Jumat, 10 Mei 2013

FF MinSul : DREAM GIRL Chap 3




SHINee Choi Minho | F(X) Choi Sulli | EXO-K Kim Jongin | Miss A Bae Suzy | SNSD Kwon Yuri | SM Member's 

AUTHOR: Dhecy Chyminh

Type :comedy, family, sad, romance

Lenght : Chaptered



Rating : PG-13

Summary :



Segalanya telah menembus batas...
Yang tak terjamah oleh logika...


~MINHO POV~

Masa orientasi hari ini sudah selesai, cukup melegakan walaupun ada kejadian aneh dan lucu menurutku. Ya, yeoja robot  itu polos sekali, aku bahkan meragukan otaknya untuk belajar di perguruan ini. Jurusan kedokteran itu harus benar2 menggunakan otak, skill, keaktifan, dan displin. Dari awal bertemu saja, keunggulan yang bisa ku lihat darinya hanya terlalu “banyak bicara” persis seperti robot yang baru ganti battrei. Dan 1 hal lagi, wanita yang sudah menghancurkan hidupku itu datang kembali dengan kata maaf nya, dia pikir aku ini siapa? Aku bukan namja bodoh yang hanya terobsesi pada 1 wanita saja. Memang sampai detik ini aku mengakui masih belum bisa melupakanya, tapi aku berjanji pada hidupku sendiri tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk berhungan lagi dengan wanita itu. wanita yang meninggalkan ku hanya demi kepopuleran, dan meminta kembali tanpa rasa malu sedikit pun.

Baiklah lupakan suzy dan sulli yeoja robot itu, aku ingin cepat2 pulang menyelesaikan proposal ku. setelah itu bersenang-senang dengan sahabat terbaik, MY PSP. Sudah sebulan aku tidak menyentuhnya karena tugas kuliah yang menumpuk. Dengan langkah mantap aku menuju ke parkir, pandangan ku tertuju 25 meter kedepan, ah itu kan yeoja robot tadi. Dia bersama seorang namja. Sedang apa dia bersama namja itu? Terlihat akrab sekali, mengelus kepala, mencubit pipi, dan saling merangkul.

“ckckkck PASANGAN LEBAY, bisa-bisa nya mereka bermesraan di tempat umum seperti ini. Ternyata yeoja robot tadi bisa memikat hati seseorang juga. Pasti namja chingunya itu orang kaya. Merek mobilnya saja sama dengan mobilku”



Tidak mau membuang waktu hanya karena pemandangan menjijikan itu, aku kembali melangkah menuju mobil sport putih ku yang telah terparkir manis di halaman kampus. Langkah ku terhenti sebentar melihat sesosok yeoja yang tengah berdiri membelakangi di sisi kanan mobil ku tersebut, dari bentuk tubuhnya sepeti ku kenal. Akhirnya ku putuskan untuk tetap menuju parkiran, mendengar langkahku yeoja itu membalikan badan kemudian tersenyum.

“ANYEONG OPPA ” sial mau apa lagi wanita ini.
“NEO” jawabku terkejut dengan nada suara tidak senang,
“oppa aku boleh ikut dengan mu” ucapnya manja
“siapa kau? Tidak bisa. aku sudah ada janji dengan seseorang” ucapku berbohong sambil menekan tombol otomatis untuk membuka pintu mobil. Dengan cepat aku masuk kedalam, namun dengan cepat juga wanita itu duduk di sebelah ku.
“yaaa.... keluar” aku benar2 emosi sekarang, tidak punya malukah dia.
“oppa... aku takut pulang sendiri. Aku trauma karena beberapa minggu yang lalu aku di ikuti seorang antis”  katanya lagi dengan ekspresi wajah memohon. wanita ini benar2 membuat ku gila. Aku paling tidak tega melihat wajahnya seperti itu, bagai manapun dia adalah orang yang pernah mengisi hari2 ku dulu. “jadi mau mu apa?” ucapku dengan nada datar.
“antar aku ke apartement NE” ia memegang tangan ku, dengan sigap aku melepasnya dan segera menghidupkan mobil. Terlihat sekilas oleh ku bibirnya tersenyum puas karena berhasil merayuku untuk mengantarnya pulang.

~AUTHOR POV~

Di perjalanan minho dan suzy hanya berdiam diri tanpa sepatah kapan pun. Suzy terus menatapnya dengan tatapan penuh arti, kemudian entanh mengapa air matanya mengalir begitu saja.
“oppa... mianhae” ucapnya sambil memandangi minho, minho hanya mentapnya sekilas kemudian kembali fokus menyetir.
“untuk apa?” jawab minho singkat. “untuk segala yang telah aku perbuat, dan melukaimu” lanjut suzy dengan wajah sendu.
“aku tidak luka sama sekali, aku malah bahagia dengan hidupku sekarang” minho berusaha akting dengan wajah datar untuk menutupi rasa sakit hatinya karena yeoja itu beberapa tahun silam.

“jangan bohong oppa... aku tau kau masih mencintaiku” suzy menggelanyut manja di pundak minho. Tapi Minho tidak menggubrisnya sama sekali. Wajah nya terlihat kesal, kecepatan mobilnya bertambah. setelah itu ia memutar mobilnya ke pinggir jalan dan berhenti.

“jika tujuan mu ku antar pulang hanya untuk membicarakan itu, lebih baik kau turun sekarang”
Ucapnya dengan nada tegas, suzy terkejut mendengar apa yang minho ucapkan. Sampai beginikah ia memperlakukan yeoja yang pernah menyakitinya dulu.
“oppa... apartement ku masih sangat jauh apa kau tega melihat ku tertangkap paparazi berkeliaran di sini” katanya dengan serius. Minho hanya menatap suzy dengan tatapan tajam.
“aku tidak peduli, kau benar2 mengganggu ku hari ini. Cepat keluar atau perlu pintu itu ku buka kan” jawab minho lagi , mata suzy sekarang benar2 penuh dengan air mata yang hanya dalam 1 kedipan bisa tumpah. Akhirnya ia membuka pintu dan keluar, begitu suzy keluar minho langsung memutar mobilnya dan melaju dengan cepat.

“oppa... aku ingin tau sampai kapan kau membenci ku? karena aku tau kau masih mencintaiku” Suzy manatap kepergian minho dengan hati yang miris.

Ditempat lain sepasang oppa yeodonsaeng sedang melahap sajian sushi dengan lahapnya. Yeoja itu bahkan tak menghiraukan tatapan para pembeli lain yang melihat nya ngeri.
“ckckc sulli my princes... kalau makan itu pelan2 saja, sampai segitu laparnya kah kau” tanya siwon sambil mengelap sudut bibir adiknya yang belepotan.
“aku terbawa suasana oppa, ya aku lapar sekali. Hari ini aku melakukan banyak kerja keras dan benar2 menguras tenaga” jawab sulli dengan mulut yang penuh sushi. Siwon hanya menggeleng geleng saja.
“kau sudah mendapat teman di kampus mu itu” tanya siwon mengganti topik pembicaraan. sulli hanya meng angguk-angguk mendengar pertanyaan siwon. Ia tidak bisa menjawab karena masih mengunyah, beberapa saat kemudian ia meneguk segelas jus jeruk. Dan mengelap bibirnya,
“heee’’’ ahhhh mashita.....” ucapnya dengan bunyi sendawa yang lembut. *Ckckckc sendawa oy*
“tadi oppa tanya apa?? teman? Tentu saja sudah. Namanya kai, dia baik sekali padaku” sulli memulai pembicaraan dengan wajah yang ceria kembali.
“jinjahhhh? Apa dia seorang namja?” tanya siwon lagi. sulli hanya mengangguk pasti.
“ne oppa, kai itu namja. Dan dia juga sangat pemalu... tapi dia itu hebat bisa langsung dekat dengan para sunbae, bahkan ia menjitak kepala salah 1 seorang sunbae yang menggodanya. Itu baru macho. Tidak seperti oppa yang hanya mengandalkan perut perumahan oppa itu” ucap sulli menyindir.

“jeongmal... wah berani sekali dia. Tapi masih machoan oppa, dulu bahkan seorang yeoja sunbae rela melakukan apa pun demi mendapat perhatian oppa” siwon mulai berbicara dengan nada yang sedikit di buat sombong. Sulli hanya mendengarnya geli.
“hahhhh bodoh sekali yeoja sunbae oppa itu” ucap sulli lagi kemudian kembali meneguk jus jeruknya
“yaaa..... kenapa bodoh kau bilang? Oppa mu ini kan tampan, pintar, macho lagi. jadi wajar saja banyak yeoja yang tergila gila” siwon kembali menegaskan dengan percaya diri.

“NEEEEEEE ARASEOOOOO” ucap sulli malas berdebat, karena ia tidak akan pernah menang jika adu kesombongan dengan oppanya. Siwon tersenyum puas jika sulli sudah mengucapkan kata “NE ARASEO”  itu tandanya dia menyerah.
“kajjah oppa kita pulang, aku mau belajar”
“NE..  NE.. rajin sekali princes ku ini, walaupun dalam urusan pekerjaan rumah sangat malas” siwon menatap jahil sulli yang sukses memanyun kan bibirnya.

~KAI POV~
Aku masih terbayang-bayang wajah manis nya, tingkah lugu nya, kepolosanya. Hem... CHOI JIN RI atau SULLI. kenapa tiba2 aku memikirkanya begini? Hah ani ani tidak mungkin aku jatuh cinta pada pandangan pertama.

~TAEMIN POV~
Sepertinya yeoja tadi telah mengisi otak ku, aku masih ingat senyum nya yang menawan. Indah eye smile nya, dan kepolosan nya itu. Mau saja di kerjai minho hyung. Hah ani ani tidak mungkin aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku ini kan manly...

~SULLI POV~
Hahh akhirnya aku bisa kembali bermanja manja di king size ini. Lelah sekali rasanya, terlintas sekilas di wajahku bayangan minho sunbae. Omo... kenapa ada namja itu di langit2 kamarku. Menganggu saja. Kau tau tidak? aku hampir mati karena mu. Dasar namja tidak punya hati, bisa2nya memperlakukan yeoja secantik dan seimut ku dengan begitu kasar. Kau tidak tau kan dulu di SENIOR HIGH SCHOOL aku ini bintang sekolah? Banyak namja yang frustasi karena ku tolak. Ah sudah lah buang2 waktu saja berbicara dengan mu, toh kau juga tidak mendengarnya.
Lebih baik aku membaca ini, sebuah buku yang mebahas tentang saraf, ya aku ingin mengambil jurusan SPESIALIS SARAF nanti nya. Ku baca halaman per halaman dan memahami setiap penjelasan di buku yang di belikan siwon oppa 3 hari lalu.

~ MINHO POV~
Apa yang harus ku lakukan pada wanita itu? Dia benar2 menggangu hidupku sekarang. Sekian lama aku mencoba bertahan untuk tidak jatuh yang ke 2 kalinya. Sekarang dengan gampangya ia meminta kembali. Dia pikir siapa aku ini? Aku takut perasaan ku padanya kembali berkembang semakin hari jika dia terus menunjukan dirinya kepadaku. Sepertinya aku harus mencari yeojachingu... supaya dia berhenti untuk mengejar ngejar ku. dan aku dengan cepat bisa melupakanya. tapi dengan siapa? Apa aku herus memilih salah 1 dari para zombie wanita itu? Atau dengan yuri nuna si ratu zombie? Ah ani ani.... tidak akan pernah ku lakukan hal bodoh tersebut. Ketika sedang berfikir keras untuk memecahkan masalah ini entah kenapa muncul sepintas wajah yeoja robot tadi di benak ku.
“MWO????? Yaaaaa kenapa yeoja itu tiba2 muncul, apa dia ingin mendaftar menjadi salah 1 fan girl ku. Andwee tidak akan ku lakukan hal2 bodoh seperti itu. lebih baik aku menghindar saja. Tapi menghindar bagaimana jika tiba2 suzy muncul nanti, HAISSSSHHHHHHHHHH...... nan michigeutta (aku mau gila rasanya)”

~AUTHOR POV~
Sekarang sulli sudah benar2 menjadi seorang mahasiswa, ia menjalani rutinitasnya untuk pulang pergi kampus. Hari ini seperti biasa ia di antar oppa nya choi SIWON. Sementara itu di pintu masuk ke universitas seorang namja telah berdiri tegap menunggu seseorang.

“oppa aku pergi dulu NE. Anyeong” sulli mencium pipi kiri siwon dan berlalu begitu saja. Stelah itu ia melangkah menuju kampusnya.
“SULLI.....” teriak seorang namja sambil melambai lambaikan tangan. Sulli melihat sumber suara itu kemudian tersenyum dan berlari kearahnya.
“ya... apa kau menguu ku” tanya sulli dengan senyum khas nya.
“NE... aku kan teman yang baik. aku tidak mau kau tersesat lagi seperti semalam” kata namja itu lagi.
“baiklah mulai hari ini aku putuskan, CHOI SULLI DAN KAI.... bersahabat” sulli menangkat  kelingkingnya, dan kai menyambut kelingking sulli dengan menyatukanya pada kelingkingnya juga.

“em kau kenapa ingin memilih kuliah kedokteran?” tanya sulli di sela langakah2 nya untuk menuju ruangan belajar.
“karena janji sahabat” jawab kai sambil tersenyum
“janji sahabat? Maksudnya” tanya sulli bingung.
“sejak kecil aku berteman dengan sahabat2 ku yang mepunyai 1 cita-cita sama. Menjadi pemain bola terkenal di dunia. Namun orang tua kami tak ada 1 pun yang menyetujui cita2 kami tersebut. Aku dan sahabat2 ku memang beda2 usia. Bahkan aku maknae nya. tapi ketika bersama mereka aku merasa lebih dewasa. Hingga pada suatu hari, ketika kami sedang beristirahat kelelahan setelah bermain bola. Kami melihat sebuah bus yang mengangkut banyak wanita berpakaian putih berkerah biru, ternyata wanita2 itu adalah para mahasiswa perawat. Semuanya cantik dan anggun. Kami bahkan tidak mengedipkan mata sedetik pun. Hingga sahabat ku yang paling tua berkata
 ‘kelak aku ingin menjadi dokter supaya bisa berkencan dengan nuna2 itu’, dan anehnya semua dia antara kami menyaut jawabanya dengan ucapan “AKU JUGA”   sejak saat itu cita2 kami berubah ingin menjadi dokter dan menjadikan bola sebagai hobi saja” kai menjelaskan panjang lebar asal usul cita2nya untuk menjadi seorang dokter. Sulli tertawa terpingkal pingkal mendengar penjelasan kai.

“haahaha omo jadi hanya karena nuna-nuna perawat yang cantik-cantik itu? Oh my god kalian lucu sekali. Aku ingin juga bersahabat dengan sahabat-sahabat mu itu. Kapan-kapan perkenalkan aku dengan mereka NE” sulli berusaha berbicara lancar di sela tawanya

“bukanya kau sudah mengenal mereka” jawab kai lagi, yang sukses membuat sulli menghentikan tawanya.
“mwo...? kapan ? aku baru mengenal mu saja kok” kini kai yang tertawa melihat wajah inoncent sulli
“haha... aku belum mengatakanya pada mu ya. Sebenarnya, 5 sunbae kemarin adalah sahabat2 ku. onew hyung yang tertua dia 89 line, jonghyun hyung tertua ke dua 90 line, minho dan key hyung sama-sama 91 line, taemin 93 line, dan aku sendiri 94 line” jelas kai lagi. Sulli hanya menatapnya tidak percaya.
“jeongmal???? Omoooo aku bahkan baru tau. Pantas saja kau tidak ada sedikit pun rasa takut seperti yang aku rasakan, dan aku juga terkejut ketika kau memukul kepala taemin sunbae”
“ahaha  ia aku melihat wajahmu bingung kemarin” kata kai lagi.
“tapi kau dan taemin sunbae sangat mirip” lanjut sulli dan kai kembali tersenyum
“tentu saja, kami sepupu. Ibu nya dengan ibu ku kakak beradik. Kau orang yang ke 1001 mengatakan kami mirip. Tapi aku lebih manly kan dari taemin” kai berkata dengan pede sambil meniup poninya.

“haha kau seperti oppa ku, sangat narsis. Emm hari ini pengetahuan ku bertambah karena cerita mu. Gomawo NE” sulli menyunggingkan senyum baby nya, kai hanya menatap senyum itu dengan menelan ludah. Jantungnya sudah berdetak 20 kali lebih cepat *bayangin cobak haha*

“sekarang  giliran mu...” uacp kai  pada sulli yang masih tersenyum.
“eoh...?? giliran apa?” tanya sulli bingung
“aku sudah menceritakan kenapa memilih sekolah kedokteran. Bagaimana dengan mu? Apa yang membuat mu memilih jurusan ini?” kai memperjelas kata2 nya dengan lembut, sulli hanya mengangguk dan tersenyum.
“baikalah....alasanya sederhana. Karena dokter itu pekerjaan mulia. Dan karena halmoni ku, ia menderita penyakit aneh yang menonaktivkan semua sistem saraf nya. Aku benar2 sedih saat itu, ketika halmoni ku meninggal aku bertekat untuk menjadi dokter ahli saraf yang suatu saat nanti bisa menolong orang2 penderita penyakit aneh seperti halmoni ku” kini mata sulli sudah berkaca kaca. Kai mentapya iba kemudian menggenggam erat tangan sulli.
“kau pasti berhasil... karena niat mu itu sangat mulia. Mianhae jika membuat mu mengingat hal itu lagi” mendengar ucapan kai lagi2 sulli hanya tersenyum manis.

“gwenchona... aku senang berbagi cerita pada mu. Jadi apa sampai sekarang kau masih ingin
berkencan dengan nuna2 perawat itu?” sulli tersenyum jahil.

“mwo? Tentu saja tidak. Sekarang aku ingin menjadi dokter yang sesungguhnya, tulus dari hati untuk menolong para pasien ku nanti”
“hehehe.... KAI FIGHTHING....” mereka tertawa bersama dan masuk ke ruangan belajar.

Lagi-lagi minho melihat sulli dari kejauhan, ia melihat keakraban antara kai dan sulli. minho hanya berdecak sambil menatapnya sinis.
“bisa2 nya dia sedekat itu dengan sahabatku. Padahal baru kemarin dia berkencan dengan namja chingunya. Polos2 sungai amazon kau sulli” setelah itu minho berjalan menelusuri lorong kampus, setiap yeoja yang di lewatinya teriak histeris namun tak berani mendekati. seolah2 minho mempunyai pengawal bersamurai.
                                                                                *********
Tak terasa sudah 3 bulan penuh Kini sulli menjalani masa2 kuliahnya, tidak sedikit dari para mahasiswa di universitas itu yang menyadari bahwa sulli sangat cerdas. Hubungan kai dan sulli pun semakin dekat. Bahkan onew, taemin, key dan jonghyun juga telah mengenal dekatnya juga. Tapi berbeda dengan  Minho, namja cuek itu tidak merespon sulli sedikitpun. Hingga pada suatu hari, salah 1 rumah sakit swasta dan terkenal di korea mengundang dua orang mahasiswa terbaik yang ada di  “KOREAN UNIVERSITY MEDICAL SCHOOL” untuk penyuluhan bersama mahasiswa terbaik dari berbagai negara. Dan tanpa di sadari utusan dari korean university adalah choi miho dan choi sulli, karena keduanya merupakan yang terpintar dari mahasiswa lain.

“JINJAHHHHH.... ya apa bisa nya yeoja itu? kenapa aku di utus harus bersama dia sih?” minho protes atas kabar yang di berikan onew, seniornya.
“dia itu sangat cerdas, pengetahuanya bahkan melebihi sunbae2 nya yang lain. Sama seperti mu. Aku kadang berfikir, choi itu sangat berkwalitas sekali ya bibit bobot dan bebet nya. Sudahlah kau terima saja. Berikan yang terbaik unuk korea terutama kampus kita ini. Dan Kau di tunggu victoria seongsangnim di ruanganya” setelah mengatakan itu onew pun pergi.

“haishhhh apa benar dia pintar? Bahkan aku Tidak melihatnya sama sekali” ucap minho kesal kemudian ia menuju ruangan victoria selaku tangan kanan dekan di kampus tersebut. Ternyata sulli telah lebih dulu berada disana dan tengah berbincang bincang serius bersama victoria. Melihat itu minho mencoba tenang dan tetap sopan. Karena semua dosen di universitas ini mengenal sosok minho seperti itu. Ia tidak ingin merusak image nya hanya karena tidak senang di utus bersama sulli.
“oh minho kau sudah datang” minho hanya membungkukan badanya memberi hormat. Dengan takut2 sulli menyapa minho
“anyeong sunbae...” tidak ada balasan, minho hanya tersenyum simpul *wah minho kebangetan*

“baiklah... kau pasti sudah tau kan tujuan ku memanggil mu. Untuk itu aku berharap pada kalian agar memberikan yang terbaik disini, mulai sekarang bekerja samalah. Kalian juga harus menyusun sebuah karya tulis mengenai sistem saraf2 pada tubuh manusia untuk di persentasi kan di depan para peserta dan penilai pada penyuluhan tersebut. Aku rasa itu saja, dan kau sulli... aku benar2 kagum dengan pengetahuan tadi. Ngomong-ngomong aku lihat kalian sangat cocok jika menjadi pasangan, sama2 cerdas, sama2 choi lagi” victoria mencoba menggoda minsul di tengah keseriusanya. Sontak wajah keduanya menjadi kaku dan tidak senang.

“hahhh andwe tidak akan terjadi. Menjadi pasangan minho sunbae sama saja dengan membawa neraka kehidupku. Ani ani” batin sulli dalam hati

“MWOOOO???? Hahaha gila saja lebih baik aku tidak mempunyai pasangan jika harus hidup bersama robot kaku seperti yeoja ini” batin minho lagi dalam hati.

Setelah itu mereka keluar bersama, sulli terlihat takut-takut menyapa minho
“sunbae.... aku mohon kerja samanya NE” minho melihatnya sekilas dan berlalu meninggalkan sulli begitu saja. Setelah minho menghilang dari pandangan sulli, sulli teriak sekuat kuatnya

“YAKKKKKKK MINHO..... KAU ITU MANUSIA ATAU TEMBOK SIH KAU PIKIR KAU ITU KEREN, JINJAHHHHH NEO JUGASE...” belum sempat sulli melanjutkan kata2 nya minho kembali lagi dan menatap sulli dengan tatapan mematikan....

“apa kau bilang?” tanya minho merapatkan giginya

“hehe anneyeong sunbae” sulli langsung ambil langkah seribu alias berlari karena takut di telan bulat2 oleh minho yang telah mengeluarkan tanduk amarahnya.

TBC. . .

8 komentar:

  1. Baca ff ini ikut senyum2 sendiri, minsul bareng trs donk krn ad tugas berdua, aseeekkk

    BalasHapus
  2. minho dan sulli disini bertengkar terus, padahal mereka uda mahasiswa :0 tapi lucu min :) semangaat

    BalasHapus
  3. Yang terakhir.a sangat lucu :D

    BalasHapus
  4. haha.. malu tuh Sullinya :D tapi kasian juga ya Minho oppa dikatain gitu...

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template