Jumat, 20 September 2013

ff MinSul : Miss you (part 4)


·         Tittle : Miss you (part 4)

·          Author : taE_Nda
·         Genre : sad Main cast : choi sulli , choi minho, and ,,,,,,(?)
·         Siders : lee taemin and choi minrin, DLL


“Apa yang kau lakukan di belakang?” tanya minho pada sulli, saat melihat sulli berjalan di belakangnya dengan tampang sangat gelisah.
“ini rumah sakit sulli sajangnim, bukan kuburan” kata minho , sulli mempoutkan bibirnya lalu ia dengan begitu saja berjalan melewati minho.
“hey, kau mau kemana?, itu kearah parkiran belakang, kau mau kabur eoh ?” minho langsung mengejar sulli yang sudah berjalan cepat kearah parkiran belakang.
“hey , ,” minho meraih lengan sulli, membuat sullli berbalik menghadapnya.
“ayo , ,” langsung saja minho menarik tangan sulli menuju ruang dokter yang ternyata teman dekat minho.
“aku bilang, aku tidak apa-apa , ,harus berapa kali aku katakan padamu choi minho. kau baru datang dari korea dan senaknya saja membawaku pergi dari klien pentingku... kau ingin perusahaanku bangkrut, dan perusahaanmu menjadi perusahaan nomor 1 hah?” protes sulli, tapi minho sama sekali tidak menanggapi.
“duduk, dokter jhony akan datang, diam jangan banyak bicara. apakah selama kau menjadi direktur , kau berlatih untuk menjadi yeoja yang cerewet?”
Omongan minho selalu bisa untuk membuat sulli diam tanpa kata, “aissssh jinjjah kenapa dari dulu, aku tidak bisa membalas kata-katanya” ujar sulli dalam hati.
“selamat malam, mr, choi” dokter yang dimaksud minho akhirnya datang juga, minho berdiri dan sedikit berbincang-bincang dengan sang dokter, sedangkan sulli dari tempat duduknya terus memandangi wajah minho. “dia tidak berubah, sama sekali tidak berubah, tapi,,,,,,,, tapi aku rindu senyumnya. Apakah dia membenciku ?, ani , bahkan dia masih memperhatikanku. Namun bagaimana pun aku telah meremehkan dirinya dan menyakiti dirinya sebagai seorang namja, betapa jahatnya kau choi sulli,,, “ sulli benar-benar menyesali dirinya, tapi apakah ada kesempatan kedua untuk dirinya. Sulli tidak tau sudah 2 tahun mereka berpisah dan tidak saling memberikan kabar, mungkin saja minho sudah menikah atau setidaknya dia punya pacar untuk menghilangkan rasa sakit hatinya pada dirinya, itu lah yang dipikirkan sulli
“apa yang kau lihat?” lagi-lagi minho memergoki sulli yang sedang menatap dirinya. Saat itu juga sulli segera memalingkan wajahnya.”CK, dasar ,, “ gumam minho.
“baiklah, jadi anda yang bernama choi sulli, waaah anda wanita yang sangat beruntung miss” ujar dokter, “heyyy , ,” minho sedikit menyenggol sahabat dokternya itu dan memelototonya, tapi jhony malah tertawa. “apa maksudnya” sulli mengeritkan keningnya seraya menatap dokter jhony dan minho secara bergantian
“baiklah kita akan memeriksa tensi dan mengambil sample darahmu dulu, ya miss sulli. silahkan baring disini dan buat diri anda senyaman mungkin ya” ujar jhony, seraya mengambil jarum suntuk untuk mengambil darah sulli. “jarum suntik?” sulli membulatkan mata sayunya, minho tau kalau mantan yeojanya itu sangat takut pada jarum suntik, jadi harap maklum saja kalau sulli berulang kali menolak kerumah sakit dan berupaya untuk kabur. Minho kembali duduk disamping suli. “kau harus berbaring disana” ujar minho, tapi sulli malah mencengkram lengan baju minho dan menggeleng. “aku tidak bisa minho” katanya pelang penuh rasa takut.
“kau bisa ayo” minho membantu sulli berdiri dan membaringkannya kekasur pasien berwarna putih berisih itu. “jangan pergi” sulli kembali menarik tangan minho saat minho bergerak menjauh darinya, minho terdiam dan menatap kedalam mata sulli. “kau membutuhkanku?” tanya minho pelan, sulli mengangguk.”tapi kenapa kau mengusirku?” lanujutnya yang membuat sulli kembali merasa bersalah dan dengan perlahan melepaskan tangannya pada tangan minho, tapi saat tangan sulli menjauh, tangan minholah yang kembali meraih sulli lagi. “aku tidak akan pergi” .ingin menangis dan kembali kemasa lalu itulah yang ingin ia lakukan , ia ingin menarik semua ucapan yang sangat menyakiti hati namja tampan ini, sungguh ia sangat menyesal.”aku tidak pantas untukmu oppa, wanita yang egois, jahat dan serakah sepertiku tidak pantas untuk namja yang sempurna seperti dirimu, kau harus menemukan yeoja yang baik oppa, dan itu bukan aku”
Skip>>>
“bagaiamana, jhon?,dia baik-baik saja?” tanya minho, sesaat jhony telah memeriksa kesehatan sulli.
“tenang, gadis cantikmu baik-baik saja mr, choi” minho menghela napas lega, lalu matanya menatap sulli yang sedang duduk ruang istirahat pasien.
“ia hanya kelelahan, minho kau harus merawatnya dengan baik, suruh dia untuk tidur yang cukup, makan yang teratur, dan katakan jangan terlalu banyak pikiran dan memaksakan otaknya untuk bekerja, itu yang ia butuhkan untuk saat ini” lanjut jhony,minho kembali menatapnya.
“baiklah, aku akan merawatnya”
Skip>>> Didalam mobil minho “dimana rumahmu?”tanya minho
“antar aku kembali keperusahaan ,aku harus bertemu dengan partner bisnisku” jawab sulli ketus tanpa menatap minho.
“ck, untuk apa lagi kau bertemu dia” jawab minho
“apa aku harus menjelaskannya lagi denganmu?”
“tidak perlu karena aku sudah tau semuanya”
“apa maksudmu, choi minho?” sulli menatap minho tajam, tapi minho masih fokus kedepan
“karena , aku perwakilan dari perusahaan JYP group, yang mengajak perusahaan mu bekerja sama dalam pembanguan proyek real estate di busan”
“kau? JYP group?” sulli masih tak percaya, proyek itu menggalang dana yang sangat besar, bagaimana bisa JYO group menopang semuanya sendiri.
“kau masih meremehkanku?” mino melirik sekilas sulli dan bersmirk. “ani, kau presedir. Banyak yang lebih penting yang bisa kau kerjakan dari pada bertemu denganku hanya untuk menandatangani kontrak”
“bertemu denganmu, itu yang lebih penting sulli” ingin sekali minho mengatakan itu, tapi tidak mungkin. “ck, kenapa kau yang mengaturku?, apakah kau masih memperdulikanku ?” ujar minho santai dengan menyunggingkan senyum dibibirnya. “ aisssh, kau semakin terlihat PD, presedir minho” kata sulli dengan nada meremehkan. “aku benar, lihat sekarang saja kau masih memperhatikanku” jantung sulli berdetak cepat, setelah 2 tahun berpisah rasa itu masih ada.
“besok kita akan bertemu lagi di perusahaan untuk membahas soal proyek kita dibusan. Tapi sekarang katakan padaku dimana rumahmu,aku akan mengantarmu”
Sulli menhela napas inilah choi minho, tidak dulu tidak sekarng sifatnya masih sama. Akhirnya sulli mengatakan dimana ia tinggal, ia juga harus pulang kerumah bukan?, karena kalau tidak eonni sepupunya akan mengomel tanpa henti sepanjang hari kalau sulli sampai tidak datang menjemputnya.
--
“ini rumahmu?” tanya minho saat berhenti diperkarangan sebuah rumah yang benar-benar sangat mewah.
“ne, ini rumahku” sulli buru-buru keluar tanpa berpamitan dengan minho
“bagaimana, aku bisa menarikmu dari dunia membosankan ini sulli” gumam minho saat melihat sulli yang berlari ke pintu rumahnya yang benar-benar sangat besar dan menghilang di baliknya, tanpa menghiraukan keberadaan minho
--
“sulli , dimana?” tanya dari seseorang dari sebarang telpon
“ne, eonni aku baru pulang kantor dan sekarang aku menuju hotel hotels, ku mohon jangan banyak tanya , kalau tidak aku akan terlambat sampai disana” ujar sulli yang sibuk mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang .
“haha, arasho , bye, , “ tuuttt,
“lagi-lagi” sulli melepas headset yang terpasang di telingannya, dia harus cepat
--
“ eonni ,, “ panggil sulli sesaat ia sudah keluar dari mobilnya, yang di panggil segera menoleh ternyata minrin telah menunggunya di depan hotel. Sepertinya wanita itu benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan calon semuanya yang akan sah menjadi suaminya dalam beberapa minggu ini lagi.
“kau sampai, apakah eonni merepotkanmu?” tanya minrin, sulli hanya tersenyum dan menggeleng
“baiklah, sini kunci mobilnya biar eonni yang mengemudi,, OKE” minrin segera merampas kunci mobil itu dari sulli dan menarik sulli begitu saja menuju mobil, sulli hanya mengeleng melihat minrin yang terkadang tak sabaran , sangat tak sabaran.
--
“ssul?” panggil minrin, karena sedari tadi tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir keduanya
Sulli yang dari tadi melihat keluar jendele, segera memalingkan wajahnya ke minrin. “ne eonni?”
“kau sudah punya pacar disini?”
Sulli terdiam, mana mungkin dia bisa mencari namja lain selain minho. “belum eon” jawab sulli singkat.
“benar kata heechul oppa, kau tak harus memutuskan minho oppa ssul” ujar minrin dengan mata yang masih sibuk melihat mobil-mobil di sekitar mereka.
Sulli menghela napas. “apa heechul oppa bicara dengan eonni soal ini?”
“ne’ jawab minrin tanpa dosa
“eonni,,,,,,”
“jangan menjawab kalau kau ingin membantahnya, kau masih mencintainya bukan? sampai kau belum pacaran sampai sekarang” potong minrin.
“eonni,,aku memutuskan minho oppa, bukan karena aku ingin mencari yang baru, aku hanya ingin lebih berkonsentrasi pada pekerjaanku”
“sampai kapan?, sampai kau tua? Kau ingin fokus dan tidak ingin menikah ?” minrin mulai kehabisan kesabarannya, melihat sulli yang akhir-akhir ini semakin keras kepala.
“aku hanya belum siap eonni ,, “
“kau hanya tidak ingin minho membebanimu kan”
“eonni”
“lihat sekarang ,,, dulu kau meremehkannya dan sekarang ia bisa membuktikannya padamu kalau dia bisa menjadi yang terbaik juga di dunia bisnismu itu”
Sulli terdiam, di sedang berpikir.. apakah dulu dirinya menganggap minho sebagai beban, yang bisa menghalau prestasi kerjanya.
“kalian saling mencintai, tapi keegosisanmu yang membuatku kehilangan dia ssul“
·         “eonni tau dari mana, kalau dia sekarang menjadi seorang pembisnis?”
“tentu saja, salah satu pegawainya adalah teman eonni dan mereka terlihat sangat dekat sekarang,kau tidak takut kehilangannya? ”
Sulli seperti mendapat pukulan yang begitu keras di hatinya, ia segera membuang wajahnya ke jendela tak ingin minrin mengetahui kalau kecemasan dan rasa cemburu sedang membakar wajahnya.
“ benarkah ? aku sudah kehilangan dirinya untuk selamanya” sulli membatin. Minrin meliriknya, dia sebenarnya tak ingin mengatakan fakta pahit ini, tapi dia juga harus menyadarkan sulli dari rasa gengsi dan egois yang sedang menyelimuti hatinya, minrin berharap dengan ini, sulli mau menarik minho kembali kesisinya
“baguslah, aku harap mereka bahagia” perkataan sulli menghancurkan harapan minrin, bukan mengatakan “tolong” untuk meminta saran minrin bagaimana cara memperbaiki hubungannya dengan minho. tapi sulli malah mengikhlaskannya. Sulli sebenarya takut sangat takut kalau sikapnya dulu akan terulang lagi, rasa egoisnya memenuhinya lagi, ia tidak mau menyakit minho, sulli berpikir ini yang terbaik, minho bersama yeoja lain.
“sulli, eonni tau suatu hari nanti kau akan menyesali keputusanmu “ kata minrin yang tidak di tanggapi oleh sulli yang masih melihat keluar jendela mobilnya. 
“aku juga berharap begitu eonni” jawab sulli dalam hatinya.


to be countinue,,,,,,,,,,
 


20 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Lanjutt minn (y)
    Ceritanya bikin penasaran...
    Jangan lama" ya min, ditunggu part 5 nyaa :D

    BalasHapus
  3. Yuhuuuu
    Finally part 4 is here..
    Thankyuu thor :)
    Can't wait for the next part
    Azza authorniim \(^.^)/

    BalasHapus
  4. Lanjutttt dong. Perasaan dari kemarin lama banget ngepostnya. Masa satu minggu ini baru tambah satu. Yang lain tolong sampein supaya cepet lanjut. Gomawo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa . . Sabar yaaa. . Kalo yg ini, authornya lagi sibuk ama kuliahnya . Hehe. . Gomawo udah setia sama blog ini. ^^

      Hapus
  5. Daebak un! lanjutannya cepet ne un.. Aku udah baca yg part 7 tapi 5-6 belum baca -___-
    Semangat buat Unni nda, Fighting! ^^

    BalasHapus
  6. nyesekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
    mana genrenya sad lagi, eonni jebal jgan buat sad ending donk

    BalasHapus
  7. jinjja.. gengsinya gede ama km sul..
    kasihan minhonyaaaa..

    BalasHapus
  8. Aduh, jgn gitu donk sul..
    Minho nya kasian..

    Next chap dahh..

    BalasHapus
  9. Makin bagus aj min kata2nya. Sulli jgn gengsi ya

    BalasHapus
  10. kasihan minho...
    lanjut eon...

    BalasHapus
  11. Ihhh .. serius demi apapun sulli jutek bangetttt ... mingpa romantis banget .. seneng banget pas mingpa bilang aku gak anak pergi .. ini kan jarang banget :D

    Ff nya sup sup super daebak ^_^

    BalasHapus
  12. perhatian minho nyaa tapi sulli masih aja juteeeek

    BalasHapus
  13. salting ni sullinya ktahuan liat2 minho oppa gtu! ganteng ya sul!

    BalasHapus
  14. sulli gengsinya gede bangett pdahal masih suka sma minho,,
    nyesekkkkkkkkk kan jadinya

    BalasHapus
  15. Sedih bgt dan bikin penasaran min

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template