Sabtu, 29 Maret 2014

A Letter From Heaven (Chap.4)

 


Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli, Lee Taemin,  Jung Yunho

Author : Dina Matahari

Genre :  Romance,Misteri

Length : Chapter

  Rating : General  

Foreword:

What if we realize that we are already in love with someone who turns out was a ghost?

Do ghosts can communicate with humans?

What if we are elected by the ghost to realize their last wishes before they are die ?


Selama dirawat di Rumah sakit Sulli bertemu dengan seorang dokter yang menarik hatinya, sehingga ia jatuh hati kepada dokter tersebut. Sesaat sebelum meninggalkan rumah sakit baru ia mengetahui bahwa dokter yang dicintainya sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu akibat kecelakaan lalu lintas.

Setelah kembali ke rumah,  ia berjumpa dengan seorang sahabat kakaknya yang nama dan wajahnya sama persis seperti dokter tersebut.

Apakah itu hantu dokter yang mengikutinya ?

Apakah itu manusia yang wajah dan namanya mirip sekali dengan dokter tersebut ?

Banyak hal yang dialami oleh Sulli, yang mendorongnya untuk membuka sebuah surat yang diberikan dokter tersebut , sehari
sebelum ia meninggalkan rumah sakit.


SEBUAH SURAT DARI SURGA
( A letter from Heaven)








Matahari Seoul bersinar dengan cerahnya. Sulli mengikat rambutnya ke belakang, tangannya sibuk mengipas-ngipas badannya yang mulai berkeringat. Choi Minho yang duduk di sebelahnya menarik sebuah buku dari tasnya kemudian memberikannya kepada Suli.


“ Pakai ini.” Katanya, mata kodoknya melihat lelehan keringat di leher Sulli yang putih dan jenjang. Ia merasakan darahnya berdesir, Minho menelan ludah kemudian dengan cepat mengalihkan pandangannya.


Mereka sudah berteman selama tiga bulan, sejak kejadian aneh yang mempertemukan mereka. Karena Taemin adalah sahabatnya dan berkuliah satu ruangan dengannya, otomatis dirinya selalu menemukan alasan tepat untuk bermain ke rumah sahabatnya. Walaupun sebenarnya, jauh di dalam hatinya ia selalu berharap akan bertemu dan ngobrol dengan adiknya, Choi Sulli. Ya, sejak awal perkenalan mereka Ia menyukai Sulli yang polos dan lucu. Bahkan prilakunya yang sering tidak terduga dan spontan, sering membuatnya tertawa, gemas, atau salah tingkah. Sulli menggemaskan… Sulli itu cantik… Sulli itu wanita Korea pertama yang telah memikat hatinya… Sulli telah mengisi satu ruang dalam hatinya. Ya, boleh dibilang ia telah jatuh cinta pada adik Taemin sejak pandangan pertama.


Dengan seringnya ia berkunjung ke rumah Taemin, ia semakin dekat dengan Sulli. Bahkan Sulli sudah tak ragu-ragu lagi kalau meminta tolong padanya, untuk menemaninya ke suatu tempat. Minho sendiri merasa aneh, walaupun ia seorang yang supel, ia tidak biasa dengan cepat menjalin hubungan pertemanan dengan seorang gadis. Ia sering merasa canggung di depan mereka, Tetapi Sulli memberikan perasaan berbeda. Ia bisa berakrab-akrab dengannya, ia merasa nyaman saat bersamanya, Ia sepertinya sudah mengenal Sulli dengan baik, bahkan lebih baik daripada ia mengenali Taemin.


Namun tetap saja, walaupun pertemanannya dengan Sulli cukup dekat, ia belum berani mengungkapkan perasaan sukanya. Ia melihat Sulli tidak memperlihatkan ketertarikan yang lebih kepadanya. Ia harus bersabar dan terus mencoba memberikan kesan lebih. Ia yakin, lambat laun Sulli akan merasakan bahwa dirinya memberikan perhatian lebih kepadanya. Dan siapa tahu, Sulli akan memiliki perasaan sama dengannya ?



“Oppa, kapankah pertandingan ini berakhir ? Aish… aku merasa haus sekali !” kata Sulli sambil mengipas tubuhnya dengan buku yang diberikan Minho kepadanya.


Minho kembali meraih tasnya kemudian membuka dan mengeluarkan sebotol minuman mineral.


“Nih minumlah !” katanya.


Ia merasa kasihan juga melihat Sulli yang berpeluh. Cuaca memang sangat panas, dan ia diam-diam merasa menyesal telah mengajaknya untuk melihat pertandingan bola di kampusnya. Sedianya ia akan mengajak Taemin nonton bola, tetapi karena Taemin harus mengantar ibunya akhirnya Sulli menggantikannya. Sulli yang merasa dipandangi, melihat ke arah Minho dengan tatapan bertanya-tanya.


“ Waeya ?” katanya setelah meminum setengah dari isi botol, “Oppa merasa haus juga ?”

Ia kemudian memberikan botol tersebut kepada Minho,


” Kau sudah minumnya ?”


“ Ya. Terimakasih oppa !” kata Sulli tersenyum sambil melap keringat yang ada di dahinya.

“Sulli mianhe…”


“Huh ?”


“Gara-gara aku, kau jadi kepanasan seperti ini.” Kata Minho,” Kita pulang saja, yuk ..!”


“ Tapi pertandingannya belum selesai, oppa !”


“Tidak apa-apa. Ayo, nanti kita cari es krim di luar.”


“ Jinjja ??” 


Mendengar kata eskrim, mata Sulli  bersinar. Ia langsung berdiri dan berjalan mengikuti Minho.





Kini keduanya berada di lapangan terbuka di luar stadium tempat pertandingan berlangsung. Minho mengajak Sulli ke stand eskrim yang ramai. 


“ Apa rasa kesukaanmu ?”


“Vanilla dan strawberry.”


Mata Sulli bersinar melihat dua eskrim yang diberikan Minho kepadanya. Mereka duduk di bangku batu di bawah pohon besar. Sulli mulai melahap eskrim strawberry dengan semangat. Ia sama sekali tak peduli keringat yang membasahi wajah dan lehernya. Minho kembali membuka tasnya dan mengeluarkan baju kaos yang dibekalnya dari rumah. Sedianya, sepulang dari nonton ia akan berlatih basket, karena itu ia membawa bekal kaos untuk ganti.


“Nih !” ia memberikan kaos pada Sulli.


“Untuk apa ?”


“Melap keringatmu.”


“Aniyo. Itu kan kaosmu, Oppa. Sudahlah tidak apa-apa.”


Sulli kembali mengipasi badannya. Melihat itu Minho  melipat kaosnya dan dengan lembut ia melap keringat yang ada di leher Sulli. Hal ini membuat Sulli terkejut


“ Oppa ??”


“ Diamlah !!” kata Minho, matanya seolah berkonsentrasi pada keringat yang mengucur di lehernya, kemudian di dahinya. Padahal ia merasakan sesuatu berperang dalam dadanya.


Ketika Minho melap keringat di kening Sulli, gerakannya terhenti ketika ia menyadari bahwa gadis di hadapannya tengah memandangnya dengan aneh. Mata mereka bersitatap, jantung mereka sama-sama menggelepar. Waktu seakan terhenti di sekitar mereka, Wajah Minho perlahan bergerak semakin mendekat… dan semakin mendekat…………………


“Oppa… es krimnya !!” kata Sulli dengan suara bergetar karena gugup.


Choi Minho seperti tersadar, ia menarik kepalanya menjauh . Dan ia tak bisa menahan tawanya ketika Sulli mengangkat eskrim vanilla yang sudah meleleh di tangannya.


“Buang saja, nanti kubelikan lagi !!” kata Minho dengan suara serak.


Sulli menurut membuang eskrim itu kedalam tong sampah. Minho menyodorkan baju kaos yang tadi dipakai melap keringat.


“Bersihkan tanganmu dengan ini.”


“Jangan oppa, apalagi itu baju putih. Noda eskrim terkadang susah hilangnya. Aku ada tissue.”


Sulli membuka tas kecil yang disandangnya kemudian melap tangannya yang basah menggunakan tissue. Sementara Minho berdiri, membuang muka ke arah lain sambil menghembuskan nafasnya kuat-kuat.


“Fuih….hampir saja !!” rutuknya dalam hatinya.






Setelah puas makan eskrim, Sulli berjalan bersisian dengan Minho. Ia merasa bahagia sekali bisa jalan berdua dengan sahabat kakaknya, tanpa ada Taemin di antara keduanya. Hatinya berbunga-bunga ketika dengan pandangan iri beberapa gadis melihat mereka berjalan bersama.


“Hem… pasti mereka iri karena aku berjalan dengan orang setampan choi Minho.” Pikirnya.


“Kenapa senyum-senyum sendiri, pabo !!” kata Minho sambil sekilas melihat gadis di sampingnya.


“Aniya oppa….saya teringat kembali pada saat pertama bertemu dengan oppa. Pasti oppa waktu itu berpikir aku gila, ya ?”


“Tidak. Saat pertama kali melihatmu di kantin oppa pikir “aduh, adik Taemin cantik sekali."


“ Ah.. itu bohong ! “ Kata Sulli samil cemberut


“Sumpah !! Tetapi oppa jadi kaget ketika tiba-tiba kamu pingsan di tangan oppa.”


“Mianhe… aku membuatmu ketakutan, tentunya.”


“ Sangat. Apalagi ketika kau menunjuk dan menyebut aku hantu… oppa langsung merinding, Sulli.”


“ Aish…betapa bodohnya aku waktu itu, kan ?” desah Sulli, wajahnya memerah karena malu membayangkan kembali kejadian itu. 


“Tidak juga. Setelah Taemin cerita tentang penyakitmu, oppa bisa mengerti. Ngomong-ngomong, apakah kau suka merasakan pusing-pusing lagi ?”


“ Tidak. Dan ini keajaiban karena biasanya dalam satu bulan…aku selalu mengunjungi rumah sakit. Kemudian aku juga tidak kesulitan tidur lagi.”


“Syukurlah, berarti penyakitmu sudah membaik Sulli.”


“Mudah-mudahan begitu, karena aku tidak mau kembali ke rumah sakit….apalagi harus bertemu dengan hantu itu.”


Minho menghentikan langkahnya, kemudian menatap Sulli dalam-dalam .


“Sulli, serius kau telah bertemu hantu dokter yang nama dan wajahnya mirip denganku ?”


“Betul oppa ! Untuk apa aku berbohong ?”


“ Bukankah Taemin dan kau waktu itu mengatakan bahwa semuanya hanya halusinasi saja ?”


“Itu karena Taemin oppa memaksaku berkata begitu. Padahal, aku benar-benar melihatnya, berbicara dengannya,  dan semuanya bukan mimpi tetapi kenyataan.”


“Kalau memang demikian, aku yakin pasti ada penjelasan logis untuk ini.”


“Aku pikir ini adalah reinkarnasi.”


“Tidak mungkin Sulli. Reinkarnasi….aku tak bisa menerima itu. Aku bukan mahluk hasil reinkarnasi. AKu manusia biasa sepertimu juga.”


Sulli menghentikan kembali langkahnya,”Eh, apakah oppa pernah berfikir mengapa hantu itu menemuiku ? Kemudian kenapa tiba-tiba oppa muncul dengan segala kemiripannya.”


“Entahlah, mungkin karena kau seorang pasien yang cantik, Sulli.” Jawab Minho kemudian tertawa lepas.


“Waeya..?”


Sulli merengut kesal karena Choi Minho menggodanya.





Begitulah, sejak kejadian tak terduga yang mempertemukan mereka akhirnya Minho dan Sullli menjadi teman. Walaupun usia mereka berbeda  tetapi keduanya tidak merasa canggung untuk berkomunikasi. Bahkan kemudian Sulli lebih sering mencurahkan isi hatinya kepada Minho dibanding kepada kakaknya, Taemin. Karena Sulli beranggapan Taemin tidak bisa dipercaya, setiap ia mencurahkab isi hatinya selalu sampai ke telinga ibunya.








Rumah kediaman Choi Minho



Minho meletakkan tumpukan buku di meja makan. Ia berencana akan mengerakan tugas kuliahnya di sana karena meja di kamarnya terlalu kecil. Mr. Choi yang masih duduk di sana sambil membaca Koran, melirik ke arahnya kemudian tersenyum.


“ Banyak tugas, Minho ?”


“ Betul appa, tetapi tugasnya masih untuk minggu depan. Ngomong-ngomong, kapan appa akan kembali ke Jeju ? Kuharap appa agak lama di sini, soalnya dua minggu ke depan team basketku akan bertanding. Appa bisa nonton, kan ?”


“ Aigoo Minho, mianhe…appa hanya bisa tiga hari di sini. Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di sana. Tapi appa akan melihat rekaman pertandingannya. Eomma sudah berjanji akan merekamnya buat appa.”


Choi Yeon So, ayah Minho memang tidak bekerja di daerah Seoul tetapi di Jeju. Ia bekerja di sana karena perusahaan tempatnya bekerja di Amerika mempercayakan pengelolaan cabang usaha mereka di Pulau Jeju. Akhirnya setelah bertahun-tahun hidup di Amerika,mereka kembali ke Korea.  Minho beserta adik dan ibunya menempati rumah peninggalan keluarga ibunya di Seoul. Biasanya setiap minggu Choi Yeon So pulang untuk menengok keluarganya. Jadi sehari-hari Minho hanya bertiga dengan adik dan ibunya.


“ Oh iya Minho, kudengar dari ibumu kau punya teman yang adiknya aneh…Taemin ?”


“Ya, Choi Taemin…adiknya Sulli berkata pernah melihat seorang dokter di rumah sakit yang wajahnya mirip denganku dan anehnya namanya juga sama denganku.”


“Benarkah ? Kapan dia melihatnya ?” ayahnya tampak tertarik.


“Empat bulanan yang lalu, ketika Sulli dirawat di rumah sakit ia bertemu dengan dr. Choi Minho. Dan yang membuatnya ketakutan adalah ketika ia mengetahui kalau dr. Choi Minho itu telah meninggal beberapa tahun yang lalu.”


“Oh ??” Ayahnya kini meletakkan Koran yang dibacanya dan menatap Minho,”Terus ?”


“Dari cerita Sulli disebutkan bahwa dokter itu meninggal karena kecelakaan motor, dan meninggal di tempat kejadian. Menurut Sulli, selama ia dirawat di rumah sakit hampir tiap malam ia mengobrol dengan dokter itu.”


“Benar-benar menarik. “ Ayahnya bergumam, wajahnya terlihat muram dan merenung.


“ Sebentar….” Katanya kemudian beranjak menuju kamarnya. Ketika ke luar ia sudah membawa sebuah album foto lama. Perlahan ia duduk kembali di kursinya dan memberikan album itu pada Minho.


“Entah ini kebetulan atau tidak, ayah juga punya sesuatu yang harus ayah ceritakan kepadamu. Bukalah….”


Minho membuka album foto yang terlihat sudah lama itu. Gambar demi gambar ia perhatikannya. Itu adalah gambar ketika ayahnya masih muda. Setelah beberapa lembar Minho melihat ada keanehan di foto tersebut. Ia melihat fotonya sewaktu kecil, tetapi berdiri berdampingan dengan ayahnya yang masih muda.


“ Ini…..?” Ia menunjuk foto yang dilihatnya.


Choi Yeon So mengambil album, “ Ini adalah foto appa sewaktu belum menikah dengan adik appa, pamanmu.”


“Jinjja ?? Kenapa wajahnya mirip sekali denganku ?”


“Bukan hanya wajah, namamu appa ambil dari namanya. Jadi kalian sama-sama bernama Choi Minho.”

“Mwo ??” Choi Minho terkejut, jantungnya seperti mau berhenti berdetak.


Ia benar-benar kaget mendengar cerita ayahnya. Mungkinkah Choi Minho yang dilihat Sulli itu pamannya? Tetapi …


“Mengapa appa tidak pernah bercerita tentang ini padaku ? Mengapa appa tidak pernah memperkenalkan paman ini padaku ?”


Choi Yeon So matanya terlihat muram, bahkan Minho besi melihat mata ayahnya berkaca-kaca. Ia semakin penasaramn, ada apakah dengan ayahnya ?


“ Ini … sebetulnya ini kisah yang menyedihkan. Kau tahu kenapa nenekmu selalu menangis saat bertemu denganmu, Minho ?”


Choi Minho melihat ayahnya dengan bertanya-tanya. Ia juga sering merasa heran karena setiap ia berkunjung ke rumah neneknya, dia selalu diciumi dan ditangisi.


“Apakah… mungkinkah….?” Choi Minho mengucapkan pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk dalam pikirannya.


“ Mungkin ,Sulli benar-benar bertemu dengan roh pamanmu.”


“ Mwoya ? Bagaimana mungkin orang mati kembali ke dunia dan berkomunikasi dengan manusia yang masih hidup ?” protes Minho.


“Appa sendiri tidak tahu. Begini ceritanya….”


Choi Yeo Son akhirnya membuka kisah lamanya. Ia waktu itu meninggalkan Korea dan pergi mengembara ke Amerika untuk mengadu untung. Ia meninggalkan orang tua beserta dua orang adiknya Choi Minho dan Choi Minhyuk. Choi Minho adalah adik yang paling disayanginya dan sangat dekat dengannya. Setelah mengembara selama empat tahun, akhirnya ia berhasil mendapat pekerjaan yang mapan dan menikah kemudian memiliki seorang anak laki-laki. Anaknya ia sengaja beri nama Choi Minho untuk mengingatkannya kepada adik yang disayanginya. Dan Minho tumbuh serta menjadi penawar rindunya kepada adiknya. Minho kecilnya sangat mirip dengan adiknya itu. Karena pekerjaan yang menyibukkannya, ia hanya sesekali pulang ke Korea dan bertemu adiknya. Ia waktu pulang khawatir karena adiknya sangat menyukai olah raga berbahaya, yaitu railly motor. Tetapi kemudian ia mendengar kabar dari ibunya bahwa adiknya kemudian meninggalkan hobinya dan masuk ke sekolah kedokteran. Lima tahun kemudian berhasil menjadi dokter dan bekerja di rumah sakit besar di Seoul. Namun baru bertugas enam bulan, adiknya dikabarkan meninggal karena kecelakaan motor. Sejak itulah ibunya, nenek Minho, menjadi sering sakit sehingga kakeknya menyembunyikan semua foto-foto anak mereka yang sudah meninggal tersebut, dan semua keluarga sepakat tidak akan menyebut nama itu di depan ibunya lagi. Mereka takut ibunya kan bertambah sedih.


“ Appa sendiri tidak pernah bertemu dengan pamanmu setelah dia jadi dokter. Mungkin…mungkin dokter yang dilihat Sulli itu adalah arwah pamanmu. Koran lokal waktu itu banyak mengulas tentang kecelakaan naas itu. Ini ada foto pamanmu ketika dia diwisuda. Nenek mengirimkannya kepada ayah.”


Choi Minho menerima album foto yang diberikan ayahnya, dan ia menahan nafas melihat foto pamannya sedang mengenakan toga. Persis sekali dengannya…hanya mungkin gambar orang di foto itu lebih kurus darinya. Inikah Choi Minho yang dilihat oleh Sulli di rumah sakit ????



Choi Minho merasa merinding mendengar cerita ayahnya. Ia sama sekali tidak tahu kalau dia punya paman bernama Choi Minho, karena tak pernah ada pihak keluarga yang menceritakan itu. Dan ia bisa mengerti kalau memang itu dilakukan untuk membuat neneknya tidak bersedih. Hanya kini ia mulai mengerti mengapa kalau berbicara dengannya, neneknya itu seperti menyimpan kesedihan dan sering menangis diam-diam. Rupanya itu dikarenakan anaknya alias pamannya memang memiliki wajah mirip dengannya. Apakah ini kebetulan ??? Lalu mengapa “arwah” pamannya menemui Sulli ? Apakah ini ada kaitannya dengan dirinya ?



Nb : maaf mimin telat update. Kemarin sibuk bikin project buat uri Sulli. ^^ Oke, seperti biasa, Author nya a.k.a eon Dina matahari, membutuhkan komentar. Ditunggu. Gomawo. ^^

26 komentar:

  1. Wahhh wahhh aneh seperti minho oppa punya kembaran di alam berbeda o_o
    Seruu next thor :)

    BalasHapus
  2. ceritanya mkin bkin penasaran... thor lnjut donk cptya ngpostnya. di tunggu

    BalasHapus
  3. Oh jadi seperti itu ceritanyaa. Tapi maksud paman minho tuh apa yaa ngasih surat ke sull??waduhh makin penasarann. Lanjut ya thoor :). Fightingg,,ditunggu

    BalasHapus
  4. Jadi makin pnasarannn...
    Next min :)

    BalasHapus
  5. Ternyata yang ngomong sma sulli d rumah sakit itu pamannya minho oppa ? Tapi knpa pamannya minho nemuin sulli ?
    Next eon penasaran :)

    BalasHapus
  6. o.... ternyata dokter choi itu pamannya minho.....
    tapi kenapa pamannya minho datengin sulli trus kasih surat..
    makin penasaran sama isi surat itu....
    lanjut min....

    BalasHapus
  7. Jadi makin penasaran ajaa,
    Knp arwah paman nya minho ketemu sm ssul?
    Emg ada sesuatu yg slah sm ssul?
    Hubungannya sm minho apa?
    Penasaran bgt sm isi surat yg pamannya minho kasih ke ssul itu isinya apaa.
    Minho kira" bakal kasih tau ga yaa,
    Kalo dokter yg dirumah sakit yg sulli temuin itu pamannya minho?
    Next thor (y)

    BalasHapus
  8. Wooow tmbh seru and penasaran aja nih,,,,,
    Mungkin jga dlm surat itu d tuliskan spya sulli bersama minho oppa..hehe

    BalasHapus
  9. minho udh mulai deket ama sulli aseek
    wahh jd dr.minho hantu itu ajushiinya minho...
    tp knp ajushi minho nemui sulli?
    lanjut thor jgn klamaan

    BalasHapus
  10. imajinasi mimin makin liarr,,Daebaakk...
    bguss bgt,,bsa2 mikir mcem2 nee gw min,heheee
    lnjut aja dech min,,mkin pnsran...

    BalasHapus
  11. Omo ceritanya makin menarik ajaa ni .. Ternyata dokter choi itu pamannya minho .. Pantesan bisa mirip ..
    Tapi kenapa pamannya minho menemui sulli dirumah sakit yaa .. Kasian juga yaa dokter choi baru jadi dokter tpi sudah meninggal ..
    Btw kapan thor suratnya dibacain ,,
    Penasaran pakek banget .. Hehehe
    Ceritanya daebak .. Lanjut thor good luck ..

    BalasHapus
  12. wooah ff ini makin keren deh thor? jadi minho itu pamannya minho? aaa menarik bgt nih ffnya bkin pnsrn sama klanjutannya hehee

    BalasHapus
  13. Mmm jd penasaran ad ap dg paman nya minho. Next ya min

    BalasHapus
  14. wah, tambah menegang kan ceritanya...
    wah, ada hub apa paman minho, minho, dan sulli...
    jadi penasaran, lanjuttttt yaa

    BalasHapus
  15. Daebak... trnyata yg di rmah skit itu paman'ny minho oppa...

    Tpi ko" bisa semirip it yaaa..
    Truz apa hubungan'ny sma sulli???

    N nggak pernah lupa nanya isi surat yg dikasih paman'ny minho oppa k sulli..pnsran bbget nihhh...
    Next thor..

    BalasHapus
  16. wah jadi makin penasaran,apalagi surat dari dr.minho
    min jangan lama lama ngepostnya ya ;) next chapnya aku tunggu

    BalasHapus
  17. Wah jadi minho oppa punya paman yang bernama choi minho :)нáàª;)нàâª:pнà᪪>:O:Dнàâ㪪:p#:-s

    BalasHapus
  18. Penasarab sama isi Suratny paman minho oppa . Eonni..

    BalasHapus
  19. huuuuaa ga nyangka bakal gini ceritanya,, good deh
    hmmm itu tuh pamannya ming,, hua
    hmm ko bisa semirip itu ya,,

    kasia sull deh,,, ada apa dengan ini semua??

    BalasHapus
  20. Yeeyyy minsul udh mulai deket...sull nya udh g pingsan lg klo ktemu ming..
    Jd hntunya itu pamanya ming....!!!!
    lanjut thorrr....:)

    BalasHapus
  21. horor >.< , tapi penasaran kelanjutannya bakal gmn, ohyaa suratnya isinya apa? kok belum muncul2..
    di tunggu kelanjutannya thor, buat capter ini goood :D

    BalasHapus
  22. penasaran penasran penasaran lanjutan cerita nya gimana , agak merinding juga sih bacanya , lanjut eon

    BalasHapus
  23. Omo ... minsul jadi sedekat itu .. hihi .. keren-keren , oppa jangan lama-lama dong buruan sulli nya di tembak .. cia cia cia ...

    Aigoo .. ternyata sulli emg gak berhalusinasi, ternyata sulli memang melihat hantu choi itu, tapi apa maksud dari hantu yang tak lain adalah pamannya minho oppa .. kenapa kok dia nemuin sulli gitu ??? Dan jd keinget surat .. apa isi dari surat itu yaa, kenapa paman nya minho ngasih surat buat sulli .. ahhh lenasaran banget ceritanya semakin daebak eon ..

    Figjting untuk nulisnya ya eon

    BalasHapus
  24. akhirnya bisa lanjutin baca ff ini lagi..
    sedikit ada pencerahan nih, hehe
    jadi tuh dokter pamannya minho?
    bisa jadi bisa jadi..
    cuma, maksud dan tujuannya apa coba menemui sulli ya?
    mari kita temukan jawabannya di part selanjutnya, haha #abaikan

    BalasHapus
  25. pamannya minho ternyata . . . trus tuch surat buat cpa ea . . . emmh bikin mati penasaran nich . . . lanjutkan . . . :)

    BalasHapus
  26. wah daebak jd minho itu rengkarnasi kah? tp kok horor ya??

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template