Minggu, 02 Juni 2013

ff MinSul : 33 days (part 3)

Tittle : 33 days (part 3)


Author : taE_Nda

Genre : comedy (?)

Main Cast : Choi Minho | Choi Sulli | Park Chanyeol


Sulli mencoba tersenyum setelah saling diam , mencoba mencairkan suasana “ haiii , ,” sapa sulli dengan senyum kakunya. Minho tak membalas bahkan minho langsung menutup tirai kamarnya dengan kasar dan cepat.

“dasar, menyebalkan , bagaimana aku bisa menarik perhatiannya sedangkan prilakunya itu sangat cuek dan menjengkelkan “ gumam sulli pelan, lalu berbalik tanpa mengurangi rasa kesalnya .



“apa yang dilakukannya” ujar minho setelah menutup tirainya. “apakah itu yang selalu di lakukan yeoja, ?,apakah mereka tidak ada kerjaan lain “ ujar minho datar, lalu menggelengkan kepalanya, tak habis pikir di kelilingi oleh yeoja-yoeja yang aneh.


Besoknya 2 hari setelah perjanjian
“sulli ahhhh  ,PALLIIII IREONNAAAAAA , ,  “ tegur siwon pada sulli yang siang ini belum bangun juga, sambil terus mengetuk pintu kamar adiknya tanpa henti.

“aaah, oppaaaaa , ,” sulli terbangun dan merengek seperti anak kecil karena tidurnya terganggu.

“palli ini sudah jam 11, kau ini mau jadi apa sulli aaaaaaaah” siwon tak kalah jengkelnya melihat adiknya yang selalu bermalas-malasan seperti ini setiap hari

“ne, ,ne , ,arasho , , “ sulli berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi , tapi saat ia melewati jendela yang terhubung dengan jendela kamar minho, ia memundurkan langkahnya dan membuka sedikit tirai kamarnya untuk mengintip kamar minho “ aaaah, kamarnya sudah rapi , pasti dia sudah pergi kerja ,rajin sekali si dia , “ ujar sulli , lalu sedetik kemudian pergi untuk mandi

--
“ajumma, siwon oppa, sudah pergi kerja?” tanya sulli saat menuruni tangga, “ne ,nona muda” ujar ajumma lee sopan. “eoh ne , , “ ujar sulli lalu bergegas menuju luar rumah untuk sekedar menghirup udara segar, tapi saat ia sedang merenggangkan pinggangnya ia melihat eomma minho sedang kesulitan membawa barang belanjaan yang sangat banyak dengan sigap sulli berlari menghampiri eomma minho dan membawakan setengah belanjaannya “ ah sulli ah  , ,gomawo “ ujar eomma minho saat sulli membantunya.

“ah, ne ajumma, gwenchana” sulli tersenyum manis, lalu di balas juga dengan senyum ramah eomma minho.
“ajumma, kok banyak sekali belanjaannya” tanya sulli saat sudah sampai di dapur rumah minho

“ah, ne nanti malam sepupu minho dari china akan datang jadi ajumma mau membuat acara kecil-kecilan ,,, oh ya nanti malam kau kemari ya sulli” undang eomma minho, sulli sedikit terkejut mendengarnya, sulli dan eomma minho memang sudah akrab, apa lagi eomma dan appa sulli yang jarang dirumah membuat sulli selalu bersama eomma minho saat ia sedang di rumah .

“ah inikan acara keluarga ajumma, aku tak ingin menganggu” tolak sulli

“ne,, ajumma sudah menganggapmu dan oppamu bagian dari keluarga ini juga sulli ah “  tambah eoma minho

“ah, benarkah , gomawo ajumma” sulli tersenyum lebar dan berlari pelan untuk memeluk eomma minho # mereka sudah terlihat seperti menantu dan ibu mertua

“ehem ehem” sulli dan eomma minho menoleh kearah sumber suara, dan itu ternyata minho yang pulang untuk makan siang di rumah

“kenapa kau kemari” tanya minho saat mata mereka bertemu

“aku hanya membantu ajumma , , “ sulli manyun.”baiklah eomma, aku pulang dulu ya” pamit sulli, eomma inha hanya menggelngkan kepalanya melihat tingkah anaknya yang terkesan dingin itu.

“dasar , ,awas kau ya” umpat sulli dalam hati sambil trus menatap minho hingga ia tak tau kalau di depannya ada tong sampah dan

“BRUUUUUKKk”

“aaaaah, appooooo , ,hikksss , “ erang sulli. “sulli ah gwenchana” eomma minho khawatir dan segera menghampiri sulli. “ dasar ceroboh “ ujar minho lalu pergi tanpa menghiraukan sulli. “maafkan minho ya ssul ,  , “.”aniyo ajumma, gwenchana” sulli berdiri dan berjalan tertengkot-tengkot karena sakit di bagian kirinya .” hati-hati ssul” ujar eomma minho

--
Minho pov
“minho ah, kau tak seharusnya berperilaku seperti itu pada ssul dia itu anak yang baik, dia selalu membantu eomma di rumah, kau ini kenapa eoh “ eommaku menepuk punggungku . aku hampir tersedak karena jus yang ku minum itu. “eomma kau mengejutkanku”

“siapa suruh kau bersikap tak sopan seperti itu pada yeoja terutama sulli, eomma tak suka anak eomma berprilaku tak sopan , arachi , ,?” ujar eomma, eomma benar-benar marah aku bersikap kasar dan cuek seperti itu pada sulli. “ne arasho , , , “ jawabku tak ingin memperkeruh keadaan . “baiklah nanti malam jangan lupa untuk menjemput chanyeol ne” ujar eomma lalu berlalu kembali menuju dapur. “ hmmmmm “ jawabku singkat. Hadeeeeh si biang onar itu datang lagi , apa jadinya kalau ia satu kamar denganku , , aisssh ani ,ani bisa-bisa kamarku seperti kapal yang baru menghantak natu karang yang besar

Sulli pov
Namja yang menyebalkan, bisa tidak dia itu terseyum padaku , seberapa mahalnya si senyum itu .
Aku terus menaiki tangga dengan menghentakkan kakiku kuat, mencoba melampiaskan kekesalanku pada namja mata kodok itu. tapi saat setengah jalan aku mendengar suara-suara yang sedang berbisik dengan kegirangan tak terkira. Sedikit ku lirik kearah bawah tangga dan melihat ajumma kim dan ajumma lee pembantu rumahku sedang berbincang ria (?)

“huaah, kau lihat minho shi itu, tampan sekali ne , aku jadi betah kerja disini asal selalu melihat dia , hihihi” ujar kim ajumma sambil meremas-remas celemeknya
“ne aku juga , selain tuan muda siwon yang tampannya aje gile itu, sekarang ada lagi 1 pangeran yang tampannya ¾ mampus,,, aaaa lama-lama mataku ini tanpa operasi sudah bisa membesar sendiri” tambah lee ajumma sambil meremas-remas kain pel,
“hihihihi” mereka tertawa serentak , mereka tampak sangat bahagia membicarakan namja yang menurutku tidak ada apa-apanya itu.

Dengan malas aku melanjutkan langkahku membiarkan lee ajumma dan kim ajumma yang masih bergosip .”dasar, sudah tua masih juga demen yang muda ,, “protesku.

--
Author pov
Ting toong , ,ting tong , ,
“ne, , ,” jawab sulli, saat ia membuka pintu. ‘ah ajumma “ sulli tersenyum melihat eomma minho sedang berdiri di depan rumahnya . “ah sulli ah mian  ajumma selalu merepotkanmu , bisakah kau bantu eomma memasak, untuk nanti malam?”

“aaah.tentu saja eomma , palli , , , “ sulli menutup pintunya dan mengandeng eomma minho “kajja , , “ sulli seperti mengandeng eommanya sendiri tidak ada lagi rasa segan di antara mereka eomma minho dan sulli sangat terlihat akrab , hingga tak jarang orang berpikir sulli adalah anaknya eomma minho, kalau sulli mengelak mereka akan memberikan tanggapan lain seperti “menantu anda , sangat berbakti nonya” sulli selalu terkejut dan eomma minho selalu tersenyum menanggapi itu.

Sulli pov
Ajumma sangat berbeda dengan minho, ajumma sangat baik , ramah, murah senyum dan masih sangat terlihat cantik  walaupun di usianya yang sudah beranjak 48 tahun. Aaaaaah aku bisa memanfaatkan keadaan ini untuk meanarik perhatian minho hihihihi. Aku tertawa puas dalam hati.

“ssul, gwencahana?” tanya eomma minho.

“ahh, gwenchana ajumma” aku nyengir kuda

“tapi kenapa kau senyum-senyum sendiri?, dan lihat tanganmu berdarah sulli  , ,” aku segera melihat ujung jariku dan “AAAAAAH, TANGANKU , , ,” teriakku histeris karena tanpa sadar aku mengiris tangaku sendiri hingga berdarah ..

” ya tuhan ,, palli , palli” dengan cepat eomma minho menekan luka ku untuk menghentikan pendarahan di jari telunjukku dan membantu mengobatinya .

”kau ini kenapa ssul, sampai bisa bengong begitu ?, lihat kau melukai tanganmu sendiri,,, kau tak bisa membedakan mana cabai dan jarimu eoh , “ ujar eomma sedikit meledekku.

“ah, mian ajumma , , “.

”gwenchana, bagaimana apa masih ingin melanjutkan  masaknya?”

“tentu saja , hehehe, hmm ajumma kalau boleh tau apa yang di sukai minho oppa?” ya tuha apa yang baru saja keluar dari mulutku aku menyebutnya dengan “oppa” ini gila , walaupun dia lenih tua 3 tahun dariku, tapi aku tak ada niat memanggilnya oppa. Tapi tak apalah ini demi kesepakatanku pada jiyoung dan suzy

“minho, suka sekali makan mi ramen,bulgogi, dakjuk, dan ddukbokkie , ,”

‘eohhh” aku mengangguk mengerti

“kenapa ssul?” tanya eomma minho seraya tersenyum sedikit mengoda, aaah jangan pikir ia menganggapku menyukai anaknya

‘ah, aniya aku hanya tanya saja ajumma , palli kita kembali masak, “ ujarku salah tingkah  kemudian berdiri dan menuju dapur.

Minho pov
“HYUUUUUNGGGGGGG” ya tuhan itu dia si virus chanyeol .”hyungg, kau menjemputku?” tanyannya dengan wajah sumringah .”tentu saja bodoh, jadi aku menjemput siapa lagi,palii eomma sudah menunggu” ujarku datar dam membalik badan.

“ahh, yah hyung kata ajumma choi, di sebelh rumahmu ada yeoja cantik yaaa?’ ujarnya seraya menyamai langkah kami, aku menolehnya sekilas “nugu?” tanyaku.”yaaak hyung dia itu tetanggamu sendiri” apa yang ia maksud sulli, si wajah baby face itu?.

“mollayo aku tak tau , sudah palli masuk “ aku segera masuk kekursi pengemudi bisa kulihat chanyeol mendesah dan memanyukan bibirnya “dasar , ,bocah “ gumamku pelan, aku dan chanyeol masih sepupuan aku lebih tua 1 tahun darinya tapi tingkah dan sikapku sangat berbeda jauh darinya, ia masih terlihat kekanak-kanakan walapun ia memiliki tubuh yang lebih tinggi dariku tetap saja ia masih terlihat manja dan heboh sendiri ,

 seperti ini bisa di lihat ia sekarang sedang memasang headset di telinganya dan mengerakan kepalanya sambil memejamkan matanya . tak jarang tangannya melambai-lambai seperti orang yang sedang menonton konser, dan seolah-olah sedang memainkan gitar dengan penuh semangatnya .” bisakah kau diam CHANYEOL” ujarku, , tapi sepertinya volume yang ia set itu sangat keras hingga ia tak mendengar panggilanku “ HUUUUUUH , “ aku hanya bisa menarik napas dan bersabar  melihat ulahnya .

--

Author pov
“AJUMMAAAAA”teriak chanyeol saat girang saat memasuki ruamh minho, minho hanya menggeleng dan medesah

“ah, chanyeol . “ ujar eomma minho

“ajumma  , , ka sangat terlihat cantik malam ini heheh” chanyeol tersenyum menampakkan sederet gigi rapinya

‘ah, benarkah? Haha, baiklah kita kedapur yuk eomma dan sulli sudah menyiapkan banyak makanan untuk kalian , palli” ajak eomma minho

“mwo,,  sulli ?” tanya minho. eomma minho dan chanyeol menatap wajah terkejutnya minho “wae , ,ne sullli , ,” ujar eomma minho.

“nugu ajumma?” tanya chanyeol.

“dia tetangga sebelah yang eomma ceritakan padamu itu “

“jeongmal ?” tanpa aba-aba chanyeol segera pasang gigi dan tancap gas menuju dapur yang sebenarnya tak tau di mana

“yaaak, chanyoel kau mau kemana?” tanya eomma inho

dapur ajumma” ujar chanyeol yang sedang berlari kelantai atas

“yakk, phabo, dapur itu di lantai bawah, lantai atas itu kamarku , aissh jinjah , ini anak” keluh minho frustasi

“eoh ia hehehe” chaneol tertawa tanpa dosa.

--

“HUUAAAAAAH, banyak sekali ajumma  , , ,” mata chanyeol hampir keluar melihat makanan yang sangat padat memenuhi meja makan itu.

“ne ini karena bantuan sulli , kalua tidak mana bisa ajumma membuatnya” eomma minho sedikit melirik minho yang berdiri tak begitu jauh dari meja makan , minho menatap makanan itu tanpa ekspresi.

“ajumma ige seolleongtang (sup tulang sapi) mau taruh dimana?” ujar sulli yang baru muncul dari dapur ia terus menatap sup panas itu tanpa tau kalau minho, dan chanyeol sudah datang

“HUAAAH, neomu YEOPPUDAAAAA” ujar chanyeol tanpa berkedip dan mulut menganga, eomma minho hanya tersenyum melihat sulli dan minho ya lagi-lag melihat sulli dengan ekspresi datar

“ahh , “ sulli terkejut dan menatap chanyeol

“chanyeol ini sulli , sulli ini chanyeol sepupu terdekat minho” eomma minho memperkenalkan chanyeol

“ahh, jadi kau yang bernama sulli , mari aku bantu , ,membawakan supnya” chanyeol langsung bergegas mengambil bangkuk sup panas dari tangan sulli, chanyeol itu tipikal namja yang sangat romatis dan perhatian, walapun ia orangnya heoh tapi sifatnya yang romantis di dukung lagi dengan wajahnya yang tampan membuat chanyeol di gilai seluruh yeoja.

‘ah gomawo , ,” ujar sulli agak kikuk, lalu matanya menuju mata minho, mata mereka bertemu “ah , annyeong , op ,, op , opp , oppa , ,”” sulli tergagap .”sulli gwenchana?’ tanya eomma minho, sulli sebenarnya sangat tak rela memanggil minho dengan sebutan oppa, tapi demi janjinya ia harus rela melakukan apa saja, bukan ?

Minho melirik ibunya yang sedang menatapnya seolah berkata “ JAWAB”
“hmm,ne anyeong “ jawab sminho singkat

Sulli menarik napasnya mencoba menenagkan perasaanya. ‘kau juga harus memanggilku oppa ne, ,” sulli menatap chanyeo yang sedang tersenyum ramah padanya, sangat berbeda dengan perlakuan minho “ah ne oppa, aku 94 line ,, choi jinri imnida, oppa bisa memanggilku sulli” sulli memperkenalkan dirinya

“ah, nama yang cantik secantik orangnya , hehhe, palli duduk di samping oppa , ,” chanyeol mengeserkan kursi di sebelanya yang di maksudkan untuk sulli.

“ne ssul ,palli , “ ujar eomma minho, sulli menatap eomma minho dan chanyeol bergantian mereka tersenyum ramah  ,tapi saat melihat minho, minho hanya seperti awal diam tanpa suara

“ne, oppa, ajumma” sulli akhirnya duduk di sebelah chanyeol

--

“hmmm mashitaaaaaaaa ,,, sulli , apakah ini semua kau yang masak ?” tanya chanyeol di sela-sela kunyahannya

“gomawo . ani oppa, aku masak bersama ajumma” ujar sulli

“tapi keahlian sulli memasak sangat baik lho chan , ,” puji eomma minho

“ne, , arasho , , hmmm enakk , , delicious , ,” chanyeol kembali makan, dan mata sulli kembali melihat kearah minho “ dia makan tanpa ekspresi, apakah dia selalu makan dengan raut wajah menyeramkan seperti itu “ sulli membantin, tapi saat sulli sedang memperhatikan minho, mata bulat minho juga menatap sulli. “UHUk  uhuk , “ sulli yang terkejut langsung tersedak.

“ah gwenhana?” chanyeol segera memberikan segelas air putih pada sulli, dan sulli segera meneguknya, bisa terlihat dari kaca gelas itu minho sedang mengelengkan kepalanya dan melanjutkan makannya “sulli phabo , dasar phabo , liat pasti minho itu sudah ilfeel melihatmu ,aaaah” sulli mengerutu dalam hati.

“sulli” panggil chanyeol.

“hmmm?” sulli melirik chanyeol dengan gelas yang masih ada didepan mulutnya

“apa yang kalau lakukan air itu sudah habis , “

“MWOOO?” sulli menarik gelas itu dari mulutnya dan benar saja gelas itu sudah kosong dan tadi sulli masih mencoba meneguknya

“ah  ,miane, ,miane, ,” sulli salah tingkah, ‘aku kenapa bisa seceroboh ini sii ya tuhan  , , aku udah sangat terlihat bodoh di mata namja itu ,aaaah, otthokhe, , “ pikir sulli dalam hati seraya tertunduk mau

“gwenchana hehehe ” chanyeol  mengacak rambut sulli pelan (apakah chanyeol menyukai sulli ???, bagaimana dengan minho ???, )

TBC





17 komentar:

  1. haha. . Si Happy Virus muncul. . Lucu deh Chanli ada disini. . Xixi. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. but, eonni, , ff eonni mnnnnnn????? udah bejamur ni nunggunya
      @taE_Nda@

      Hapus
  2. hahahaha , makin seru ni cerita chingu , di tg ya part selanjutnya :D

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. ne, gomawo , ,insya allah ,secepatnya ne
      @taE_Nda@

      Hapus
  4. SERUU (y) (y) Ada chanyeol lagi :)

    penasaran, sulli berhasil gak ya -,-

    next chingu :D

    #indriflamer^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. moga aja de chingu , takutanya dia kecantol sama chanyeol oppa, yang romantis haha
      @taE_Nda@

      Hapus
  5. oenni ff i dont need a man part 3 ko ngak d publish lagi?


    idha shawol affxtion

    BalasHapus
  6. Waaahh....
    Lanjut ya eon ffnya bagus banget
    Ma'af baru komen di part 3 :D

    BalasHapus
  7. Aduh ni pasti seru minho mudah2han cemburu ya

    BalasHapus
  8. Sulli adalah istri idaman eommanya minho nih kyknya..
    sampe sampe ngajak masak bareng :D
    omo chanyeol sepertinya sangat menyukai sulli,bagaimana nanti dengan minho ??
    minho jangan cuek cuek nanti sulli diambil chanyeol galau lagi hahaha

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template