Senin, 23 September 2013

Not secret Admirer !


Title : NOT SECRET ADMIRER

SHINee Choi Minho | F(X) Choi Sulli - Infinite Kim myungsoo |  F(X) Jung Krystal

Author : Dhecy Chyminh

Genre : 
 
Sad, Bestfriend, Romance
  
Length : One Shoot
 
Rating : PG-13


Ada begitu banyak hal yang berkecamuk di rongga dadanya saat ini. sebuah rasa berputar cepat dalam benak dan otak nya, hingga berakhir nyeri berbalut sasak bergejolak secara cepat dan bersamaan dalam hati nya. Hati yang telah menorehkan sebuah nama, sebuah kisah kasih yang tak kunjung berbuah manis. Ya, choi sulli si gadis periang dan tomboy itu tampak duduk termangu di sudut kantin yang sudah sedikit lenggang dari sebelumnya. Ia hanya duduk diam tanpa suara sembarI menopang dagu. perlahan tangan mungilnya mengaduk segelas jus jeruk yang separuh isinya telah ia teguk guna melepas dahaga. Helaan nafas nya begitu berat dan panjang. Tampak jelas kegalauan di raut wajah berparas cantik itu. Teringat kembali 5 menit yang lalu, saat ia dan 2 sahabatnya, Choi minho dan kim myungso berada pada meja yang sama. rutinitas wajib yang selalu mereka laksanakan tatkala bel istirahat berbunyi. 3 sohib ini tampak bersama dan selalu akrab seperti apa pun situasi nya.


“jinjah... aku tidak bisa menahan rasa lapar ku ini lagi. dari zaman aku di lahirkan sampai detik ini baru kali ini aku merasa lapar yang teramat sangat” oceh myungso sembari mengunyah makanan yang penuh sesak dalam mulut nya. Dan perlu di garis bawahi, bahwa di hadapanya saat ini ada 2 mangkuk yang konon sebelumnya berisi 2 buah porsi bibimbap kwon ajhuma
“kau seperti dinausaurus kelaparan myungso-shi. Lihat lah mulut mu itu sekarang penuh dengan noda makanan, hah bagaimana mungkin bae suzy bintang sekolah itu mau menjadi kekasihmu” cibir sulli dengan tatapan jijik sambil menyeruput jus jeruknya.

“yaa... tentu saja karena aku tampan, aku adalah cool guy, kau seharusnya bangga mempunyai sahabat seperti ku ini. Lihatlah, sekali bersin saja 5 wanita bisa ku dapat sekaligus. Ini juga kan masa pertumbuhan ku, jadi wajar makan ku sedikit memprihatinkan untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi ku” tukas myungso lagi masih sibuk menelan makanan yang ada di hadapanya saat ini. sementara sulli hanya menggeleng dan melempar tatapan sinis.

“minggu ini apakah kalian ada acara?” sulli membahas topik lain sembari melirik ke arah minho yang sejak awal berada di kantin diam seribu bahasa, dari sorot mata nya seolah tengah memikirkan sesuatu yang sangat serius.
“kalau aku tidak ada... memangnya kenapa? Kau mau mengundang kami makan ayam gingseng buatan kim ajhuma?” myungso tampak antusias, mengingat masakan khas korea ibu choi sulli itu sangat membangkitkan selera.
“kenapa yang kau pikirkan itu hanya makanan myungso-shi”
“karena aku dalam masa pertumbuhan”
“mwo?? kau itu sudah bisa di katakan tua, apanya yang masa pertumbuhan. Jinja” myungso hanya terkekeh pelan. 

Hey tapi bagaimana dengan minho? Bukan kah sedari tadi ia tak mengeluarkan sepatah kata pun? Ya dia memang cool, namun ini sangat tidak biasa. Karena setidak nya minho akan merespon pembicaraan mereka, walau hanya dengan sepatah 2 patah kata. Namja bermarga choi ini sangat berkarisma, ia begitu terkenal di kalangan para gadis cantik setempat itu. 

Namun lihatlah, saat ini minho hanya diam tanpa kata dengan gaya duduk yang tetap tenang, bertopang dagu, menatap kearah lain, sembari mengeluarkan senyum aneh. Sangat-sangat aneh, senyum itu seolah mengandung sejuta mistery di dalamnya.

“YAAA... choi minho. Kau kenapa eoh?” sulli membuka suara dan menyenggol pelan lengan namja itu, karena posisi duduk mereka bersebelahan.

“ne... sejak tadi kau diam saja. Gwenchona?? Atau jangan2 kau kerasukan setan di kantin ini” selidik myungso lagi sambil memeriksa suhu kening minho kemudian di bandingkan dengan suhu bokong nya. “tidak panas kok” gumamnya pelan.

Mendengar pertanyaan dari dua karibnya itu minho hanya bisa melempar senyum mematikan, senyum maut yang begitu kental dengan karismanya. Minho tetap tak bergeming dari posisi semula, matanya menerawang jauh kedepan seolah di hadapanya saat ini telah terbentang hamparan taman dengan aneka ragam warna bunga di dalamnya.

“ya...!! tidak...!! dan mungkin bisa jadi” masih dengan wajah inoncent minho menjawab pertanyaan mereka. Sementara itu myungso dan sulli hanya bisa mengerenyitkan dahi pertanda tak mengerti.
“maksud mu?” selidik sulli

“ya... aku bisa saja seperti yang di katakan myungso tadi, kerasukan setan. TIDAK, aku tidak sakit. Aku sehat2 saja, namun mungkin bisa jadi saat ini, detik ini, aku mengalami sebuah peristiwa langka. Menjadi salah 1 korban serangan virus merah jambu yang sering melanda orang-orang kasmaran”

MWO???!!! sontak saja jawaban minho yang mengejutkan itu membuat sulli dan myungso ber MWO-ria . pasalnya sohib mereka yang terkenal paling acuh terhadap wanita ini tak pernah sekalipun mengadu tentang kondisi yang bias di sebut jatuh cinta, namun sekarang seperti nya sudah berubah. Minho telah menemukan bintangnya. Namja bermarga choi itu tersenyum simpul menyaksikan ekspresi sahabat2nya yang terkesan berlebihan.
“wae...?? apakah aku salah bicara? Hhhhah...” minho menarik navas panjang kemudian mengeluarkanya secara perlahan.

“disini..” minho meletakan salah 1 tangan kokoh nya di dada. Sedetik kemudian ia memejamkan mata sembari memasang wajah serius.
 
“yaa... disini... ada tabuhan yang bertalu merdu, nyanyikan bait demi bait lagu rindu yang mengalun perlahan senada dengan irama hati, sisakan sajak cinta si asmara dana” ucapnya pelan, kemudian membuka mata perlahan, lihatlah ekspresi dari 2 sohibnya itu memandang nya dengan tatapan tak percaya.
“omo omo.... hahahaha sejak kapan kau belajar bahasa roman picisan seperti itu minho-ya?? sungguh menjijikan, ternyata seperti ini gaya jatuh cinta mu. geundae... siapakah wanita yang berhasil melelehkan hati beku mu itu ha?” ucap myungso dengan ekspresi takjub
“sssttt... pelankan suara mu pabo, baiklah akan ku beri tau. Dia siswi baru dikelas ipa 1” jawab minho dengan nada berbisik.

“aaaa... yeoja baru itu?? Memang akhir2 ini dia sering di bicarakan karena kecantikan sekaligus kecerdasanya.jadi dia yang berhasil merebut hati mu itu? Eoh kalau tidak salah nama yeoja itu adalah... jung kry.. jung krys? Krys...”
“jung krystal, nama nya indah kan? Aku menyukai nya sejak awal gadis itu masuk kesekolah ini. gaya nya, bahasa tubuhnya, kesexy an nya, sulit untuk di utarakan 1 persatu” lanjut minho lagi dengan tatapan sulit di artikan. Hingga sedetik kemudian terjadilah percakapan seru antara myungso dan minho. Namja bermarga choi itu tampak begitu semangatnya, begitu antusias, tidak seperti hari2 biasa yang ia jalani dengan tindakan yang serba cool. Sangking asik nya berbicara, mereka tak menyadari perubahan terjadi pada raut wajah sulli. ada mendung bergelayu disana, ada pancaran kesedihat dari sorot matanya. Tau kenapa? Karena beberapa saat yang lalu hatinya seolah telak di hantam palu godam. Sakit sekali...

Dan seperti pada saat ini, saat sulli memutuskan untuk memilih duduk sendiri di sudut kantin yang hampir sepenuhnya sepi. Myungso dan minho meninggalkan nya sendiri, “ini adalah missi pria” begitu kata mereka. Ia tak sanggup mendengar pembicaraan 2 sohibnya, terutama tentang pengakuan minho yang sedang menaruh hati pada murid baru sekolah ini. sulli masih menahan rasa nyeri luar biasa yang menohok hatinya. Mencoba menghentikan perkara itu dengan senyuman palsu agar tak tampak muncul kepermukaan. Ia tidak ingin orang tau tentang rasa yang selama ini ia pendam dan sembunyikan begitu rapi dalam dasar sanubari. Tentang sebuah rasa yang telah hadir saat pandang kali pertama. ya, masa orientasi siswa kala kala itu telah mematri erat 1 nama, 

CHOI MINHO. Demi minho pula lah sulli rela mengubah penampilan feminimnya menjadi gaya gadis tomboy hanya agar bisa lebih dekat dengan minho meski menjabat sebagai sahabat sekalipun sudah lebih dari cukup untuk nya. Dan selama hampir 2 tahun lebih, sulli berusaha menjadi teman dekat dengan cara menekan kuat bulir cinta terpendamnya. Kendati tetap saja gagal, karena pada saat ini hatinya lebih dari sekedar sakit ketika mengetahui ada sebuah nama yang telah menghuni hati minho, dan nama itu bukan dia.

Sulli bangkit dari duduknya, ia sudah membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan persahabatanya. Karena baginya berada sedekat itu dengan minho sudah lebih dari cukup membuat hatinya bahagia. Setelah membayar makanan dan minuman di kasir kantin sekolah, sulli malenggang kembali ke kelas dengan tetap tersenyum.

#SKIPP
Hari2 berikutnya berlalu seperti biasa, seperti tak pernah terjadi perkara kecil di hati sulli. karena gadis manis itu menutup rapat gundah gulananya dengan topeng keceriaan. Berharap tak seorang pun yang mengetahui itu. Namun sulli tak menyadari, sepasang mata terus memantau nya dari jarak yang cukup jauh. Ia tau persis guratan luka di balik senyum ceria sulli.

“mian nae” bisiknya lirih sambil tersenyum misterius.

Pagi itu di kelas XII-ipa DUA.

Di sela riuh rendah suara penghuninya yang sedang sibuk berceloteh ria atau pun menjalankan ritual mengerjakan PR masal, terdengar suara berat minho yang baru datang dan melihat kearah laci meja
“ige mwoyaa...” seru nya dengan tatapan bingung (?) sambil berusaha mengeluarkan sesuatu dari dalam lacinya. Seketika seisi kelas menjadi sunyi senyap, pandangan mereka tertuju pada minho dengan tatapan penasaran.
“eoh... ini milik siapa? Kenapa ada di laciku?” tanya nya lagi masih dengan ekspresi bingung, ya tangan nya tengan memegang sebatang coklat berbentuk hati dalam kotak merah jambu di selingi selembar origami pink berbentuk hati pula.

“yaaa... benda itu sangat mencurigakan, aku rasa penggemar mu yang menaruhnya di laci meja milik mu. omo ini sungguh romantis” teriak suho dengan hebohnya.

“oh my god... aku rasa kau benar2 idola saat ini minho-ya, lihat lah penggemar mu itu mulai menujukan sinyal pertama atas keberanianya mendekati mu lebih dulu. Ayo cepat buka apa isi origami itu” cerocos myungso histeris, lain hal nya dengan para yeoja di ruangan itu yang hanya bisa memasang wajah envy. Suara kelas itu pun kembali riuh, akhirnya minho membuka lipatan demi lipatan origami tersebut.

“ayo cepat baca... baca dengan suara lantang” seru myungso lagi.

“baiklah... akan ku baca... 

“Hari ini terasa indah,, saat bias senyum mu hadir temani embun pagi ku.
detak detik ku menjadi begitu syahdu, saat nama mu mengalir dalam aliran alur waktu ku”
~yours, Secret admirer~

Setelah selesai membaca isi dari origami itu tampak jelas pancaran kebahagian dalam hati minho, ia tersenyum dengan hangatnya menatap tulisan di kertas merah jambu tersebut.

“andweee.....kau mempunyai penggemar rahasia minho-ya” seloroh myungso dengan semangatnya, di sambut sorak sorai teman2 lain di kelas itu. Namun, pada saat semua tengah heboh membicarakan penggemar gelap minho, di sudut lain ada sesosok gadis yang memilih duduk diam sembari menunduk menyembunyikan wajah sedih nya, setets air mata jatuh, tapi tidak ada yang tau, karena sulli berpura membaca buku kimia yang akan menjadi pelajaran pembuka hari ini guna menutupi gejolak hati yang siap membuncah. Hari itu menjadi hari yang sangat panjang bagi sulli, detik dan menit seolah enggan berlalu mengulur waktu

#SKIP

Ini adalah hari ke 6 setelah terjadi tragedi origami hati misterius. Setiap harinya benda misterius itu selalu tergeletak manis di laci meja minho. Dan bahkan sampai detik ini tak ada yang tau siapa pengirimnya, dan apa tujuanya. Pagi itu, ya pagi2 sekali saat sekolah masih sepi. Minho sudah duduk manis dalam kelasnya, saat itu di tangan nya ada secarik kertas berwarna merah jambu yang tak lain adalah origami hati misterius. Minho tersenyum manis dan tersipu malu, menghayati setiap rangkaian kata yang tertulis indah di dalam nya. Nampak jelas semburat rona merah menghiasi wajah namja bermarga choi tersebut. Ia membaca kembali deretan kata indah itu.

“Yang ku inginkan bukanlah cinta yang hadir saat rindu menjelma...
Bukan pula cinta yang setia pada keakuan nya...
Tapi cinta yang tetap setia dan hadir,,, hingga hela nafas tak lagi terukir”
~yours...secret admirer~

Selesai membaca nya tanpa sengaja ekor mata minho menangkap sesosok bayangan di balik pintu.
“siapa..??” tanya nya seraya beranjak dari tempat ia duduk
“....” tak ada jawaban, malah terdengar suara langkah menjauh dengan tergesa. Minho bergegas merlari menyusul sosok itu. Tampak olehnya seorang gadis berambut panjang sebahu berjalan cepat menjauh.

“tunggu...” langkah gadis berpenampilan anggun itu terhenti mendengar seruan dari minho, perlahan tapi pasti minho berjalan mendekat kearah gadis misterius yang masih berdiri membelakanginya. Ketika berada tepat di belakang wanita tersebut, minho mencium aroma parfum yang wanginya sangat lembut namun terkesan girly dan elegan. Dengan tangan sediikit gemetar ia memberanikan diri menyentuh bahu gadis itu sambil sedikit menariknya agar gadis tersebut berbalik menghadap kearahnya. Dan,,,,,???? Ketika wajah si gadis berpaling berada tepat dihadapanya jantung minho seakan berhenti berdetak

“perfecto..” gumamnya lirih dalam hati. Di hadapanya saat ini ada sesosok bidadari yang entah dari mana datangnya. Parasnya sangat indah dengan perpaduan make up natural, bedak tipis senada dengan kulit putihnya, ditambah polesan lipgloss di bibir mungil itu. Mungkin ini lah produk buatan tuhan paling sempurna yang pernah singgah di pelupuk matanya. Tapi tunggu dulu...!! sepertinya mahluk itu sudah tak asing lagi. minho mengerjapkan mata untuk meyakinkan pandanganya.

“sulli-ah??” tanya minho tak percaya

“bukan,,, bukan aku pelakunya minho-ya, bukan aku yang mengirimu kertas origami misterius itu. Aku berani bersumpah bukan aku pelakunya” sembur sulli dengan tubuh bergetar sambil mengguncang guncang lengan kekar minho.

“mwo??” minho hanya bisa menganga mendengar ocehan gadis mani yang penampilan nya berubah 180 derajat, ia benar2 tak menduga bahwa bidadari dihadapanya itu adalah sulli sahabatnya Yang selama ini berpenampilan layaknya namja, tak pernah bersolek, bahkan mengurai rambutnya pun ia belum pernah. Namun pada saat ini sulli telah berubah menjadi sosok yang anggun dan feminim. Membiarkan rambut sebahunya tergerai bersamaan dengan hiasan pita kecil dengan batuan indah disana, lebih dari sekedar cantik.

“yaa,,, kenapa kau menatap ku seperti itu? Kau tidak percaya” omelnya lagi dengan kesal
“ah? Oh ne... aku pun tidak mungkin mencurigai sahabatku sendiri” lanjut minho dengan senyuman manis.
“hah.... syukurlah kalau begitu” jawab sulli lega
“kajja... kita kekelas, mungkin anak2 sudah datang” ajak minho sambil berbalik meninggalkan sulli sendiri, ia membuang navas tak percaya bahwa yang dilihatnya barusan adalah choi sulli gadis tomboy yang begitu cuek terhadap penbampilan. Sepanjang jalan menuju kelas sulli hanya tertunduk mengekor di belakang minho, berpikir tentang gejolak hatinya yang tak kunjung usai.

“apakah dia tidak tau keadaan hatiku?? Bahkan mungkin ia tak menyadari perubahan penampilan ini : ( sudahlah... mungkin benar ia hanya menganggap ku sebagai sahabat”

#skipp

“sekarang kau sangat cantik sulli-ah... kenapa tidak dari dulu saja penampilan mu seperti ini. aku rasa aku akan lebih dulu menaruh hati pada mu dari pada suzy” seloroh myungso sambil memandangi wajah sulli dengan tatapan mengerikan.

Diperlakukan seperti itu sulli hanya bisa tersenyum, karena saat itu hatinya tengah mencari sosok minho. Karena perubahanya saat ini hanya untuk minho, agar ia terlihat lebih cantik di mata namja choi tersebut. Ya setidak nya ia mengharap sedikit saja pujian yang keluar langsung dari mulut nya.

Tak lama berselang....

“aku ingin perhatian dari kalian semua sebentar saja” minho telah berdiri di depan kelas dengan gagahnya. Sulli tercekat, rasanya ia ingin menangis detik itu juga tatkala menatap minho yang telah bertautan mesra dengan krystal, gadis yang sempat di bicarakan beberapa waktu lalu.

“aku ingin mengumumkan bahwa detik ini, menit ini, dan hari ini tepat pada tanggal 22 september kemarin. Aku dan krystal resmi menjadi sepasang kekasih” tegas minho ber api2. Dan damn.. lihatlah raut wajah sulli, siap menumpahkan air matanya waktu itu juga. Hatinya sakit, sakitttt sekali. Namun seberusaha mungkin ia bersikap tenang. Beberapa siswi wanita di tempat itu jatuh terduduk dengan pengakuan minho yang juga membuat hati mereka hancur berkeping keping.

“chukanda... semoga kalian langgeng selalu” ucapan itu terlontar dengan ringan nya dari mulut sulli. ia tersenyum, dengan barisan gigi putih rapi yang menambah kesan manis di senyumnya.

“ne... gomawo sulli-ah” jawab krystal tersenyum lebar, tampak begitu bahagia. Sulli mengangguk kemudian berlalu meninggalkan kelas, menuju toilet. Ia sudah tidak tahan lagi, ia ingin menangis sepuasnya hari itu, kepalanya sudah sangat pusing menahan rasa sakit dalam hati nya. Air mata itu terus saja mengalir seperti tanpa akhir. Terluka oleh luka yang dibuatnya sendiri.

#SKIPP
Bel tanda berakhirnya istirahat ke dua pun berbunyi. Tapi sulli tak kunjung kembali kekelas. Padahal ia meninggalkan kelas sejak istirahat pertama. Hal ini membuat minho gelisah dan khawatir
“izinya hanya ketoilet, tapi kenapa ia belum juga kemabali” gumam minho tak tenang
“waeyo?? Kau terlihat gelisah” tanya myungso yang mulai risih melihat tingkah laku teman sebangkunya itu.
“aniya... aku hanya memikirkan sulli, kenapa ia lama sekali ketoilet sampai sekarang tak kunjung kembali”
“lebih baik kau susul ia ketoilet, barangkali terjadi sesuatu” saran myungso minho mengangguk
“saran bagus,,,” ucap minho sembari melangkah cepat menuju keluar, namun setiba nya di depan pintu ia tercekat tatkala lee seongsangnim masuk dan menatapnya dengan penuh tanda tanya.
“kau mau kemana? Ini jam belajar” ucap lelaki paruh baya berkaca mata itu.

“aku...a..aku ingin ketoilet seongsangnim” 

“oh... kalau begitu tolong bawakan sekalian tas sulli, sopirnya sudah menunggu di depan sana” 
“tas sulli?? oh ne... ghamsamida seongsangnim” minho kembali mengambil tas sulli dan lebih cepat melangkah keluar. “sebenarnya ada apa dengan gadis itu” batinya dalam hati

Sepanjang perjalanan menuju parkiran minho terus mereka reka ada apa sebenarnya. Bukan kah tadi sulli sehat2 saja. Tak lama berselang ia bertemu dengan supir pribadi sahabat dekatnya itu
“mianada park ajjhushi, aku ingin mengatarkan tas sulli. ige” minho menyerahkan ransel biru itu kepada si lelaki yang usianya di perkirakan kepala 5.

“geudae... apa yang terjadi pada sulli, kenapa ia pulang lebih awal”
“oh gomawo minho-shi, aku juga tidak tau. Yang jelas nona sulli tadi menelepon dalam keadaan menangis, ketika aku menyusulnya ia masuk kemobil dengan mata yang sembab” ucap lelaki itu menjelaskan. Minho mulai berfikir keras namun ia mengangguk mengerti pada pria di hadapanya itu. Lelaki paruh baya tersebut pun berjalan menuju mobil yang siap di kendarai.

Minho berjalan gontai menuju kelasnya, sekerang minho banyak tau apa yang terjadi dan apa yang harus isa lakukan selanjutnya.

#SKIPP
Sudah seminggu sulli tidak masuk sekolah, tanpa ada kabar dan beritanya. Hal itu sukses membuat teman dan sahabatnya kelimpungan mencari sembari bertanya-tanya apa yang terjadi? Nomor telphone tak aktiv, bahkan pintu rumahnya selalu terkunci rapat. Sulli bagaikan hilang di telan bumi.

Pihak yang paling menderita sepeninggal sulli adalah minho, ia merasa sangat bersalah karena dirinyalah yang telah membuat sulli menghilang tanpa kabar. Setiap hari minho hanya mengutuk dirinya sendiri, melamun dan menyendiri menjadi rutinitasnya semnjak tak kembali nya sulli kesekolah.

Seperti pada hari ini, tepat hari ke 15 kepergian gadis cantik tersebut. Minho duduk menyendiri di sudut kelas. Membuat sketsa gambar sebentuk wajah dalam alam khayalnya.

“ANYEONGGGGGG.....????” sebuah suara imut terlepas dengan nyaring nya.
“aku bahkan sperti mendengar suara mu sekarang” gumam minho tersenyum sembari menatap hasil gambar wajah di buku sketsa nya itu yang tak lain merupakan sulli.

Kelas mendadak menajdi ramai, ada yang menangis, tertawa, bahkan ada yang histeris.
“TIDAK BISA KAH KALIAN UNTUK DIAM” teriak minho kesal karena merasa terganggu dengan kehebohan teman sekalasnya.

“yaaaaa paboooo, sulli sudah kembali” saut myungso sambil menjitak pelan kepala minho
“MWO??” minho membuka matanya lebar2 sambil menatap kesosok yang sangat dirindukan nya itu, tepat pada 1 bayangan pandangan nya berhenti.

“SULLI-AH” dengan segara ia berlari memeluk tubuh ramping sulli, rasa rindunya tak dapat diukur dengan kata2. Gadis itu hanya menahan nafas mendapat pelukan tiba2 dari minho yang begitu erat.

“ aku tidak bisa bernafas minho-ya” rintih sulli di sela sela dekapan minho.

“oh... mi mianhae...” namja itu tampak canggung atas tindakanya yang terjadi begitu saja. Setelah itu minho menarik tangan sulli duduk. Tatapan nya seolah mengandung jutaan pertanyaan.

“kau kemana saja ha?”

“aku...” belum sempat sulli menjawab minho menarik paksa tangan sulli kesebuah tempat yang jauh dari keramaian. Ya mereka menuju taman belakang sekolah yang sangat sepi.

“duduklah... ada yang ingin kubicarakan” sulli menurut walau sedikit bingung dengan tindakan minho kali ini, yang menurutnya sangat aneh.

“kenapa harus disini? Bukan kah sebentar lagi bel masuk”
“aku tidak perduli, masalah ini harus diselesaikan hari ini juga” tegas minho lagi, sulli semakin bingung. Selang beberapa waktu mereka duduk terdiam sibuk dengan pikiran masing2.

“mian...nae” sebuah kata meluncur dari mulut minho, sulli memandang masih belum mengarti.

“untuk apa??”

“untuk luka yang di hatimu itu, aku tau... kau menghilang karena aku kan, kau marah dengan pengakuan ku berpacaran bersama krystal” minho menatap mata sulli dengan lekatnya, sementara yeoja itu hanya bisa meremas remas jemari mungilnya sembari mengkontrol detak jantung yang mulai tak beraturan.
“kau cemburu?? Benar kan?” tanya minho lagi, namun sulli tetap membisu.

“aku...”

“aku mencintai mu” potong namja choi itu dengan cepat, sulli membulatkan mata tak percaya.
“maaf aku baru mengatakan ini, yang ku cintai itu sebenarnya kau sulli-ah, sejak awal, sejak kita menjadi sahabat, dan aku juga tau kau punya perasaan sama kan dengan ku?” setetes air mata mengalir lembut di pipi putih sulli. ia tak tau harus menjawab apa, ada rasa bahagia sekaligus tak percaya dalam hatinya kini.

“sekarang tolong jelaskan padaku kenapa kau menghilang” minho kembali mengintrogasi.

“igo.. aku terserang cacar, untuk itu aku tak sekolah dengan waktu panjang, aku eomma dan appa memutuskan untuk mengasingkan diri kebusan sembari mengobati penyakit kulitku” sulli menjawab dengan wajah polos, dan lihatlah reasksi minho saat ini.

“jadi bukan karena aku??” 

“bisa ya, dan bisa tidak” gadis itu tersenyum memamerkan eye smile nya.
“geundae... siapakaah pengirim origami hati misterius itu?? Aku selalu melihat reaksi mu begitu bahagaia membaca pesan darinya. Kau tidak tau betapa sakitnya aku saat itu.”

“jadi kau benar cemburu.”

“menurutmu??” sulli mempoutkan bibirnya, sementara minho terkekeh pelan.

“sejujurnya semua yang selama ini membuat mu terluka, membuat mu menangis hanya rekayasa biasa. Penganggum rahasia itu hanya karanganku saja, aku meletakan origami dan coklat itu di laciku sendiri. Itu semata mata hanya untuk menguji hatimu, miane sulli-ah, aku hanya ingin memastikan cintaku bukan lah cinta yang sepihak.” Mata sulli berkaca kaca mendengar pengakuan minho...

“tapi bagaimana dengan krystal? Bukankah kalian sudah berpacaran?” drtttttt drttttt... belum sempat minho menjawab sebuah pesan masuk tertera di layar i-phone nya. Ia tersenyum membaca pesan itu. “bacalah...” ungkap minho sembari mengarahkan layar iphone nya pada sulli.

Sender: krystal
Oppa sepupuku tersayang.... mana janji manis mu?

1. antar jempu aku selama sebulan,
2. kerjakan PR ku sebulan juga

sesuai janjimu karena aku sukses berperan sebagai pacar palsumu
juliet mu sudah kembali kan, cepat bayar hutang2 mu itu NE... 


“JADIIII SELAMA INI???” sulli sudah berancang ancang menegluarkan amarahnya merasa di tipu
“tunggu dulu...” minho menahan sulli, dengan cepat ia mnegecup bibir manis yeoja cantik itu. 
“sekarang kau boleh marah, tapi ingat... saat ini kau sudah resmi menjadi pacar ku. SARANGHAE” dengan kecepatan ekstra minho berlari meninggalkan sulli yang sudah siap siaga menerkamnya
“YAAAA....CHOI MINHOOOOOOOOOO....”

~END~ 

kalau ancur kali ancur kali ancur baca aja ya, anggap buat hiburan. ini juga buatnya dalam keadaan mood ancur ;D RCL itu penting biar ntar semangat buat ff ff selnjut nya OKEE muach muach

17 komentar:

  1. Nyesek banget thor baca di awalanya,Kayak cinta sepihak.hiks
    Eee Ngga taunya.... So sweeettttt Banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha. . Iya nyesek awalnya . . Huhuhu . . Pinter kali authornya bohongin kita (Mimin juga deg2an bacanya) . . Gomawo udah suka. ^^

      Hapus
  2. kekeke\...
    maknae-ah..
    jinjja daebak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. manusia satu itu emang pinter pee bikin hati kita ketar ketir. Errrrrr. . -_-

      Hapus
  3. tengah malem gini senyum senyum kagak jelas bayangin polahnya minho yg langsung kabur abis nyium sul..
    keren min.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi awalnya deg2an kan . . ??? Auuuuu. . Kekeke

      Hapus
  4. keren keren, kirain gitu, eh ternyata..!!
    minho pinter banget sih nguji sulli, jangan gitu dong kasian tau..
    tapi bener deh endingnya bagus, so sweet walau pertamanya nyesek abis..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi udah di bales ama Ssul itu Ming nya. Ngilang 2 Minggu. Makasih udah RCL yaaaa. .^^

      Hapus
  5. Waaaahh kirain minho ga suka ma sulli, akhirnya Ћϱϱ \=D/ Ћϱϱ \=D/ Ћϱϱ  \=D/

    BalasHapus
  6. ffmu suksesk buat senyam-senyum sendiri deh thor, aiss lucu, so swit hmm bagus ffnya, suka bingiits hehe

    BalasHapus
  7. ih minho oppa sukses banget tuh ngerjain sullinya :D

    BalasHapus
  8. wah daebak minho oppa aku mau dong jadi sulli eonnie :3

    BalasHapus

 
Choi Minho & Choi Sulli Couple FanFiction Blogger Template by Ipietoon Blogger Template