Senin, 24 Februari 2014

MIRRORS II Chap 5


                

Title : MIRRORS II chap 5 : Is it BOND?

 
cast : CHOI JINRI (f(x))  |  CHOI MINHO  (f(x))  |  others
author : Devina Sandy
length : Chaptered
rating : PG-17 ;D
Genre : Fantasy, Romance, sad, hurt, crime



Chap 5 : Is it BOND?


                 Jinri perlahan menghabiskan segelas penuh susu hangat dalam genggamannya, meneguk minuman itu sampai habis dan tak tersisa hingga dasar gelas. Pria bermata sipit dan mengenakan jas putih khas seorang dokter hanya tersenyum sembari menggeleng-geleng kecil melihat tingkah lucu Jinri.
                “Kau baru saja menghabiskan makan siangmu, dan kau menghabiskan segelas penuh susu full cream. Kau tidak takut gemuk?” tanya Siwon heran pada Jinri yang tengah mengusap bibirnya dari cairan susu yang masih menempel.
                “Aku lapar sekali... sejak pagi aku tidak makan. Kau lihat porsi kecil makan siang yang diberikan rumah sakit ini tidak cukup untuk mengisi perutku.”
                “Kau tidak makan sejak pagi? Kau seharusnya menjaga kesehatanmu... aku paling tidak suka saat melihatmu berkali-kali masuk rumah sakit. Aku...m ” ceramah Siwon yang membuat Jinri menatap sepasang mata kekhawatirnya.
                “Ige bwoya? Kau mengingatku sebagai Sulli? Ini pertama kalinya kita bertemu di rumah sakit Siwon-Ssi.”
                “Mianne... ini terasa seperti bicara pada yeodongsaeng-ku sendiri. Mianne, jeongmal mianne.” Jawab Siwon sembari mengusap tengkuknya sedikit merasa malu.
                “Gwenchana... aku suka saat orang lain perhatian padaku. Aku sangat sangat sangat kurang perhatian.” Sahut Jinri disambut senyum cerahnya.
                Siwon terpana memandang senyum itu, walau sedikit berbeda tapi senyum itu cukup untuk menyembuhkan rasa kerinduan pada adiknya yang telah lama meninggal “Jadi... apa hubungangmu dengan Sulli?”
                Pertanyaan yang terlontar dari mulut Siwon membuat Jinri mengerjap-ngerjapkan matanya, bingung harus memberi jawaban seperti apa pada pria yang telah digandrungi jutaan rasa penasaran itu. “Aku adalah... yeojachingu dari mantan namjachingunya Sulli? Aniy... aku akan menjadi mantan yeojachingu dari mantan namjachingunya Sulli?” jawab Jinri yang lebih mirip pada sebuah pertanyaan dibandingkan sebuah jawaban, karena terdapat intonasi bertanya serta kebimbangan saat ia memberi jawaban pada Siwon.
                Siwon menggaruk kecil pelipisnya. Ilmu kedokteran yang ia punya tidak cukup pandai untuk mencerna jawaban Jinri. Walau begitu, ia dapat menangkap point dari jawaban mengambang dari Jinri. “Sssss, Geure... seingatku, mantan Namjachingu Sulli hanya ada satu. Nama namja itu adalah Choi Minho. Kau adalah kekasihnya? Kekasih Choi Minho?”
                Jinri dengan wajah datar hanya mengangguk kecil. Sejujurnya ia bingung harus menyebut dirinya apa, karena kurang dari satu jam lalu Minho terlihat marah besar padanya. Ia takkan kaget, jika besok statusnya di mata Minho sudah berubah dari Kekasih menjadi musuhnya.
                Choi Siwon membelalakkan sepasang mata sipitnya tak percaya. Orang macam apakah pria bernama Choi Minho itu? Dulu adik kesayangannya jatuh dalam pesonanya, sekarang seorang wanita yang mirip adiknya pun jatuh ke dalam pelukannya. Itu sungguh terdengar mustahil, kejadian seperti ini lebih dapat dikatakan sebagai Keajaiban.
                “Waeyo Siwon-ssi?”  Tanya Jinri membuat Siwon sadar dari berbagai pemikiran anehnya terhadap Minho.
                “Ini mustahil... Bagaimana ia bisa menjalin cinta bersama seorang yeoja yang mirip dengan kekasihnya yang sudah meninggal? Jujur saja, itu sedikit membuatku kecewa.”
                “Kau kecewa? Atas dasar apa? Siwon-ssi... kau takkan pernah menginginkan ada dalam posisiku. Disini akulah yang paling kecewa dan tersakiti.  Mencintai seorang Namja yang hanya menyukaiku karena aku mirip mantan kekasihnya yang sudah meninggal.  Keluarganya memanggilku dengan sebutan Sulli dan kadang membandingkanku dengan yeodongsaeng-mu.  Apa tidak terdengar menyedihkan?”
                Sejenak Siwon terdiam dan menatap sepasang mata yang hampir basah itu, tidak ada kepalsuan, hanya ada kepahitan. Jinri pun bingung atas ucapannya sendiri, sejak kapan dirinya begitu terbuka dan mengungkapkan seluruh kegundahannya yang ia pendam selama dua tahun di hadapan seorang asing yang kini tengah menatapnya iba.
                “Mi-mianhaee... ini hanya terasa tidak adil saat kami semua benar-benar merasa kehilangan Sulli, sedangkan ia dengan mudahnya menggantikan posisi Sulli dengan kehadiranmu. Mianne...”
                “Kau salah. Di matanya, Sulli takkan pernah tergantikan.” Jinri menatap layar ponselnya yang menyaala, mengusap lembut foto sosok pria yang menjadi wallpaper di layar ponselnya, Choi Minho.
                Siwon mulai merasa canggung setelah membicarakan perihal Minho bersama Jinri. Ia bahkan meraa begitu bersalah telah membuat gadis di hadapannya harus mengungkapkan perasaannya agar Siwon dapat memahami rasa sakit yang dipendam oleh Jinri.
                “Mmm, kau lahir tanggal berapa?” tanya Siwon jelas-jelas mengalihkan pembicaraan.
                “24 April 1993. Waeyo?”
                “Ah, itu beda setahun dari Sulli. Kupikir jika kalian lahir di tanggal dan tahun yang sama itu berarti kalian adalah saudara kembar. tapi itu tidak mungkin, eomma-ku takkan mungkin membuang salah satu dari kalian. Eomma-ku orang yang sangat baik. kau lihat? Putranya pun seorang dokter. Haha!” Siwonpun menertawai pendapat garingnya sendiri, membuat Jinri menggeleng kecil melihat tingkah dokter spesialis patology di hadapannya itu.
                “Menyenangkan punya keluarga lengkap Siwon-ssi?”
                “Aniy, Mereka semua sudah ada di tempat yang jauh lebih baik sekarang.” Ujar Siwon dan Kini giliran Jinri yang terdiam dan menaikkan kedua alis matanya meminta Siwon memperjelas ucapannya barusan.
                “Eomma-ku, Appa-ku, yeodongsaeng-ku semua sudah meninggal. Aku hanya memiliki seorang yeodongsaeng angkat dan ia sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Kau tahu, ia pasti speechless saat melihatmu, kau benar-benar mirip Sulli.”
                “Ah, Mianne... kau terlihat begitu normal, tidak seperti seseorang yang sedang kesepian. Aku iri sekali dengan Sulli yang memiliki Oppa kandung sepertimu.”
                Ekspresi Siwon sedikit berubah. Kandung? Siwon tersenyum  “Aku dan Sulli adalah saudara tiri, ayahku menikah lagi dengan ibunya. Aniy, Tidak sepenuhnya tiri, kami satu ayah.” Perjelas Siwon.
                “Wow, struktur keluarga yang sedikit... rumit.” Balas Jinri yang dibuat takjub dengan riwayat keluarga Siwon yang seluruhnya terdengar unik. “Walaupun berbeda ibu, tapi kau terlihat sangat menyayangi Sulli. Itu bahkan membuatku semakin iri. Ikatan yang kuat.”
                “Ikatan? Ah, ne... tak ada yang bisa memisahkan ikatan darah. Kkkk~” Siwon terkekeh, hingga tatapan matanya berlabuh pada jam dinding yang tergantung di dinding kamar itu. “Aigoo, 15 menit lagi salah satu pasien kami akan melakukan operasi. Aku harus bergegas.”
                “Ah, Mianhae sudah membuatmu menghabiskan waktu yang tidak berguna berbincang bersamaku.” Ujar Jinri seraya menundukkan kepalanya memberi permohonan maaf serta sebagai tanda hormat pada Siwon yang jauh lebih tua darinya.
“aniy! Aku sangat senang berbincang denganmu. So, can i get your number?”
Jinri tersenyum manis, entah mengapa ia begitu bahagia saat mengetahui  Siwon takkan membiarkan perbincangan mereka berakhir begitu saja di tempat mengenaskan seperti rumah sakit ini. Jinri menyebutkan satu-persatu nomor miliknya yang dapat Siwon hubungi, siwon dengan cekatan menuliskan nomor ponsel Jinri di ponsel i-phone nya.
“Gamsa Hamnida... hubungi aku saat kau perlu, aku dokter andalan disini kekeke~. Annyeong~.”  Canda Siwon seraya tersenyum mempesona dan melambaikan tangannya pada Jinri yang tengah membalasnya dengan senyuman termanis miliknya. Senang sekali? Ya, Jinri sangat-sangat senang.  Kenapa? Jinripun tidak memahami dirinya sendiri, mungkin karena terlalu bahagia saat orang lain menaruh rasa peduli terhadap dirinya yang mengenaskan.
Jinri terpengaruh Siwon dan ikut-ikutan memperhatikan jam yang tergantung cantik di dinding “Seharusnya aku bisa pulang sekarang. Tapi, aku harus pulang kemana?” Jinri yang sejenak melupakan masalahnya bersama Minho akibat candaan kecil Siwon kini masalah itu menguak lagi ke permukaan, membuat perut serta kepalanya sakit, gejala umum dari rasa gugup yang berlebihan.
Setelah beberapa menit bergumul dengan pemikirannya sendiri, Jinri pun mengambil keputusan “Di saat seperti ini... hanya Victoria oenni yang bisa kumintai tolong.”

*****
Victoria melangkah cepat di sepanjang koridor rumah sakit. Kaki jenjang dan mulusnya bergerak dinamis, high hells merah menyala serta mini skirt hitamnya mebuat wanita itu sesaat menjadi pusat perhatian orang-orang yang dilewatinya. Matanya berhenti pada sebuah ruang kecil tanpa pintu yang hanya ditutupi gorden sebagai pembatas antara pasien dengan pasien yang lainnya.
Victoria mengintip melalui sela-sela gorden, dan tebakannya benar. Gadis yang sudah dianggapnya adik sendiri itu sedang berbaring lemah menatap langit-langit rumah sakit itu. Kedua pipi pucatnya basah dan mata kecilnya semakin terlihat kecil karena membengkak.
“JINRI-YAA!!” seru Victoria, membuat Jinri terkejut dan menoleh pada sumber suara. Jinri tersenyum lega. Seseorang yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang menemuinya. Melihat senyum kelegaan itu, bukannya membalas senyum Jinri, Victoria malah terlihat emosi “Wae? Apa yang terjadi? Kau membuatku takut! Tiba-tiba mengabariku keadaanmu yang seperti ini. kemana para perawat? Apa kau sudah dapat penanganan khusus? Kenapa kau masih di ruang ini? kau mau pindah ke ruang VIP?” tanya Victoria panjang lebar dan beruntun layaknya gerbong kereta api yang tak kalah panjang.
“Oenni... jangan khawatir. Asma-ku kambuh dan aku hanya pingsan. Aku tidak apa-apa.”
“Mwo? kau bilang ini biasa? Lihatlah hal biasa itu sudah membawamu ke rumah sakit ini! ommona...” omel Victoria seraya membelai lembut rambut kemerahan milik jinri. Jinri tersentuh, rasa iba Victoria terhadap orang lain patut diancungi jempol. Dan lihatlah responnya terhadap  Jinri, seolah Jinri adalah saudara kandungnya. “Kemana Minho? apa dia sudah tahu kau ada disini?”
Jinri membelalakan mata kaget. Dia tak menyiapkan jawaban dusta seperti apa yang akan dia beri pada Victoria. Suara kecilnya tertahan di tenggorokan, ingin berbohong sekaligus ingin menangis. Ia tidak bisa mengatakan bahwa Minho beberapa jam lalu meninggalkannya begitu saja dalam keadaan seperti ini. ia tidak bisa.
“Apa yang terjadi pada kalian berdua?” tanya wanita itu sekali lagi, menambah kegugupan Jinri. Ia takkan pernah bisa sepenuhnya jujur pada orang lain. Ia memaingkan wajahnya, menatap ke arah lain. Jinri tahu jelas wanita di hadapannya itu seseorang yang lebih berpengalaman karena ia jauh lebih tua. Ia pasti tahu apa yang sedang terjadi.
“Aku akan menghubungi Minho.” ujar Vic seraya meraih ponsel dari tas merahnya.
“Andwe! A-aku sudah putus dengannya. Ka-kami sudah berpisah.”
Victoria hampir menjatuhkan ponselnya. Victoria menggeleng pelan. “Aku sudah menduganya. Bocah tengik itu menyakitimu lagi?”  Lagi? Seolah Vic tahu benar apa yang telah dialami Jinri selama 2 tahun saat mendampingi seorang minho.
“Oenni...” panggil Jinri pelan. Victoria masih menatap gadis itu dengan raut wajah yang sama, ujung alisnya sedikit tertaut. Jinri sangat mengerti ekspresi macam apa itu. Ekspresi bingung khas milik sahabatnya. “Aku tak bisa menjelaskannya padamu ini terlalu rumit untuk dijelaskan.” Sambung Jinri yang seketika membuat Victoria bangkit dari posisi awalnya yang duduk di sisi ranjang Jinri.
“Kau tak pernah mau menjelaskannya padaku. padahal aku sungguh-sungguh peduli. Aku ingin mebantu menyelesaikan masalahmu. Lihatlah dirimu! Kau benar-benar...” Victoria menghela nafas, bersiap untuk mengucapkan kata selanjutnya “Kau... Menyedihkan.”
Victoria menyesal telah mengatakan hal itu. Ia melangkah mundur dan berjalan meninggalkan Jinri yang merasa seperti orang bodoh sekarang. Air matanya mengalir lagi, membiarkan tetesan air matanya membasahi blouse hitam yang ia kenakan. Semuanya sudah berakhir, perjuangannya... berakhir.
Victoria terduduk di salah satu bangku panjang di halaman rumah sakit. Dadanya sesak hanya karena memikirkan perasaan Jinri. Berlebihan? Tidak untuk seorang Victoria yang dulunya memiliki seorang adik sakit-sakitan dan berakhir dengan kematian di usia dini. Ia melihat diri adiknya di dalam jinri. Oleh sebab itu ia memperhatikan Jinri seolah Jinri adalah adik kandungnya. “Bagaimana anak itu tetap mempertahankan cintanya selama dua tahun dengan pria yang terus-menerus menyakitinya? Choi Minho... kau akan menyesal telah melepaskan orang yang paling mencintaimu...” Victoria menatap langit biru tenang yang bernaung di atasnya, memperhatikan bagaimana awan-awan putih itu berjalan dan tertiup angin.  “Ini belum berakhir, ia akan kembali pada Jinri. Ia pasti kembali, seperti awan dan langit... Walaupun awan menghilang, ia akan muncul kembali di langit. Kita lihat saja.”
****
3 hari berlalu sejak hari tersulit bagi Jinri itu terjadi padanya. Selama dua hari juga Jinri dan Minho tidak pernah bertatap muka satu sama lain bahkan untuk berhubungan melalui ponsel. Minho tak pernah mencoba menghubungi Jinri begitu juga senaliknya. Butuh waktu untuk menenangkan diri bagi minho dan mencoba menjernihkan pikirannya sebelum ia mengambil keputusan yang salah untuk kelnajutan hubungannya dengan Jinri.
Jinri kini tengah bertopang dagu di hadapan meja kerjanya. Matanya menatap kosong ke depan. Victoria yang sejak beberapa detik sudah ada di ruangan kerjanya pun tidak ia sadari. Vic menghela nafas saat memperhatikan Jinri yang sejak keluar dari rumah sakit selalu saja nampak melamun dan konsentrasinya menurun. Vic berjalan mendekati meja kerja Jinri, melambaikan tangan tepat di hadapan wajah gadis berambut sebahu itu. “Aegy...”
                Jinri tersadar “ Eoh? Oenni... waeyo?”
                “Ini sudah jam makan siang. Kita makan siang bersama kajja.” Ajak Victoria yang disambut dengan wajah bengong Jinri saat melihat jam tangan elegan yang melingkar di lengan langsingnya.
                “Ini jam makan siang? Tapi Aku tidak merasa lapar...” Ujar Jinri seraya mengusap-usap perut ratanya. “Geure, aku akan bersiap-siap.”
                “Ne. Aku tunggu di mobilku.” Balas Vic yang kemudian meninggalkan Jinri sendirian di ruangan kerjanya. Jinri menggembungkan kedua pipinya. Bukannya tidak suka menghabiskan waktu makan siang bersama Victoria. Hanya saja, calon suami eonninya itu selalu ikut makan siang bersama. Jinri selalu merasa iri melihat kemesraan natural pasangan itu. Selain itu, ia juga semakin merindukan Minho.
                Drrrrt.... Drrrt...
                Ponsel Jinri bergetar di dalam tas hitamnya. Perhatiannya teralih menatap layar ponsel dan membaca nama penelepon. Jidat Jinri mengernyit, nomor tidak dikenal menghubunginya. Jinri bimbang ingin menerima panggilan itu atau mengabaikannya. Bukannya berlebihan, Jinri masih khawatir terhadap terror yang terjadi beberapa hari lalu pada Kim Heechul dan dirinya.


             Drrrt... Drrrtt.....
Ponselnya bergetar lagi. Jinri dengan ragu menggeser green button dan kemudian mengangkat panggilan “Yeoboseyo...”
“Yeoboseyo Choi Jinri...” Sahut suara bariton seorang pria dari seberang dengan ramah. 
Jinri merasa ia pernah mendengar suara itu. Tapi dimana? “Nuguya?”
“Choi Siwon... kau mengingatku bukan?”
Senyum Jinri mengembang. Entah mengapa, Ini menjadi sebuah kejutan baginya. “Aigoo... aku hampir mengira hal yang bukan-bukan.”
“Wae? Kau mengira aku adalah penipu yang akan mengirimimu sebuah kulkas dua pintu?” jawaban Siwon lagi-lagi membuat Jinri tersenyum manis yang tentunya tak dapat dilihat oleh kedua mata sipit milik Siwon. “Apa kau sibuk?” Sambung Siwon?”
“Aniy... aku sedang istirahat, ini jam makan siang.”                                       
“Kebetulan sekali! Aku juga sedang istirahat. Makan sianglah bersamaku, jeball...” rayu Siwon dengan nada manja. Memang terdengar aneh saat permohonan dengan nada manja itu diucapkan oleh seorang Siwon yang notabennya adalah dokter paling tampan dan cool di rumah sakit tempat ia bekerja.
Jinri tak pernah berhenti tersenyum sejak ia bicara dengan Siwon. “Aku sudah membuat janji dnegan sahabatku. Alasan kuat apa yang harus membuatku membatalkan janji dan makan siang bersamamu?”
“Oh, ayolah... apa kau tidak menaruh belas kasihan pada pria tua kesepian ini? ia tak memiliki teman lagi utnuk diajak makan siang. Semua yeodongsaengnya pergi meninggalkannya. Ayolah... jeball.”
Jinri menutup mulutnya menahan tawa. Entah kenapa, tapi permohonan itu terdengar sangat lucu dan manis di telinga Jinri. “Geure... aku akan menemanimu makan siang mewakili semua yeodongsaengmu. Aku menaruh belas kasihan pada pria tua ini.”
“Jinjaaa??! Gomawoo... aku akan mentraktirmu, kau tenang saja.”
“Haha. Geure, kau ingin aku menemuimu dimana?”
“Green leaf Resto. Tidak jauh dari rumah sakit tempatku bekerja.” Tearng Siwon yang membuat Jinri mengangguk mengerti
“Baiklah, aku akan kesana. Annyeong”
“Annyeong~~~~”.
                KLIK
Jinri tersenyum kecil, dari dalam hatinya ia yakin ia sedang merasa bahagia. Kenapa? Entahlah, yang ia tahu ia hanya sedang bahagia. Jinri menulis pesan baru utnuk Victoria.
                To : Vic Oenni
                Oenni, Mianne... neomu Mianne... aku tidak bisa makan siang bersamamu hari ini. maafkan aku sudah membuatmu menunggu. Neomu mianne oenni. Makan sianglah dengan baik bersama Changmin oppa^^. Saranghae eonni <3
                Jinri menghela nafas, ia yakin ia telah membuat Victoria mendumel kecil dalam mobilnya. “Mianne oenni... entahlah gadis macam apa aku ini yang membatalkan janji makan siang dengan sahabatnya demi makan siang bersama pria asing yang baru dikenal 3 hari lalu. Aigoo... Jinriya...” ucap Jinri pada dirinya sendiri seraya melangkah keluar dari ruang kerjanya yang menjenuhkan.
****
                 Jinri melangkah melalui sebuah pintu resto yang terbuka secara otomatis. Ini kali pertamanya Jinri makan siang di tempat ini. nuansa elegant coklat tua yang dipadu padankan dengan hijau gelap membuat mata terasa lebih dimanjakan setelah melewati siang hari yang panas dan melelahkan ini. Jinri mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan hingga matanya tertuju pada seorang pria yang tengah tersenyum dan melambaikan tangan padanya, choi Siwon. Jinri membalas senyum itu dan segera menghampiri Siwon.
                “Kau sudah lama menunggu?” tanya Jinri membuka obrolan.
                “Aniy... baru bebrapa menit aku menghangatkan kursi ini. pesanlah makanan yang kau suka, jangan sungkan. Aku pasti mampu membayarnya.”
                “Yaak~~ Siwon-ssi. Berhentilah membuatku ingin tertawa.”
                Keduanyapun terkekeh bersama. Jinri tidak mengerti mengapa ia merasa telah lama akrab dengan pria di hadapannya. ia nyaman, dan tak merasa asing di hadapan Siwon. “Karena kau yang traktir, kumohon kau yang memesankan makanan untukku.”
                “Jeongmal? Geure...”
                Siwon pun memesankan beberapa makanan untuk mereka berdua. Mereka berduapun menungggu pesanan sambil mengobrol santai membicarakan pekerjaan serta kegiatan masing-masing. Tanpa ada membicarakan Minho maupun tanpa membicarakan Sulli. Jinri menikmati moment ini, melepas rasa stressnya setelah tersiksa memikirkan minho, Minho dan Minho. Siwon seperti angin yang menyegarkan. Ia lucu dan tidak membosankan. Membuat Jinri sejenak melupakan dunia yang selalu menyeretnya dalam perasaan yang tak menentu. Perasaan macam apa yang dirasakan Jinri?
                “Kau lahir diamana?”
                Jinri tersedak dan sedikit terbatuk lalu kembali mendongak pada Siwon yang menatapnya khawatir “Aku lahir di Korea... besar di Jepang?”
                “Jepang??”  sahut Siwon membulatkan sepasang mata sipitnya.
                “Ne... waeyo?”
                “Ah, aniy... “ jawab Siwon sembari melanjutkan menyuap ke dalam mulutnya makanan yang telah diantar pelayan beberapa menit lalu. Jinri memeperhatikan wajah Siwon yang terlihat masih berpikir. Apa seorang gadis yang besar di Jepang terdengar aneh?
                Beberapa menit berlalu, Siwon dan Jinri telah menghabiskan makan siang mereka. Jinri akan berkunjung lebih sering ke restoran pilihan Siwon ini, bumbu yang pas dan rasa hidanganya yang menggugah selera membuat Jinri yang awalnya tak memiliki selera makan selama 3 hari ini dapat menghabiskan santapannya tanpa tersisa sedikitpun di atas piringnya. Setelah beberapa menit mengobrol, akhirnya kebiasaan Siwon untuk melirik jam dinding itu terulang kembali. Membuatnya tersadar ia harus segera kembali ke rumah sakit. Sungguh seorang dokter yang bertanggung jawab.
                “ini saatnya aku kembali ke rumah sakit. Kau belum ingin kembali ke kantormu?”
                “Oh, aku masih punya waktu 20 menit lagi... jika kau ingin kembali ke rumah sakit, aku tidak apa-apa Siwon-Ssi”
                “Geure... mianhae meninggalkanmu. Lain kali aku akan mentraktirmu makan lagi. Kau tidak membenciku karena ini kan?”
                Pertanyaan tersebut sukses membuat Jinri terkekeh pelan. “Aku bisa aja membencimu jika kau selalub memberiku segelas susu setiap kali aku makan siang.” Ujar Jinri seraya menunujuk sebuah gelas kosong yang tadinya penuh dengan susu vanilla.
                “Tapi kau menghabiskannya...”
                “Tapi aku bisa menjadi gemuk...”
                “Itu untuk kesehatanmu juga. Wanita karir sepertimu biasanya akan kerja lembur hingga larut malam. Susu baik untuk kesehatanmu.”
                “Yak... Siwon-ssi kau cerewet sekali.”  Ujar Jinri dengan jidatnya yang sudah mengkerut heran dengan pria itu. Ya, jinri tahu... pria ini sedang menganggap dirinya adalah Sulli, adiknya.  “Kau pikir aku Choi Sulli?”
                Siwon diam tak bergeming menatap sepasang mata yang persis dengan yang dimiliki adiknya yang sudah lama meninggal. “Kau bukan Choi Sulli. Kau Choi Jinri... kau akan tetap menjadi Choi Jinri. Aku bukan menganggapmu sebagai Choi Sulli tapi sebagai yeo-dongsaengku.”
                Kali ini Jinri yang dibuat terdiam dan tak bisa menyahut apa-apa. Ini berlebihan!! Terlalu berlebihan!! Mereka berdua baru mengenal satu sama lain  sejak 3 hari lalu dan Siwon sudah menganggap Jinri sebagai adiknya perempuannya? Yang benar saja! Jika dia bukan Siwon, Jinri pasti sudah menertawai pria dewasa ini dan pergi meninggalkannya sendirian di restoran itu. Tapi... kenapa Jinri tak melakukannya? Keduanya saling bertatapan, mencoba membaca pikiran masing-masing.
                Bond... it’s a bond. Ada ikatan di antara kita berdua. Tapi ikatan semacam apa? Kita bukan saudara, bukan sahabat, bahkan kita baru mengenal satu sama lain. Apa kita saling jatuh cinta?

TO BE CONTINUED

HOLAAAAAA!!!   (Berisik woy!! *dilemparin reader pake sapu ijuk*) ada yang masih ingat ff ini? FF yang tidak jelas jalan ceritanya dan tidak jelas bagaimana kelanjutannya sama seperti nasib authornya?? *dor*
3 chap lagi!!! 3 chap lagi dan Mirrors II akan tamat-mat-mat-mat...
Mianhae ya pengetikannya aspal  asal dan abal serta typo yang bertaburan layaknya pasir di pantai dan layaknya dedaunan di musim gugur (-_-) semoga pembaca tidak kabur karena jalan ceritanya sedikit agak ngawur , eh, eh, kenapa jadi dalang OVJ guwee?! xD
Sekali lagi, Sorry for my late update... dan selamat datang untuk angga oppa *peyuk*  Miraclenya jangan lupa dilanjutin... juga untuk author talita... drabblenya cetaaarrr!!! *reader : muncrat woy!!!* selamat datang yaa... aku seneng loh liat authornya makin banyak. Dan admin... bagaimana kabar ff anda?? Saya jadi jangkit oenni loh... malas buka MS word. Kekeke~~~
Eh, guwe kebanyakan bacok bacot ye? Yaudah, notice : jangan lupa tinggalin comment buat authornya. Wajib bagi yang baca maupun tidak *loh*
Sedemikian bacot saya, sampai jumpa di TSC part berapa, author lupa... Bye~~~ peyuk catu-catu reader. Hidup MINSULIANS!!!




32 komentar:

  1. hah! siwon oppa jatuh cinta ma jinri? ANDWE!!!!
    minsul tetap MINSUL!!

    lnjut ya thor.. :)

    BalasHapus
  2. So glad see ur update authornim :)

    Sekarang Minho dan Jinri berpisah! Oh tidak.. :( kesalapahaman yang terjadi harus diselesaikan. Dan sekarang hadir seorang Choi Siwon yang kini menjadi penghiburnya, namun satu hal pasti bila Siwon peduli dengan Jinri ini mungkin karena manipulasi wajahn Jinri dan Sulli yang mirip. sangat berharap Siwon tidak akan dilema dengan perasaannya, dan mungkin Jinri menganggap ini ikatan karena tidak ada orang selain Heechul dan Victoria yang memperhatikannya, dan kemunculan Siwon tepat pada saat Minho dan Jinri sedang dalam badai... Siwon disini bagai secercah angin hangat yang menghangatkan Jinri karena masalahnya dengan Minho.

    Big hoping MinJi will be together again :) and I will believe with Victoria words... "Minho will be with Jinri again" Fated will bring them together^^

    NIce chapter :) and I want s'more authornim kekeke. Update soon and Fighting!!!! Take Care!!!

    BalasHapus
  3. Males ganti akun ahhhhhh. . Holaaaaa devina. . Admin iswarii Here . .

    Doooh, nih part cuma ada Siwon ama Jinri aja. Kemana Minho ??? #NyemplungKeLautMungkin. .

    Ewwww. . Jepang ??? Ada apa dengan jepang ??? Kok Wonie mikir waktu Jinri bilang Jepang ??

    Dan seperti biasa. . Saaayaaaaa Meweeeeek. . #LapIngus. . Knapa begitu menyentuh hati weeeeh ini cerita. Hiks. . Hiksss.

    Babang Hee juga tiba2 raib. . Doooh. . Tante Vic. . Baek banget sih kamu itu. Pantaslah om Chang klepek2. . Dooooor.

    Abis ini TSC yaaak ??? Okeeeeh ditunggu next part nya devinaaaaaaa. . XD

    BalasHapus
  4. Jgan2 mereka bersaudaraan lg,,,, wah klu ya daeak bget tuh hehe.....
    Dan minho kmna tuh ko ga muncul2,,, d tggu lanjutanya ne...

    BalasHapus
  5. hemennnnn (-_-)
    ada apa dengan jepang? siwon jinri kyak punya ikatan batin juga, bener2 deh ni author horor, ngeselin bgt, bkin orang penasaran aja,
    eh ia, tuh minho ngilang dari peradapan, mana dia LOL
    NEXT PALLI JUSEYO (:P)

    BalasHapus
  6. Masih ingat thor sama ff ini soalnya ditunggu2 juga hhii
    Aduh di chapt ini tak ade moment minsul
    Jangan smpai siwon jatuh cinta sama ssul :'' oh no!
    Tetap minsul jjang
    Ehh thor pnasaran loh, ada apa dngan jepang? Yang buat siwon smpai kayak kaget gitu ihhh
    Wait thor next chap
    Jgn lama2 ne :*

    BalasHapus
  7. Oh minho knpa cba mrah sma jinri ayolah maafin ya jeball hihihi
    Siwon oppa suka sma jinri ? Nggak kan eon ? Siwon oppa cma nganggp yeodongsaeng aja kan eon ? Klo bner jinri yeodongsaenya siwon oppa asik dong jinri pnya kakak kekeke , ada dengan jepang eon ? Penasaran hehe
    Next ne eon :)

    BalasHapus
  8. yah yah yah. .
    penasaran akhirnya thor, lanjut lah. tapi jngan lama2. . :)

    BalasHapus
  9. Akhirnya di post jg, jinri kasian ​ɪ̣̝̇ÿ̲̣̣̣̥Ω̶̣̣̥̇̊ , siwon jgn suka ma jinri kasian minho nya. Nex jgn lama2 ​ɪ̣̝̇ÿ̲̣̣̣̥Ω̶̣̣̥̇̊ min

    BalasHapus
  10. Wah wah wah kenapa end nya jadi menjurus sama om siwon =_= next next next!! *gebrak meja* ff ini gak pernah gak ngebuat gua sakit hati(?) Dua jempol kaki deh buat authornya! /eh. TSC-nya cepet diupdate thor, lumutan lumutan dah gua nunggunya-_,-

    BalasHapus
  11. Hidup minsullians!!!!!!smangat 45
    Kok minhonya kaga ada thor.....pnasaran nih sbenernya apa yg dirasain siwon and jinri apa mreka jtuh cnta??????????
    Nih klanjutanya mau brpa blan lg thor...:-)
    Msih 3 chap,,,ayolah jgn lma"
    FIGHTING author dev

    BalasHapus
  12. Aaaaaa...
    Minji pisah >_<
    Knp si minong gag mau denger penjelasan si jinri...
    Untung msh ada vic eonnie...

    Dan mmg ini partnya siwon ama jinri...
    Mereka pnya ikatan batin?

    Dan knp siwon kaget dgn jinri yg besar di jepang???

    Apakah sbnarnya yg terjadi???
    Ahhh...msh horror ini...misteri...

    Si devina emg suka bikin org pnasaran >_<
    Partnya sedih ini

    Lanjut dev..

    BalasHapus
  13. Ming nya kemana eon? udah main pergi begitu aja ninggalin jinri, sekarang malah hilang ditelan bumi -_- terus pula lagi enak enak baca tau tau ada bacaan TBC -_-
    okedeh ditunggu chapter selanjutnya eon :D fighting nee ^_^9

    BalasHapus
  14. Hahh??maksudnya apa thor saling jatuh cinta?jinri haruusss sama minhoo. Tapi kenapa rasanya semuanya kaya berhubungan ya thoor??penasarann. Lanjut ya thoor,chap selanjutnya banyakin minsul nya :D. Ditunggu

    BalasHapus
  15. Lanjut yaa thoor chap selanjutnya banyakin minsul ya :)нáàª;)нàâª:pнà᪪>:O:Dнàâ㪪:p#:-s

    BalasHapus
  16. mwooo?? pliss jangan ampe jinri ama siwon jatuh cinta! andwee!! kyaa ming kemana?? kok gak muncul di part ini, jadinya kebanyakan momentsnya jinri ama siwon. T^T ming juga sih, makanya jangan lama2 marahnya nnti jinri-nya direbut ama siwon baru nyesel-_-!
    pliss jinri ttep harus ama minhoooo... TITIK! #maksa *biarin :p*
    yaa allah! thor ni ff aku tunggu2 lanjutannya baru nongol-_-! keke~ #peace# :3 lanjut ne, jangan lama2 ok. #maksa'again'! *ditabokpakesendal*

    BalasHapus
  17. ceritanya keren!!! uda lama banget nunggunya ini

    jinri sama siwon aja. minho sama sulli yang hidup lagi karena ada orang yang mohon sulli hidup lagi di kaca ajaib, pasti minho seneng kalau sulli hidup lagi walau aneh tapi terdengar lebih ajaib sama keren.

    rasanya jinri itu beda banget sama sulli walau mirip tapi serasa bukan tentang minsul, jinri juga terlalu dewasa gak seimut dan sepolos sulli jadi hidupin aja lagi sullinya hehehehe

    BalasHapus
  18. Astagaaa, 3 chapter lg mirrors II bakal tamatt, tp di chapter ini, minho masih belom nunjukkin batang hidung nyaa. Kemana aja nih si ming?? Ga mungkin kann kalo jinri jatuh cinta sm siwon?? Aahh penasarann. Nextt minnnn (y)

    BalasHapus
  19. Aaahhh ikatan cinta !!! TIDAKKK siwon tidak boleh cinta sama sulli .. Sulli punya minho .. Hehehe
    Siwon sama aku ajaa #plak .. Hihihihihi
    Lanjutt min penasaran ni ..

    BalasHapus
  20. nah nggak ada momen minsulnya di sini :(
    kasian sih si jinri, minho juga kasian sih tapi harusnya dia minta penjelasan lengkap dulu sama sulli eh jinri maksudnya hehe
    seneng sih siwon deket sama jinri wkwkk mereka lucu kalo jadi kakak-adek :D yakin bgt deh siwon cuma anggep sulli jadi adeknya hehe
    btw thor cepet dilanjut yaa, penasaran maksimal nih sama ff ini :( hehe pengen liat momen minsul a.k.a minri lainnya hehe

    BalasHapus
  21. Yahh minsul nya dikit disini, tapi seru thor hidupnya sulli susah bgt kayaknya. Siwon sm sulli ada apa ini wah wah wah ditunggu kelajutannya thorr

    BalasHapus
  22. ada hubungan apa jinri sm siwon pas di "Jepang"?
    minho kemana ihh, beneran ngmbek yah ampe ga nghubungin berhari2 gitu :(
    thor jgn sad ending yah bisi dilempar pake ijuk!!

    BalasHapus
  23. min, kok jinri mulu yg diceritain, Minho oppa nya mana ? :(

    hmm, sedikit membingungkan alurnya, dan makin susah ketebak endingnya, habis Minho oppa sama sekali gk ada muncul dalam cerita di chapter ini :(

    biar bagaimanapun, saya akan tetap menanti dengan setia untuk setiap update-an chapternya, coz saya udah penasaran abis. hhe ..

    ditunggu next chapternya ya min :)

    BalasHapus
  24. jangan" sulli dan jinri saudara kembar lagi jadi siwon oppa merasa ada ikatan dekat gitu... yaudah ga usah nebak dulu bikin pusing ....
    lanjut thor chapter selanjutnya ....

    BalasHapus
  25. waahh.. aku agak heran dan penasaran nih..
    mungkin gak yah klo jinri tuh ada sesuatu dengan kel. sulli..
    ato mungkin aja pada jaman dulu nya sulli dan jinri tuh ada kaitan yang belum ter-ceritakan.. hoohoo

    daebak deh..
    suerrrrrr penasaran..
    jd jgn lama2 ya thoorr..

    BalasHapus
  26. huhhhft bt... knpa galau galau gitusih minsul.
    hmmm

    ko sull di cuekin ming sih.
    yayayya... siwon oppa juga ngerasa kalo jinri tuh mirip suli.. serasa adiknya gituu,, yyaa meski bukan
    gimana yaaa kalo amber ngeliat jinri, #pasti nyangkanya reinkarnasi nya sulli eonni... huuuuaaa

    minsull.... keep smile

    BalasHapus
  27. part ini minsul lagi ga akur ya ahhhhhhh -_-
    minho oppa kemana T_T

    BalasHapus
  28. aku mikirnya jinri sm siwon satu ibu gitu makanya ada ikatan batin wkwkwk ini msh pendapat sih :D

    BalasHapus
  29. thor lanjutin dong

    jinri sama siwon aja
    minho sama sulli yang hidup lagi hehehehe
    biar minsul tetap ada, kalau sama jinri rasanya aneh

    BalasHapus
  30. Daebak eonni , next ne. Jangan sad end. :D hehe
    mereka saudara? Jinri saudara angkatnya siwon? :O sekali lagi daebak! :) mianhae baru bisa baca :D

    BalasHapus
  31. apa kmungkinan jinri m sulli sodaaan ea?? lw gk sodara npa bsa miriiip..ea kn???

    BalasHapus
  32. siwon oppa meras jinri mirip dg adiknya klanjutanny dgn miho oppa gmn thor!

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template