Minggu, 08 September 2013

FF MinSul : Miss you (part 2)

Tittle : Miss you (part 2)



 Author : taE_Nda

author post di sini part 2 nya karena banyak yang kasih komentar
gomawo ya ,,, 
kalau mau author post di Blog ini lagi,,
di harapkan komentarnya kembali,,,
gomawooooo :)

Genre : sad

Main cast : choi sulli , choi minho, and ,,,,,,

Siders : kita lihat selanjutnya
Author POV
Setelan jas hitam, kemeja putih didalamnya, dengan dasi berwarna merah marun yang sedang dikenakan seorang namja tinggi, tegap, bermata coklat, wajah tampannya memancarkan kharisma yang begitu besar sehingga membuat semua mata tidak akan rela untuk melewatkannya, ia berjalan dengan pasti di dalam perusahaan terbesar no. 2 setelah SM group, di belakangnya terdapat 2 orang yang sedang mengikuti langkah tegapnya.
“yeoboseyo, ne,,, ne,nyonya. baiklah. ,,,,, Maaf presedir minho, ibu anda menelpon” sekretarisnya yang tadinya berjalan di belakang , sekarang menyamai langkahnya dengan langkah sang presedir
Sang presedir tanpa menghentikan langkahnya meraih i-phone yang tadi di julurkan sekretarisnya.
“ne, eomma” jawabnya
“minho ah, kau sudah seminggu tidak pulang, apakah urusan kantormu lebih penting dari eommamu ini eoh ?” tanya sang ibu dengan nada sedikit meninggi, marah? Mungkin.
“eomma aku sibuk” balas sang anak yang berstatus presedir dari “JYP group”, sambil mendorong pintu kaca besarnya untuk menuju ruang kerjanya.
“sibuk,? dulu sewaktu kau masih menjadi seorang pelukis ,, kau tidak sesibuk ini minho ya “
Minho terdiam, ia menghentikan langkahnya tiba-tiba, dulu sewaktu ia masih menjadi seorang pelukis, lebih tepatnya 2 tahun yang lalu. Pikirannya tiba-tiba melayang pada yeoja berparas cantik yang hanya mencintai bisnis dan melakukan apa saja untuk bisnisnya
. “minho ya?, kau masih disana?” ujar sang eomma membuyarkan lamunan minho.
“ah, ne eomma, bukannya ini yang kalian mau?, aku meneruskan jabatan appa?” minho kembali melanjutkan langkahnya, ia mencari alasan lain, agar eommanya tidak membahas, apa yang ada dipikirannya sekarang.
“tapi , bukannya kau sempat menolaknya eoh ?, apa ini gara-gara sulli ?” damn, ternyata eommanya mampu membaca pikirannya, minho lagi-lagi terdiam di depan meja kerjanya. lalu ia berbalik dan memberikan isyarat pada sekre dan pengacaranya untuk meninggalkan dia sendirian . dengan patuh sang sekre dan pengacara minho membungkuk tanda hormat lalu keluar tanpa lupa untuk menuntup pintunya kembali.
“eomma, jebal jangan bawa-bawa dia lagi dalam setiap tindakan yang aku lakukan eomma ” wajah berparas manis dan cantik itu kembali memenuhi otak dan hatinya, hingga membuat kepalanya pusing karena tidak mampu melupakan, barang sekejap saja cinta pertama dan mungkin terakhir dirinya itu, serta membuat hatinya sakit, karena luka yang yeoja itu tinggalkan saat ia benar-benar sudah cinta mati pada sulli, yeoja yang dimaksud hati, dan pikirannya . ia menjatuhkan tubuh tinggi nan kekarnya ke kursi empuk presedirnya, ia sedikit memijat-mijat keningnya yang mulai terasa pusing.
“baiklah, tapi minho ini bukan yang terbaik”
“eomma, ini pilihanku” lanjut minho
“arasho, eomma tunggu dirumah malam ini, pulanglah lebih awal,, appamu juga menunggumu “ sang eomma mematikan sambungan telponnya, minho pun dengan kasar meletakkan i-phonenya keatas meja, lalu kembali memejamkan matanya ~~~~~~~~~~
“sulli, kau bercanda?aku mencintaimu, apakah kau lebih memilih bisnismu dari pada aku?”
“ne oppa?”
“wae?,aku bisa membantumu ssul, kita bisa melakukannya bersama-sama”
“aniya, kau hanya seorang pelukis oppa, kau tidak tau bagaimana sulit dan kejamnya dunia bisnis itu, aku harap kau mengerti dan pergilah , menjauh dariku. Lebih dari apapun aku memilih bisnis keluargaku”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“SHIIIIIIIIIT” teriak minho frustasi, kata-kata sulli, yeoja yang begitu ia cintai kembali berputar di telinganya, kata-kata yang begitu menyakitkan hingga ia berubah menjadi seperti ini. “lihat ssul, aku akan membuktikan padamu, kalau aku mampu dan bisa. KITA AKAN BERTEMU!! SEGERA “ minho menatap tajam bingkai foto kecil berwarna hitam, itu foto dirinya bersama sulli, yeoja chingunya ,satu hari sebelum mereka resmi berpisah, lebih tepatnya putus secara sepihak.
Minho menekan sebuah tombol pada telpon kantornya dan berkata “sekretaris choi, pengacara park, masuklah “
--
Seminggu setelah kepergian oppa sepupunya,heechul . sulli lebih banyak merenungkan nasib nya yang sangat menyedihkan ini.
“sajangnim, hari ini kita ada rapat dengan pemegang saham nanti sore jam 17:00 KSL” ujar sang sekretaris, tapi sepertinya sulli sedang tidak fokus, laptopnya menyala tapi pandangannya kosong menatap lurus kedepan,
“sajangnim ,, sajangnim”
“eoh ne, , ,wae?” sulli merapikan rambut blonde sebahunya, lalu kembali dengan wajah seriusnya.
“nanti sore jam 17:00 KSL, kita ada rapat dengan para pemegang saham” ulang sang sekre, yang di balas anggukan kecil oleh sulli
‘sekarang jam 15: 13 KSL, apakah tidak ada jadwal lagi sebelum rapat?” tanya sulli , saat sekilas melirik jam tangan yang harganya berkisar 700.000.000 won itu.
“eopso sajangnim, wae,?’ anda ingin saya membawakan anda hasil data penjualan perusahaan untuk bulan ini, atau anda ingin meninjau kinerja pegawai?” inilah kegiatan sulli saat jam senggang , ia lebih suka meneliti indikasi risiko-risiko yang bisa mengancam perusahaannya dari segi sumber daya manapun, terutama sumber daya manusia. Sulli sangat pintar membuat SDM di perusahaanya, berpikir kreatif dan inovatif, hingga SDM pada CHOI GROUP terkenal oleh skilnya yang luar biasa.
“ani, aku akan pergi keluar sebentar” sulli meraih jeket bulu hitamnya pada kursi kehormatannya dan pergi begitu saja meninggalakan sekre lee yang terdiam, mencerna ucapan atasannya “ ani?, keluar sebentar?. Apa aku tidak salah dengar sajangnim ingin pergi beristirahat? dAEBAK, ini prestiwa langkah,apakah aku harus merayakannya bersama staf lain, kekeke” sang sekre tertawa geli, saat membayangkan hal konyol itu. tapi ia cukup senang sajangnimnya yang begitu bekerja keras, akhirya meluangkan waktu untuk dirinya sendiri.
Ditaman kota, Sulli duduk di sebuah bangku kayu, ia melihat sekelilingnya terdapat banyak pasangan yang berlalu lalang, sambil berpegangan tangan bahkan saling merangkul. ia tersenyum miris pikirannya melayang jauh, 2 tahun yang lalu saat dirinya dengan seseorang pernah melakukan hal yang sama dengan pasangan-pasangan yang sedang ia lihat saat ini.
flashback
tangan yang saling bertautan, senyum yang tidak pernal lepas dari keduanya, sesekali padangan mereka bertemu dan senyum manis mereka semakin merekah. Sang gadis pun sesekali menyandarkan kepalanya di bahu sang namja, sang namja pun menyandarkan kepalanya kepada sang gadisnya. Kaki Mereka terus melewati taman bunga seoul, taman itu sangat indah di penuhi bunga-bunga dengan jenis, warna dan wangi yang berbeda, satu kata untuk mengambarkan taman itu, sangat indah. Tapi keindahan tak sebanding dengan perasaan keduanya yang saling mencintai. Tak kan indah taman itu kalau diantara mereka tidak hadir dan tidak saling melengkapai satu sama lain.
“oppa, hari ini aku persentasi di kantor appa, menjelaskan strategi pemasaran kami oppa” sang yeoja membuka percakapan, saat ia mengingat apa yang nanti akan ia lakukan. seorang yeoja akan selalu memberitahukan kepada namjachingunya, apa-apa yang ia lakukan saat tak bersama kekasihnya, sama halnya dengan sulli. ia selalu melaporkan kegiatannya saat sedang tak bersama minho, namja chingunya.
“benarkah?, aissssh mereka selalu merebut kekasihku “ minho merangkul kekasihnya lebih erat seolah tak ingain ditinggal pergi dan mereka tertawa bersama.
“mwoya, hahah” ujar sulli di sela tawa mereka.
Dreeet, ,drettt , ,
“aaah, oppa changkaman” sulli melepas rangkulan yang di berikan minho pada pinggangnya dan ia berjalan sedikit menjauh saat ia mengetahui kalau appanya yang menelpon. Minho sudah tau tentang hal itu, ia hanya bisa memaklumi kondisi hubungan mereka.
‘yeoboseyo,appa?” tanya sulli saat ia mengangkat telpon dari choi siwon, presedir SM group
“,,,,,,”
“tapi appa, aku sedang , , , ,”
“.......”
“baiklah, arasho , ,” dengan lesu dan tak bersemangat ia menutup telponnya, menatap minho dengan perasaan bersalah
“oppa, aku harus pergi!” ujar sulli
“appamu memanggilmu?” tanya minho, sulli tak menjawab ia hanya tertunduk dan mengangguk. Minho tersenyum lalu mendekati sulli, mengangkat dagunya hingga mata indah sulli sekarang menatap mata bulat coklat minho. “gwenchana, oppa juga ada sesuatu yang ingin di lukis. Pergilah semua akan baik-baik saja” minho tersenyum tulus, senyum yang sangat di sukai sulli hingga sekarang sulli membalas senyum itu dengan senyum indah miliknya.
“gomawo oppa” sulli langsung memeluk minho, dan minho hanya bisa membalas pelukkan tubuh tinggi ramping di depannya itu, berharap bahwa tubuh dan hati yeoja itu tidak akan meninggalkanya. Flashback end
Air mata sulli tiba-tiba jatuh, itu salah satu kenangan yang tidak akan ia lupakan karena hari itu , untuk terakhir kalinya sulli melihat senyum tulus dari seorang choi minho.
“hiks , , ,” sesak terasa dihatinya, hingga isakan satu-persatu meluncur begitu saja dari mulutnya. Beberapa pasangan yang melihat sulli cukup merasa prihatin dan simpati pada sulli. sulli berusaha menyembunyikan air matanya yang entah sejak kapan menetes tanpa henti
“annyeong eonni?.” Sulli terkejut saat suara kecil dan lembut menyapanya, ia menoleh kesamping dan menemukan seorang gadis kecil sekitar berusia 6 tahun sedang tersenyum , “dia orang korea?” batin sulli saat melihat fisik mereka yang sama.
“hey, kau tersesat chagi?” tanya sulli, ia telah mengendelikan air matanya lalu menyamanakan posisinya dengan gadis kecil itu. tapi Gadis kecil itu menggeleng cepat hingga poni hitam lurus dikeningnya ikut bergoyang-goyang
“jadi dengan siapa kau disini, mana eomma mu?” sulli mengedarkan pandangannya, siapa tau ia melihat orang tua yang sedang mencari anaknya yang hilang.
“ aku tidak hilang eonni”
“jadi, apa yang kalau lakukan disini eoh ?, ayo eonni antar pulang, katakan pada eonni rumah mu dimana?” anak kecil itu mengeleng dan terus tersenyum.
“waeee?”

“ige , , ” sulli terkejut saat melihat anak kecil itu menjulurkan sapu tangan berwarna putih biru kepadanya
“eonni cantik, jangan menangis lagi” sulli tersenyum, ia teringat pada namjanya yang selalu memberikan sapu tangan saat ia menangis menumpahkan beban hidupnya.
“gomawo,, aegy, kau sangat cantik dan sangat baik” sulli meraihnya dan menghapus air matanya yang masih tersisa di sudut matanya.
“anak baik,,, katakan dimana rumahmu, besok eonni akan mengantar sapu tangan ini !”
“ani” gadis kecil itu meraih sapu tangan tadi. “tidak apa-apa eonni” lanjutnya. “jangan menangis lagi , ne , ,aku pergi dulu CHU~~~~” gadis kecil itu mendekat dan menciup pipi kanan sulli lalu pergi berlari manjauh, DEG,,, memori lama berkelebat di pikirannya, ia tersenyum pahit saat mengingat kalau dulu, namjanya selalu mencium pipinya seusai ia memberikan nasihat-nasihat kecil, atau sekedar memberikan semangat “oppa, i miss you so much”gumamnya


To Be Countinue
Mau lanjut ,?
Please coment


Jangan jadi silent readers ya

21 komentar:

  1. ini keren !!!!!!! ^^
    DAEBAK!!!!!lanjut thor o_o

    BalasHapus
  2. Lanjuuut thorrr . , XD
    Kasian Mino, , kasian Ssul. . Huaaaaaa. ,
    >,<
    Nyeseeeeek.

    BalasHapus
  3. Yaampun thor mulai kemaren pengen comment tp ga bisa2 akhirnya bisa jg :'D lanjutin thor keren bangett :) jgn lupa jugak yg Mirrors chap terakhirnya..... Gomawo ^^

    BalasHapus
  4. lanjuutt thor,,hiks hiks..
    seruu bngt's,,

    BalasHapus
  5. ya eonni ini knapa genre nya sad? bakalan sad ending gitu?
    next eon, aq dah ingat ni ff( saking banyaknya baca ff)
    part 34567
    hhheheh

    BalasHapus
  6. Lanjut lanjut lanjuuuuttt!! >u<

    BalasHapus
  7. kagak bakal sad ending kan min?
    pengennya minsul bahagia selaluuuu... :D

    BalasHapus
  8. gimana ya caranya biar artikel kita kayak gini bisa ditemukan di google? kok aku gak bisa ya?

    BalasHapus
  9. Aku nangis eonni..
    Pengen cepet di pertemukan minsulnya..

    Lanjut lg ahh.. ^^
    Ditunggu..

    BalasHapus
  10. Daebak daebak daebak !!! hanya kata-kata itu yang bisa aku ucapkan eon :)

    BalasHapus
  11. Jd ikut sedih. Kasian ya. Next min

    BalasHapus
  12. sulli jangan terlalu obsesi dong sama pekerjaannya kasian kan minho oppa dianggurin, kalo udah gamau yaudah minho sama aku aja *ehh hahaha jk ._.

    BalasHapus
  13. kasian minsul....
    daebak thor ceritanya

    BalasHapus
  14. Daebak .. udah masuk ke inti nya ..
    Omo .. sulli jahat banget ... Kata-katanya itu pas mu ninggalin mingpa kaya ngeremehin banget .. huhu kasian kan mingpa nya :(

    Mingpa fighting ne.. sulli pasti kembali .. :D

    Jeongmal keren eon ff nya :D

    BalasHapus
  15. sulli-ya.. masa gara2 minho pelukis km ninggalin dia? :(

    BalasHapus
  16. daebakkkkk bangeeet dech hiks hiks bikin gregetan . . .

    BalasHapus
  17. sulli terlalu terobsesi sma kerjaannyaa,, mpe ngorbanin perasaannya hiks hiks,,
    kasian minho oppa juga,,,

    BalasHapus
  18. Wiih pasti tambah keren critanya

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template