Kamis, 12 September 2013

FF Minsul : Miss you (part 3)

Tittle : Miss you (part 3)

Author : taE_Nda
Genre : sad
Main cast : choi sulli , choi minho, and ,,,,,,
Siders : lee taemin and choi minrin

“ani” gadis kecil itu meraih sapu tangan tadi. “tidak apa-apa eonni” lanjutnya. “jangan menangis lagi , ne , ,aku pergi dulu CHU~~~~” gadis kecil itu mendekat dan menciup pipi kanan sulli lalu pergi berlari manjauh, DEG,,, memori lama berkelebat di pikirannya, ia tersenyum pahit saat mengingat kalau dulu, namjanya selalu mencium pipinya seusai ia memberikan nasihat-nasihat kecil, atau sekedar memberikan semangat “oppa, i miss you so much”gumamnya
Part 3 (MISS YOU) Sulli kembali berdiri dan duduk di kursi kayu yang sebelumnya. Ia menghela nafas panjang berharap seluruh kepedihan dan penyesalan didalam hatinya pergi bersama napas yang ia hembuskan.
Dreeet, , derrrrrt, , , sulli tersentak saat ia kembali melamun, ia raih i-phonenya dan sedikit mengeritkan dahinya saat melihat nama sepupunya yang menelpon. “yeoboseyo eonni” jawabnya , tak biasanya eonninya menelpon
“chagi, eodiso?” tanya wanita yang lebih tua satu tahun dari sulli itu
“minrin eonni, aku masih di amerika, waeee?” tanyanya pada yeoja yang tak lain bernama choi minrin, sepupu dari sulli. anak dari adik appanya, choi siwon.
“kebetulan, eonni sekarang sedang berada di hotel hotels. Nanti malam bisa kau antarkan eonnimu ini makan malam, eonni ingin menemui taemin”
“taemin oppa, bukannya kemarin kalian ada di dubai?”ulang sulli, taemin adalah tunangan dari minrin.
“ne, tapi kemarin ada masalah dengan cabang perusahaanya disini, jadi mau tidak mau dia pergi lebih awal. Eonni menyusulnya tapi kelihatannya dia sangat sibuk,, selagi eonni disini, kau ikut makan malam ya bersama kami, chagiiii , ,, aaa , ,sekalian bawa heechul oppa ne” minrin tidak tau kalau heechul sudah tak bersama sulli
“heechul oppa, sudah kembali kekorea eonni” jawab sulli, ia terbayang saat pertengkaran kecil yang terjadi pada dirinya dan heechul minggu lalu.
“eoooh, jeongmal, arasho , ,hmm sulli ah, eonni pergi kesalon dulu ya,,, annyeong baby”
Tututuut ,,
Sulli mengertikan kembali dahinya, “masih seperti dulu, mematikan telpon seenaknya saja, huft” protes sulli, setelah itu ia melirik jam mahalnya dan menghela napas , ia harus kembali kedunianya, dunia yang membuat ia kehilangan cintanya.
-- Sekre lee langsung berlari kecil saat melihat sulli yang baru memasuki pintu utama perusahaan mereka , “sajangnim, mari ! semua sudah menunggu sajangnim” katanya. “baiklah “ jawab sulli singkat lalu mempercepat langkahnya menuju ruang rapat, sulli bagian dari para pemegang saham karena disini, 40 % dari saham CHOI GROUP ia juga yang memilikinya.
Seluruh dewan direksi, para pemegang saham dan dewan komesaris berdiri dan membungkukan badan memberi hormat saat sulli muncul dengan gayanya yang sangat berkelas.
“terimakasih ,silahkan duduk” tanpa senyum , ia berbicara dengan lantangnya.
“baiklah, saya disini juga mewakili presedir choi siwon untuk memimpin rapat, kita bisa mulai?” tanya sulli
“maaf, direktur,,, salah satu pemegang saham terbesar no 2 dari anda belum datang” bisik sang sekretaris dengan hati-hati.
“bagaimana bisa?” kata sulli datar,wajahnya dengan dingin terus menatap kedepan, tak ingin membiarkan para pejabat perusahaan tau kalau dia sedang marah.
“mereka dari korea sajangnim” sulli menoleh, korea? Yang ia tau pemegang saham terbesar setelahnya berasal dari australia. “ miss jerrsi, menjual sahamnya pada tuan choi dari JYP group” jawab sekre lee, seolah tau kalau maksud dari sang direktur choi sulli menoleh, di karenakan ingin menuntut penjelasan yang lebih .
Sulli terpaku terdiam, yang ia tau kalau JYP group itu perusahaan yang di pimpin oleh choi jung woon, ayah dari choi minho. setau sulli perusaahaan itu tidak ada apa-apanya di bandingakn perusahaan besar milik keluarganya, tapi sekarang ia memegang 38 % dari saham, ini sangat mustahil.
CIITTT , , Pintu terbuka, seluruh manusia yang ada di ruangan itu berdiri untuk menyambut pemegang saham no 2, setelah choi sulli. kecuali sulli yang masih terduduk, belum juga selesai dengan pikirannya,
“maaf, apa saya terlambat” suara berat dari arah pintu membuat detak jantung sulli berhenti berdetak, napasnya serasa tercekap, jari jemarinya mulai gemetaran, dan matanya tak mampu berkedip, untungnya tidak ada yang menyadari ekspresi direkur choi sulli saat ini.
“direktur choi, senang bertemu dengan anda” tiba-tiba saja sumber suara itu sudah berdiri disebelah sulli . mau tak mau sulli menoleh dengan sejuta tenaga yang ia kerahkan untuk membuat ekpresi angkuh dan sombongnya memenuhi wajah imut nan cantiknya.
Sulli berdiri dan menatap sang sumber suara , choi minho, choi minho lah pemilik suara itu yang saat itu sedang tersenyum dengan manisnya. Tapi senyum itu palsu, sulli tau itu.

“senang bertemu dengan anda” minho menjulurkan tanganya, beberapa detik sulli melihat tangan hangat itu, tangan yang selalu membelai pipi, wajah dan matanya, mengenggam erat tangannya saat dirinya dalam kesedihan dan kesulitan, dan selalu ada untuk seorang choi sulli. tapi tangan itu sekarang bukan lagi berfungis untuk hal itu semua.
“sama-sama” sulli menjabat tangan minho, dingin sangat dingin itu yang sulli rasakan saat untuk pertama kalinya setelah 2 tahun ia tak menyentuh tangan ini.
“presedir , ini data keuangan yang sama dapat” sekre cho menghampiri minho, seketika itu juga minho melepaskan genggaman tangannya pada sulli, tangan sulli masih terdiam entah kenapa ia tak ingin tangan itu pergi dari tangannya.
“terimakasih, direktur choi sulli bisa kita mulai rapat ini “ minho kembali menatap lekat choi sulli, minho seolah mencari sesuatu didalam mata sulli,cinta kah?
“baiklah, , , “ sulli mengangguk dan segera kembali kekursinya.
“sekre lee” panggil sulli, yang di panggil segera mendekat dan berbisik. “dia anak dari choi jung woo, presedir JYP GROUP, dia tidak pernah masuk sekolah bisnis, tapi entah kenapa 2 tahun yang lalu, ia mulai mengambil alih perusahaan bisnis yang di pimpin oleh ayahnya, dan sekarang perusahaan yang sedang ia kelola itu menjadi perusahaan terbesar no, 2 setelah kita sajangnim “ terjawab sudah arti panggilan yang sulli berikan pada sekretarisnya, sulli mengangguk pelan dan menatap sendu kearah minho yang sedang membolak-balikkan sebuah dokumen.
“dia , , apakah dia seperti ini karena aku?, choi minho yang sangat benci dengan dunia bisnis dan mencintai dunia seni , sekarang menjadi seorang presedir yang sangat sukses, apa ini karena ia ingin balas dendam padaku?” .sulli membatin. sulli menatapnya dengan intens, tiba-tiba mata minho membalasnya tatapan sendu itu. “tatapan itu, milik sulli” kata minho dalam hati , kemudian dilanjutkan seringainya, yang membuat sulli kembali kedunia nyata.
“ada yang salah dengan wajah saya sajangnim?” tanya minho, seluruh mata beralih pada sulli karena suara minho yang cukup berat dan terkesan mencolok, sehingga tidak perlu perlu pengeras suara untuk mendapatkan perhatian seluruh orang. Sulli sangat pinta mengalihkan rasa canggungnya, ia tersenyum sinis dan terkesan licik. “ada sangat percaya diri sekali presedir, baiklah rapat akan saya mulai dengan keberhasilan kita dalam pencapaian return setiap tahunnya” sulli berdiri dan mempersentasikan hasil kinerja yang ia lakukan sebagai seorang direktur yang di tunjuk oleh presedir untuk mengelola cabang perusahaan itu, hasilnya sangat memuaskan , sulli juga membacakan cara ia menentukan target pasar secara rinci dan detail. “peningkatan kinerja kita membuahkan hasil, saham kita laku keras di pasaran, banyak sekali para investot yang menawarkan diri untuk membeli saham kita, dan dengan ini harga saham kita daik hingga 70%. “seluruh pemegang saham tersenyum, mengangguk dan bertepuk tangan.kecuali Minho yang lebih memilih menatap lekat mata sulli, ini lah moment yang ia tunggu sejak 2 tahun yang lalu, minho sangat merindukan wajah cantik itu. yang ia lakukan selama 2 tahun ini ialah hanya untuk dapat bertemu dengan sulli dan menujukan dengan sulli kalau ia mampu duduk sejajar bersama sulli, ia mampu membantu dan melakukan apapun yang sedang dibutuhkan oleh sulli. ia ingin menunjukan pada sulli seorang choi minho pantas untuk seorang choi sulli.
“sajangnim, jadwal anda selanjutnya bertemu dengan perwakilan perusahaan yang ingin berkerja sama dengan kita soal pembangun real estate kita di busan” bisik sang sekre kim, sulli mengangguk mengerti, “baiklah untuk saat ini rapat sampai disini dulu, terima kasih telah mempercayakan uang anda pada kami, terimakasih “ sulli membungkukan badannya , lalu meninggalkan ruangan tanpa sedikit pun menoleh kearag minho yang sedari tadi menatapnya.
--
“awww” ringis sulli sesaat ia telah keluar dari ruang rapat. ‘anda baik-baik saja sajangnim?” tanya sekre lee yang cemas saat melihat sulli meringis sambil memegang jantungnya. “aaa, gwenchana, baiklah dimana aku bisa menemui rekan bisnis kita?” sulli mencoba berdiri tegap dan berjalan. “sajangnim, anda harus mengecek kesehatan anda , ,” ujar sang sekre. “kau tidak perlu mengingatkanku tentang kesehatanku sekre lee, aku menggajimu untuk mengingatkan jadwal kerjaku saja untuk kesehatanku” ujar sulli tanpa menoleh .
“maaf sajangnim,saya hanya khawatir pada anda, beberapa hari ini saya sering melihat anda meringis kesakitan di , , ,”
“sekretaris LEE” sulli menghentikan langkahnya dan menatap tajam kearah sekretarisnya
“mianata sajangnim” sekre lee membungkuk beberapa kali untuk meminta maaf, sekre lee seorang ibu rumah tangga yang baik, wajarlah ia terlalu memperhatikan kesehatan sulli yang setiap hari berada bersamanya, walaupun jutek, cuek dan terkadang kasar, tapi sekre lee hyori, tau kalau sulli adalah yeoja yang rentan dan rapuh, ia hanya berpura-pura tegas dan kuat untuk menutupi kerapuhanya.
Sulli melanjutkan langkahnya hingga ia di pimpin menuju sebuah ruangan khusus untuk pertemuan yang sangat penting seperti ini. Saat sulli sampai disana ternyata rekan bisnisnya belum hadir, akhirnya sulli memilih mengistirahatkan dirinya di sofa panjang , kepala kembali pusing karena masa lalu kembali berputar dikepalanya.
“kau harus memeriksakan dirimu kerumah sakit sulli” sulli terkesiap saat melihat minho yang sejak kapan berdiri di hapannya. “apa maksudmu, aku tidak apa-apa” sulli segera berdiri, tapi sialanya tubunya tidak bisa menyeimbangkan dirinya hingga ia hampir jatuh kelantai, minho yang menyadari itu langsung meraih pinggang sulli kedalam pelukkannya. Sulli terdiam di dalam pelukan minho, sudah 2 tahun ia tidak berada di dalam dada bidang ini, namun beberapa detik kemudian sulli segea tersadar dan mendorong tubuh minho menjauh. “apa yang kau lakukan” ujar sulli.
“kenapa kau jadi keras kepala “minho menatap serius kearah sulli, tapi sulli tak berani untuk menatap wajah tampan minho.
“aku sibuk pergilah “ sulli membelakangi minho, jantungnya berdetak tak karuan lagi
“CK, kau pikir seorang presedir sepertiku ini tidak sibuk ?” balas minho
“jadi,apa yang kau inginkan?” sulli berbalik , mencoba menantang minho.
“ikut aku , , ,”minho menarik tangan sulli keluar dari perusahaan dan memasukan sulli kedalam mobil mahalnya, seluruh pegawai dan beberapa pemegang saham saling berbisik tentang 2 orang tokoh sukses itu. ada hubungankah, di antara presedir minho dan direktur sulli?, banyak yang memikirkan itu karena bagi mereka choi sulli seperti seorang dewi yang sulli untuk didekati ataupun disentuh seperti apa yang dilakukan minho, memegang tangan sulli dan menariknya begitu saja . presedir minho sangat beruntng. Itulah yang mereka pikirkan setelah pertanyaan itu.
“ada apa dengan mu, kau akan membawaku kemana, eoh ?” tanya sulli, saat minho sudah mulai menancapkan mobil mewahnya.
“diam dan duduklah” “aku tidak bisa diam, ada rekas bisnis yang penting yang harus aku temui, choi minho” suara sulli mulai meninggi, membuat minho geram karena lagi-lagi sulli memikirkan bisnisnya tanpa tau dengan kesehatannya. Minho membanting setirnya kepinggir jalan dan mengerem secara tiba-tiba.
“CHOI SULLI, kau ini kenapa?, apakah bisnis mu itu lebih penting dari nyawamu , eoh ?, sampai kapan kau berpikir bisnismu itu segala-galanya dalam hidupmu?, aku tidak apa-apa kau membuangku demi bisnismu, tapi aku tidak akan membiarkan dirimu sakit demi bisnismu, jadi DIAM dan TENANG” sulli membelakan matanya, belum pernah ia melihat minho semarah ini, walapun dulu ia pernah dengan kejinya mengusir minho dalam hidupnya. Sulli menunduk , entah kenapa seorang choi sulli tidak bisa berkata apa-apa lagi di depan choi minho, biasanya ada beribu kata yang bisa ia keluarkan untuk berdebat dengan siapa , tapi untuk sekarang sdi depan choi minho, choi sulli tidak bisa apa-apa. Diam dan duduk itulah yang ia lakukan.
Minho menghelas napas panjang, menenangkan dirinya. Lalu mulai menyetir lagi. Menuju rumah sakit untuk memerikasa kesehatan sulli karena sewaktu sekre lee berbicara dengan sulli soal kesehatannya yang memburuk, minho sempat mendengarnya. Minho tidak bisa membohongi dirinya ia masih sangat peduli dan mencintai sulli, tapi entahlah dengan sulli.

TBC
Lanjut?
Koment!
Gomawoooo


23 komentar:

  1. sulli skt apa? sepertix serius..
    lanjut minn!!!

    BalasHapus
  2. Daebak! Lanjut min!
    Ceritanya makin seru ajaa (y)

    BalasHapus
  3. huaaaahhh minho oppa so sweet bgt.. yg tadinya benci bisnis demi buktiin ke sulli eonnie dia bisa sukses. dan ttp perhatian bgt walau dah dicampakan..
    lanjut!!!!!!!!!!

    BalasHapus
  4. Cepetan lanjut. Yang mirrors selesai in dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih yaa udah mampir. Btw, yang Mirrors bukan yg ini authornya. Hehe. Nanti Mimin tagih authornya deh. Gomawo udah setia sama blog ini. ^^

      Hapus
  5. yaahh.. sulli seriusan sakit tuh?
    aduuhh.. jgn sad ending ya min..
    diawalan gini aja ceritanya udah bikin sedih..

    BalasHapus
  6. asyeeek...
    penuh emosional,,heheee
    lnjutin chigu....

    BalasHapus
  7. Heeh si ssul sakit apa??
    o.O

    Next thor ..
    Gag sabar pengen baca part 4 sama 5.. eheheee

    suka banget sama semua ff di blog ini..
    Ceritanya bikin perasaan campur aduk..
    Authordeul jjang ^^
    #twotumbsup

    Saran boleh gag thor??
    Kalo boleh, tolong bikinin share link buat pcb part 21-30 ..
    Soalnya agak susah carinya di fb.
    Hhe :p
    #readerngelunjak

    Gomawooo :D

    BalasHapus
  8. Akhirnya ada waktu untuk bersama.. ayolah, sulli masih cinta ko.. knp pake acara sakit si sulli nya?? Kan kasian ming jd khawatir.. cepet baikan y minsul.. biar bisa bersama lg.

    Fighting ^^

    BalasHapus
  9. Sullli otg seperti minho kp di buang? Nyesel kan?

    BalasHapus
  10. duh, semoga sakitnya nggak parah
    aah kasian minhonyaa ;_; tp gpp deh sekali-kali baca ff sullinya yg sadis, biasanya minho sih yg sadis wkwkk

    BalasHapus
  11. sulli keras kepala ihh dengerin tuh minhonya :)

    BalasHapus
  12. sulli disini sifatnya keras kepala banget....

    BalasHapus
  13. Aigo aigo .. sullli ini keras kepala sekalii ... jinja ..
    Minpa baik banget yahh .. aku suka karakternya yang peduli sama sulli .. walau udah di buang gitu aja dengan cara yang mengenaskan #aishdikirapembuhuhan :D

    Daebak eoni ^^

    BalasHapus
  14. minsul ketemu di rapat.. sulli pura2 gatau gitu, minho nya padahal udah perhatian sama dia

    BalasHapus
  15. ya ampun nostagia nich tapi suka minho romantis . . . kanjutkan . . :)

    BalasHapus
  16. nyesek yah ketemu mantan pacar yg masih sangat dicintai!

    BalasHapus
  17. minho so sweet bangettt ,,hehehe
    sulli jadi gax bisa berkutik kalo sama minho

    BalasHapus
  18. Cinta dr minho oppa hebat bgt

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template