Rabu, 19 Maret 2014

A Letter From Heaven (Chap.3)



Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli, Lee Taemin,  Jung Yunho
 
Author : Dina Matahari
 
Genre :  Romance,Misteri
 
Length : Chapter

  Rating : General  

Foreword:
 
What if we realize that we are already in love with someone who turns out was
 a ghost?


Do ghosts can communicate with humans?

What if we are elected by the ghost to realize their last wishes before they are die?

 
 



Selama dirawat di Rumah sakit Sulli bertemu dengan seorang dokter yang menarik hatinya, sehingga ia jatuh hati kepada dokter tersebut. Sesaat sebelum meninggalkan rumah sakit baru ia mengetahui bahwa dokter yang dicintainya sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu akibat kecelakaan lalu lintas.

Setelah kembali ke rumah, ia berjumpa dengan seorang sahabat kakaknya yang nama dan wajahnya sama persis seperti dokter tersebut.


Apakah itu hantu dokter yang mengikutinya ?


Apakah itu manusia yang wajah dan namanya mirip sekali dengan dokter tersebut ?


Banyak hal yang dialami oleh Sulli, yang mendorongnya untuk membuka sebuah surat yang diberikan dokter tersebut , sehari
sebelum ia meninggalkan rumah sakit.


SEBUAH SURAT DARI SURGA
( A letter from Heaven)



Tempat tinggal Keluarga Minho



Choi Minho berdiri di hadapan cermin yang memantulkan bayangannya yang sedang berdiri tegak. Ia meneliti tubuhnya mulai dari rambut, wajah, badan, tangan, kaki….ia benar-benar tidak terpikirkan kalau ada orang yang secara fisik mirip dengannya, seperti apa yang dikatakan oleh adiknya Taemin.

Reinkarnasi ? 
Apakah ada reinkarnasi ? 
Kalau ada reinkarnasi, bukankah berarti ia adalah duplikat dari orang yang sudah mati ? Bukankah ia harus sama persis dengan orang tersebut ? 
Tetapi kalau dia seorang dokter, mengapa dirinya tidak memiliki ketertarikan pada bidang tersebut ? 
Ini bukan reinkarnasi…pasti ada penjelasan yang logis. Kemudian….ini juga pasti bukan kebetulan. Choi Minho yakin akan ada penjelasan yang logis untuk itu. Tak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini, pasti Tuhan telah mengatur semuanya.


“Minho, apa yang kau lakukan di depan cermin,huh ? Kenapa termenung menatap bayanganmu sendiri ?? Apakah ada orang yang mengatakan kamu tidak ganteng lagi ?” ibunya yang baru muncul menggodanya.

“Umma, aku hanya penasaran….adik sahabat baruku Choi Taemin mengatakan bahwa aku mirip dengan seorang dokter yang ditemuinya selama dia dirawat di rumah sakit.”

‘Ah…bagus kalau begitu, berarti kau mirip dengan orang sukses.”

“ Aniya Umma, ternyata orang tersebut sudah meninggal dunia.”

“Hah ??! Jadi adik sahabatmu itu bertemu hantu ??”

“Ya. Dan eomma tahu, bagaimana reaksinya saat melihatku ?? “

“ Tentu saja, Umma dapat membayangkan bagaimana takutnya dia saat melihatmu!!”

“Bukan itu saja eomma, dia menunjukku dan meneriaki aku hantu. Dan parahnya, dia langsung pinsan di tanganku !”

“Mwoya ?? Apakah separah itu ? Dia seorang perempuan ?”

“Nae. Ini sangat memalukan! Seumur hidup baru ada seorang gadis yang menyebutku hantu !”

“Ah ha ha ha… itu namanya jodoh, Minho! Apakah gadis itu cantik ?” 

“Aish eomma….anda selalu menggodaku seperti itu. Walaupun dia cantik, belum tentu dia menyukaiku…apalagi kalau dari awal dia beranggapan aku hantu….”

‘Oh jadi dia cantik…dan kau takut dia tidak tertarik kepadamu karena dia menganggapmu hantu ?”

“Oemma !!”

"Aigoo, Minho....jangan marah ! Tetapi Eomma sungguh-sungguh dengan mengatakan bahwa mungkin saja dia berjodoh denganmu. Bawalah dia ke rumah dan kenalkan kepada eomma. Nae ??"

'Andwae ??" Minho benar-benar merasa terganggu dengan godaan ibunya .

Melihat mukanya yang cemberut Mrs.Choi hanya tertawa, kemudian meninggalkan anaknya yang masih ngomel di kamarnya.




Melihat ibunya yang tertawa, Minho meremas rambutnya kesal. Ia kembali mengingat bagaimana kelakuan adik Taemin saat tersadar dari pingsannya.

Minho merasakan jantungnya berdebar saat mengingatnya, bagaimana tangannya yang putih dan halus merabai wajahnya. Mereka berdiri begitu dekat, wajahnya hanya berjarak beberapa centimeter darinya. Ia bahkan seperti mencium kembali wangi nafasnya.

Tanpa sadar ia meraba dadanya , berusaha menahan debaran jantungnya yang makin menggila. Ia memejamkan matanya.

"Aish Minho, apa yang terjadi padamu ? Kau baru bertemu dengannya dua kali dan kau sudah separah ini ?"

Ya, diakuinya sejak pertemuannya dengan adik Taemin ingatannya selalu padanya. Bagaimana tidak, baru pertama kali dalam hidupnya ia bertemu seorang gadis kemudian gadis itu pingsan dalam pelukannya. Ia seolah bisa merasakan kembali bagaimana tubuhnya yang hangat melemas dan bersandar pada tubuhnya.

“Aish Minho sadarlah ! Jangan bermimpi ! Dia berfikir kau ini hantu. Kau membuatnya ketakutan !”





Apgujeong, Rumah keluarga Taemin


Choi Sulli memandang kakaknya yang duduk cemberut dengan tangan terlipat di dada.

“Pokoknya Sulli, kau harus minta maaf pada sahabatku !”

“ Oppa, aku kan tidak sadar melakukan itu.”

“ Tidak sadar? Bagaimana mungkin kau melakukannya dengan tidak sadar. Kau sedang terbangun,matamu terbuka, kau berdialog dengannya. Masa kau tidak sadar ?”
“Mianhe, oppa. Aku tidak bemaksud seperti itu.”

“Bukan itu saja Ssul, kau merabai wajahnya tanpa minta maaf terlebih dahulu. Aish…..sungguh memalukan !!” desah Taemin.

“Huh ?? Aku melakukan itu ? Mengapa kakak tidak mengingatkanku ?”

“Aku mengingatkanmu berkali-kali ! Tetapi wajahmu sangat menakutkan dan kau terus bicara sendiri.”

 "Aigoo....bagaimana ini bisa terjadi ?"

Sulli memegangi kedua pipinya yang memanas. Ia bisa membayangkan bagaimana terkejutnya teman kakaknya saat ia melakukan hal konyol seperti itu. 

Merabai wajah seorang pria yang tidak dikenalnya ? Yang baru saja berjumpa dengannya ? Bagaimana ia kehilangan kendali diri seperti itu ? Sangat Memalukan sekali, bukan ? Tetapi itu bukan kesalahannya semata-mata, kan ?

"Itu...itu salahnya sendiri !!" celetuk Sulli tiba-tiba.

Taemin yang mendengar itu, menatap adiknya dengan tatapan kaget.

"Apa maksudmu kesalahannya. Bahkan ia tidak  menyentuhmu sedikitpun. Aku malu padanya, Sulli !!"

 "Namanya Choi Minho. Ia dan dokter itu sangat mirip ! Aaargh...!!" 

Sulli menggaruk kepalanya kesal, sulit sekali meyakinkan kakaknya bahwa ia telah melihat wajah sahabatnya di rumah sakit dalam bentuk seorang dokter.

"Bagaimana aku bisa meyakinkanmu bahwa mereka memang seperti kembar !"

Ia teringat kembali tentang tahi lalat dan bekas luka yang tiba-tiba menghilang.

"hanya saja, sahabat oppa tidak memiliki tahi lalat di leher dan bekas luka di tangannya. Tetapi itu ...Aah...molla !!" teriak Sulli.

"Kau hanya berhalusinasi, Ssul. Mari kita temui dia dan minta maaf padanya. Aku bisa menjelaskan bahwa waktu itu kau berhalusinasi karena rasa sakit di kepalamu itu."

"Tetapi aku tidak berhalusinasi. Sudah kukatakan bahwa ini adalah reinkarnasi. Dokter Minho bereinkarnasi padanya. Itu penjelasan masuk akal."

"What the hell of reincarnation ?? Ayolah Sulli, jangan keras kepala. Aku tak akan mengatakan pada appa dan oemma tentang hal ini tetapi kau mau ikut oppa ke rumahnya dan meminta maaf padanya. Arasseo ?!!"

Sulli melihat ke arah kakaknya dengan mata melebar. Ia sepertinya tak bisa menolak keinginan kakaknya. Mengadukan hal itu kepada orang tua mereka berarti ia harus kembali diperiksa oleh dokter...dan itu berarti kembali ke rumah sakit ?

" Noooo...!" Ia berteriak putus asa," Jangan katakan pada eomma dan appa. Baiklah aku akan meminta maaf padanya dan oppa katakan apa yang oppa inginkan saja."



Rumah Keluarga Minho

Sulli dan Taemin berdiri di depan sebuah rumah yang tidak begitu besar tetapi terlihat  nyaman dan asri. Banyak tumbuhan di halamannya yang tidak begitu luas, menambah keindahannya..

Taemin sekali lagi melihat selembar kertas di tangannya, untuk meyakinkan dirinya bahwa itu adalah rumah Choi Minho, sahabat barunya.

"Ya. Ini adalah rumahnya. Ayo !!"

Ia memegang pergelangan tangan adiknya, kemudian mengajaknya menuju rumah bercat putih itu. Rumah tersebut kelihatan sepi.

"Tampaknya tak ada orang di rumah, oppa !" kata Sulli.

Diam-diam ia berdoa dalam hatinya agar apa yang diucapkannya tersebut menjadi kenyataan. Ia belum siap bertemu dengan Choi Minho, ia belum siap menanggung malu akibat perbuatan bawah sadarnya.

Taemin mengucapkan salam berkali-kali. Tak ada jawaban. Kemudian ia mencari bel, barangkali ada bel di sekitar sana.

"Kau mencari aku ?"

Sebuah suara tiba-tiba terdengar dari arah belakang mereka. Sulli yang berdiri setengah melamun berbalik dan tanpa sadar ia berteriak ketakutan melihat seseorang berbaju putih-putih yang berdiri tidak jauh darinya.

" Aaargh...!!" spontan ia menutup wajahnya.

Taemin yang berdiri di sisinya, menyenggol  Sulli untuk mengingatkannya. Ia merasakan mukanya memanas, merasa tidak enak hati ketika melihat seorang wanita tengah baya yang berdiri di belakang sahabatnya. Ibunya Choi Minho.

'Any..Annyeong...Annyeonghaseyo !" kata Taemin terbata-bata. 

Ia menginjak kaki Sulli dengan keras.

" Auch !!" 

Sulli refleks berteriak sambil mengangkat sebelah kakinya yang terasa sakit dan memegangnya. 

"Ini sakit sekali,Oppa !!" gerutunya sambil memandang ke arah Taemin.

Taemin menggerakkan kepalanya, memberi aba-aba kepada Sulli.

"Apa ??" tanya Sulli dengan sewot.

Melihat gerakan kepala dan aba-aba dari mata kakaknya, ia menoleh dan tertegun melihat Choi Minho berdiri di sisi seorang wanita tengah baya. Mereka memandanginya dengan senyuman lebar di wajahnya .Perlahan Sulli menurunkan kakinya yang masih terasa sakit. Wajahnya yang putih bersih tiba-tiba berubah menjadi merah seperti tomat matang.

"Annyeong !!" 
Ia membungkukkan badannya menyalami mereka. Ia benar-benar merasa malu dengan keadaannya, yang tentunya terlihat sangat tolol.

"Aish Sulli, mengapa kamu selalu terlihat tolol di hadapan Choi Minho ini ?"

"Kalian siapa ? Apakah mencari seseorang ?" tanya wanita tersebut.

"Eomma, ini Taemin sahabatku yang saya ceritakan dulu. Dan ini adalah adiknya yang menganggap saya adalah hantu."

Mendengar itu wajah Sulli bertambah merah. 

" Aaah...jadi ini yang sering kau ceritakan ? Taemin dan...?

" Sulli imnida !" jawab Sulli malu-malu.

"Suli...nama yang indah. Sesuai sekali dengan namamu, kau memang seperti bunga seputih salju."


Minho Pov

Hari sudah sore, eomma menyuruhku membawa belanjaannya. Kami berjalan menuju rumah dan aku melihat sepasang manusia berdiri di teras rumah kami. Aku seperti mengenalinya. Ya, dia adalah Taemin dan adiknya. Aa apa dia datang ke rumahku ?

"Kau mencari saya?"

aku bertanya bermaksud untuk mengejutkan mereka. Adiknya yang berdiri di depanku tiba-tiba berbalik, matanya terbeliak dan ia berteriak.

"Aaargh ...!"

Kemudian ia menutup wajahnya. Aku kaget melihat reaksinya.
Maksudku ingin mengagetkan mereka tetapi justru aku lah yang kaget mendengar teriakannya. Namun rupanya bukan aku saja yang kaget, kulihat Taemin juga kaget melihat reaksi adiknya.  

Wajah Taemin berubah memerah saat mengetahui eomma ada bersamaku. Tangannya dengan gugup menyenggol adiknya yang masih menutup wajah.

 "Anny .. Annyeong ... annyeonghaseyo! "Taemin berkata gugup, kemudian kulihat ia menginjak kaki adiknya dengan keras. Aku kaget melihat tindakannya seperti itu.

"Auch!"

Adiknya berteriak lagi, kali ini  kakinya sebelah terangkat. Tangan yang tadi menutup wajahnya kini memegangi kakinya yang terangkat. Wajahnya terlihat menahan sakit dan marah.

"Ini sakit sekali, Oppa!"

Dia terlihat menahan marahnya, matanya menatap Taemin dengan marah.
Melihat kelakuannya, aku tak bisa menahan diri untuk tersenyum. Dia terlihat lucu dengan posisi tubuhnya yang seperti itu.

Kulihat Taemin berbicara dengan adiknya menggunakan bahasa tubuh.

"Apa??" 

Adiknya bertanya dengan nada marah, ia terlihat masih jengkel. Tetapi detik berikutnya ia menoleh ke arah kami. Tampak sekali ia kaget menyadari kami berdiri di hadapannya. Ia segera menurunkan kakinya. Wajahnya tiba-tiba memerah. Lucu sekali.
 
 "Annyeong!"  

Ia membungkukkan badannya.

"Siapa kamu ? Kau mencari seseorang?" 

Eomma yang juga tersenyum kegelian, bertanya dengan suara yang ramah. Taemin dan adiknya terlihat gugup.

"Eomma, ini Taemin sahabatku yang saya ceritakan dulu. Dan ini adalah adiknya yang menganggap saya adalah hantu." kataku

" Aaah...jadi ini yang sering kau ceritakan ? Taemin dan...?

"Sulli imnida!" adik Taemin menjawab sambil tersenyum.

"Suli...nama yang indah. Sesuai sekali dengan namamu, kau memang cantik seperti bunga dan kulitmu seputih salju."

Well, saya setuju dengan yang dikatakan eomma. Sulli memang cantik, kulitnya putih bersih seperti salju. Dengan sikapnya yang malu-malu dan wajah memerah ia terlihat sangat menggemaskan.

"Aish Minho, apa yang kau pikirkan ?"

Ny.Choi menepuk bahu Choi Minho, mengembalikan kesadarannya.

"Apa  ?" kata Minho kaget

"Ajaklah mereka masuk !" NY.Choi mengedipkan sebelah matanya.

Choi Minho wajahnya memerah, ia sadar ibunya tahu kalau ia tadi memikirkan Sulli. Ibunya selalu bisa menebak isi pikirannya dengan tepat.

"Ayo, masuklah !" kata Choi Minho.

Setelah Taemin dan Sulli duduk di kursi sofa, ia minta ijin untuk menyimpan dahulu barang belanjaan yang dibawanya.




"Aish Sulli..." kata Taemin saat melihat Minho meninggalkan mereka berdua.

"Baru saja datang, kau sudah membuatku malu. Apakah  Kau   bisa berhati-hati dengan dirimu sendiri ? "

"Mian Oppa..." jawab Sulli dengan rasa bersalah. Seharusnya kakaknya juga tahu bahwa dirinya lebih malu dengan situasi tadi.

" Lupakan saja !" kata Taemin cepat, ia merasa bersalah juga saat melihat wajah adiknya yang terlihat sedih.

"Ingat kata-kata Oppa, kau harus minta maaf pada Minho karena tindakanmu waktu itu. Arasseo ?"

"Ne."



Minho kembali ke tengah-tengah mereka. Ia duduk di sebelah Taemin.

" Maaf, bukan karena saya tidak suka dengan kedatangan kalian....tetapi saya benar-benar terkejut melihat kedatangan kalian. Ada apakah  ?"

"Sebenarnya saya mengantar adik saya untuk menemuimu. Katanya ia ingin mengatakan sesuatu kepadamu." jawab Taemin.

Tatapan Minho beralih kepada Sulli yang duduk dengan gelisah. Entah kenapa, ia kembali merasakan desiran dalam dadanya melihat gadis ini. Dia menyukai Sulli sejak pertama melihatnya. Gadis ini unik, dan rasa suka di hatinya semakin bertambah ketika ibunya berkomentar positif tentang Sulli. 

"Sulli !" Taemin menegur adiknya yang terlihat gugup.

Sulli mengangkat wajahnya, matanya langsung bertatapan dengan Minho. Jantung Sulli berdetak tak menentu. Ini selalu dirasakannya setiap ia duduk mengobrol dengan"hantu" Choi Minho di rumah sakit.

" Ya....?"  Choi Minho menunggu.

" Saya...saya...." Sulli melihat ke arah kakaknya

" Kau ... apa ?"

Minho bertanya dengan sabar, ia merasa jantungnya mulai berdebar menebak-nebak apa yang akan dikatakan gadis ini kepadanya sehingga harus diantar oleh Taemin, kakaknya.

" Saya...ingin minta maaf." katanya dengan susah payah.

Mendengar hal itu, diam-diam hati Choi Minho kecewa. Ia tersenyum sendiri, menertawakan kebodohannya berharap Sulli akan mengungkapkan sesuatu yang lain.

" Waeya ??" dengan tatapan polos Sulli bertanya.

"Huh ?" Minho menatapnya tak mengerti,"apa ?"

" Mengapa tadi kamu tertawa begitu mendengar saya ingin minta maaf. Apakah ada  sesuatu yang lucu ?"

"Oh...tidak. Bukan seperti itu. Tak ada yang lucu sama sekali." katanya dengan wajah merah.

"Aish, kalian ini seperti dua anak SMP yang malu-malu !" tiba-tiba Taemin menyela pembicaraan mereka, ia merasa geli sekaligus kesal dengan "pertunjukkan" di  hadapannya. Sebenarnya ia merasakan situasi canggung yang ada antara adiknya dan sahabatnya. Dan ia menyela mereka untuk mencairkan kecanggungan tersebut.

Choi Minho melihat Taemin dengan rasa kesal, walaupun ia menyadari sekali bahwa kata-katanya benar.

"Jadi Sulli, apa sebenarnya yang ingin kau katakan padaku ?"

Akhirnya Choi Minho berhasil menguasai dirinya, dan mulai membuka percakapan dengan Sulli.

" Seperti yang tadi saya bilang, saya ingin minta maaf. Anda tahu, kejadian beberapa hari yang lalu...err...itu terjadi begitu saja. " Wajah Sulli benar-benar merah karena malu dengan kelakuannya waktu itu.

" Maaf, kejadian yang mana ?" Choi Minho menggodanya.

" Kejadian itu....err...Saya tidak tahu, Taemin oppa mengatakan kepada saya bahwa waktu itu saya melakukan hal yang memalukan. Yaa...sesuatu seperti itu !"

" Yang mana, Sulli ? Karena kamu telah pingsan di tanganku ? Atau karena kamu menyebutku hantu ? Atau......?"

" Semuanya !" Sulli tak sanggup mendengar kelakuannya yang memalukan disebutkan satu persatu.

" Semuanya ?"

" Ya. Terutama ketika saya dengan tidak sopan memeriksa wajah anda. Taemin oppa mengatakan hal itu kemarin...." Suaranya berubah semakin pelan.

" Oh...itu. Saya tidak keberatan sama sekali."  jawab Minho jujur. Ia justru merasa paling senang dengan bagian itu. Yaitu saat tangannya memeriksa wajahnya.

" Sejujurnya, saya memang agak kaget dan takut waktu itu. Tetapi lupakan saja. Saya tahu, kamu melakukannya karena masih bingung. Atau mungkin kau sedang berhalusinasi."

" Saya tidak...!" kata Sulli

" Ya kau memang." kata Taemin

Taemin dan Sulli berpandangan. Akhirnya Sulli menunduk, ia mendesah putus asa.

"Ya, seperti yang Oppa kataka, saya telah berhalusinasi."

Choi Minho mengerutkan alis, ia sepertinya menangkap sesuatu yang salah dalam sikap Sulli. Tetapi ia tidak mau mengoreknya sekarang.

"Baiklah,  seperti yang saya katakan tadi. Lupakan saja semua yang telah terjadi. Mari kita berteman !"

Minho mengulurkan tangannya mengajak bersalaman, yang disambut Sulli dengan gembira. Ia tidak mengira kalau teman kakaknya begitu baik. Mau memaafkannya bahkan mengajaknya berteman.

"Okay. Berteman !" katanya dengan tersenyum, memamerkan barisan giginya yang seperti mutiara.
  









BERSAMBUNG







29 komentar:

  1. hahahaha tak bisa di bayangkan bagaimana wajah sulli saat mndpti minho dan eomma'ny ad di hadapannya...
    tapi eon aku masih pnsaran bnget nih am surat yang di kasih sma dr.choi minho waktu di rumah sakit itu...

    next eon..!!

    BalasHapus
  2. taraaa .. cerita mereka akan segera kembali di mulai .. ^^
    wahh penasaran sebenarnya, dokter itu siapa, minho oppa itu dari mana, dan surat itu isinya apa ..
    sulli eonii lupa kali ya dia punya surat yg di kasih dokter .. hahhaa ..
    tapi syukurlah kelihatan sekali kalau oppa suka sma sulli eonii .. ^^
    dina eonii ceritanya seru deh, next chap banyakin adegan romantis nya ya .. hahaa #plak
    ga sabar baca cerita selanjutnya ..

    BalasHapus
  3. Hihihi sulli lcu amet sih apa lg pas mukanya merah kya tomat,, ga bsa d bygngin gmna malu nya sulli,,,

    d tggu lanjutanya ne

    BalasHapus
  4. minho udah mulai suka yaa sama sulli kkkk~ ga sabar sama kelanjutannya, apalagi minsul udah jadi temen, duh penasaran tingkat dewa *alay maksimal haha

    BalasHapus
  5. Hahahaha kebayang minho yg super cool wkwkwk
    Lanjut ya thor ;)

    BalasHapus
  6. aseek minho suka ama sulli :)
    akhirnya mrka berteman jg skrg mga aja dari teman jd demen hehe
    lampu hijau dri eomma minho udh dpat tnggal minho aja ushany bwt bsa dpt sulli
    lanjut thor jgn klamaan :)

    BalasHapus
  7. Keren akhirnya deket juga minsulnya :D
    Next thor yuuuhuuuuu

    BalasHapus
  8. hahaha... :D sulli nya lucu :D
    dan minho orangnya g dingin :D

    BalasHapus
  9. Aku suka banget sma ff ini ..
    tpi dibanyakin moment minsulnya ya dina eonii..
    dan jangan lma2 nge-post nya, ditunggu kelanjutannya ^^

    BalasHapus
  10. aiihh.. minho so sweet.. ^^
    haahaa, ngabayangin kalo aku jg di godain kayak suli..
    hiihii #ngareppp!!

    dsini aku blm bisa nebak bakal kayak gmn yaaa..
    masih selalu penasaran dgn kelanjutan nya..
    dan berharap ada kejutan dr surat si dokter itu..

    wahh ditunggu aja deh lanjutannya..
    fighting. ^^

    BalasHapus
  11. Jd penasaran. Ap cuma mirip atau emang ad hubungan nya. Next ya min

    BalasHapus
  12. Cerita ini benar2 bikin penasaran .. Dari awal cerita sampai part 3 ini .. Dan semua pertnyaan ku belum terjawab semua .. Kenpa dokter minho mirip dengan minho ? Apa sulli berhalusinasi ? Apa isi surat itu ? Kenapa sulli belum baca suratnya ?
    Lanjutakan thor .. Faithing (ง'̀⌣'́)ง

    BalasHapus
  13. Ahh seruseru,,ternyata minho emng suka sama sull bahkan eomma nya aja suka sama sull,,hehe. Sull mmakanya buka aja surat dri dokter minho . Tambahhh penasaran!! Lanjut ya thooor :):)

    BalasHapus
  14. wah..ternyata minho suka sama sulli...
    lanjut min...
    masih penasaran sama isi suratnya yang dikasih sama hantu Dr. Choi Minho....

    BalasHapus
  15. jadi berasa kaya nonton drama, hehe
    keren ff-nya, walaupun ada kata ganti yg berasa kaku jadinya, "anda, saya" tapi overall bagus kok.. :D

    nggak kebayang deh kaya apa polah lucu sull pas bertamu ke tempat minong..
    dan kyaaaa.. minong suka sama sulllliiiii...
    yeeeee... tinggal nunggu sulli bisa bersikap biasa ke minho dan nunggu sulli suka sama minong, xixixi

    BalasHapus
  16. Ahh... lucunyaa... Minho oppa memang menyukai Sulli eonnie dari pertama bertemu tuhh... kekekke
    Hmm.... Sudah gak sabar buat kelanjutannya, Next nee Thorr... HWAITINGG.

    BalasHapus
  17. Wowww..teman????
    teman yg spt apakah nnti'a....hehehe
    g'sbar nggu klnjutan crt'a min,,
    hahhaha
    lucu bgt kyak anak smp malu2..

    BalasHapus
  18. lucuuuuu, cia cia cia minho udah suka ama sulli, tapi sikapnya sulli konyol gara2 ngirain minho hantu..
    lanjutt thor ;)

    BalasHapus
  19. Waow woooow minho dulu yang jatuh cinta.... Hahahaaa itu kakak adik kocak banget

    BalasHapus
  20. Gabisa bayangin muka lucu sulli pas malu kaya gmn :D hahahaha, malalh minho mancing" makin ng godain ssul lg :D hahahaa. Tp bahasanya terlalu formal thor, ada 'saya, anda, kamu'. Dibaca kurang enak kalo di FF :D hehhee, tp ff nya daebak kok(y)

    BalasHapus
  21. tinggalin jejak dulu aah~~~
    makin penasaran-_- btw itu saya anda nya agak ganjel, ngga enak gitu._. mungkin krn jarang ada ff yg pake saya-anda ya-_-
    okedeh gitu aja, di tunggu lanjutannya~~~

    BalasHapus
  22. Wajahnya sulli gmna coba waktu berhadapan sma minho hahaha , malu bngt pasti tu sulli kekeke
    Minho udh mulai ska sma sulli ?
    Next eon

    BalasHapus
  23. Minho ska bgt godain baby sull...baby sullnya jdi grogi gt....ahhhhh ska bgtt nih ma tngkah mreka brdua!!!!!
    Jd skrqng mreka brtman nih???
    Pnasaran ma klanjutanya pzty lbh bnyak lg momen minsulnya!!!:)

    BalasHapus
  24. sumpah buat penasaran nich.pingin tw gmn kedekatan minho sm sulli

    boleh lanjut......

    BalasHapus
  25. minho udah mulai suka yaa sama sulli kkkk~ ga sabar sama kelanjutannya, apalagi minsul udah jadi temen, duh penasaran tingkat dewa

    BalasHapus
  26. hahaha taemin masih ga percaya nih, stelah apa yg terjadi sama sull, hehhehe disuruh minta maaf lagi,

    sull sull,, kasian sih tapi kocak juga,
    hehhe pas minta maafnya grogi banget ya bu, hhhaaa
    minho suka nih, sama sull,

    BalasHapus
  27. horor sih tapi kocak bikin orang ketawa , saya bacanya senyum-senyum sendiri ,

    BalasHapus
  28. Hahajah .. demi apa ini kocak banget, apa yang dipikiran sulli bisa langsung teriak gitu ngeliat minho .. apa gak sadar kalo disotu ada eomma nya abang minho :D

    Taemin ama sulli lucu, sepasang kakak adik yang serasi .. haha .. apalagi pas taemin tu nginjek kakinya sulli trus sulli angkat kakinya .. haha .. pasti da lucu banget .. hihihi ^^

    Ihiirr ... cie cie .. yang salting ni :D , asiik akhirnya sulli gak takut lagi sama abang minhoo .. semoga hubungannya jadi membaik dan mereka bersatu deh ..


    BalasHapus
  29. minsull lucu banget . . . . apalagi kalau udah berteman gini . . . semangat truuus bacanya . . .

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template