

    apa hbungan antra sulli n jinri ??
    jaangan galau-kan aq, authorr!!~ >.<
    update yg cpet yaa.. FIGHTING~

    o ya.. g tw knp aq ngrsa sdikit confussed dngn alurny..hehe.. mungkin bawaan ngntuk kli ya~ tp its okay.. sy ttpt akn stia mnunggu ff in kok~
    yiipiii~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mianne han je ra T.T
      Aku juga nebak kalo byk yg bakalan bingung,aku udah bikin konflik sedini ini,itu supaya chap mirrors2 ini ga trlalu panjang kaya kmaren gomawo udah baca ya^^

      Hapus
  4. Awalnya bingung ama Jinri tp pas diperdalam lg bacanya udh paham:D aku juga mikirnya bgtu Minho bkal ngejar2 Jinri eh ternyata Jinri yg ngejar2 Ming -_- Ming'a ternyata blum bisa moveon toh, ditunggu eonni next'a

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukur kalo ridha bisa ngerti dgn cepat^^
      gomawo udah baca ya rid^^

      Hapus
  5. Bingung aku sama Jin ri. dia siapa? kok mirip sulli??
    soalnya aku waktu Mirrors I aku jarang baca dan bacanya diskip terus.
    tapi gapapa deh nanti bacanya lebih teliti lagi biar paham.
    next ya eon ~~ ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jiaaaah . . Di skip. . Ayooo baca mirrors yg pertama di komplitin. Rcl jangan lupa. Nanti tau deh, Jinri itu siapa. . ^^

      Hapus
    2. Herda ga usah baca ulang smua chap di mirrors1. Cukup baca part 22 yg end. Disitu kesimpulan dan akhir konflik dari smua chap. Mian ya kalo alur ceritanya bikin bingung.^^

      Hapus
  6. Cie.... ada mirror II nih...
    Buka blog langsung ada FF mirror II,langsung baca deh...
    Bingung mau komen gimana... pokoknya bagus banget deh dan ditunggu kelanjutannya... :)

    BalasHapus
  7. msh bingung ma alur ceritax. mian. :(
    tp ttp tunggu next chapx ya. pasti lbh seru!! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, mianne kalo author bikin rasdyana bingung ya. T.T
      oh iya,kalo misalkan kamu blum baca mirrors1,baca dulu gih part 22 (end) nya ini linknya http://choiminsul123.blogspot.com/2013/10/mirrors-chap-22-end.html?m=1

      thank for reading and comment^^

      Hapus
  8. Kasian jinri di kecewain trs sm minho. Jadi penasaran nih kaya gmn cerita selanjutnyaa. Next minn(y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. T.T authornya kejam bikin jinri jadi begini ye.

      thank for reading and comment johana^^

      Hapus
  9. Balasan
    1. Jinja?? Kekeke~~
      thanks for reading and comment^^ <3

      Hapus
  10. civooookkkk devinaaaa :-* gomawo deviiiiiiiiiiinaaaaaaaaa udah di posting sekuelnyaaaa,,, suka bgt penggambaran jinri di sini cewek strong gmn gt, tapi kasian ming jadian ma jinri gr2 mirip ma dedek ssul, mezti nyesek, abis poppo aja msh nyebut ssul, mewek ane :'( ming juga kasian masi inget ssul, ayolah move on, bikin kenangan baru kalian minsul, moga tu si enim ama ecul kagak bahayain minsul -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh deb, tambahin dubu napa :-p

      Hapus
    2. Aigoo . . . Komen jojo oenni panjang xD. Dubu entar dibikin ffnya ama ital. Hahahahaha (digebukin oenni). thank for reading and comment oenni! #civok ^^

      Hapus
    3. enim ama ecul bedanya apa sih jo ??? Encung kali. . :D apa sengaja apa emang typo.

      Hapus
    4. typo kayaknya eon :3. *proteced jojo oenni*

      Hapus
    5. maav memang typo adanya #kabooooooooooooooooorrrrrrrrrrr

      Hapus
  11. Wah heechul oppa anggota mafia haha trlalu cantik jd mafia lnjut thor bnyakin moment minsul

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tp muka heechul oppa itu persis kaya mafia2 di tv deh,bener. Mukanya itu cantik tp kejam. XD

      Hapus
  12. wah daebbak ad sekuel.y Mirror,, aku uda perna bca ff Mirror bagus bnget cerita.y Mirror II.y jga bagus tpi nyesekk bnget,, T.T poor jinri, moga minho oppa bisa ngelupain ssul n' bisa ngebalas cinta jinri,, jinri jangan berhenti mencintai minho ne, fightingg!! ^.~p
    next thor aku tunggu ^.^

    BalasHapus
  13. kurang seru rasanya -___,-
    yang bag ke1 baru seru :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Blum. . . Baru permulaan ini mah. Wkwk.
      Gomawo udah baca+komen^^

      Hapus
  14. Daebak thor,,jadi disini jinrinya itu mirip gitu ya??okedeh thor lanjut ya,jangan lama :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,jinri itu mirip ama sulli. Kamu blum baca mirrors1 ya? Baca part22 nya deh.^^
      Gomawo udah baca+komen^^

      Hapus
  15. Krang ngerti sma crta awalnya eon hehe tpi ttp bgus kok eon , lanjut ya eon jngn lama" :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mian -_- authornya lama ga nulis.jadi kacau deh.
      Gomawo udah baca+komen^^

      Hapus
  16. ceritanya cukup menarik thor.. tapi kayanya kurang greget soalnya minho masih kebayang ama sulli, padahal sekarang dia ama jinri. kasian sih si jinri, walaupun itu sama orangnya..
    pokoknya fighting thor!tetep dilanjut yaa, penasaran ama kelanjutannya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ne chika. Smoga chap berikutnya lebih menarik ya.
      Gomawo udah baca+komen^^

      Hapus
  17. Wahh...
    Akhirnya ada jga mirrors II..
    Tp knpa Minho oppa kyaknya ska minum...
    Dan knpa saat jinri mlihat mjalah wedding itu, kok dia spertinya sdih ?
    Wduhh, mkin pnsran nih..
    N ffnya daebakk eon..
    Fighting ne..!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. jinja? gomawo Minmii...^^
      thanks 4 read and komen ya^^
      ntar baca lanjutannya ne?gomawoo

      Hapus
  18. Kasihan jinri di buat pelarian sama mino oppa , minho oppa masih belu bisa ngelupain sulli :'( next ne eon. Saya penasaran. Daebak kok eon :)

    BalasHapus
  19. kyaa akhir.y lanjutan.y ada juga ^^
    Jinri eonni ksian bnget sih, Minho oppa belum bisa lupain Sulli eonni. sabar ya eonni ^^

    huaahh ada Changtoria ^^, eh Heechul oppa juga ada :)
    Tapi, Yesung kok -_-

    next eonni, makin penasaran nih. jgn lama ne ^^ fighting

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwk mian 4 Yesung's conflict...
      thanks udah baca ama komen yee.^^

      Hapus
  20. makasihhhh ternyata mirrors ada lanjutannyaaaa!!! >.... < ♥
    Ak kira si minho yg kejer" si jinri ternyata jinri yg ngejer" minhoo!!
    Aduhhh, seru bangetttt deh angkat 100 jempol buat authorr :p
    Lanjutt ya thorr
    Klu perlu banyak chapternyaaa biar ga cepett abiss
    Keep write yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. gomawoo nadya... thanks udah ngikutun mirrors1 dan mau baca mirrors2. maksimal 10 chap nad, ikutin ya^^.

      Hapus
  21. makasihhhh ternyata mirrors ada lanjutannyaaaa!!! >.... < ♥
    Ak kira si minho yg kejer" si jinri ternyata jinri yg ngejer" minhoo!!
    Aduhhh, seru bangetttt deh angkat 100 jempol buat authorr :p
    Lanjutt ya thorr
    Klu perlu banyak chapternyaaa biar ga cepett abiss
    Keep write yaa

    BalasHapus
  22. For eonni devina, mianne kalo komennya agak kacau :v, eonni alurnya gimana ya? Agak bingung nih, kok bisa jinri jadi penggantinya sulli tinggal serumah sama minho pula:(, makasih udah baca commentnya..... #lanjutinchapnya ya eonni :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saran author kamu baca mirrors 1 minimal chap 22nya, kalo kamu udah baca pasti ngerti. tp untuk chap berikutnya, author bakal bikin summary dari mirrors 1 biar readers ga bingung. oke, thanks for read and komen ya^^

      Hapus
  23. yeaayyy Mirrors ada kelanjutanya :)
    mino oppa belum bisa ngelupain ssul eonni
    apakah jinri kembarannya ssul eonni ???

    next eonni,, palliwa nde :D FIGHTING (y)

    BalasHapus
  24. sayang yaa choi jin ri :( minho blm bisa atau ga bisa melupakan yaa -__-n
    next eonni,, ditunggu,,

    BalasHapus
  25. ak jd inget permintaan minho oppa sma cermin ajaib yg 'kembalikan choi sulli ku' (klo gk salah sih ;) berarti jinri it, emang ditakdirkan sebagai pengganti sulli dong?
    duh maaf thor komen saya agak gaje bin kacau.. heeheheh
    jngn lama" nih eonn nge post chap 2 nya.. penasaran bngt nihhh

    BalasHapus
  26. Huaaa kasian banget jinrinya :'(
    Kenapa minho oppa cuek banget sama jinri ???

    Daebaaak saeng :)
    Mian baru baca :D

    BalasHapus
  27. Kerren thorr.. ^^
    Mian aq reader baru d blog nie ^^

    BalasHapus
  28. Ternyata udah ada mirrors II.. Makasih ya thor udah bikin sequelnya.
    Suka sama karakter jinri yang jadi strong lady dan semoga minho bisa cepet cepet move on. Semangat thoorr^^

    BalasHapus
  29. baru bacaaaa
    seru banget, dapat feelnya
    hehehe
    terimakasih @iswarii23 eonni sudah merekomendasikan hehehe
    thank you so much :*

    BalasHapus
  30. Yaaaaaakk.. keluar jg mirrors II..
    Tp kasian jinri y, soalnya minho masih merindukan sosok sulli, dan gak tergantikan.. semoga jinri sedikitnya bisa perlahan menjadi diri sulli, soalnya memang kebayang tuh minho dilema.. klo sulli masih ada dijamin pasti lebih milih sulli dan ninggalin jinri meski wajah mereka sama..

    Ehmm.. lanjut deh thorr.. seru nih..

    BalasHapus
  31. haiii..new reader here.. kekeke~
    aku telah membaca untuk Miror I, but don't leave comment.. its already end.. so I dedicade will leave comment in here Miror 2... kekeke~

    so... entah itu Minho ataupun Jinri.. ahh them soo pity.. :( Jinri sifatnya bertolak belakang dengan Sulli. apa benar minho masih mencantai Sull? bagaimana dengan jinri? apa yang akan jinri lakukan?

    ahhh.. so many questions... lets continue read chapter two.

    for auhtornim.. always keep spirit^^~

    BalasHapus
  32. Ga di ceritain awal kenal trs bisa jadian ya min hehe. Tp minho masih inget sulli ya. Kasian jinri.mga minho bs nerima jinri

    BalasHapus
  33. huuuuua ^-^ ada squel mirrors nih...#merapat dan bacaaaa..
    keren.. trnyata jinri tuh sifat'a beda bgt sama sull,, #kirain sama

    BalasHapus
  34. author keren deh emg buat ffnya :D aku suka sama semua ff mirrornya ^^

    BalasHapus
  35. bingung yang di maksud mirif sulli siapa :(

    BalasHapus
  36. keren...
    aku suka alur ceritanya....
    lanjut thor...

    BalasHapus
  37. jangan smpai dech jinri meninggal minho oppa seperti sulii !

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template